Saturday , November 18 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Meninggalkan Bawahan

Meninggalkan Bawahan

Boleh dikatakan, setiap karyawan adalah bawahan. Tentu, termasuk mereka yang mempunyai jabatan yang tinggi di kantor pun demikian. Walaupun kita merupakan atasan bagi anak buah, kita juga bawahan bagi atasan kita. Oleh karenanya, sama seperti anak buah kita yang mengharapkan penilaian yang baik dari kita; maka kita pun mengharapkan agar atasan kita memberikan penilaian yang baik kepada kita. Jadinya, kita pun berusaha sekuat tenaga agar bisa baik dimata atasan kita.

Bagus? Bagus sekali. Hanya saja, ada efek samping yang perlu dihindari. Apakah itu? Itu adalah perilaku ABS, alias Asal Bapak Senang. Cirinya, kita mengejar penilaian bagus dari atasan namun tidak terlampau peduli dampak negatifnya terhadap bawahan kita. Tentu Anda tidak berperilaku begitu. Namun, perlu juga mewaspadainya agar tidak tertular kelak dikemudian hari.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Saya yakin Anda masih ingat kisah tentang Musa yang diabadikan dalam kitab suci. Ketika Musa diberi kesempatan untuk bicara dengan Tuhan, beliau bergegas menemui kekasih sejatinya itu. Dan, ketika Musa tiba ditempat pertemuan dengan Tuhan tanpa disangka Tuhan malah bertanya;”Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?” Melalui pertanyaan itu Tuhan menegur Musa kenapa meninggalkan umatnya dibelakang.

Lalu Musa dengan bersemangatnya mengatakan:”Itu mereka sedang menyusul aku. Dan aku bersegera kepada-Mu, ya Tuhanku, agar Engkau senang kepadaku.”

Kisah ini bisa Anda temukan antara lain didalam surah Thaha mulai ayat ke 82 dan menjadi salah satu kisah yang paling menginspirasi. Didalamnya bukan hanya terkandung soal nilai-nilai ruhani. Melainkan juga sarat dengan isyarat yang Tuhan kirimkan tentang makna nilai-nilai kepemimpinan.

Musa memang seorang Nabi dan Rasul. Namun, lebih dari itu beliau adalah pemimpin umat. Betapa Tuhan tahu jika kelak dunia akan dipimpin oleh orang-orang yang mementingkan kebaikan-kebaikan dirinya sendiri, dan melupakan umat mereka dibelakang.

Perilaku tidak terpuji para pemimpin ini sekarang semakin kelihatan dan sedemikian transaprannya. Di tingkat negara, kita bisa menyaksikan betapa para pemimpin hanya sekedar berebutan jabatan. Lalu setelah terpilih, berlomba memperkaya diri, mengabaikan rakyatnya, dan membiarkan mereka berjuang sendirian. Mereka berlomba-lomba membuat ‘penentu kedudukannya’ senang. Melalui kisah Musa ini Tuhan sejak zaman dahulu mengingatkan; “mana peran kalian sebagai pemimpin buat rakyat?”

Di perusahaan juga boleh dibilang setali tiga uang. Hanya bentuknya saja yang berbeda. Coba perhatikan bagaimana kita saling sikut untuk mendapatkan promosi jabatan. Setelah itu, kita merasa menjadi boss, dan anak buah kita tidak lebih dari sekedar pelayan yang bertugas untuk menyelesaikan semua urusan. Sedangkan kita, fokus kepada usaha-usaha untuk membuat atasan kita merasa senang.

“Mengapa engkau meninggalkan umatmu?” demikian pertanyaan Tuhan. Musa dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa orang-orang yang dipimpinnya akan segera menyusul karena mereka tunduk patuh kepada perintahnya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Persis seperti kita. Begitu percayanya kita bahwa anak buah kita mengerti, memahami, dan menjalankan setiap pengarahan kita. Lalu kita santai saja, hingga pada akhir tahun baru terkejut. Ternyata, mereka tidak melakukan seperti yang seharusnya.

Mungkin rasa tenang kita juga timbul karena ada leader lain dibawah kita. Misalnya, jabatan kita manager. Ada supervisor yang membantu kita memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik. Maka ketika staff kita tidak bekerja sebagaimana mestinya, kita boleh meminta pertanggungjawaban supervisor. Benarkah mekanisme seperti itu? Ada benarnya. Dan ada tidak benarnya. Benar kalau bicara soal hirarki. Namun tidak benar jika bicara soal responsibiliti.

Kenapa begitu? Begini.
Musa adalah utusan yang dianugerahi Tuhan dengan tandem, berpangkat Nabi. Beliau adalah Harun alaihissalaam. Harun adalah Nabi yang diangkat Allah atas permintaan Musa. Maka Allah menjadikan Harun pendampingnya dalam menjalankan tugas kenabiannya.

