Wednesday , November 14 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Menjadi Seorang People Builder

Menjadi Seorang People Builder

Mari perhatikan para atasan di kantor kita. Cermati bagaimana mereka menjalankan tugas kepemimpinannya. Sejauh yang saya ketahui, banyak sekali atasan yang hanya terpaku pada angka-angka yang mesti dicapainya. Atau target-target yang mesti dipenuhinya.

Misalnya, atasan team sales dan marketing banyak yang sekedar mengejar angka penjualan. Maupun atasan untuk team lainnya yang sering hanya mengejar deadline atau KPI yang mesti diraihnya. Hanya sedikit. Kalau boleh saya bilang, hanya sedikit yang masih memikirkan dan melakukan tindakan-tindakan sistematis untuk mengembangkan anak buahnya. Anda, termasuk atasan yang seperti apa?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Di kelas training leadership saya, kadang ada peserta yang curcol. “Kalau begini terus kan saya bisa babak belur Pak….” Demikian salah satu ‘curcol’ yang saya dengar. Babak belur bagaimana maksud eloh? Penyebab babak belur yang dimaksud oleh para leader ini adalah karena anak buahnya yang sudah bagus-bagus malah ‘diambil’ oleh departemen lain.

Ya. Ini kasus klasik. Sering terjadi. Dan termasuk tema curcol yang cukup sering sampai ke telinga saya. “Jadinya saya mesti merekrut orang baru lagi Pak.” Katanya. “Saya mendidiknya lagi.” Tambahnya. “Begitu anak baru sudah bagus lagi, eeh… diambil lagi oleh departemen lain. Gimana nggak pusing coba, Pak..?” tutupnya.

Untuk soal ini, saya tidak meresponnya dengan membacakan apa yang tertulis dalam text book. Saya juga tidak tertarik untuk menghibur atasan tersebut dengan nasihat atau ceramah berisi kata-kata bijak. Saya justru membagikan cerita dari pengalaman saya sendiri ketika memimpin team. Karena – Alhamdulillah – saya sendiri mengalami hal yang sama seperti meraka, ketika dulu masih bekerja.

Menurut pendapat saya, justru orang-orang seperti kita ini dianugerahi sebuah kemampuan yang jarang dimiliki oleh orang lain. Perhatikan baik-baik-baik bagaimana Allah memberi kita kemampuan untuk mengembangkan orang-orang yang baru direkrut. Kemudian membantu mereka menjadi karyawan yang handal. Tidakkah Anda menyadari bahwa itu merupakan anugerah yang sangat indah? Anda, ditakdirkan Allah menjadi atasan yang pandai mengembangkan anak buahnya. Masya Allah.

Disisi lain, perhatikan betapa banyak atasan yang sering pusing karena membutuhkan karyawan handal. Lalu mereka melihat karyawan yang memenuhi kriteria bagus itu ada di team kita. Lantas mereka memintanya kepada kita. Bukankah itu sebuah kehormatan yang tak ternilai harganya? Lantas jika itu terjadi pada Anda, apakah akan Anda berikan anak buah Anda yang bagus itu atau tidak?

Bergantung yang memintanya ya. Jika posisinya lebih tinggi dari Anda, ya mau tidak mau dong Anda berikan juga. Tapi, kalau bisa sih dipertahankan saja untuk menjamin agar kinerja team Anda tetap bagus. Jika demikian prinsip yang diterapkan, maka artinya Anda terpaksa kan?

Kalau saya, justru menganjurkan untuk ‘memajang’ anak buah terbaik itu untuk ‘diambil’ oleh kolega-kolega leader di team yang lain. Jika kebanyakan atasan melakukannya dengan berat hati, saya justru mengiringinya dengan gembira. Anda yang meragukannya mungkin bertanya; “Apa iyya bisa begitu?” Saya bilang, bisa. Anda pun bisa. Asal paham strategynya.

Ada strategynya?
Ada. Sederhana kok. Semudah menghitung 1, 2 dan 3 saja. Karena memang terdiri dari 3 aspek saja. Jika tertarik, Anda bisa melakukannya. Mari kita bahas lebih detail.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Satu, ikut terlibat secara aktif dalam proses rekrutmen anak buah kita. Kebanyakan leader tinggal terima saja kalau merekrut anak buah. Ada yang karena systemnya memang begitu, dan ada juga yang karena tidak mau susah. Saya, tidak mau melepaskan proses rekrutmen anak buah kepada team HR.

Tentu saja saya tetap bekerjasama dengan mereka, tetapi; saya dan team saya sendirilah yang memegang kendalinya. Team HR, mengambil peran sebagai mitra. Dengan begitu, saya bisa mendapatkan karyawan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakter pekerjaan di team kami.

Kedua, menggali potensi dan mengembangkan mereka. Berdasarkan survey skala besar yang dilakukan secara global pada umumnya karyawan merasa potensi dirinya tidak dikembangkan secara optimal. Mereka merasa perusahaan atau atasannya tidak cukup memberi ruang untuk memungkinkan potensi dirinya tergali dan teroptimalkan. Padahal, – sebagai atasan – kita mempunyai peran yang sangat penting dalam mengoptimalkan dan mendayagunakan kapasitas anak buah.

