Wednesday , November 14 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Kamu Ada Yang Ngeliatin

Kamu Ada Yang Ngeliatin

Waskat, demikian kita suka menyebutnya. Singkatan dari ‘Pengawasan Melekat’. Frase ini merujuk kepada salah satu fungsi management. Yaitu controling.

Dalam setiap organisasi yang melibatkan banyak orang, dibutuhkan waskat. Dan peran waskat itu, melekat pada jabatan. Artinya, harus dijalankan oleh setiap atasan kepada anak buahnya.

Bagaimana dengan aspek-aspek diluar management? Apakah fungsi waskat itu masih relevan? Iya. Orang tua mengawasi anak-anaknya. Kakak menyimak perilaku adik-adiknya. CCTV merekam setiap kejadian. Itu masuk kategori waskat.

Bagus? Tentu. Bahkan waskat menjadi instrumen yang sangat penting. Saking pentingnya, ada potensi penyalahgunaan. Dalam kancah politik, waskat sering dijadikan alat untuk menjatuhkan lawan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Atau digunakan untuk menundukkan oposan yang kritis agar berbalik menjadi pendukung setia sang pemegang kekuasaan. Hasilnya? Orang-orang pintar, berubah menjadi dungu tak karu-karuan.

Caranya sederhana. Temukan ‘dosa-dosa’ seseorang. Lalu katakan, kamu turuti keinginan kami. Atau kami sebarkan bukti-bukti atas dosa-dosamu ke khalayak ramai. Maka orang yang berdosa pun ketakutan. Sehingga, dia berubah dari mahluk segagah banteng ketaton. Menjadi laksana kerbau dicocok hidungnya.

Di level individual, waskat disalah gunakan untuk alasan-alasan ekonomi. Contohnya, seperti yang saya alami baru-baru ini. Dua hari terakhir ini inbox saya dihujani pesan-pesan black mail. Memang di era teknologi yang serba canggih ini, spaming dan aneka macam ‘unsolicited stuffs’ seakan menjadi hal biasa. Tapi pesan-pesan kali ini sangat beda isinya.

Jika biasanya spaming itu berisi iklan atau jualan atau ‘pura-pura’ teman lama yang kangen bernostalgia tapi ujung-ujungnya pinjam uang. Kali ini, pesan itu berbunyi ‘I am watching you’. Kalimatnya dimulai dengan : “Don’t try to contact me. I am hacker. And I know your passwords.”

Dan benar. Dia membeberkan password dan ID di beberapa media komunikasi saya. Apakah selesai sampai disitu pesannya? Belum. Dia bilang, sudah nge-hack seluruh communication device saya, dan merekam aktivitas pribadi saya. Bahkan lewat kamera pada gadgets saya telah merekam aktivitas paling intimate alias paling pribadi dalam kehidupan saya.

Dan dibilangnya pula bahwa dia terkejut dengan fantasi serta situs-situs ‘tertentu’ yang sering saya kunjungi. Maksudnya ‘situs tertentu’ itu dijelaskan dengan kalimat dalam tanda kurung berbunyi ‘you know what I mean’.

Lalu kenapa ada orang yang mau meluangkan waktu untuk mengurusi kehidupan pribadi saya? Eh. Jangan salah. Karena didunia ini, ternyata ada sekelompok orang yang mencari-cari dan mengumpulkan dosa orang lain untuk disalahgunakan. Seperti isi pesan itu; “You are not the only victim,” katanya.

Lantas apa gunanya buat mereka jika tahu dosa-dosa saya? Jika punya video-video rekaman tentang kehidupan paling pribadi dan paling memalukan pada saya? Jika punya data tentang ‘situs-situs tertentu’ yang saya kunjungi?

Begini. Diakhir pesannya, ada sebuah paragraf. ‘I have all your contacts database’. Terus kenapa emang kalau tahu alamat kontak dan teman-teman saya? ‘I will send your secrets and fantacies including embarashing videos to them.’

Idih. Saya jadi ingat kejadian menghebohkan di US sekitar bulan Mei 2018 lalu. Alexa, system pintar yang digunakan sebagai asisten pribadi di rumah-rumah modern Amerika; merekam ‘pembicaraan pribadi’ pasangan suami istri di rumah yang dilayaninya. Lalu menyebarkan rekaman itu ke semua nomor kontak yang ada dalam gadget tuannya.

