Wednesday , November 14 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Kursi Kosong

Kursi Kosong

Pernahkah di kantor Anda ada kejadian begini; atasan Anda tiba-tiba saja keluar. Atau, mendadak dipindahkan ke bagian lain. Sehingga sekarang, kursi jabatannya kosong? Jika Anda belum pernah mengalami kejadian itu, anggap saja besok atau lusa hal itu akan terjadi. Karena bagaimana pun juga, cepat atau lambat peristiwa itu akan terjadi juga di tempat kerja Anda.

Lantas apakah artinya hal itu bagi Anda? Itu berarti peluang bagi Anda, untuk masuk kedalam bursa pemilihan kandidat penggantinya. Maka pertanyaan berikutnya adalah; sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk menyongsong tibanya momen istimewa itu? Kenapa mesti mempersiapkan diri jauh-jauh hari? Karena jika fenomena kursi kosong itu tiba-tiba terjadi sedangkan Anda belum siap, maka kesempatan itu akan diberikan kepada orang lain.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Ketika Jennifer Sheppard yang menjabat sebagai Direktur NCIS tewas dalam baku tembak dengan 5 kriminal politik kelas kakap, terjadi kekosongan posisi sebagai pimpinan. Kursi kosong yang ditinggalkan oleh Jenny Sheppard itu kemudian ditempati oleh Asisten Direkturnya yaitu Leon Vance yang dipromosikan menjadi Direktur.

Tidak aneh ya, jika asisten direktur kemudian dipromosi menjadi direktur. Di kantor kita juga banyak kejadian seperti itu. Jika seseorang pensiun atau meninggalkan jabatannya, maka orang paling senior dari teamnya yang menggantikan posisinya. Semacam antrian urut kacang. Jika atasan Anda pensiun. Atau mendapatkan tugas baru. Atau meninggalkan perusahaan; apakah Anda bisa menggantikannya menduduki kursi kosong yang ditinggalkannya?

Sekarang saya ajak Anda untuk melawat peristiwa lainnya. Ketika Kolonel Eleanor Grant tewas dalam sebuah duel menghasilkan ledakan bom, Section 20 kembali kehilangan pemimpinnya. Secara hierarki, ada Mayor Oliver Sinclair sebagai tangan kanan Sang Kolonel yang biasa mengelola seluruh operasi sekaligus memandu team lapangan dengan keahlian strategis didukung penguasaan teknologi tinggi. Mayor Oliver Sinclair kala itu menjabat sebagai Chief Intelligence Officer.

Dalam rapat seluruh anggota team sesaat setelah kematian Grant Sinclair mengatakan bahwa dia akan memperkenalkan pimpinan baru unit tersebut. Tentu semua anak buahnya paham siapa yang dimaksud. Lagi pula, tidak ada orang lain lagi disitu. Sinclair sendirilah orang yang dimaksudnya tentu.

Tapi, semua orang kemudian terkejut ketika Sinclair mengatakan; ”Ucapkan selamat datang kepada Mayor Dalton….” Ternyata, yang menggantikan Kolonel Grant bukanlah orang yang mereka duga. Melainkan Rachel Dalton yang sama sekali bukan bagian dari team mereka. Dalton adalah orang luar yang tiba-tiba diangkat menjadi pemimpin bagi mereka. Apakah hal seperti ini juga terjadi di perusahaan Anda?

Ya. Banyak kursi kosong di lingkungan kerja kita tidak diisi oleh orang-orang dari dalam organisasi sendiri. Melainkan ditempati oleh orang yang direkrut dari luar. Khususnya posisi-posisi yang sangat strategis. Jelas sekali jika kita semua menginginkan sang pengganti itu datang dari dalam perusahaan. Selain menandakan proses suksesi yang baik, hal itu juga memberikan harapan yang besar kepada karyawan untuk meraih pencapaian tinggi dalam karirnya. Pertanda bahwa perusahaan ini bisa menjadi tempat yang baik untuk memupuk harapan. Tapi, kenyataannya; kebanyakan perusahaan lebih suka merekrut orang dari luar daripada mempromosikan talenta dari dalam.

Emangnya masalah buat eloh? Hmmh… mungkin. Tetapi bukan berarti kita boleh mempertanyakan keputusan perusahaan itu. Bagaimana pun juga, management mempunyai hak untuk menentukan siapa yang layak menduduki kursi kosong itu. Lantas masih adakah tindakan yang bisa kita lakukan kalau keadaannya seperti itu?

