Wednesday , November 14 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Inovasi Itu – Untuk Diri Sendiri Or For The Company?

Inovasi Itu – Untuk Diri Sendiri Or For The Company?

Inovasi merupakan salah satu topik yang paling saya sukai. Secara pribadi saya memang suka berpikiran liar dan cenderung melawan arus, sedangkan kebebasan berpikir dan melahirkan gagasan benar-benar mendapatkan ruang dan keleluasaan di ranah inovasi. Dan satu lagi, inovasi menjadikan pekerjaan kita selalu menyenangkan. Karena lewat inovasi, kita selalu menjalani hal-hal yang baru hingga terbebas dari rutinitas sehari-hari. Tapi, banyak nggak sih karyawan yang mau berinovasi?

Sedikit, kalau saya bilang. Setiap kali berada di kelas membahas tentang inovasi, saya selalu dihadapkan pada berbagai alasan; why, kita tidak berinovasi. Dari alasan pribadi seperti ‘nggak sempat’, atau ‘udah nggak kepikiran’, sampai kepada alasan perusahaan seperti ‘regulasi yang tidak memungkinkan’, atau, ‘kerjaan pokok saja sudah banyak banget’, atau ‘boss disini mah cuma butuh kita kerja, bukan mikir…’ dan seribu satu alasan lainnya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Logis nggak sih alasan seperti itu? Sangat logis. Kalau dilogis-logisin. Tapi mari saya tunjukkan beberapa fakta. Banyak orang bergelar pendidikan tinggi tapi tidak terbiasa berpikir kritis untuk mencari adakah cara atau metode yang lebih baik dari yang selama ini diterapkan. Maka apa yang dilakukannya adalah mengikuti arus. Apapun yang berlaku selama ini, ya lakukan yang itu saja. Selesai. Thus, segala sesuatunya berjalan begitu. Dan begitu lagi. Dari waktu ke waktu.

Banyak pula orang bergelar Master bahkan PHD, tapi tidak memiliki hasil karya sendiri. Kenapa ya? Ada banyak kemungkinan. Mungkin karena tujuan sekolah tinggi-tinggi hanya untuk meraih gelar. Mungkin juga sekolah hanya untuk menambah ilmu. Tapi hakikat dari manfaat ilmu, sering kita tinggalkan di dalam brangkas pikiran. Itu fakta pertama.

Fakta kedua. Banyak sekali orang pintar di kantor-kantor. Tapi kepintaran mereka terkubur bersama pekerjaan rutin harian yang mereka jalani selama bertahun-tahun. Berinovasi? Bukan bagian kami. Demikian saya sering mendengar orang berkilah. Ada bagian research and develompent. Ada team think thanknya. Tugas kami, mengerjakan tugas yang sudah ditentukan dalam job description.

Saya justru memandang sebaliknya. Dan menyarankan kepada semua professional di bagian manapun dia bekerja, untuk think the new things. Pikirkan sesuatu yang berbeda. Yang bisa memberikan hasil yang lebih baik dari metode yang selama ini diterapkan. Tuangkan gagasan itu kedalam dokumen atau paparan yang jelas. Lalu sampaikan kepada menejemen. Begitulah cara orang pintar seharusnya bekerja. Why? Because kita kan bekerja mostly dengan otak, bukan dengan otot.

Saya tahu. Bahwa gagasan Anda tidak dijamin bakal diterima pimpinan. Bahkan kemungkinan besar bakal ditolak. Kenapa saya tahu? Karena saya pernah mengalaminya. Selama bekerja sebagai professional, saya sudah cukup sering ‘dikecewakan’ oleh respon top menejmen dan pengambil keputusan terhadap ide atau usulan saya. Jadi bukan hanya Anda, yang idenya pernah diabaikan. Saya juga. Orang lain juga.