Pesan yang saya terima itu, menekankan bahwa semua aib saya akan tersebar kepada ribuan contact yang ada dalam gadget, socmed, maupun professional network saya. Unless, katanya. Kecuali, saya mau membayar uang tutup mulut sekian US$. Yeee ini mah kerjaan orang lapar tapi nggak mau kerja bener. Saya. Dikasih waktu 2 hari untuk transfer via pay pal. Kalau tidak… ya begitulah.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Saya menceritakan ini kepada Anda, bukan untuk menarik simpati atau memohon belas kasihan. Karena jika pun benar dia telah meretas dan merekam seluruh kehidupan pribadi saya seperti halnya dia punya ID dan password saya. Lalu dia benar-benar menyebarkan aib-aib saya. Lalu membocorkannya kepada Anda, Anda dapat apa? Hiburan gratis dimana saya yang jadi bintang filmnya?

Maka simple saja kalau saya mah; i am just a human being. With some dark and blue sides, and shades, and sins. Saya ini orang biasa seperti orang-orang lainnya. Apa yang mesti saya tutupi? Demi menjaga citra seolah-olah saya seorang pribadi yang sempurna? Mungkin malah kelakuan hacker itu bagus. Untuk menyadarkan saya, bahwa saya; orang yang banyak dosa.

Bukan juga untuk me-warning Anda dengan mengatakan; “Kalau nanti ada fitnah tentang saya, tolong jangan percaya ya. Saya di-hack.” Bukan. Bukan untuk itu saya menulis ini. I am not perfect anyway… Kenapa mesti saya sangkal rekaman kehidupan pribadi yang tidak sempurna itu. Lagian Anda juga nggak kepo dengan aib orang lain kan?

Juga bukan untuk mengatakan kepada Anda; “Jika nanti dari akun saya ada konten atau posting yang tidak senonoh. Mohon dihapus aja. Saya kena hack.” Bukan untuk itu. Toh Anda juga tidak suka dengan konten tak bagus kan?

Saya ceritakan ini juga bukan untuk memperingatkan Anda: “Kalau nanti ada orang yang meminjam uang atas nama saya, jangan percaya. Itu bukan saya.” Bukan untuk itu juga. Karena toh Anda pun nggak berniat meminjamkan uang kepada saya kan? Jangan ajari saya ngutang demi kejar taget infrastruktur. Terus setelah saya yang ngutang gila-gilaan itu, lantas anak-keturunan saya yang menanggung beban bayarnya gitu? Eh, maaf.

Lantas apa tujuan saya berbusa-busa menceritakan ini kepada Anda? Saya. Teringat satu hal. Bahwa seluruh kehidupan kita dilihat tanpa ada sekat. Setiap tindakan dan perilaku kita direkam sempurna tanpa ada jeda. Segala kelakuan kita tercatat tanpa ada yang terlewat. Oleh hacker lapar itu? Bukan.

Tapi oleh malaikat yang senantiasa melakukan pengawasan melekat atas titah dan perintah Allah. Lalu kelak. Semua rekaman itu diputar ulang. Setiap catatan itu dibacakan. Kemudian setiap orang, mempertanggungjawabkan seluruh tindakan dan perbuatannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Inilah kesadaran yang saya dapatkan dari pesan-pesan yang dikirim oleh hacker itu. Membaca black mail mereka, membuat saya kembali sadar. “Iya ya. Allah selalu melihat saya. Tahu dosa-dosa saya. Mengenal kekurangan dan kelemahan saya. Meliputi aib-aib saya. Menyimpan data semua hal yang memalukan. Yang ingin saya sembunyikan.”

Apakah setelah membaca tulisan ini Anda tiba pada kesadaran yang sama? Alhamdulillah. Itulah tujuan utama dan harapan terdalam saya. Sehingga, saya jadi ada teman. Untuk melakukan pertaubatan.

Jika Rasulullah yang sudah maksum itu saja bertaubat tidak kurang dari 100 kali dalam sehari. Bagaimana dengan kita yang berlumuran dosa ini ya? Astagfirullah. Semoga Allah mengampuni kita.

Selamat hari Jumat sahabat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
www.dadangkadarusman.com

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Mungkin perusahaan Anda akan cocok juga dengan materi dan metode pelatihan saya. Hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Amazon

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.