Monday , April 23 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Pemberian Pribadi Kepada Anak Buah

Pemberian Pribadi Kepada Anak Buah

Sebagai atasan, saya percaya Anda sudah sering memberi sesuatu kepada anak buah. Betul begitu? Misalnya, ketika keluar kota Anda membelikan mereka oleh-oleh berupa dasi, makanan kecil, atau pernak-pernik yang lucu-lucu. Anda membelinya dengan uang sendiri. Tidak diklaim. Karena kalau kemudian kuitansinya di klaim ke kantor ya tidak termasuk pemberian pribadi. Emang bisa di klaim? Setahu saya sih, ada saja cara untuk mendapatkan uang itu kembali.

Tapi bukan itu yang saya maksud. Ini soal pemberian pribadi Anda kepada anak buah. Yang ongkosnya sama sekali tidak Anda bebankan kepada kantor. “Oh, sering dong…” mungkin Anda termasuk atasan yang seperti itu. Bagaimana kalau saya menantang Anda untuk melakukan pemberian secara pribadi kepada anak buah itu setiap hari? Nah, yang ini perlu dipikir ulang seribu satu kali. Tapi saya serius. Bisakah Anda memberi secara pribadi kepada semua anak buah Anda setiap hari?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Halah, emangnya gaji gue sebagai atasan berapa sih? Biar sudah termasuk gede juga ya nggak mungkinlah kalau memberi anak buah secara pribadi setiap hari. Mau dimarahin bini, apa? Kalau begini, keluarga gue mau dikasih makan apa? Mungkin begitu penolakan dalam pikiran Anda. Terlebih lagi jika anak buah Anda jumlahnya bejibun. Mana bisa ngasih mereka semua secara pribadi. Nggak perlu gitu-gitu amat kaleeee…

Hmmh… sebentar. Saya pikir ulang. Ternyata memang gagasan saya untuk memberi secara pribadi kepada semua anak buah setiap hari itu seperti utopia belaka ya. Sesuatu yang mengada-ada. Kalau sekali-kali sih oke-oke saja. Tapi kalau setiap hari? Ah, gila aja kali ya.

Sahabatku,
Bolehkah saya mengajak Anda untuk sejenak melepaskan alam materi? Uang. Pernak-pernik. Makanan. Traktiran. Pokoknya segala hal yang berkaitan dengan kebendaan, saya minta tolong untuk disimpan terlebih dahulu dilemari besi Anda. Itu semua milik Anda. Dan saya tidak akan mengotak atiknya. Nah, simpan disana. Lalu kunci ya. Sudah?

Sekarang,
Saya akan mengajak Anda untuk melakukan pemberian pribadi dari diri Anda kepada anak buah Anda. Yang Anda lakukan setiap hari. Yang tidak perlu Anda klaim ke kantor. Yang tidak akan mengurangi sedikitpun rezeki atau harta yang sudah Anda punya. Oh, memangnya adakah hal serupa itu? Banyak. Sekarang, izinkan saya untuk mencontohkannya dengan lima hal diantaranya ya.

1. Keteladanan. Berikan keteladanan kepada anak buah Anda setiap hari. Pemberian pribadi ini tidak akan mengurangi uang Anda kan? Tidak ada nilai uangnya, namun dampaknya kepada anak buah Anda sangat besar sekali. Ini bukan hasil dari hayalan imajinatif saya lho. Melainkan hasil temuan selama saya berdiri dikelas-kelas training, dan bertemu dengan begitu banyak professional di berbagai perusahaan.

Ternyata sahabatku, banyak sekali anak buah yang merasakan bahwa atasannya tidak memberikan keteladanan. Misalnya, soal jam kerja. Anak buah dituntut untuk patuh kepada jam masuk dan keluar di tempat kerja. Tetapi, betapa banyak atasan yang seenaknya saja masuk ke kantor atau keluar entah kemana. Simple. Tapi, pengaruhnya besar sekali. Ketahuilah pula bahwa, keteladanan; merupakan pemberian pribadi yang menduduki peringkat tertinggi dalam harapan anak buah kepada atasannya. Bisakah Anda memberikannya?

2. Kehadiran. Ternyata, anak buah kita membutuhkan atasannya untuk selalu hadir disamping mereka. Kehadiran disini lebih menintik beratkan kepada sikap kita sebagai atasan agar bisa menjadikan anak buah merasa tenteram berada dibawah kepemimpinan kita. Ketika anak buah kita tahu bahwa kita selalu ada untuk mereka, maka mereka akan lebih tenteram bekerja bersama kita. Namun, bukan kehadiran dalam pengertian secara fisik semata.

Karena ada atasan tertentu yang justru membuat suasana kerja menjadi gerah ketika berada di kantor. Kita, tentu tidak selalu bisa berada disamping anak buah kita secara fisik. Tetapi, jika mereka butuh kita – anytime – mereka bisa dengan mudah menjangkau kita. Berikan ‘kehadiran’ Anda kepada mereka secara pribadi. Sehingga apapun yang dialami oleh anak buah, maka mereka selalu yakin bahwa Anda selalu ada untuk mereka. Sekali lagi, bukan hadir secara fisik belaka. Melainkan beyond your physical existence.