Intinya, ide baru memang ditakdirkan untuk berbeda dengan apa yang sudah ada. Maka tidak mengherankan jika timbul penolakan. Malahan, kalau kita yakin benar bahwa ide itu itu betul-betul baru; justru kita mesti bersiap untuk ditolak – pada awalnya – untuk kemudian terus kita sempurnakan. Salah satu gagasan inovatif saya di kantor dulu, akhirnya di approve, setelah berjuang meyakinkan menejemen selama 5 tahun.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Iya. Tapi buat apa kita membuat ide yang sudah jelas-jelas bakal di tolak? Demikian keberatan paling umum yang saya temukan. Begini teman-teman. Sejauh yang saya pahami. Kita tidak akan selamanya bekerja di kantor itu. Jika tiba saatnya kelak, kita harus pergi dari kantor itu. Minimal pensiun deh. Dan saya menemukan bahwa pasca pensiun itu, banyak orang yang seolah dunianya berhenti berputar. Kenapa?

Karena lebih dari separuh umurnya digunakan untuk melakukan pekerjaan rutin di kantornya. Dan otaknya, disetel hanya untuk mengulang-ulang pekerjaan itu. Mengcopy paste program tahun lalu untuk dipresentasikan lagi tahun ini. Dan teruuuus begitu. Maka banyak sel-sel otaknya yang menganggur selama 25 atau 30 tahun masa kerjanya. Lalu ketika masa purna tugas itu tiba, eh tiba-tiba saja otak yang jarang dipakai untuk ‘mikir’ itu dituntut untuk bisa memikirkan tentang ‘apa yang harus kita lakukan setelah pensiun ini?’

Bayangkan mesin mobil yang sudah lama tidak dihidupkan. Tiba-tiba diajak berpacu 120 kilometer per jam. Ini mah boro-boro lari secepat itu. Untuk bisa hidup lagi saja mesin itu tidak bisa langsung. Butuh distarter berkali-kali supaya bisa nyala lagi. Otak yang tidak terlatih berpikir, bakal sangat sulit untuk diajak berpikir. Sama seperti mesin itu.

Tapi mesin mobil yang setiap hari dihidupkan. Walau hanya 5 menit saja setiap pagi, dia akan tetap terawatt sehat. Istilahnya jaman dulu mah ‘dipanaskan’. Dengan dipanaskan yang hanya sebentar itu, maka oli masuk meresap kedalam sela-sela seluruh komponen ‘mesin’ mobil. Makanya, kapan saja mobil itu diajak berlari. Dia selalu redi.

Persis seperti itu otak kita. Jika selama bekerja itu otak diasah terus untuk melahirkan gagasan-gagasan baru, maka seluruh sel dan sambungan-sambungan serta celah sinaptik yang ada didalamnya diaktifkan. Dia dibuat selalu terjaga. Sehingga tetap bugar, dan senantiasa siaga jika sewaktu-waktu diajak berpikir untuk kepentingan hidup kita sendiri.

Maka walaupun ide inovasi yang Anda ajukan kepada menejemen itu ditolak, namun dampaknya tetap besar untuk otak Anda. Bakal tetap tajam dalam berpikir. Dan akan tetap intuitif ketika menghadapi situasi-situasi yang menuntut respon cepat dan akurat. Kapan? Mungkin sekarang. Mungkin juga nanti ketika kita sudah tidak bekerja lagi.

Jadi. Jangan berhenti memikirkan tentang ide-ide inovasi. Karena itu akan memberi manfaat yang pasti. Bahwa pasti, ide itu memberi manfaat entah langsung atau pun tidak langsung. Manfaat tidak langsungnya, sudah kita bahas. Kebugaran otak kita, bakal tetap terjaga. Manfaat langsungnya? Tidak sedikit orang yang punya ide ‘tidak nyambung’ dengan pekerjaan, kemudian idenya dilaksanakan pada hari libur diakhir pekan. Bahkan ada juga kok orang yang begitu pensiun, tanpa nunggu waktu lama dia langsung mewujudkan gagasan-gagasan yang tidak bisa diimplementasikannya ketika masih bekerja dulu.

