Tuesday , October 16 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Tanggungjawab Seorang Pemimpin

Tanggungjawab Seorang Pemimpin

Dalam setahun, berapa kali Anda melakukan Business Review Meeting dengan Boss? Mungkin ada yang dua kali alias semesteran, dan ada juga yang kuartalan. Forum itu diadakan untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinan kita secara formal. Jika kinerja team sedang bagus, biasanya asyik aja ketika harus berdiri didepan boss.

Tapi. Kalau bisnis lagi jelek. Wah sudahlah. Bisa terasa panas dingin dibadan. Jarang boss yang menanyakan hal lain selain angka-angka pencapaian target kan. Urusan lainnya, biasanya luput dari perhatian. Pertanyaannya; apa memang hanya angka-angka itukah tanggungjawab kita sebagai seorang pemimpin?

Pembicaraan yang akan saya ceritakan ini sudah lamaaa sekali terjadi. Sehingga, saya yakin bahkan orangnya sendiri sudah lupa pernah ngobrol soal ini. Makanya, saya kira; aman untuk menceritakannya kembali. Agar kita bisa menarik pelajaran berharga dari kisahnya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Teman saya bilang kalau pekerjaannya sudah seperti budak bagi pemilik perusahaan saja. Maksudnya, karyawan hanya dijadikan alat untuk membuat pemilik perusahaan semakin kaya. Sedangkan karyawannya ya cuman begitu-begitu saja. “Loh, bukankah disana Anda mendapatkan bayaran yang layak?” begitu saya memuaskan rasa penasaran.

“Yaaa, berapa sih gaji kita sebulan Pak?” demikian kilahnya.
“Alhamdulillah…..” kata saya.
“Lho kok Alhamdulillah sih Pak?” Protesnya. Sepertinya beliau merasa saya mengabaikan ‘penderitaannya’.
“Maksud saya,” demikian saya menjelaskan. “Saya lega karena ternyata kondisi Anda tidak seperti yang saya kira.”

“Tidak seperti yang Bapak kira bagaimana?” tanyanya.
“Tadi, saya mengira Anda senasib dengan buruh pabrik panci yang diperbudak oleh majikannya. Disekap. Dan tidak ditunaikan hak-haknya.” Jawab saya. “Ternyata Anda masih diperlakukan secara wajar.”

“Ya nggak gitu-gitu amat kali Pak….” Kilahnya. “Tapi sampai kapan kita mesti melayani keinginan pemilik perusahaan yang semakin hari semakin greedy ini?”
Saya menjawab begini: “Sampai Anda tidak menginginkannya lagi…..”
“Maksudnya?” pertanyaan itu pun meluncur spontan.
“Ya, kalau Anda masih disitu berarti Anda masih mau menjalani semuanya itu kan?” saya bilang.

“Ya kalau saya tidak mau bagaimana dengan nafkah keluarga saya dong Pak?” Protesnya.
“Itulah sahabatku.” Saya berhenti sejenak. “Kita ini sering sekali mempermasalahkan pekerjaan atau situasi di kantor yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Padahal kita masih menginginkan untuk terus berada pada posisi itu.”

“Emangnya salah kalau mengeluh?” protesnya lagi.
“Mungkin tidak salah. Tapi, menyiksa diri sendiri.” Begitu jawaban saya. “Emangnya apa sih hasil dari mengeluh itu? Keadaan berubah menjadi lebih baik? Kan tidak. Justru sebaliknya, hati Anda semakin nyesek.”

Beliau. Diam sebentar. Mungkin sedang memikirkan sesuatu. “Iyya sih. Tapi mesti gimana dong?” lanjutnya.

“Anda sudah punya anak buah?” saya balik bertanya kepadanya.
“Sudah Pak.” Jawabnya mantap. Rupanya beliau punya anak buah yang cukup banyak. Artinya, ya bukan karyawan sembarangan kan?

“Nah, kalau begitu, Anda bisa melakukan dua hal berikut ini.” Demikian saya meneruskan. Kedua hal yang saya maksudkan itu adalah begini.

Pertama, Set your personal objective. Tentukan tujuan atau sasaran pribadi yang ingin Anda capai dalam karir itu. Jadikanlah sasaran itu sebagai fokus Anda. Apapun yang terjadi, Anda tidak boleh lari atau lengah darinya. Termasuk, jika tuntutan dari perusahaan tempat Anda bekerja itu kurang menyenangkan hati Anda. Fokus saja pada tujuan Anda. Mengeluhnya ditunda, atau minimal dikurangi deh. Supaya tidak menguras energy Anda.

