Monday , December 18 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Atasan Yang Selalu Diingat

Atasan Yang Selalu Diingat

Secara naluriah, bawahan selalu ingat terhadap atasannya. Makanya, ada bawahan yang setiap pagi malas ngantor. Karena pagi itu dia teringat punya jadwal rapat dengan atasannya. Atau, karena dia harus mengirimkan laporan kepada atasannya. Atau, karena atasannya hari ini masuk kantor lagi setelah beberapa hari traveling.

Ada juga anak buah yang selalu bersemangat, karena dia ingat jika atasannya selalu ada ketika dibutuhkan. Atau, ingat bahwa atasannya memberi ruang untuk berkreasi sesuai aspirasinya. Apa saja. Pokoknya, selalu ada alasan kenapa anak buah ingat atasannya. Tantangannya adalah; bagaimana caranya agar lebih banyak hal positif yang mereka ingat. Bukan yang sebaliknya.

Beberapa waktu lalu, saya rapat tentang teknis pelaksanaan training Leadership yang akan dilakukan untuk salah satu klien dalam beberapa hari mendatang. Biasalah disela-sela rapat kita kan suka ada selingan bicara tentang hal-hal yang ringan. Beliau menceritakan tentang ‘mantan’ atasannya yang katanya memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap karirnya, bahkan hidupnya. Begitu banyak pelajaran yang diperolehnya dari atasannya, sehingga sampai sekarang; beliau masih menyimpan kenangan terbaik dengan mantan atasannya itu.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Saya juga sama. Masih bisa mengingat kebaikan-kebaikan atasan saya yang sangat berjasa menempa dan mendidik saya. Tentu mereka memiliki kekurangan. Namun, jasa baik mereka melampaui hal remeh temeh kelemahan manusiawi yang dimiliki setiap insan. Sebagai atasan, apakah Anda tertarik untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi anak buah Anda sehingga kelak; ada kenangan positif yang tersisa dibenak mereka?

Tidak selalu mudah memang. Tapi saya yakin kita bisa belajar melakukannya dari sekarang. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar untuk menjadi atasan yang selalu diingat secara positif, saya ajak memulainya dengan memahami dan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:

1. Memori lebih panjang dari masa kerja. Kita, selalu dapat mengingat hal-hal tertentu bersama orang-orang yang sangat berpengaruh dalam hidup kita dimasa lalu. Padahal, sangat mungkin yang bersangkutan sudah tidak ingat lagi. Memori tentang guru sekolah dulu misalnya. Di dunia kerja, orang yang paling diingat lama adalah para mantan atasan. Anda pun masih punya memori dengan atasan Anda dimasa lalu, bukan? Padahal Anda sudah tidak lagi bekerja dengan beliau.

Pertanyaannya adalah; Apakah kita hendak meninggalkan memori baik dibenak anak buah kita kelak? Kita perlu mulai berhati-hati. Memori itu akan tetap mereka ingat meskipun sudah pensiun. Karena memori, lebih panjang daripada masa kerja kita. Sedangkan kita, tentu ingin dikenang secara positif, bukan sebaliknya. Bagaimana pun juga, jauh lebih baik meninggalkan memori postif kan?

2. Atasan populer sering bukan yang terbaik. Memori positif itu tidak berarti harus serba permisif. Gampang kalau hanya ingin menjadi atasan yang populer alias disukai anak buah mah. Tidak usah terlalu menuntut. Ikuti saja pola kerja dan maunya bawahan. Mereka pasti senang. Tapi, apakah begitu cara memimpin yang baik? Tidak. Atasan yang baik itu justru berani ambil resiko disebelin anak buah. ASALKAN; apa yang kita lakukan demi kepentingan mereka. Contohnya, menegakkan kedisiplinan. Tidak banyak orang yang suka. Tapi jika mereka dibiarkan tidak disiplin, maka mereka akan kalah bersaing.

Contoh lainnya, memberikan penugasan yang lebih tinggi, lebih berat, dan lebih menantang kepada anak buah yang berpotensi. Banyak orang yang lengah dan lebih suka kerja nyantai. Padahal, itu merugikan diri mereka sendiri. Karena pertumbuhan karir yang bagus hanya menjadi milik mereka yang terus menempa diri. Maka demi kepentingan anak buah Anda, tempalah mereka. Hingga punya daya saing yang tinggi. Meskipun menyebabkan Anda menjadi atasan yang tidak populer. Tapi kelak, mereka akan mengingatnya sebagai kenangan indah bersama Anda.