Kuncinya apa? Terus memikirkan ide-ide baru. Entah itu bakal disetujui menejemen. Entah bakal ditolak. Pokoknya, terus aja melahirkan gagasan baru. Otak bakal fresh. Dan boleh jadi, kelak itulah yang akan menjadi sumber nafkah kita yang baru ketika memasuki babak baru kehidupan pasca kerja.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Anda boleh menolak gagasan ini, jika maunya Anda demikian. Bahkan Anda boleh mengatakan jika saya cuman omong dowang. Teori yang tidak nyambung dengan prakteknya. Tapi saya boleh katakan bahwa; salah satu alasan mengapa saya masih bertahan dalam bidang pelatihan sebagai sumber nafkah saya hingga hari ini adalah; karena terus memikirkan ide baru untuk terus berinovasi.

D-BEST salah satu contohnya. Disruptive-Business Environment Simulation Trivia yang saya rancang. Merupakan solusi sarana belajar tentang fenomena disrupsi yang berbeda banget dengan metode belajar ceramah yang selama ini diterapkan oleh para pakar disrupsi. Dan metode D-BEST saya ini sekarang sering digandengkan dengan sesi kuliah Disruption dari professor pakar disrupsi terkemuka di negeri kita. Saya tidak yakin akan mendapat kesempatan begini jika tidak memiliki metoda inovatif ini.

Sudah selesai berinovasinya? Tidak. Awal tahun ini saya punya new thing bernama ‘My Star And The Core Values’. Sudah dipakai dibeberapa lembaga Negara maupun swasta. Bulan lalu ‘di-test’ di sebuah group perusahaan swasta besar. Kemudian mereka bilang ‘Kang Dadang, kita lanjutkan untuk seluruh karyawan.”. Doakan saya ya teman-teman, agar semuanya berjalan lancar.

Sudah selesai berinovasi untuk saya? Maaf. Tidak. Pekan ini, saya sedang finalisasi metode baru lagi. “MRE-USE Business Modeling Simulation” namanya. Insya Allah, bulan depan sudah siap untuk diterapkan dikelas eksekutif dalam memahami fenomena business shifting yang sedang terjadi saat ini. Simulasi ini membantu para eksekutif untuk memahami, bagaimana mekanise ‘shifting’ terjadi sehingga banyak perusahaan besar yang kehilangan pangsa pasarnya. Dengan begitu, mereka bisa mengantisipasinya.

Aih, maaf. Artikel ini bukan tentang diri saya. Jadi saya akan hentikan bicara tentang what I have been doing with the idea of keep innovating. Artikel ini adalah tentang kita semua. Ya. Saya mengajak Anda untuk terus berinovasi. Entah gagasan inovatif Anda diterima atau ditolak oleh menejemen. Karena sejauh yang saya rasakan. Ketika kita menggunakan daya pikir untuk melahirkan ide inovatif. Maka sesungguhnya itu, bukan semata-mata untuk kepentingan perusahaan tempat kita bekerja saja. Justru diri kita sendirilah yang akan mendapatkan manfaat paling besar dari kebiasaan berinovasi itu.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

So. Teruslah berinovasi teman. Karena Allah ta’ala telah menganugerahi kita dengan akal dan pikiran serta kecerdasan. Yang selama ribuan tahun telah membuktikan bahwa kita; adalah mahluk yang diciptakan Allah melampui mahluk-mahluk lainnya.

Khusus bagi kaum muslimin, menggunakan akal dan pikiran itu disatu sisi akan memberi manfaat bagi diri sendiri. Dan disisi lain merupakan wujud rasa syukur kita kepada sang pencipta. Atas karunianya dengan menjadikan kita mahluk berakal. Dan jika dalam perjalanan menuju pola pikir inovatif ini, kita mendasarinya ingat tafakur kepada Allah; maka Allah berkenan memberi kita gelar sebagai ‘Ulil Albab’. Insya Allah. Aaamiin…

N.B: Training “TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM” saya cocok untuk karyawan potensial di kantor Anda. Hubungi 0812-1989-9737 email dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner.

Turning Potential Power Into Professionalism

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:CGN

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.