Tuesday , June 25 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Senjata Makan Tuan

Senjata Makan Tuan

Hanya istilah memang. Tetapi maknanya dalam. Hasilnya tragis. Dan kisahnya menjadi ironis. Pokoknya, kalau senjata makan tuan itu kesannya gimanaaa gitu. Coba Anda bayangkan. Gimana ya? Saya sih tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata. Kita melakukan sesuatu untuk menyakiti, melawan, atau membalas orang lain; tapi tindakan itu malah mengenai diri kita sendiri.

Makanya, jangan melakukan tindakan tidak baik kepada orang lain. Mungkin begitu solusinya ya. Lha, kalau orang lain yang pertama kali melakukan keburukan kepada kita? Masa mesti berdiam diri sih? Mengalah sajalah. Yang waras ngalah. Idenya sih begitu.

Tapi mari kita lihat dalam konteks kehidupan kerja kita sehari-hari. Bukankah ketika atasan Anda memperlakukan Anda kurang baik Anda melakukan pembalasan? Memang tidak membalas secara frontal, namun membalasnya dengan bentuk ini; mengurangi kesungguhan dalam bekerja.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Niatnya sih biar atasan itu tahu kalau kinerja dia dipengaruhi oleh Anda sebagai anak buahnya. Tetapi, tahukah Anda bahwa tindakan balas dendam itu justru sangat merugikan diri Anda sendiri? Ah…maasa sih!?

Seorang sahabat. Lulusan sekolah yang diidam-idamkan banyak orang. Bekerja di perusahaan bonafid yang terkenal. Ketika melamar ke perusahaan itu, terbayangkan olehnya sebuah tempat kerja yang menyenangkan. Teman-teman yang hebat-hebat. Sistem yang sudah tertata dengan baik. Atasan yang memiliki keterampilan memimpin tingkat tinggi. Dan tentu saja, gaji yang tergolong besar. Begitulah bayangan dalam benaknya ketika melamar.

Dasar orangnya bagus, dia dengan mudah bisa lulus semua tahapan seleksi. Maka jadilah dia karyawan disana. Tiga bulan masa probation sudah dilaluinya dengan sangat baik. Bukan sekedar lulus. Dia dipuji teman dan atasannya. Semua orang juga tahu kalau dia punya potensi yang tinggi. Sekarang masa kerjanya sudah menginjak tahun kedua.

Idealnya, seseorang yang berpotensi tinggi akan semakin bersinar seiring dengan masa kerja yang dijalaninya. Namun, sahabat kita ini malah sebaliknya. Wajahnya sama sekali tidak memancarkan kegembiraan bekerja di perusahaan yang berlokasi di gedung perkantoran keren banget di pusat bisnis Jakarta itu.

Pokoknya, segala keunggulan pribadinya itu sudah tidak terlihat lagi. Bertolak belakang dengan masa-masa awal dia bekerja disana. Tahukah Anda apa penyebabnya? Rupanya, dari semua hal yang diangan-angankannya bakal didapatkannya diperusahaan itu, hanya satu yang terwujud. Yaitu; gaji besar. Hal lainnya, tidak terasa. Khususnya, atasannya yang hanya mementingkan hasil. Tanpa peduli pada anak buahnya. Pokoknya, hasil. Hasil. Dan hasil.

Katanya lagi, atasannya hanya memperhatikan orang-orang tertentu yang disukainya. Ini soal like and dislike. Maka kata sahabat kita itu lagi; “Ngapain gue kerja habis-habisan kalau atasan gue nggak nganggep!”

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Anda boleh saja mengira jika itu hanya perasaan dia saja. Namun, dia punya argumen lain. “Tanya saja ke temen-temen gue yang lain. Mereka juga tahu kalau boss pilih kasih. Cuman orang-orang ABS aja yang bakal diperhatikannya.”

Kalau kepadanya ditanyakan;”Terus, gimana cara elo kerja selama ini…?
Maka dia akan menjawab;”Ya udah. Gue dan teman-teman gue pada kerja kalau dia lagi ada di kantor. Kalau dia nggak ditempat ya kita main games aja……..”

“Jadi begitu cara elo dan teman-teman elo membalas atasan elo?” silakan tanyakan padanya kalimat itu.

“Ya iyalah. Mau gimana lagi…..” dia akan menjawab begitu.

Sudah lumayan banyak lho sesi training yang saya lakukan. Dan sudah cukup banyak fakta di lapangan yang saya temukan bahwa kasus serupa itu tidak hanya menimpa satu atau dua orang. Di ruang training, saya sering memperoleh respon setara dengan kalimat ‘gue banget!’ ketika membahas tentang hal ini. Itu menunjukkan bahwa di dunia kerja nyata kita, kejadian itu sudah seperti sebuah kelaziman. Tentu saja, kelaziman yang keliru.

