Wednesday , September 26 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Memarahahi Anak Buah

Memarahahi Anak Buah

Anda pernah kesal kepada anak buah? Pernah ya. Makanya, pada situasi tertentu; kita marah kepada mereka. Jika tidak pernah kesal kepada anak buah, ada dua kemungkinan. Pertama, Anda belum lama menjadi atasan. Kedua, Anda tidak peduli dengan perilaku atau kinerja team Anda. Dengan kata lain, kesal kepada anak buah itu merupakan suatu kondisi yang normal. Sah. Manusiawi. Yang kemudian menjadi penentu nilai dan faedahnya adalah; bagaimana cara kita mengekspresikan kekesalan itu.

Ada yang tertekan. Ada yang marah-marah. Dan tidak sedikit juga yang sampai memaki-maki anak buahnya. Apalagi jika kita melihat orang-orang yang jabatannya lebih tinggi dari kita pun – a.k.a atasan kita – gampang memaki orang lain. Maka kita pun tergoda untuk gampang memaki anak buah kita pula. Pertanyaannya adalah; apakah dengan memarahi itu kemudian masalahnya atau sumber kekesalan Anda bisa tuntas? Tidak kan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kita tahu jika masalah tidak tuntas dengan makian itu. Bahkan cenderung menimbulkan masalah baru. Tapi, kenapa yang kok sulit sekali untuk berhenti memaki anak buah. Malahan tidak jarang juga dengan kata-kata yang tidak sepatutnya sehingga anak buah merasa terhina. Dan semakin memperburuk tingkat kepercayaan mereka terhadap kepemimpinan kita. Apakah fenomena atasan tukang memaki ini banyak atau sedikit? Ah lihat di face book, misalnya. Rupanya banyak juga ya anak buah yang membalas makian atasannya dengan menumpahkan unek-unek mereka di facebook. Ada yang pake sindiran. Nama samaran. Dan, ada juga yang vulgar.

Sekalipun begitu, orang yang berani bicara di facebook tentu tidak akan bisa mewakili populasi sesungguhnya dari para anak buah yang sakit hati terhadap perlakukan atasannya yang suka memaki-maki itu. Jadi, boleh diperkirakan sih jika atasan yang suka memaki tidak patut itu jumlahnya banyak. Bahkan akhir-akhir ini, lagi trend tuch; pimpinan yang memarahi anak buahnya didepan kamera. Seolah marah pada anak buah merupakan tanda jika dirinya bekerja. Rupanya dia belum paham, bahwa; kelemahan anak buahnya adalah indikasi lemahnya kualitas kepemimpinan dirinya.

Maaf ya, saya tidak sedang membicarakan tentang Anda. Karena, pertama saya mungkin tidak mengenal Anda. Kedua, saya tidak mengenal anak buah Anda. Dan ketiga, saya tidak mengetahui cara Anda memimpin dan mengekpresikan kekesalan Anda kepada anak buah. Jadi, tulisan ini bukan soal sikap dan cara memimpin Anda selama ini. Tulisan ini adalah tentang fenomena atasan yang merasa berhak untuk memaki dan melontarkan kata-kata merendahkan terhadap anak buahnya. Mungkin, saya pun tanpa disadari pernah melakukannya. Saya lupa, tapi anak buah saya tetap mengingat sedetail-detailnya. Mana tahu?

Mungkin, Anda juga begitu. Saya pun tidak tahu. Tapi, dengan spirit introspeksi diri; marilah berandai-andai jika kita ini menjadi pemimpin yang seperti itu juga. Maka ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk menghentikan kebiasaan itu. Belajar menahan diri yuk. Saya juga ikutan proses belajar itu. Tidak pantas kok. Kalau memang kita pernah begitu, ini saatnya untuk berubah dan memperbaiki diri. Kalau pun tidak pernah, kita bisa belajar untuk semakin sadar bahwa hal itu memang tidak sepatutnya dilakukan.

Semoga kita semakin sadar pula bahwa untuk mengungkapkan kekesalan kepada anak buah selalu ada cara yang lebih baik dari sekedar kata-kata kotor kita. Bayangkan kembali anak buah yang Anda maki-maki itu. Di kantor, Anda merendahkannya. Tapi boleh jadi, dia adalah imam masjid lho. Mungkin juga dia adalah seorang pemuka masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Atau, dia adalah orang yang kehadirannya sangat penting bagi banyak orang diluar kantor kita. Bagaimana mungkin kita membiarkan mulut ini menghina seorang manusia yang dihadapan Tuhan, dia itu lebih baik dari diri kita. Siapa kita ini sehingga sedemikian beraninya merendahkan orang yang dimuliakan bukan karena jabatannya, melainkan karena kebaikannya? Berhenti deh. Sekarang juga.

