Tuesday , October 16 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / CEO Forum / Rekonsiliasi Regulator Dengan Disruptor

Rekonsiliasi Regulator Dengan Disruptor

Perjalanan disrupsi selalu diwarnai persetruan antara regulator – dalam hal ini pemerintah atau pemegang otoritas di suatu wilayah – dengan disruptor alias para pelaku disrupsi.

Walaupun dalam setiap persetruan kedua pihak babak belur. Tapi. Diakhir perseteruan itu, para disruptor selalu tampil sebagai pemenang. Sedangkan para regulator, harus puas dengan posisinya sebagai pecundang.

Tapi saya melihat perkembangan baru yang menggembirakan. Sudah mulai kelihatan bagaimana regulator berkolaborasi dengan disruptor. Untuk Anda ketahui, bahwa saya tidak sedang membicarakan Singapura yang beruntung karena punya Pemimpin Negara yang melek teknologi dan memahami perubahan yang terjadi di dunia. Melainkan membicarakan Indonesia.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Harus saya akui bahwa kita – Indonesia – belum punya pemimpin negara yang paham dengan perubahan dan bagaimana menyikapinya. Tapi di tingkat lokal, sudah kita saksikan bagaimana kepemimpinan lokal tidak lagi alergi dengan fenomena disrupsi. Sehingga mereka tidak menjadi penghalang bagi perkembangan ide-ide disruptif. Melainkan justru merangkulnya. Dan menjadikannya mitra, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Contoh nyata yang saya temukan baru-baru ini terjadi di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Walau pun ini adalah kota kelahiran saya, namun bandara bukanlah gerbang masuk favorit saya. Buat saya, jalan darat lebih mengasyikan daripada jalur udara. Tapi kemarin agak beda. Karena, merupakan rangkaian dari perjalanan dinas ke beberapa kota.

Setelah memfasilitasi training untuk sebuah lembaga di lingkungan Kementerian Keuangan di Batam, keesokan harinya saya menuju ke Bandung untuk training lain di sebuah perusahaan BUMN. Maka khusus untuk kali ini, saya masuk paris van java melalui bandara.

Sudah sejak awal saya berniat untuk menggunakan taksi resmi bandara. Tapi. Ketika menuju ke konter, saya dikejutkan oleh pemandangan yang menarik. Konter taksi yang dikelola oleh Primkopau itu berubah wajah. Dimana disana ada banner dan signage yang menyandingkan logo Primkopau dengan Taksi Online.

Bagi pengamat fenomena disrupsi, ini merupakan perkembangan luar biasa. Mengingat persetruan sengit antara taksi bandara dan taksi online yang selama ini terjadi, nampaknya mustahil bisa melihat regulator mesra dengan disruptor.

Dan bagi masyarakat pengguna jasa angkutan umum, ini merupakan anugerah yang menggembirakan. Dimana pemenuhan atas haknya sebagai pengguna jasa dapat dipenuhi dengan leluasa.

Saya tidak menyebutkan bahwa hal ini akan mengakhiri drama penyanderaan dan razia taksi online di bandara atau tempat-tempat lainnya seperti yang selama ini terjadi. Tapi ijinkan saya menguatkan kembali fakta bahwa kolaborasi lebih banyak membawa manfaat.

Namun saya tetap punya harapan besar. Karena ternyata, beberapa bandara milik Angkatan Udara sudah memulai proses rekonsiliaasi itu. Sekarang, mereka sedang saling bertukar pikiran dan pengalaman untuk memperluas rekonsiliasi itu.

Tidak hanya dalam konteks disrupsi saja sebenarnya. Melainkan dalam segala hal saat kita menjalani pekerjaan di kantor pun mestinya berlaku juga. Demikian pula halnya dengan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Khusus terkait peran pemerintah dalam melayani masyarakat, maka berdamai dengan disruptor merupakan salah satu faktor penting bagi terciptanya efisiensi proses pelayanan publik. Kalau pemerintah memang ingin meningkatkan kualitas pelayanannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Lalu sampai sejauh mana rujuknya regulator dengan disruptor itu memberi manfaat? Dimasa lalu, para sopir taksi resmi bandara harus bersetru dengan para pengemudi online. Berbekal ‘kedekatan’ dengan aparat, mereka tidak jarang bersikap arogan. Akibat dari mendapatkan perlakuan diskriminatif itu.

Kalau penumpang keukeuh ingin menggunakan jasa taksi online. Maka dia harus kucing-kucingan. Jalan dulu ke suatu tempat yang disepakati. Atau harus berbohong bahwa taksi online itu sopir pribadinya. Zero sump up game berlaku disana. Semua pihak menjadi kalah.

Apa yang terjadi kemudian dengan rujuknya regulator dengan disruptor? Taksi resmi bandara menjadi bagian dari sistem online. Sehingga penumpang bisa order secara online sebagaimana biasanya. Dan yang memberikan pelayanan terhadap orderannya? Ya taksi resmi bandara itu. Maka jadilah semua pihak pemenangnya.

Saya tidak akan mengatakan ‘Sayangnya, rekonsiluasi itu hanya terjadi di level lokal. Tidak di tingkat pemerintah pusat.’ Saya tidak akan mengatakam demikian.

Karena saya percaya bahwa kita tidak harus menunggu sampai punya pemimpin negara yang keren dulu untuk melakukan berbagai perubahan dan pembenahan. Para pempin lokal bisa memulainya di wilayah dan sesuai otoritas masing-masing.

Memang. Jalurnya menjadi agak panjang dan berliku. Tapi. Tak ada ritan akar pun jadilah.

Kita. Baru membahas satu sektor saja nih. Belum menyentuh berbagai sektor lainnya yang juga tengah dilanda arus disrupsi. Namun saya juga percaya bahwa saat ini pemerintah pusat sudah memiliki cukup banyak bukti dan berbagai model yang menunjukkan bahwa merangkul disruptor itu jauh lebih produktif dibanding dengan menjegalnya hanya karena alasan ‘regulasi’. Toh regulasi itu dibuat oleh mereka sendiri kan?

Pemerintah juga sudah waktunya berhenti memanjakan para incumbent. Karena perusahaan dengan model lama itu malah akan semakin lemah jika hanya mengandalkan keberpihakkan regulator. Mereka, justru harus segera menyesuaikan diri dengan arus disrupsi yang tengah terjadi.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kenapa? Karena disrupsi ini bukanlah gejala temporer yang bakal berhenti dengan sendirinya. Disrupsi akan terus menggelinding seperti bola salju yang semakin membesar dan merembet kepada berbagai bidang kehidupan kita.

Lalu di level individu bagaiamana? Kita sebagai individu, mesti bersiap-siap menghadapi perubahan yang pasti terjadi. Dimana perubahan itu akan menjadi anugerah bagi mereka yang mampu menyesuaikan diri. Dan membawa bencana buat mereka yang tidak mau belajar lagi. Anda. Termasuk kelompok yang mana?

N.B: Pelatihan bertema DISRUPTION kan biasanya disajikan dalam bentuk ceramah, ya. Kalau saya, membawakannya melalui Simulasi D-BEST (Disruptive Business Environment Simulation Trivia). Leaders di kantor Anda, sudah mencobanya? Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

Training: “Business Sustainability And Disruptive Innovation”

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “CEO (=CEO Talk)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Training: “Business Sustainability And Disruptive Innovation”

Training : Effective Communication Skills

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar: Koleksi pribadi

NB: “The art of communication is the language of Leadership” (James Hume). Program “Effective Communication Skills For Leaders” saya menggunakan Personality Assessment. Sistematis, dan aplikatif. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com untuk info lebih lanjut.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.