Kenapa keliru? Karena tindakan yang kita lakukan untuk membalas atasan buruk itu, hanya akan menjadi senjata makan tuan. Benar. Anda tidak merasakannya sekarang. Malahan, Anda merasa senang. Pekerjaan menjadi semakin ringan. Karena lebih banyak main gamesnya daripada kerjanya. Jika pun Anda tidak suka main games, Anda lebih sering memencet touchscreen gadget daripada keyboard computer.

Apalagi jika gadgetya terhubung dengan internet, posisi Anda lebih banyak nongkrong ditempat minum kopi sambil merumpikan kelakuan atasan dan kelemahan system di perusahaan. Dan boleh jadi, selain Anda kecanduan main games, Anda juga kecanduan online, dan sekaligus Anda hoby nongkrong di warung kopi sambil merumpi. Sungguh sebuah kombinasi teknik pembalasan yang sempurna kepada atasan Anda ya? Tentu. Tapi tentunya, sempurna juga dampak senjata makan tuannya.

“Dimana sih letak senjata makan tuannya itu?” Mungkin Anda bertanya begitu.
Baiklah. Izinkan saya menjelaskannya sedikit. Boleh jadi, Anda memiliki potensi dan segala keunggulan seperti yang dimiliki oleh sahabat kita yang saya ceritakan tadi. Mestinya. Dengan segala potensi diri yang Allah anugerahkan itu; Anda bisa membuat pencapaian yang tinggi. Tapi gara-gara kelakuan Anda – yang Anda kira sebagai balasan sepadan terhadap perilaku buruk atasan Anda itu – Anda tidak mendayagunakannya secara optimal. Lantas Anda memilih untuk santai-santai saja. Come on, man! Siapa yang paling rugi dengan tindakan pembalasan yang Anda lakukan itu? Atasan Anda? Atau Anda sendiri?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kalau Anda jadi males-malesan. Masuk kantor telat terus. Dikantor bekerja nyantai terus. Yang rugi siapa? Atasan Anda jelas rugilah, karena kinerja team yang dipimpinnya mungkin terpengaruh. Tapi Anda juga menyebabkan perusahaan yang mestinya Anda bela itu juga ikut terkena getahnya. Dan my friend, diri Anda sendiri lebih rugi lagi karena kelakuan Anda itu justru membuat Anda semakin jauh dari prestasi dan kinerja yang sesungguhnya bisa Anda wujudkan dengan seluruh kemampuan dan potensi diri yang telah Anda sia-siakan itu.

Masih perlu penjelasan tambahan? Baiklah. Berapa usia Anda sekarang? Anggap saja 30 tahun ya. Artinya, masih ada waktu 25 tahun lagi sampai Anda pensiun. Itu setara dengan seperempat abad lho. Artinya, jika setiap hari Anda hanya bekerja alakadarnya saja, maka selama seperempat abad Anda sudah menyia-nyiakan berapa juta atau milyar kesempatan untuk menjadi sukses?

Anda itu bukan orang sembarangan lho. Anda adalah orang yang memiliki potensi tinggi. Tapi sikap Anda buruk karena perlakuan orang lain yang buruk pada Anda. Cara berpikir Anda cupet karena suasana kerja tidak seperti yang Anda harapkan. Kata dan perbuatan Anda negatif karena menganggap system di perusahaan tidak seperti yang Anda bayangkan. Mari renungkan sekali lagi, bagaimana dampaknya untuk diri Anda sendiri; jika hal itu Anda lakukan selama seperempat abad lagi.

Sahabatku. Jangan pernah menyia-nyiakan diri Anda sendiri. Karena tidak ada seorang pun yang bakal peduli kepada Anda, selain diri Anda sendiri. Orang lain boleh berlaku apapun pada Anda. Tapi janganlah Anda sendiri pun berlaku tidak patut seperti itu, kepada diri sendiri. Anda merespon hal tidak baik dari lingkungan kerja dengan cara yang menyebabkan dampak terbesarnya mengenai diri Anda sendiri. Mulai sekarang, saya ajak Anda. Untuk berfokus kepada proses eksplorasi potensi diri Anda. Mumpung Anda masih bekerja disana.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kantor Anda, adalah laboratorium terbaik untuk melakukan eksperimen demi eksperimen agar bisa menemukan ‘siapa diri Anda yang sesungguhnya, dan sampai dimana puncak pencapaian yang bisa Anda wujudkan dengan segala anugerah yang Allah berikan’.

Dengan begitu sahabatku, selama seperempat abad kedepan Anda bisa membukukan pencapaian demi pencapaian. Mengoleksi prestasi demi prestasi. Agar masa depan Anda lebih cerah, sehingga Anda bisa menikmati hidup yang lebih baik.

Dan kelak, Anda juga tidak akan malu jika malaikat bertanya begini;”Sudah engkau gunakan untuk apa semua potensi yang Allah anugerahkan kepadamu itu selama hidup?”

NB: Saya punya program “CONNECTING & COLLABORATING (THE POWER OF SYNERGY)” lho. Cocok untuk sisipan acara RAKER di kantor Anda. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner.

Training – DeKa

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:twitter

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.