Lihat saja deh, kenyataan disekitar kita. Faktanya, kebanyakan atasan hanya fokus pada angka-angka, kan? Dan sering lupa mendidik anak buahnya. Bahkan, banyak atasan yang hanya memberikan briefing lalu melepaskan anak buahnya ke lapangan begitu saja. Fungsi atasan sebagai ‘coach’ sudah lama hilang di banyak perusahaan. Di team kita, peran ini tidak boleh hilang. Dan inilah tahapan kedua yang mesti kita mainkan.

Ketiga, mengekspor anak buah kita ke departemen lain. Kebanyakan atasan maunya ngekepin terus anak buahnya yang bagus. Makin bagus, makin dijagain. Berat banget rasanya kalau harus melepaskan mereka untuk atasan di departemen lain. Saya, berbeda. Justru kitalah yang semestinya ‘mengekspor’ anak buah yang sudah bagus itu agar bisa pindah ke departemen lain.

Pada awalnya memang berat. Tetapi jika sudah menjadi kebiasaan, akan terasa ringan. Bahkan, Anda bisa menjadikan kebiasaan itu sebagai pendorong bagi anak buah Anda yang lainnya agar bekerja sebaik-baiknya. Anak buah bisa lebih terbuka dengan aspirasi masing-masing. Dan mereka berlomba-lomba untuk menampilkan kapasitas dirinya. Sementara kita, boleh menuntut komitmen mereka untuk menunjukkan kinerja dan kemampuan terbaiknya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

“Iya, tapi kita kan bisa babak belur kalau anak buah yang bagus dibajak terus?” Pikiran itu masih mengganggu Anda? Wajar saja sih.

Kekhawatiran itu timbul karena selama ini proses ‘pengambilan’ anak buah yang handal dari team Anda itu tidak dilakukan secara terencana. Makanya, Anda kalang kabut. Anda gundah, karena semuanya terjadi begitu saja. By accident, kalau boleh dibilang. Lalu bagaimana caranya supaya tidak menimbulkan dampak buruk begitu? Rencanakan. Jadi, bukan lagi by accident. Melainkan by design.

Mulai sekarang, Anda mesti merencanakannya. Perhatikan lagi ketiga strategy yang saya bahas diatas. Lalu, bangunlah sebuah visi untuk menjadikan unit kerja yang Anda pimpin itu sebagai supplier karyawan handal bagi departemen lain di perusahaan. Bangun sebuah image sehingga jika ada atasan di departemen lain mencari talenta bagus, mereka akan menghubungi Anda.

Untuk bisa melakukannya Anda harus menjalankan ke-3 strategy itu secara simultan. Dengan demikian, Anda tidak akan mengalami kehilangan anak buah yang bagus tanpa persiapan atau kesiapan anak buah lain yang sanggup mengambil alih peran yang ditinggalkannya.

Anak buah Anda pun semakin terpacu karena menyadari bahwa ada peluang dan kesempatan yang terbuka lebar untuk mengembangkan karirnya. Sedangkan para atasan di departemen lain terbantu dalam penyediaan sumber daya manusia yang bagus. Dan secara keseluruhan, perusahaan terus berkembang.

Sahabatku. Jika Anda bisa begitu. Maka Anda sudah menjadi atasan yang langka. Yang bukan hanya sekedar mengejar angka-angka. Melainkan atasan yang bisa memimpin anak buah untuk kebaikan masa depan karir mereka. Bayangkan jika di semua departemen lain di perusahaan Anda ada mantan anak buah Anda. Dan bayangkan pula ketika Anda bisa berkontribusi pada kesuksesan mereka. Saat melihat karir mereka berkibar, bukankah dalam hati Anda ada rasa bahagia?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Sejauh yang saya rasakan, rasa bahagia itu melampaui gaji dan tunjangan, bonus atau imbalan material apapun yang kita dapatkan. Karena kesuksesan yang bisa diraih oleh mantan anak buah kita itu, memberikan rasa puas didalam jiwa kita.

Berkenaan dengan itu, guru mengaji saya pernah menasihatkan bahwa untuk para pemimpin yang baik, Allah menjanjikan kemudahan dalam proses perhitungan amalan baik dan buruk di hari perhitungan kelak. Maka mari sahabatku, kita gunakan amanah kepemimpinan ini untuk melakukan yang terbaik bagi orang-orang yang kita pimpin. Agar kelak ketika berdiri dihadapan Sang Pencipta, kita boleh mengatakan; “Ya Allah. Telah kutunaikan tugas kepemimpinan yang Engkau amanahkan di pundakku ini. Dengan sebaik-baiknya…..”

NB: Apakah Supervisor dan Manager di kantor Anda sudah dibekali dengan in-house training “LEADERSHIP IN PRACTICE” saya? Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

Leadership In Practice

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Agustus 2015. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:bluewaterlearning

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.