Wednesday , November 14 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Teknik Mendapatkan Bayaran Yang Tinggi

Teknik Mendapatkan Bayaran Yang Tinggi

Siapa diantara Anda yang ingin dibayar lebih tinggi? Anda tidak? Saya iya. Semua iyalah ya. Bukan berarti bayaran yang kita terima sekarang masih rendah. Tapi, kita. Selalu ingin dibayar lebih tinggi. Anda sudah tahu caranya?

Saya punya resep yang memungkinkan kita mendapatkan bayaran yang lebih tinggi dari yang sudah kita terima saat ini. Tidak berarti saya sudah menjadi orang yang dibayar lebih tinggi dibanding semua orang lainnya. Perbandingannya bukan orang lain. Melainkan bayaran kita saat ini. Clear ya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kelebihan tehnik yang akan saya bahas ini bisa diterapkan oleh siapapun dalam profesi apapun. Dan saya meyakini betul bahwa menjalankan tehnik ini, menjamin kita mendapatkan bayaran setinggi-tingginya. Siap menyimaknya? Baik.

Kuncinya ada tiga. Satu, waktu. Bagaimana kita mengelola dan menggunakan waktu. Dua, niat. Bagaimana kita meniatkan setiap tindakan. Tiga, hubungan dengan orang lain. Bagaimana kita membangun hubungan dengan orang lain.

Waktu. Betapa relatifnya dia. Saya paling senang kalau traveling ke arah barat. Seperti hari ini. Saya sedang berada di Banda Aceh. Saya suka. Kenapa? Karena jam biologis saya bergerak lebih awal daripada waktu di Banda Aceh. Badan saya aktif lebih duluan. Dampaknya? Banyak. Badan lebih segar bugar, misalnya.

Skedule juga enak. Di Jakarta, adzan subuh jam 4.21. Di Banda Aceh ini, jam 5.06. Orang Jakarta pergi ke Banda Aceh sudah dikasih relax menjelang sholat subuh. Serasa hemat 45 menit.

Jadwal pelatihan juga sama. Acara mulai sama saja pada 8.00 atau 8.30. Tapi mekanisme biologis dalam tubuh kita sudah ‘on’ mengikuti kebiasaan jam di Jakarta. Maka efeknya, terasa ringan dan nyaman menjalani jadwal di wilayah barat.

Beda sekali ketika saya traveling ke timur. Sebelumnya, saya terbang ke Makassar. Bagi orang yang jam biologisnya Jakarta, waktu di Makassar berasa lebih medesak. Selain jam biologisnya berbeda, waktu di Makassar 1 jam lebih awal dari pada Jakarta. Makanya, tubuh dituntut untuk ‘on’ lebih awal dari biasanya. Lelahnya lebih kerasa.

Bagi saya, perjalanan ke Makassar kemarin paling berat secara fisik. Karena sehari sebelumnya ada program full day di Surabaya sampai jam 18. Penerbangar dari Surabaya ke Makassar jam 22. Dijadwalkan tiba jam 00.30. Tapi you knowlah jadwal penerbangan maskapai kita. Jam 01 lebih saya baru mendarat. Masuk hotel jam 2 lewat. Dan acara full day saya berikutnya, dimulai jam 7.30. GRENK!

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Perhatikan betapa relatifnya waktu buat kita. Ke timur atau ke barat. Beda pengaruhnya. Tapi tanggungjawab kita, tidak ada bedanya. Lantas. Dimana faktor penentu peluang mendapatkan bayaran paling tingginya? Dia, ada pada; bagaimana kita memanfaatkan waktunya.

Perhatikan waktu yang kita miliki. Buat apa dia digunakan? Para ulama menasihatkan; “Gunakan waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu.” Nasihat itu, berumur 1400 tahun lebih. Bahkan Allah, bersumpah Demi Waktu. Saking tingginya nilai waktu. Orang-orang yang mendapatkan bayaran tinggi, adalah mereka yang pandai memanfaatkan waktu. Itu kunci nomor satu.

Nomor dua. Niat. Bagaimana kita meniatkan setiap tindakan. Diawal saya mengatakan bahwa tehnik ini bisa diterapkan siapa saja, kan. Ya. Itu artinya tidak peduli Anda punya posisi tinggi atau tidak. Anda masih bisa mendapatkan bayaran lebih tinggi lagi. Baiklah. Kita sebut angka saja ya biar mudah membayangkannya.

Berapa angka mau kita pakai? Bayaran 50juta sebulan? 60? 70? Ok. Tapi mungkin ada teman kita yang hanya dapat UMR 3jutaan. Kita pilih moderate, 20juta saja ya. Misalnya; sekarang kita dibayar Rp 20juta sebulan untuk pekerjaan yang kita lakukan. Perhatikan betapa niat bisa menaikkan angka itu.

Ada 4 orang yang bekerja dengan gaji sama 20 juta sebulan. Mr A, menjalankan pekerjaannya karena dia digaji 20 juta itu. Dia merasa sepatutnya berterimakasih pada perusahaan yang sudah menggajinya 20juta itu. Mr. B lain. Dia memang digaji 20juta. Tapi dia merasa bahwa gaji yang pantas untuk dirinya adalah 25 juta. Bukan 20juta seperti yang diberikan oleh perusahaan. Menurut Anda. Cara keduanya menjalani pekerjaan bakal sama? Beda.

