Wednesday , November 14 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Jejak EKsistensi Kita

Jejak EKsistensi Kita

Saya dan Anda, ada. Lalu, apa ya dampak dari keberadaan kita ini? Apakah kita hanya sekedar lewat begitu saja dimuka bumi ini? Ataukah ada misi yang mesti kita emban?

Jika eksistensi kita tidak berdampak apa-apa, maka nilai diri kita; jauh lebih rendah dari angin. Kita tidak tahu wujud angin itu seperti apa. Tapi dampak dari keberadaannya kerasa sekali. Tanpa angin, apa jadinya dunia kita?

Saat itu saya sedang berada di lokasi sebuah tambang batubara di pedalaman hutan Kalimantan. Sore hari ketika sedang menikmati suasana senja, tiba-tiba angin puting beliung mengamuk. Banyak pohon yang tumbang. Dan atap mess karyawan beterbangan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Hanya dalam tempo beberapa menit saja angin puting itu berhembus kencang. Tapi dampak kehadirannya, luar biasa besar. Ketika sosok sang angin tidak lagi kelihatan, jejak-jejaknya masih ada disana.

Misalnya, sebongkah atap yang sekarang teronggok begitu saja ditengan jalan. Juga pohon-pohon yang semula terlihat kokoh mengakar. Sekarang jadi bergelimpangan. Jika kita sudah tidak ada, apakah ada jejak yang kita tinggalkan?

Lah, buat apa ninggalin jejak segala. Toh nama kita akan segera terlupakan. Iya. Tapi jejak itu bukan untuk sekedar membuat nama kita diingat. Melainkan untuk memberi makna atas keberadaan diri kita.

Kehadiran saya dan Anda. Dampaknya apa bagi lingkungan kita? Bagi dunia, jika boleh menyebutnya demikian. Walaupun kita bukan orang besar. Bukan masalah. Karena besar dan kecil bukanlah ukuran kontribusi yang bisa diberikan. Orang-orang kecil, bahkan sering memberi dampak yang lebih signifikan dibandingkan orang besar.

Di Sumatra Barat, misalnya. Kita mengenal orang yang ‘hanya’ mengenyam sekolah sampai kelas 4 SD. Tapi, bisa menolong puluhan ribu petani untuk mencapai kesejahteraan. Dia ‘orang kecil’. Tapi kontribusinya kepada lingkungan, melampaui yang diberikan oleh ‘orang-orang besar’ yang doyan mengumbar janji dimusim kampanye seperti ini.

Memberi dampak kepada lingkungan juga bukan soal menjadi terkenal atau tidak. Kalau hanya sekedar ingin terkenal, maka membuat jejak buruk sangat efektif. Faktanya, keburukan sering lama diingat dibandingkan dengan kebaikan kan? Angin puting beliung yang saya contohkan itu, misalnya. Karena dampak buruknya, maka dia diingat dengan kuat.

Dalam kehidupan manusia, dimasa Nabi Musa ada namanya Fir’aun. Kisahnya dijelaskan dalam Al-Qur’an. Dan jasadnya, diawetkan sehingga manusia zaman modern bisa mengenal penguasa yang sombong itu. Terkenal. Melalui pengaruh buruknya.

Dizaman ‘semi-modern’, ada presiden yang sangat terkenal namanya. Mustafa Kemal Ataturk. Mengapa dia dikenal luas? Karena dialah yang melakukan revolusi dan mengakhiri kesultanan di Turki. Yang dengan kekuasaannya, dia memaksa rakyat Turki untuk meninggalkan ajaran Islam. Melarang kumandang adzan, mempersempit fungsi masjid. Mengubah Al-Quran berbahasa arab dengan Bahasa lokal. ‘Tidak boleh kearab-araban’ katanya. Lalu, jadilah Turki negara Islam yang kehilangan sendi-sendi keislamannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Demikianlah jejak yang ditinggalkan oleh Kemal Ataturk semasa hidupnya. Dan dengan jejak itu, dia menjadi orang yang sangat terkenal. Namun jika Anda membaca biografinya, Anda tentu tahu betapa menderitanya akhir kehidupannya. Bahkan setelah mati pun, tidak ada ulama yang mau melakukan sholat jenazah untuk dirinya. Silakan baca sendiri kisahnya, jika ingin mengetahui penderitaan yang dialaminya sebagai balasan didunia yang Allah berikan terhadap penyalahgunaan kekuasaaannya. Balasannya diakhirat? Wallaahu a’lam.

Di zaman modern. Adakah pemimpin yang sedang meninggalkan jejak-jejak seperti Kemal Ataturk itu? Wallohu a’lam. Bahkan orang biasa sekali pun; kalau memberi pengaruh yang berdampak buruk kepada umat manusia maka dia akan terkenal. Tapi meninggalkan jejak yang kita bicarakan ini, bukanlah dalam konteks pengaruh buruk seperti itu. Walaupun harus diakui bahwa, pengaruh buruk; sering lebih diingat daripada pengaruh baik.

Faktanya, kita sering hanya ingat angin pembawa bencana. Walau hanya sesekali datangnya. Namun mengabaikan angin yang sepanjang waktu menemani kita. Yang lewat sepoinya dia mensirkulasikan oksigen sehingga kita bisa bernafas. Dan dengan gemulainya dia membantu penyerbukan.

Jika mengingat kedua jenis angin itu: angin putting beliung yang merusak dan angin sepoi yang mensirkulasikan oksigen. Maka hendaknya kita, tidak gampang kecewa jika kebaikan yang kita lakukan tidak ada yang mengapresiasi. Meski terlupakan, angin tidak mengurangi dedikasinya terhadap peran yang dia mainkan. Dia, terus saja membentuk jejak-jejak keberadaan dirinya.

Lalu, apakah jejak kita mesti berupa tindakan altruism saja? Tidak. Dikantor misalnya, berlaku juga prinsip ini. Silakan tanya diri Anda sendiri; jejak apa yang Anda tinggalkan sebagai bukti Anda pernah bekerja disana? Jika Anda melakukan inovasi, misalnya. Atau mewujudkan sesuatu yang belum ada. Oke juga.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Seperti angin yang memilih tetap tidak terlihat. Dalam soal amal sholeh dan kebaikan, eloknya kita tidak mengejar tenar. Karena ketenaran sering menodai keikhlasan. Padahal, tidak ada imbalan yang lebih baik bagi amal seseorang selain pahala dari Allah ta’ala saja. Yang hanya akan didapatkan, dengan syarat ikhlas ketika kita melakukannya.

Maka mari sahabat, kita ciptakan jejak kebaikan yang banyak. Karena, jejak-jejak itulah yang menandai eksistensi kita. Dan yang terlebih penting lagi adalah, dengan jejak-jejak itu kita punya jawaban yang tepat ketika kelak para malaikat bertanya; “Kamu gunakan untuk apa anugerah kehidupan yang Allah berikan?”

NB: Corporate Alignment merupakan salah satu tantangan terbesar bagi semua perusahaan. Walaupun punya SDM yang bagus, tapi jika tidak “Align” satu sama lain; maka kinerja perusahaan tidak akan optimal. Sebagai jawabannya, kami merancang “S-TED Training: Strengthening Corporate & Organizational Alignment”. Durasi 1 hari. Jumlah peserta 25-40 orang per batch. Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

S-TED Training

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “CEO (=CEO Talk)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Training: “Business Sustainability And Disruptive Innovation”

Training : Effective Communication Skills

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Ancient Origins

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.