Ada. Yaitu; melakukan introspeksi diri. Merenungkan; mengapa kita belum dinilai layak untuk menduduki posisi itu? Hanya orang yang mau melalui proses perenungan itu, yang bisa mendapatkan jawaban yang paling obyektif. Hanya mereka yang berpeluang untuk bersikap secara konstruktif. Dan hanya mereka yang berpeluang untuk mendapatkan kursi kosong itu, jika suatu saat nanti; ada lagi.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Dalam banyak situasi, kita bisa melihat jika suatu jabatan ditinggalkan; maka anak buahnya berancang-ancang untuk saling rebutan. Misalnya, ada seorang atasan keluar. Maka dua atau tiga anak buah yang paling senior sudah langsung ke-GR-an berharap agar dirinya yang naik menggantikan atasannya. Mereka rebutan untuk mengisi kursi kosong itu. Tidak jarang, cara mereka hanya fokus pada balapan mencari simpati atau lomba baik-baikan dihadapan management.

Padahal, management yang pinter; bisa merasakan, betapa kikuknya cara mereka bersikap sejak kepergian atasannya. Dan semakin kikuk mereka, semakin jelas sinyal yang memancarkan informasi bahwa; mereka, belum layak menjadi penggantinya. Management yang pinter, bisa mengendus gelagat itu.

Lantas, bagaimana seharusnya kita bersikap? Sikap kita sebaiknya tidak berubah. Tetap saja natural seperti biasanya. Tidak usah berubah barang sedikit pun. Hal ini membantu management untuk menilai secara obyektif, kesiapan dan kematangan diri Anda. Lho, kalau sikap kita biasa-biasa saja; bagaimana mungkin kita bisa menunjukkan keunggulan dibandingkan dengan teman kita yang lain?

Hey…., itulah sebabnya mengapa saya menganjurkan Anda untuk menunjukkan kualitas tinggi itu menjadi ciri Anda sehari-hari. Ingatlah ini baik-baik; keunggulan yang sesungguhnya bukanlah keunggulan yang terlihat pada saat-saat tertentu. Melainkan keunggulan yang secara konsisten kita perlihatkan setiap hari.

Oleh karena itu sahabatku, jika Anda ingin terlihat unggul dari orang lain; maka Anda harus memperlihatkan keunggulan itu sepanjang waktu. Setiap hari ketika Anda menjalani hari-hari kerja Anda, tunjukkan keunggulan itu. Maka Anda bisa memiliki keunggulan yang sebenarnya.

Jangan menunggu atasan Anda pergi dulu. Sekaranglah saatnya Anda tunjukkan bahwa Anda punya kualitas yang sekelas dengan atasan Anda. Bukan nanti setelah dia hengkang. Sekarang. Supaya top management tahu bahwa sebenarnya Anda mempunyai kapasitas yang lebih tinggi dari pada jabatan atau posisi yang saat ini Anda sandang. Boleh jadi, atasan Anda juga ikut membantu melancarkan jalan.

Biarkan mereka memikirkan posisi apa yang cocok untuk orang yang mempunyai kapasitas tinggi seperti itu. Karena mereka tahu, dimana dan kapan sebuah kursi akan kosong. Bahkan mereka tahu bagaimana caranya membuat sebuah kursi kosong dari titik nol. Dengan begitu, karir Anda tidak ditentukan oleh kepergian atasan Anda. Mending kalau atasan Anda pergi. Kalau dia nongkrong terus disitu, bagaimana?

Jadi apa kuncinya? Kuncinya adalah; setiap hari, tunjukkanlah kualitas dan kapasitas diri Anda yang lebih tinggi dari jabatan atau posisi yang Anda pegang sekarang. Supaya top management tahu sejak jauh-jauh hari jika Anda memang layak menduduki posisi lebih tinggi.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Entah atasan Anda yang pergi. Ataukah atasan di team lain yang pergi. Anda selalu punya peluang untuk menduduki kursi kosong yang ditinggalkannya. Ataukah, mungkin juga top management menyediakan kursi kosong khusus untuk menampung kapasitas besar orang-orang seperti Anda. Tidak menjadi soal kan?

Pertanyaan terakhirnya adalah; beranikah Anda mengambil peluang itu? Ayo mulai sekarang juga. Bagusin cara, dan hasil kerja Anda. Sekarang.

NB: Corporate Alignment merupakan salah satu tantangan terbesar bagi semua perusahaan. Walaupun punya SDM yang bagus, tapi jika tidak “Align” satu sama lain; maka kinerja perusahaan tidak akan optimal. Sebagai jawabannya, kami merancang “S-TED Training: Strengthening Corporate & Organizational Alignment”. Durasi 1 hari. Jumlah peserta 25-40 orang per batch. Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner.

S-TED Training

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:123RF.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.