Jika sasaran Anda dalam karir itu belum tercapai, telan saja semua tantangan dan kesulitannya. Iyya kan? Nanti, jika sasaran itu sudah Anda capai. Barulah Anda boleh mengatakan bahwa bekerja disini sudah tidak asyik lagi. Dan Anda, boleh mengambil keputusan apa saja. Mau ikuti terus keinginan pemilik perusahaan. Atau Anda memutuskan hal lain. Pergi dari situ misalnya. Tapi, itu hanya patut dilakukan kalau personal objective itu sudah tercapai. Kalau belum apa-apa sudah menyerah, then you are a looser. Anda kan nggak mau begitu? So, tabahlah. Dan berjuanglah.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kedua, Help your people to adapt with the situation. Jika Anda saja yang punya jabatan lebih tinggi dan dibayar lebih besar merasa sedemikian menderitanya, apa lagi anak buah Anda. Seberat-beratnya tugas dan tanggungjawab Anda, tetap saja Anda punya penghasilan yang lebih memungkinkan pemenuhan kebutuhan hidup secara lebih baik. Anak buah Anda? Sudah mah kerjaannya berat dan sangat menuntut, mereka juga masih mesti pusing dengan penghasilan yang langsung habis beberapa hari setelah tanggal gajian. Bisa dibayangkan beban hidup yang mesti mereka hadapi kan?

Jadi sebagai atasan, Anda mesti punya misi untuk menolong anak buah Anda menjalani hari-hari kerjanya yang tidak selalu mudah itu. Bukan menolong dengan mengambil alih sebagian dari pekerjaan mereka. Melainkan mengisi mental dan jiwanya agar semakin tangguh, semakin kukuh, dan semakin kokoh ketika menghadapi situasi seberat apapun. Sehingga mereka bisa terus bertahan. Atau masih bisa terus dipertahankan oleh perusahaan. Supaya sumber nafkah mereka bisa terus mengalirkan harapan untuk mengepulkan dapur keluarganya. Supaya masa depan karirnya bisa lebih baik, minimal seperti yang Anda capai sekarang.

Sahabatku. Menjadi seorang pemimpin itu memang sudah pasti dibarengi dengan bobot tangggungjawab yang tinggi. Makanya, tetaplah berlapang dada ketika keinginan boss terus meningkat dari waktu ke waktu. Itu normal. Toh kita juga ingin gaji bertambah setiap tahun kan? Bukan tuntutan boss besar yang membuat kita ‘memble’. Karena setiap tantangan selalu bisa diselesaikan. Tentunya oleh orang yang tahu caranya, sekaligus gigih memperjuangkannya.

Yang sering membuat kita loyo itu sebenarnya diri kita sendiri. Karena sikap kita yang tidak tepat, bisa menguras energy seperti baterai handphone Anda yang bocor. Just stick to your personal objectives. Then you will be even stronger ever.

Dan sahabatku. Kita tidak selalu lebih tangguh jika hanya memikirkan diri sendiri. Kita hanya akan jadi egois. Sehingga ketika kecewa dengan sesuatu; kita mudah untuk kabur melarikan diri. Atau, jika semua keinginan kita sendiri sudah tercapai; kita juga mudah untuk melepaskan diri dari komitmen dan tanggungjawab yang sudah kita ambil. Berbeda jika Anda, bersedia untuk menolong orang lain. Maka kalaupun Anda kecewa, ada misi suci yang masih harus Anda jalankan. Kalaupun seluruh keinginan Anda sudah tercapai, ada niat tulus yang ingin Anda lakukan. Yaitu, menolong anak buah Anda agar bisa mencapai kehidupan kerja yang lebih baik dibawah kepemimpinan Anda.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jadi, jika Anda masih saja mempermasalahkan tuntutan boss yang semakin menjadi-jadi itu. Mungkin Anda sedang lupa pada tujuan pribadi Anda. Atau Anda lupa dengan kewajiban Anda sebagai atasan bagi anak buah Anda. Sebab. Ingatlah sahabat. Bahwa pertanggungjawaban atasan kepemimpinan Anda itu tidak hanya sebagai pertanggungjawaban dihadap boss ketika menjalani Business Review Meeting.

Sama sekali tidak berhenti disitu. Karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah ta’ala. Didalam forum itu, DIA mungkin bertanya; “Apa yang sudah kamu lakukan untuk menolong orang-orang yang kamu pimpin agar bisa memperbaiki hajat hidupnya?” Sudah siapkah anda dengan jawabannya? Insya Allah.

NB: Corporate Alignment merupakan salah satu tantangan terbesar bagi semua perusahaan. Walaupun punya SDM yang bagus, tapi jika tidak “Align” satu sama lain; maka kinerja perusahaan tidak akan optimal. Sebagai jawabannya, kami merancang “S-TED Training: Strengthening Corporate & Organizational Alignment”. Durasi 1 hari. Jumlah peserta 25-40 orang per batch. Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

S-TED Training

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:learning&performance

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.