Tuesday , December 11 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Menghindari Rugi Waktu

Menghindari Rugi Waktu

Tidak terasa ya, sudah bulan Desember lagi. Sebentar lagi tutup buku. Waktu rasanya sedemikian cepat berlalu. Padahal, begitu banyak hal yang belum kita tuntaskan. Keterbatasan waktu kadang memaksa kita untuk mendahulukan sesuatu, dan menunda hal lainnya. Bahkan walaupun sudah bekerja sedemikian kerasnya, tapi pekerjaan seolah tidak ada habis-habisnya.

Bahkan Allah pun bersumpah menggunakan nama waktu. “Wal’ashri!”. Demi waktu. Mengisyaratkan agar manusia – kita – menyadari betapa berharganya waktu. Tapi, perlu jujur diakui bahwa aset berharga itu sering sekali kita buat sia-sia. Kita buang percuma. Baik yang tidak disengaja. Terjebak kemacetan dijalan, misalnya. Maupun yang sengaja kita lakukan. Contohnya? Ehm… simak saja betapa banyak hal tak bermanfaat yang kita lakukan.

Dalam konteks profesional, hal itu berhubungan dengan penggunaan jam kerja kita. Ukurannya apa? Bukan hanya kesibukan melakukan ini dan itu. Melainkan ‘result’ dari pekerjaan kita juga. Bahwa kelihatan sibuk itu ada bagusnya, memang benar. Tapi jenis kesibukan yang kita lakukan juga penting. Bukankah banyak orang yang hidupnya disibukkan untuk hal-hal yang tidak penting? Sayang waktu kita jika demikian.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kita kesal jika orang lain membuang-buang waktu kita. Tapi, kita tidak merasa sayang jika waktu itu dihambur-hamburkan atas ‘inisiatif’ kita sendiri. Mari kita cek lagi, bagaimana cara kita menggunakan waktu kita sendiri? Barangkali masih ada aktivitas yang membuang waktu percuma? Mungkin ada. Mungkin tidak. You tell me.

Kalau melihatnya secara jujur, mungkin akan kita temukan beberapa hal yang kurang bagusnya. Di kantor saya dulu, pernah kejadian team member saya main games di jam kerja. Di ruang rapat, manager dan direktur juga main game. Oh, menyedihkan sekali. Jaman now, main game sudah seperti kebutuhan pokok bagi banyak orang. Bahkan lebih ‘pokok’ daripada rokok.

Staff saya itu, misalnya. Aaasyik sekali bermain gamenya. Saking asyiknya, dia tidak sadar jika saya sudah berdiri dibelakangnya. Akibatnya? Hmmh… silakan kira-kira sendiri saja. Zaman sekarang, game computer sudah usang. Karena aktivitas adiktif itu sudah berpindah ke smart phone kita.

Jangan menuduh saya sebagai orang yang Anti Game, ya. Jika menuduh saya begitu, akan seperti menuduh Anti Pancasila kepada orang-orang yang rela berkorban demi menjaga Pancasila gitu deh. Saya ini, gemar sekali dengan game.

Lalu bedanya saya dengan para penggemar games lainnya apa? Jika kebanyakan pecandu game itu hanya membuang waktunya untuk bermain games hingga tidak kenal situasi, tempat dan saat. Maka saya menggunakan kecintaan pada games itu untuk sesuatu yang relevan dengan pekerjaan dan masa produktif saya. Jadi, bukan sekedar ‘bermain’ game. Saya “MERANCANG” alias “MENCIPTAKAN” game. Itu bukti jika I love game very much. And I am, a true game lover.

D-BEST misalnya. Disruptive Business Environment Simulation Trivia. Itu games yang saya rancang untuk memahami prinsip dan fenomena disrupsi. Maka memainkannya bukanlah membuang waktu. Melainkan menuntut ilmu. Demikian pula dengan S-TED. Serving The Emperor’s Dinner. Games Management terbaru saya yang sarat dengan insight dan pemahaman tentang management and corporate alignment.

Jadi, poin utama soal waktu ini bukanlah boleh atau tidaknya melakukan sesuatu. Melainkan soal; memastikan bahwa kegiatan mengisi waktu kita itu ada manfaatnya. Rugi kita kalau melakukan sesuatu hanya untuk sekedar mengikuti hawa nafsu dan kesenangan tanpa mempertimbangkan manfaat dan maslahatnya.

Ironis sekali ketika para karyawan, manager dan direktur mengatakan sangat sibuk sehingga tidak punya cukup waktu. Tetapi sepanjang hari, jemari tangan mereka menari di keypad gadgetnya; nyaris tanpa henti. What for? Untuk hal yang maslahat dan manfaat? Then itu kewren. Untuk yang selain itu? Not at all.

“Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian,” demikian Allah melanjutkan firmannya. Menandakan pula bahwa manusia memang suka lalai dengan waktu yang dimilikinya. Sehingga dia rugi, karena banyaknya waktu yang tersia-siakan itu. Padahal bakal ditanya, digunakan untuk apa waktu yang engkau dapatkan? Dalam konteks profesional, hal itu berhubungan dengan penggunaan jam kerja kita.

Semakin tinggi amanah yang kita emban, semakin banyak tugasnya. Dan semakin besar urusaannya. Padahal, jumlah waktu kita sedetik pun tidak bertambah. Oleh karenanya, kita perlu berlatih memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Bahkan sekalipun kita belum menduduki posisi yang tinggi; kita mesti belajar sejak dini. Agar kelak, ketika perusahaan mempercayakan tugas-tugas dan tanggungjawab yang lebih besar; kita sudah terbiasa mengelola pekerjaan sesuai dengan urgency dan importancynya.

Jika sekarang kita bisa melakukan itu, maka kenaikan jabatan; tidak akan menaikkan tekanan darah kita. Dan penambahan beban pekerjaan, tidak akan menambah stress karena dikejar-kejar deadline. Kenapa? Karena, Allah melanjutkan firman-Nya; “Kecuali orang yang percaya. Dan mengerjakan kebaikan.”

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jadi, sesuai firman Tuhan; jika tidak ingin rugi, maka kita harus memastikan hanya mengerjakan hal-hal yang positif, dan produktif dalam hari-hari dan jam kerja yang kita jalani. Maka kita, tidak akan menjadi orang yang merugi karena waktu yang kita miliki. Justru sebaliknya, kita akan menjadi pribadi yang semakin efektif dalam mengelola diri. Insya Allah.

NB: Salah satu Games Management yang saya rancang adalah “S-TED ( Serving The Emperor’s Dinner”. Sarat dengan pembelajaran tentang strategi, problem solving, decision making, corporate alignment maupun continuous improvement. Apakah para leader di kantor Anda sudah memainkan games menejemen ini? Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner
http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar: Koleksi Pribadi

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.