Tuesday , September 25 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Warisan Buat Bawahan

Warisan Buat Bawahan


Bukan harta yang saya maksudkan. Juga bukan sesuatu yang kita tinggalkan setelah meninggal. Maksud saya dengan judul ini adalah; setelah kita tidak lagi bekerja ditempat ini – entah karena pensiun atau pindah ke tempat lain – kita akan meninggalkan apa bagi orang-orang yang sebelumnya kita pimpin? Kok mikirin banget sih! Memang mesti kita pikirkan. Kita rencanakan. Dan secara sengaja kita lakukan agar ketika pergi, kita meninggalkan sesuatu yang layak untuk dikenang.

Tapi haruskah demikian? Menurut saya harus. Karena, hanya seseorang yang layak dikenanglah yang namanya, sosoknya, dan kehadirannya abadi; meski secara fisik dia tidak lagi berada ditempat itu. Bukankah menyenangkan jika ada seseorang yang masih mengingat Anda dengan baik disuatu tempat? Dan tentu, kita ingin agar orang itu mengingat hal-hal yang baik tentang kita. Sedangkan hal baik itu muncul sebagai buah dari kebaikan-kebaikan sikap dan perilaku kita ketika memimpin mereka. Sudahkah Anda menanamkan kebaikan itu?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Sampai saat ini, saya masih bisa mengingat orang-orang yang pernah berjasa bagi perkembangan karir professional saya. Anda juga demikian, bukan? Anda masih ingat kepada orang yang dulu pertama kali mewawancara lalu menerima Anda bekerja. Pekerjaan pertama Anda adalah momen yang sangat penting.

Kita masih selalu ingat momen itu, dan ingat siapa orang yang memberikan pekerjaan itu kepada kita. Ditahap selanjutnya, kita ingat atasan pertama yang memberi kita kesempatan untuk mengembangkan diri sehingga karir kita pun perlahan-lahan menanjak. Ketika Anda sampai di posisi saat ini, saya yakin Anda masih ingat orang-orang yang berkontribusi kepada kesuksesan yang telah Anda raih itu.

Meskipun ego kita berusaha melupakannya, namun memori kita; masih menyimpan detail kebaikan dan jasa-jasa mereka. Memori seperti itu jugalah yang akan tertanam dialam bawah sadar anak buah kita, ketika kelak kita sudah tidak berada lagi disekitar mereka. Maka pilihan kita hanya dua, apakah ingin meninggalkan memori yang indah, atau sebaliknya.

Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar mewariskan kenangan yang indah bagi anak buah, saya ajak memulainya dengan memahami dan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

1. Memahami kebutuhan mereka. Kalau melihat demo buruh selama ini, mudah sekali mengetahui apa kebutuhan karyawan. Gaji dua atau tiga jutaan. Dulu saya pun mengira demikian. Ternyata bukan. Bukan gaji yang mereka tuntut yang sebenarnya menjadi kebutuhan mereka. Hanya saja, mereka sendiri juga tahunya ya cuma soal gaji itu. Padahal, yang sebenarnya mereka butuhkan itu adalah pengembangan diri. Itulah yang lebih penting dari sekedar gaji.

Mereka yang bisa mengembangkan diri, bisa mendapatkan puluhan kali lipat daripada tuntutan pendemo itu, tanpa harus turun ke jalan. Mereka yang mampu mengembangkan diri, cukup duduk manis saja di ruang ber-AC. Adem ayem. Hati tentrem. Tidak perlu meminta. Karena perlahan tapi pasti, angka dalam slip gaji mereka merangkak naik melampaui angka yang bisa dibawa pulang oleh teman-temannya. Sudahkah Anda sebagai atasan memahami kebutuhan ini? Mulailah dari sini.

2. Memenuhi kebutuhan mereka. Banyak kok atasan yang paham bahwa anak buahnya butuh lebih dari sekedar gaji. Tapi, dari banyak atasan yang memahami soal kebutuhan itu; tidak semuanya bersedia memenuhinya. Kenapa? Karena untuk memenuhi kebutuhan terhadap gaji, atasan tidak perlu melakukan apapun. Secara otomatis akan dipenuhi oleh perusahaan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya membutuhkan kesungguhan, dedikasi, dan komitmen kuat seorang atasan. Terlebih lagi jika menyangkut proses pengembangan diri anak buah. Urusan ini bisa menjadi proyek jangka panjang yang sangat melelahkan. Makanya, hanya sedikit sekali atasan yang sanggup melakukannya.

Dan karena atasan yang begitu jumlahnya sedikit, maka anak buah yang bisa berkembang pun tidak banyak. Anda butuh lebih dari sekedar berprinsip ‘yang penting target tercapai’ untuk menjadi atasan yang sedikit itu. Anda mesti benar-benar menyadari bahwa memang sudah menjadi tugas kita sebagai atasan untuk berusaha memenuhi kebutuhan pengembangan anak buah kita dengan upaya maksimal yang bisa kita lakukan. Jika perlu, Anda boleh mengikuti program pelatihan kepempimpinan yang bagus, yang bisa meningkatkan keterampilan memimpin Anda secara praktis. Supaya Anda bisa menjalankan tahap kedua ini.

3. Memberi contoh untuk diteladani. Kita sebenarnya tidak kekurangan orang-orang pintar. Namun, kita sering kehilangan figure yang layak untuk diteladani. Misalnya saja, aturan perusahaan mewajibkan seluruh karyawan untuk berdisiplin masuk ke kantor jam 8 pagi. Mesin absensi pun dipasang di pintu gerbang. Kalau sekian kali terlambat, bakal kena sanksi atau teguran. Masalahnya, para leadernya sering datang lebih siang daripada staff. Dan mereka cuek bebek saja, meskipun telat lebih dari satu jam.