Bukankah ketika tuntutan pekerjaan sudah semakin tinggi kita pun mengajukan permintaan kepada boss besar supaya ada asisten manager atau supervisor untuk mendampingi kita seperti Musa meminta Harun? Lalu boss mengijinkan kita untuk merekrut tambahan orang di team kita. Kali ini levelnya wakil kita.

Mengetahui umatnya telah keluar jauh dari jalurnya, Musa pun sedemikian marahnya kepada mereka. Terlebih lagi kepada Harun yang telah diberinya amanah untuk membimbing umatnya selama kepergian beliau. Persis seperti kita yang suka tergoda menyalahkan supervisor kita ketika para staff tidak bekerja baik.

Jika kita pemimpin team itu. Maka kitalah penanggungjawab tertinggi disitu. Sekalipun ada pemimpin-pemimpin kecil yang kita tunjuk disitu, tapi bagaimanapun juga kita tetap bertanggungjawab atas ‘keseluruhan’ kinerjanya. Bukan mereka. Mengapa? Karena seorang leader hanya boleh mendelegasikan ‘pekerjaan’. Namun dia, sama sekali tidak bisa mendelegasikan ‘tanggungjawab’ kepada siapapun. Sekalipun kepada staff pilihan yang ditunjuknya.

Kita, tentu saja bukan pemimpin religius seperti Musa dan Harun. Namun, kisah mereka yang Tuhan abadikan dalam kitab suci itu mengingatkan agar kita tidak menjadi pemimpin yang ABS dengan meninggalkan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan bawahan. Sehingga, kita bisa membuat boss besar senang melalui kinerja yang dihasilkan secara kolektif oleh para anggota team secara keseluruhan.

Dengan begitu, kita bisa membangun reputasi sebagai pemimpin yang berhasil membawa teamnya menuju puncak prestasi. Bukan sekedar menjadi pemimpin yang hanya mengharapkan segala pujian dari atas untuk dirinya sendiri.

Setelah kejadian itu, Musa berubah menjadi pemimpin umat yang sangat mengerti. Beliau menjadi pemimpin yang semakin dicintai. Beliau mendapatkan kepercayaan penuh dari umatnya. Hingga rakyat yang dipimpinnya bersedia ikut kemana pun dia membawanya. Bukankah zama sekarang rakyat sering kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya?

Kenapa? Antara lain, karena rakyat melihat bahwa sang pemimpin; hanya menyibukkan dirinya dengan membuat senang ‘tuan’ dan ‘nyonya’ yang lebih besar kedudukannya dari dirinya.

Ketika Musa mendapatkan kepercayaan umatnya. Tak ada keraguan sedikitpun untuk mengikutinya. Dan dengan kepercayaan itulah beliau bisa mengalahkan kekuatan Fir’aun yang nyaris tidak tertandingi. Karena ketika seorang pemimpin mencintai rakyatnya, maka Tuhan akan memberinya kekuatan untuk melakukan yang terbaik bagi mereka. Ketika sebagai atasan kita memperhatikan sungguh-sungguh anak buah kita, maka atasan kita pun akan semakin sayang kepada kita.

Jika kita sungguh-sungguh member jalan keluar kepada anak buah kita, maka kita pun kan anak buah bagi atasan kita. Jalan keluar untuk tantangan yang bukan jatahnya level kita pun bakal kita dapatkan dari atasan kita.

“Atasan gue, bukan termasuk pemimpin yang bagus Dang. Dia tipe orang yang ABS yang ndilalahnya ada persis diatas gue. Jadi gue mesti gimana?”

Simpel. Karena kita paham bahwa diatas atasan ada atasannya lagi. Maka diatas yang paling atas itu ada yang maha atasan kan? Nah. Dia itu yang mesti dideketin. Karena Dia penguasa mutlaknya kan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Lantas bagaimana caranya ‘ngedeketin’ atasan mutlak itu? Guru saya mengajarkan ilmu leadership tingkat tinggi yang jarang dibahas dibuku-buku kepemimpinan. Beliau bilang; “Semakin tinggi jabatan kamu, mesti semakin disiplin tahajjudnya.”

Mudah bagiNya memberi jalan keluar dari segala masalah pelik, semudah Dia memberi jalan keluar kepada Musa melalui laut yang terbelah menjadi dua. “Ingatlah kisah Musa ini. Dan jadilah pemimpin yang lebih baik lagi.” Demikian nasihatnya.

NB: Leadership Series kami – Untuk Supervisor dan Manager ada (1) “LEADERSHIP IN PRACTICE”. Untuk Manager ada (2) “LEADING PEOPLE & MANAGING BUSINESS” dan (3) “EFFECTIVE BUSINESS LEADERSHIP”. Untuk Senior Leaders ada (4) “BUSSINESS SUSTAINABILITY & DISRUPTIVE INNOVATION”. Untuk All Leaders ada (5) “EFFECTIVE COMMUNICATION SKILLS FOR LEADERS”. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com untuk info lebih lanjut.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner.

Training : Effective Communication Skills

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Training: “Business Sustainability & Disruptive Innovation”

Leadership In Practice

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar: Codor’s Blog

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.