Tuesday , October 16 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Sebanyak Apa Persiapan Mudikmu?

Sebanyak Apa Persiapan Mudikmu?

Ada kejadian menarik dalam perjalanan untuk sebuah event bagi salah satu klien saya di Bandung beberapa waktu lalu. Laju kendaraan di jalur toll itu tiba-tiba melambat. Saya kira karena antrian pintu toll. Maklum, gerbang toll Cikarang tinggal beberapa kilo meter lagi saja.

Tapi, kok jalur paling kanan itu malah semakin tersendat, padahal disebelah kiri; arus kendaraan terus mengalir. Untuk pertanyaan ini pun saya mencoba menemukan jawabannya; ini menjelang akhir Ramadhan. Saat dimana para pemudik mulai memadati jalan-jalan. Jadi, juga tidak mengherankan jika terjadi kemacetan. Tapi, ya kenapa yang padatnya parah itu hanya satu jalur yang itu saja?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Rasa penasaran itu terus bergemuruh di benak saya. Dan baru terpuaskan ketika kendaraan yang saya tumpangi melintasi pintu toll melalui jalur yang persis disamping jalur mandek itu. Sekarang saya tahu apa yang menjadi penyebab kemacetan yang tidak biasa dan tidak wajar itu.

Ternyata, di jalur mampet itu ada sebuah mobil yang ‘tersangkut’ di portal menjelang pintu toll. Itu loh, palang besi yang membatasi ketinggian kendaraan. Gunanya untuk mengontrol ketinggian mobil yang boleh melintas di pintu itu. Mobil besar dan tinggi seperti bus dan truck punya jalur sendiri kan? Makanya, di jalur mobil kecil dipasang portal itu. Tinggi maksimal kendaraan yang boleh melintas adalah 2,1 meter. Kalau ada mobil besar yang memaksa menerobos, pasti terhalang oleh portal itu.

Jadi, yang tersangkut di portal itu mobil besar yang sopirnya nekat? Ternyata bukan. Mobil kecil seperti family van saja. Lalu apa yang menyebabkannya tersangkut? Diatap mobil itu, terdapat tumpukan barang bawaan khas kaum pemudik. Rupanya, sang pemudik hendak membawa oleh-oleh yang sedemikian banyaknya ke kampung halaman. Sampai lupa pada kapasitas yang sepantasnya.

Saya jadi teringat nasihat Rasulullah tentang mudik. Beliau menyarankan kaum muslimin, untuk selalu mengingat soal mudik dan menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk mudik.

Tapi, mudik yang beliau maksudkan bukan ke kampung halaman tempat kita lahir dan dibesarkan. Melainkan ke tempat kembali hakiki yang abadi, yang pintu toll-nya bernama kematian. Maaf jika kosa kata ini agak menyeramkan. Tetapi, bukankah kita semua akan melintasi pintu toll bernama kematian itu?

Untuk mudik lebaran, kita bela-belain menabung, mengerahkan seluruh THR, menyewa kendaraan, bahkan tidak keberatan jika harus berdesak-desakan. Rela membayar berapapun, dan sanggup menempuhnya sesusah apapun. Lalu untuk mudik ke rumah Allah, kita sudah punya persiapan apa?

Padahal, Allah berfirman dalam surah Al-Hasyr ayat 18; “Hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang sudah diperbuatnya untuk hari esok.”

Jika untuk mudik lebaran ini kita membawa begitu banyak bekal. Lantas sudah sebanyak apa bekal yang kita siapkan untuk melakukan perjalanan mudik kepada keabadian? Bahkan tidak jarang kita mendengar para ustadz mengingatkan. Masa 10 hari terakhir Ramadhan itu hendaknya diisi dengan I’tikaf dan dzikir serta ibadah yang semakin intens di masjid.

Namun kita. Saya juga. Sering memilih berada di jalan toll yang kondisinya nyaris seperti parkiran masal dari pada mentafakurkan diri di masjid-masjid. Tidak apa-apa sebenarnya jika masjid-masjid di kota-kota besar ini agak lengang di periode ketiga Ramadhan. Karena kegiatan ibadah kaum muslimin berpindah. Dari kota. Menuju ke desa. Maka masjid-masjid di desa-desa seyogyanya menjadi lebih ramai dari biasanya. Karena para perantau, pada pulang ke surau-surau.

Ketika Anda mudik. Bekal apa yang Anda bawa? Kalau saya, sedikit uang untuk zakat dan sedekah. Juga bekal selama di kampung halaman. Dipaksa-paksain diada-adain. Pokoknya harus membawa sesuatu kalau mudik lebaran. Anda? Kira-kira sama ya.

Bahkan tidak sedikit yang kalau mudik, harus ada baju baru. Mobil di bawa ke bengkel terlebih dahulu. Dipoles. Dikinclongin dulu. Rambut dipangkas rapi. Semua diperiksa dan dipersiapkan. Itu menunjukkan betapa bersungguh-sungguhnya kita dalam menghadapi mudik lebaran.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Pertanyaannya adalah; apakah sudah sesungguh-sungguh itu kita terhadap mudik ke alam kebadian? Alam dimana kita. Akan menemui Sang Khalik. Sang pemilik kehidupan. Sang pemberi amanah. Yang akan meminta dari kita; pertanggungjawaban. Sudah sesungguh-sungguh itukah kita melakukan persiapan?

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

Training – DeKa

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “CEO (=CEO Talk)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Training: “Business Sustainability And Disruptive Innovation”

Training : Effective Communication Skills

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:jabarnews

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.