3. Pujian. Saya tidak pernah tahu jika untuk memuji seseorang harus keluar uang. Yang saya ketahui, sebanyak apapun pujian yang kita berikan kepada orang lain sama sekali tidak membuat uang kita berkurang. Dan untuk memuji, kita tidak butuh surat tugas dari perusahaan. Kenapa? Karena pujian adalah sebuah pemberian pribadi. Saya suka iseng bertanya; kapan terakhir kali Anda dipuji oleh atasan Anda?

Mereka menjawabnya dengan senyuman pahit getir. Itu, menunjukkan bahwa sebagai atasan, kita sangat pelit dalam memberikan pujian. Aneh jika kita tidak pernah memuji anak buah. Karena, tidak mungkin mereka salah terus kan? Pasti ada saat dimana mereka bekerja dengan baik. Dan itu, adalah saat yang tepat untuk memuji mereka sebagai pemberian pribadi kita.

4. Dukungan. Berapa harga sebuah dukungan? Nol rupiah dalam invoice tagihan. Namun tidak terhingga nilainya dalam gudang energy positif anak buah. Saya pernah menghadapi situasi yang sulit di kantor. Rasanya berat sekali untuk bisa diselesaikan. Namun, atasan saya mengatakan ‘I support you!” Tiba-tiba saja tenaga saya pulih hingga berkali-kali lipat.

Ketika atasan bersedia mendukung anak buah, maka dukungan itu menghasilkan semangat kerja yang sangat tinggi. Saya, ketika itu merasa malu, jika tidak berhasil memperjuangkan proyek itu. Sudah mendapatkan dukungan penuh dari atasan; masa harus saya sia-siakan. Begitu pula anak buah kita. Ketika kita memberi mereka dukungan secara pribadi, setiap hari; maka mereka tidak akan pernah kehabisan cara untuk memberikan kinerja terbaiknya.

5. Kesempatan. Ada banyak talenta bagus. Yang kemudian tidak menjadi apa-apa. Hanya karena mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Di kantor Anda, mungkin semua anak buah adalah talenta yang istimewa. Karena mereka diterima kerja setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat. Maka jika mereka tidak berkembang, bukankah ada kemungkinan kita sebagai atasannya juga ikut bertanggungjawab?

Di team saya dulu, ada beberapa tenaga kerja kontrak. Di level yang boleh dibilang rendah. Tapi saya tahu jika mereka punya potensi yang tinggi, hanya saja selama ini kurang mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Ketika saya berpisah dengan mereka; beberapa diantaranya sudah menjadi manager, atau officer yang bangga dengan posisinya sekarang. Kesempatan, my friend. Itulah yang perlu kita berikan kepada mereka.

Pertanyaan saya sekali lagi; manakah diantara kelima pemberian pribadi diatas yang akan mengurangi harta Anda? Manakah yang perlu di klaim ke perusahaan? Tidak ada. Semuanya, bisa kita berikan secara cuma-cuma, namun hasilnya dijamin tidak akan percuma. Coba kita bandingkan dengan kebiasaan kita memimpin selama ini. Mungkin kita memberi, tapi kita meminta imbalannya. “Oke, saya kasih kamu tambahan amunisi, tapi salesnya mesti naik jadi segini ya,” Misalnya.

Atau… “Ini ada oleh-oleh dari luar kota. Dibagi-bagi ya….” Begitu kita bilang. Tapi bon pembeliannya digabungkan dalam klaim pengeluaran perjalanan dinas perusahaan. Anak buah kita sih tidak tahu. Mengira hadiah itu tulus dari kita. Orang finance juga tidak tahu. Mengira itu pengeluaran normal kita selama di luar kota.

Mari renungkan kembali kelima pemberian pribadi yang sudah kita bahas diatas. Semuanya bisa Anda berikan kepada anak buah kan? Semuanya, tidak akan membuat hati kita bertanya-tanya; ’yang ini bisa diklaim atau tidak ya…’. Dan tidak akan menjadikan kita khawatir rezeki anak dan istri akan berkurang karenanya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Justru sebaliknya, kita akan menjadi semakin bahagia. Karena telah melakukan sesuatu yang berarti bagi orang-orang yang kita pimpin. Jiwa kita merasa tenang. Karena hidup kita, menjadi lebih berarti bagi orang lain. Dan bagi setiap pribadi yang hidupnya memberi manfaat kepada orang lain, Rasulullah memberi gelar sebagai ‘Sebaik-baiknya manusia’.

Dalam konteks kepemimpinan; menjadi sebaik-baiknya manusia itu adalah menjadi sebaik-baiknya atasan. Maukah Anda menjadi sebaik-baiknya atasan sebagaimana Sang Nabi suci sabdakan? Jika demikian, mari memulai dengan memberikan ke-5 hal diatas kepada anak buah kita. Sebagai pemberian pribadi dari kita. Untuk mereka.

NB: Apakah Supervisor dan Manager di kantor Anda sudah dibekali dengan in-house training “LEADERSHIP IN PRACTICE” saya? Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

Leadership In Practice

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:The Hindu

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.