Mr. C lain lagi. Dia digaji 20 juta. Tapi dia berpikir; “why not bekerja sesuai kapasitas diriku saja?” Dia tahu dirinya hebat. Kemampuannya tinggi. Pengalamannya banyak. Maka kontribusinya kepada perusahaan melampaui bayaran yang diterimanya. Dan dia, melakukannya dengan senang hati.

Pertanyaan saya. Siapa diantara ke-3 orang itu yang memiliki peluang mendapatkan bayaran yang lebih tinggi? Anda sudah tahu jawabannya. As simple as that.

Tadi saya bicara soal 4 orang. Baru dibahas 3 orang. Kemana 1 orang lagi? Ada Mr. D. Digaji 20 juta juga. Tapi setiap kali hendak berangkat ke tempat kerjanya dia berkata didalam hatinya; “Ya Allah. Terimakasih atas semua anugerah yang Engkau berikan melalui pekerjaan ini.”

Lalu dia melanjutkan. “Bantulah saya untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya ya Allah. Agar saya bisa memberikan manfaat sebanyak-banyaknya.”

Kemudian dia menambahkan. “Dan terimalah setiap langkah dan tindakan yang saya lakukan melalui pekerjaan ini sebagai ibadah. Wahai Allah…”

Sekarang berhenti membacanya sejenak. Lalu renungkan. Adakah perbedaan Mr. D dari ke-3 teman lainnya? Mari renungkan. Bagaimana Mr. D mendapatkan bayaran jauuuuuh melampaui angka yang tertera dalam slip gajinya. Sebentaaar saja di renungkan. Sudah? Silakan nanti temukan refleksi dan korelasinya dengan diri Anda.

Kunci nomor tiga, hubungan dengan orang lain. Bagaimana kita membangun hubungan dengan orang lain. Tidak ada bisnis atau karir yang bisa berdiri sendiri. Semua saling terkait satu sama lain. Maka kita. Bisa meningkatkan nilai bayaran kita, dengan cara mengoptimalkan kualitas hubungan dengan orang lain.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Silakan Anda berburuk-buruk hubungan dengan atasan. Maka akan buruk pula bayaran yang Anda dapatkan. Termasuk jika hubungan Anda buruk dengan bawahan. Nggak bakal dapat bonus tahunan deh kayaknya.

Tapi membangun hubungan yang sehat dengan orang lain dikantor Anda, definitely make your pay rises. Anda pernah mendengar istilah ‘pay attention’. Ya. They will pay you more. Minimal pay attention lebih banyak kepada kita. Jika kita bersedia membangun hubungan yang sehat dengan mereka.

Soal hubungan ini agak tricky. Cukup banyak rambu-rambunya. Maka orang yang kurang memperhatikan rambu-rambu bisa kepeleset. Misalnya. Berteman dengan orang yang keliru. Bakal keliru juga hasilnya. Berteman dengan orang yang buruk bisa jadi buruk juga dampaknya.

Kalau soal teman ini, Rasulullah sholallaahu ‘alaihi wasallam menasihatkan; “Hendaklah engkau perhatikan dengan siapa engkau berteman.” Dan itu benar. Karena ternyata, kualitas diri kita; sering ditentukan oleh kualitas teman kita.

Bertemanlah dengan pendusta. Maka Anda yang semula jujur. Bakal ikutan berdusta juga. Awalnya terpaksa. Lama-lama jadi biasa. Kemudian, jadilah Anda pendusta seperti teman Anda. Tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan siapapun. Tapi hari ini. Kita menyaksikan orang-orang pintar tiba-tiba menjadi blo’on akibat gemar berdusta sehingga kata-katanya tidak lagi bisa dipercaya.

Kenapa? Karena. Mereka, terlalu akrab bergaul dengan pendusta. Lantas. Apa yang bisa dipegang dari seorang manusia, jika kata-katanya sudah tidak layak dipercaya lagi? Tidak ada.

Maka bergaullah dengan orang-orang jujur. Agar kejujuran Anda tetap terjaga. Maka bergaullah dengan orang-orang sholeh. Supaya kesholehan Anda tetap terpelihara.

Bagaimana jika Anda belum menjadi orang jujur? Bergaul dengan orang jujur, akan membuka peluang bagi Anda. Untuk menuju kejujuran. Minimal. Janganlah Anda memusuhi orang-orang jujur. Itupun sudah bagus.

Bagaimana jika Anda belum menjadi orang sholeh? Bergaul dengan orang-orang sholeh, akan melapangkan jalan bagi Anda. Untuk menuju kesholehan. Minimal. Janganlah Anda memandang sinis pada orang-orang sholeh. Apalagi sampai mengkriminalisasi mereka seperti yang akhir-akhir ini sering terjadi di negeri kita. Jika Anda tidak ikut-ikutan begitu. Itu pun sudah sangat indah.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Sekarang. Ijinkan saya untuk mengganti kata ‘Anda’ pada tulisan ini dengan kata ‘Saya’. Ya. Sesungguhnya. Tulisan ini adalah nasihat yang saya tujukan kepada diri saya sendiri. Jika Anda melihat ada juga manfaatnya bagi diri Anda. Maka. Alhamdulillah. Semoga menjadi berkah. Buat kita semua.

NB: Jika Anda bekerja disektor pemerintahan atau pelayanan publik. Dan ingin meningkatkan wawasan para leader dikantor Anda. Saya punya program pelatihan khusus pejabat publik bertajuk “Kepemimpinan Publik Di Era Perubahan”. Durasi 2 Jam s/d 1 hari. Jumlah peserta 25-40 orang per batch untuk eselon 1, 2, 3 dan 4. Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner.

S-TED Training

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:nreionline

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.