Monday , December 18 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Mengatasi Konflik Anak Buah

Mengatasi Konflik Anak Buah

Dalam memimpin, kadang kita dihadapkan pada situasi dimana orang-orang kunci kita saling berselisih. Kalau yang berselisih itu anak buah yang levelnya rendah – misalnya staff – biasanya selesai dengan mudah. Tanpa perlu campur tangan kita. Tapi, jika yang berseteru itu level tinggi seperti manager, senior manager, atau direktur; maka mereka jarang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Lho, bukankah kalau semakin tinggi jabatannya; maka kemampuan ‘Problem Solving’-nya lebih bagus? Tidak juga. Khususnya kalau terkait persetruan dengan kolega. Mengapa? Karena semakin tinggi jabatan mereka, semakin besar juga ego mereka. Sehingga semakin sulit buat mereka untuk menyepakati resolusi. Oleh karenanya, jika hal itu terjadi pada staff senior dan berpengaruh di team Anda; maka Anda harus segera turun tangan untuk menyelesaikannya. Jika ditunda-tunda, mereka akan terus bersetru dan merusak performa team yang sedang Anda bangun itu. Iya. Tapi bagaimana caranya?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar mengatasi anak buah berpengaruh yang saling bersetru, saya ajak memulainya dengan memahami dan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:

1. Ambil keputusan segera. Kalau 2 anak buah Anda yang sama-sama berkuasa saling berantem dan tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, maka Anda harus berani menentukan keputusannya. Jangan mengira mereka bisa menyelesaikan persetruan itu dengan usaha mereka sendiri. Bukan karena mereka kekanak-kanakan. Melainkan karena mereka mengikuti naluri untuk mempertahankan egonya masing-masing. Jika Anda ingin masalahnya selesai dengan mudah, maka Anda; harus mengambil keputusan dengan segera.

Jangan dibiarkan berlarut-larut. Karena semakin lama, masalahnya akan menjadi semakin runyam. Pengaruh buruknya akan semakin menyebar. Proses kerja team mereka juga pasti terganggu sehingga kinerjanya akan terpengaruh buruk. Walhasil, masalah Anda; akan semakin berpotensi menjadi benang kusut. So, sebelum menjadi tidak terkendali; Ambil keputusan segera.

2. Monitor kepatuhan mereka menjalankan keputusan. Kebanyakan atasan mengira bahwa; tugasnya sudah selesai, jika sudah mengambil keputusan dan mempidatokannya. Setelah menghimbau, menasihati, atau berpidato; mereka menganggap tugasnya sudah tuntas. Salah besar jika demikian. Leader itu bukan sekedar harus pintar bicara. Berdiri diatas podium. Atau menyampaikan pesan lewat media. Pemimpin seperti itu hanya akan NATO saja. Sifat dasar manusia itu kan ingin bekerja seringan-ringannya, namun dapat manfaat sebanyak-banyaknya.

Saya, dan Anda juga mungkin begitu. Maunya ngantor hanya seminggu sekali tapi bayaran sebulan penuh, misalnya. Maka peran atasan dalam memonitor itu penting. Untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan sesuai rencana, atau seperti kondisi yang Anda inginkan sebagaimana tertuang dalam keputusan yang sudah diambil. Ingat: tugas pemimpin itu juga termasuk memonitor kinerja dan kepatuhan anak buah, bukan?

3. Peringatkan jika anak buah tidak melaksanakan keputusan. Kelemahan lainnya yang sering dipertontonkan banyak pemimpin adalah; sering mendiamkan saja meskipun tahu anak buah yang berseteru itu tidak menjalankan keputusan yang sudah dibuat. Makanya, seorang leader juga harus sanggup mengambil tindakan. Khususnya ketika keputusan yang sudah dibuat itu tidak dijalankan oleh anak buah. Jika ada salah satu dari mereka yang mengabaikannya, lalu Anda membiarkannya atau pura-pura tidak tahu; maka itu akan menjatuhkan kredibilitas kepemimpinan Anda sendiri: Anda cuma pemimpin OMDO jika demikian.

Jangan ragu untuk menegur anak buah Anda, jika ada diantara mereka berani mengabaikan keputusan itu. Ditahap ini, teguran secara verbal sudah memadai. Lalu, perhatikan lagi. Bagaimana respon dan tindak lanjutnya. Apalagi konflik yang Anda hadapi itu terjadi di level yang sangat tinggi dengan kemungkinan resistensi yang juga tinggi. Ingat: tugas pemimpin itu juga termasuk mengontrol kinerja dan kepatuhan anak buah, bukan?

4. Ambil tindakan, jika anak buah tetap membandel. Kadang-kadang, teguran keras secara verbal tidak cukup menyadarkan orang-orang tertentu. Dalam kasus seperti ini, sebenarnya kualitas kepemimpinan kita sedang diuji. Oleh siapa? Oleh anak buah Anda yang membandel itu. Dia mengetes, apakah Anda bisa bersikap tegas. Atau bisa digoyang ditengah jalan. Bukan harus keras. Tapi tegas. Keras itu rapuh. Sedangkan tegas, Anda menegakkan kedisiplinan, memegang teguh nilai-nilai luhur, dan berani mengambil resiko atas pengambilan keputusan yang Anda yakini memberi dampak terbaik untuk kepentingan organisasi.

So, jika ada anak buah Anda yang masih membandel. Masih ngeyel. Masih juga melenceng. Masih bermain dibelakang. Berarti, dia bukan hanya berseteru dengan rekan kerjanya. Melainkan melawan otoritas dan kewenangan Anda, sehingga Anda harus mendorongnya melakukan perbaikan. Sekali lagi, pidato saja tidak cukup. Apalagi hanya sekedar himbauan. Tidak efektif itu. Teguran secara tertulis dan resmi, perlu Anda lakukan. Jika perlu SP1 atau SP2, bisa Anda gunakan.

5. Memberikan reward atau punishment. Evaluasi lagi. Jika anak buah Anda menjalankan keputusan yang sudah Anda buat dengan baik, maka Anda patut memberinya reward. Siapa bilang orang dewasa tidak lagi butuh reward? Hey, bukan hanya anak kecil yang membutuhkan hadiah atas prestasi-prestasi mereka. Meskipun reward itu tidak selalu berupa materi, ataupun kenaikan jabatan. Berikan saja. Sebaliknya, jika anak buah Anda masih membandel juga setelah tahap #4 diatas dilakukan. Inilah saatnya menggunakan kewenangan yang ada ditangan Anda untuk memberikan punishment yang tepat.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Coba cek lagi batasan otoritas Anda. Jika harus, Anda tidak usah ragu menggantinya dengan orang lain. Mengapa? Karena Anda membutuhkan team yang solid. So, you have to take a firm decision to terminate him or her. And, assign a new person who has strong commitment to be the part of your truly team.

Lihat sekarang; Anda memberi reward kepada team member yang bagus. Dan Anda sanggup memberi punishment kepada yang buruk. Ini akan menjadikan efektivitas kepemimpinan Anda meningkat berkali-kali lipat. Insya Allah.

NB: Salah satu Games Management yang saya rancang adalah “SERVING THE EMPEROR’S DINNER”. Sarat dengan pembelajaran tentang strategi, problem solving, decision making, corporate alignment maupun continuous improvement. Apakah para leader di kantor Anda sudah memainkan games menejemen ini? Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner
http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Lex Talk

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.