Sebagai atasan, kita tidak bisa menuntut anak buah melakukan sesuatu sementara diri kita sendiri melanggarnya. Percuma nasihat atau pelajaran yang kita berikan kepada mereka. Langsung kehilangan makna ketika kita bertindak secara bertolak belakang. Jangankan menuruti perkataan kita, mendengarnya saja mereka sudah tidak punya selera. Kalau pun mereka mau duduk manis dihadapan kita, tapi didalam hatinya mungkin mereka bernyanyi; ‘nyeeenyenyenyeeeeenye!’ Beda sekali kalau kita benar-benar bisa melakukan apa yang kita katakana a.k.a memberi contoh dan keteladanan. Maka mereka, akan senantiasa menantikan ‘apa lagi nih yang bakal diajackan?’

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

4. Mengenalkan bawahan kepada departemen lain. Bagaimana pun juga, kapasitas organisasional team Anda tidak akan pernah bisa menampung kapasitas individual anggota team Anda yang telah berhasil Anda kembangkan. Misalnya. Anda, punya 10 anak buah. Lima diantaranya sudah berkembang dengan sangat baik. Tapi, kesempatan bagus di team Anda sendiri mungkin hanya bisa memberi peluang kepada dua orang. Nah, jangan sampai 3 orang lainnya terhambat karirnya hanya karena kapasitas organisasional team Anda tidak bisa memberi peluang kepada mereka.

Maka penting juga bagi Anda untuk membuat mereka dikenal oleh departemen lain. Salah satu cara ampuhnya antara lain adalah; membiasakan diri memberikan kredit pencapaian tinggi itu kepada anak buah Anda. Kalau Anda dipuji boss besar, maka kembalikan saja pujian itu kepada anak buah Anda yang bagus-bagus. Biar boss besar, Direktur atau kepala departemen lain mengenali mereka sebagai bibit potensial yang bakal menjadi asset penting perusahaan. Kelak jika mereka membutuhkan orang bagus, mereka akan menghubungi Anda.

5. Merelakan bawahan jika harus meninggalkan team. Bukan soal yang gampang jika kita kehilangan anggota team yang ‘sudah jadi’. Kita yang susah-susah mengembangkannya, eh malah dia pergi setelah menjadi karyawan terampil. Makanya, banyak sekali atasan yang sangat protektif kepada anak buahnya yang bagus-bagus. Baguskah itu? Bagus saja. Karena dengan begitu, masa depan anak buahnya di team itu menjadi lebih terjamin. Efek sampingnya adalah, perkembangan karir mereka selanjutnya bisa terhambat.

Misalnya saja, Anda Sales Manager. Punya salesman yang Anda didik sejak masih hijau hingga menjadi staff andalan Anda. Tiba-tiba Marketing Manager Anda memintanya untuk mempekuat team marketing. Berat banget kan untuk melepaskan anak itu? Memang. Tetapi, kita mesti belajar merelakan kepergian mereka. Dan, Anda mesti percaya bahwa Anda bisa merekrut dan mengembangkan lebih banyak bibit baru lagi untuk organisasi itu. Awalnya, akan terasa sulit. Tapi jika sudah terbiasa; Anda akan menikmatinya. Sehingga Anda dikenal sebagai seorang people builder. Sehingga para atasan yang lain, akan mengenali Anda sebagai ‘gudangnya’ orang-orang yang mereka butuhkan. Dan Anda akan terbiasa melepas talenta-talenta itu untuk terbang ke langitnya masing-masing.

Jika Anda memberi bonus besar kepada anak buah Anda, maka pasti mereka akan senang. Berterimakasih pada Anda, dan bersedia bekerja lebih keras lagi. Untuk Anda? Bukan. Tapi untuk bonus yang bisa mereka dapatkan. Setelah uang itu ludes, mereka pun segera melupakan Anda. Tapi jika Anda memberi anak buah Anda pendidikan, pelatihan, dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Maka mereka akan tumbuh menjadi professional yang handal. Sehingga karir mereka akan menanjak semakin tinggi. Karir yang tinggi itulah yang bisa meningkatkan harkat dan derajat mereka. Memperbaiki taraf hidup mereka, dan menjadikan keluarga mereka lebih sejahtera.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Selama menikmati kesejahteraan hidup itu, hati kecil mereka senantiasa mengingat Anda sebagai orang yang telah berkontribusi dalam pencapaian yang mereka raih. Dan tahukah Anda apa imbalan yang pantas Anda dapatkan? Pahala yang tetap mengalir setiap kali mereka mereguk tetes demi tetes manfaatnya. Sehingga ketika pensiun, jiwa Anda merasa tenang. Dan hati Anda merasa tenteram; karena sudah melakukan yang terbaik, bagi orang-orang yang pernah Anda pimpin. Adakah imbalan untuk tugas memimpin yang lebih baik dari itu?

NB: Salah satu Games Management yang saya rancang adalah S-TED (“Serving The Emperor’s Dinner”). Sarat dengan pembelajaran tentang strategi, problem solving, decision making, corporate alignment maupun continuous improvement. Apakah para leader di kantor Anda sudah memainkan games menejemen ini? Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

S-TED (Serving The Emperor’s Dinner)

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Koleksi Pribadi

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.