3. Positif atau negatif itu bisa relatif. Atasan yang menuntut kedisiplinan dan menempa anak buahnya dengan berat; sering tidak disukai. Kenapa? Karena kebanyakan orang inginnya kerja gampang, tugas ringan, tapi gaji besar. Padahal gaji besar hanya cocok bagi para kontributor di posisi tinggi. Semua itu tidak bisa dicapai oleh orang yang tidak mau susah payah. Maka kalau atasan mendidik dengan tempaan yang berat, banyak yang salah sangka dan menilai negatif. Mungkin harus menunggu beberapa tahun dulu untuk menyadari dampak positifnya.

Jadi, kalau ada atasan yang suka menempa bawahannya; apakah itu positif atau negatif? Pada awalnya bisa saja dinilai negatif, tapi setelah ada hasilnya; barulah orang sadar jika itu positif. Makanya, sebagai atasan; Anda tidak perlu khawatir dengan penilaian dari orang lain. Yang penting, lakukan upaya terbaik untuk menggembleng dan mengembangkan orang-orang yang Anda pimpin. Hingga bisa meraih pencapaian yang tinggi untuk dirinya sendiri.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

4. Bawahan selalu ingat pada manfaat. Apa manfaatnya buat gue? Orang selalu bertanya seperti itu kan? Begitu pula anak buah kita. Gairahnya terpacu ketika melihat manfaat. Otaknya, tertarik untuk mengingat manfaat. Memang, mudah sekali untuk mengingat manfaat jangka pendek seperti bonus, hadiah atau benda material lainnya. Namun, sifat kebendaan yang cepat habis itu juga berkorelasi dengan memori penerimanya. Kalau bonusnya sudah ludes, biasanya rasa syukur juga otomatis ikut luntur. Dia cepat tidak lagi ingat.

Makanya, kita perlu melakukan tindakan yang bisa memberikan manfaat jangka panjang. Agar dampaknya lama, dan tentu rasa syukurnya juga lama. Kalau uang, jelas jangka pendek. Tapi ilmu, kebiasaan baik, kedisiplinan, keterampilan kerja, kemampuan mengelola yang kita latihkan kepada mereka; akan menetap sepanjang masa. Seperti halnya Anda masih ingat guru-guru terbaik Anda, maka anak buah Anda kelak akan selalu mengingat Anda; Jika Anda berhasil memberikan manfaat, berupa bekal yang berarti bagi pertumbuhan karir mereka.

5. Gratis itu sebenarnya yang paling mahal. Memang sih, kadang kita mikir; kenapa mesti susah payah menggembleng anak buah. Kan tidak ada dampaknya dengan penghasilan kita. Selama berhasil mencapai target-target, posisi kita bakal aman. Buat apa lagi memberikan layanan gratis segala? Memang, kita tidak dapat tambahan uang dengan mendidik dan memintarkan anak buah. Tapi, bukahkah ketika anak buah lebih terampil dan lebih bisa mengelola pekerjaannya membuat tugas teknis kita menjadi semakin ringan? Itu salah satu reward langsung yang kita dapatkan.

Reward lainnya, adalah ketika anak buah kita – terucapkan atau tidak – merasa bersyukur pernah punya atasan seperti Anda. Jika mantan anak buah kita tidak tahu terimakasih, gimana? Kan banyak juga yang menepuk dada seolah seluruh pencapaiannya dia buat sendiri tanpa kontribusi orang lain. Ngapain pusing? Bukankah Anda merasakan kepuasan didalam batin saat menyaksikan orang yang Anda gembleng berhasil meraih suksesnya? Reward yang satu itu, tidak ada tandingannya.

Jika gajah mati, dia meningalkan gading. Lantas, sebagai seorang atasan; Anda akan meninggalkan apa di benak anak buah? Ketika pensiun, apakah mereka masih akan mengenang kebaikan-kebaikan Anda? Ataukah perlakuan buruk yang selama ini Anda timpakan kepada mereka. Oh, terlampau beresiko jika hanya meninggalkan kenangan buruk. Karena selain menyebabkan nilai diri kita jatuh dimata mereka. Kita juga sulit untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinan kita.

Soalnya, kita percaya bahwa; setiap pemimpin itu akan dimintai pertanggungjawaban soal bagaimana cara menunaikan amanah kepemimpinannya. Maka jika sudah memimpin dengan baik untuk kebaikan orang-orang yang kita pimpin, mungkin lebih mudah untuk menghadapi hari persidangan di akhirat.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Sehingga walau mungkin anak buah kita tidak lagi ingat. Namun kita boleh mengatakan; “Ya Allah, sudah saya tunaikan amanah dipundak saya dalam memimpin. Dan saya gunakan kewenangan yang menyertainya. Sebesar-besarnya untuk kebaikan orang-orang yang saya pimpin.” Semoga Allah berkenan menerima laporan pertanggungjawaban kita, ya. Aamiin.

NB: Apakah Supervisor dan Manager di kantor Anda sudah dibekali dengan in-house training “LEADERSHIP IN PRACTICE” saya? Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

Leadership In Practice

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:linkedin

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.