Sekalipun orang tersebut tidak seagung itu. Walau orang yang kita maki-maki itu tidak memiliki jabatan tinggi dikantor. Tapi di rumah? Boleh jadi dia adalah seorang suami yang sangat dihormati oleh istrinya. Raja di rumahnya. Seorang istri yang dicintai oleh suaminya. Ratu diistana sederhananya. Seorang ayah yang dibangga-banggakan oleh anak-anaknya. Seorang ibu. Yang selalu dirindukan peluk kasih dan sayangnya oleh buah hatinya. Dimata orang rumah. Mereka adalah pribadi mulia yang dengan gigih berjuang demi nafkah yang mungkin tidak seberapa, namun berkah. Bagaimana mungkin lidah kita ini diumbar untuk merendahkan orang yang mempunyai kedudukan sedemikian tinggi dirumah mereka? Hanya gara-gara mereka adalah bawahan kita? Berhentilah. Sekarang juga.

Anak buah yang kita hina dinakan itu. Boleh jadi adalah anak semata wayang yang sedemikian dimanjanya oleh mama dan papa mereka. Dilarang bekerja karena orang tuanya pun sanggup memberi mereka segala kecukupan hidup. Tapi anak muda itu ingin belajar mandiri. Belajar hidup. Belajar bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Dia, sama seperti kita ketika dulu memulai karir ini. Bagaimana mungkin lisan kita ini dibiarkan mengucapkan kata-kata nista kepada seorang anak muda yang sedemikian dikasihi oleh ayah bundanya; yang kita pun dulu sama seperti dia kira-kira. Hanya karena kita atasannya? Berhenti deh. Sekarang juga.

Iya. Tapi orang-orang tak becus itu tidak bisa menyelesaikan pekerjaan seperti yang seharusnya! Begitu mungkin pembelaan kita.

Benar. Orang-orang yang kita pimpin itu melakukan kesalahan. Punya kekurangan. Tetapi. Bukankah Anda juga bukan manusia yang sempurna? Tunjuk tangan jika Anda merasa tidak pernah melakukan kesalahan. Sadarkah Anda bahwa Anda itu bukan malaikat dan mereka bukan syetan? Bukankah sampai sekarang pun, saya ulang; sampai sekarang pun Anda masih punya kekurangan dimata atasan Anda yang lebih tinggi? Hayoooo… ngaku aja. Anda masih suka gemeteran kalau ditegur pimpinan kan?

Selama kita semua sama manusianya, maka kita sama pernah melakukan kesalahannya. Oleh karenanya, sesama mahluk tidak sempurnya baiknya sih dilarang saling merendahkanlah. Kesalahan, bisa diperbaiki justru dengan pendekatan yang baik. Bukan dengan cara menginjak-injak harga dirinya. Jadi jika kita ingin melihat anak buah melakukan perbaikan untuk dirinya sendiri, maka kita; mesti menunjukkan contoh perilaku yang baik itu seperti apa.

Kinerjanya buruk! Mungkin itu yang membuat Anda kesal. Tapi ingatkah Anda bahwa walaupun kinerja buruk itu tanggungjawab kita untuk memperbaikinya. Tetapi. Tidak menjadikan kita berhak untuk memaki-makinya. Atau melontarkan kata-kata kotor kepadanya. Jika Anda pemimpinnya, maka tugas Anda adalah membimbingnya ke jalan yang lurus dengan cara yang baik.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Dan. Jika Anda percaya kepada fiman Tuhan, bagus juga untuk selalu mengingat titahNya yang satu ini; “Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik. Dan bantahlah mereka, dengan cara yang lebih baik.”

Anda, bisa membaca firman itu dalam surah 16 (An-Nahl) ayat 125. Mungkin, kadang kita kesal kepada anak buah. Dan pada situasi tertentu, kita perlu marah juga. Tapi ternyata, ada tuntunanNya. Oleh karenanya sahabatku, ayo bersama saya; kita belajar lagi mengeskpresikan kekesalan kepada anak buah dengan cara yang lebih baik. Mulai sekarang.

NB: Salah satu Games Management yang saya rancang adalah S-TED (“Serving The Emperor’s Dinner”). Sarat dengan pembelajaran tentang strategi, problem solving, decision making, corporate alignment maupun continuous improvement. Apakah para leader di kantor Anda sudah memainkan games menejemen ini? Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

S-TED (Serving The Emperor’s Dinner)

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.