Wednesday , August 21 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Nilai 100-nya Nobita

Nilai 100-nya Nobita

Tadi malam, anak saya bercerita tentang salah satu episode film Doraemon. Sepanjang sejarah sekolah, nilai ulangan Nobita selalu jeblok. Paling sering dapat nilai NOL. Paling tinggi nilai yang didapatkannya hanya TIGA PULUH saja. Angka 30 itu sudah top banget. Itulah Nobita. Yang lebih suka main dan baca komik daripada mengulang pelajaran sekolahnya.

Suatu kali, sekolah heboh. Gara-garanya, Nobita dapat nilai 100! Waaa surprisenya beratus-ratus kali lipat. Kejadian luar biasa itu membuat Bu Guru berinisiatif untuk mengumumkan nilai Nobita ke semua murid di sekolah. Maka pengumuman pun berkumandang. Bunyinya; “Hebat! Untuk Pertama Kalinya, Nobita dapat nilai 100!”

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Sejak pengumuman itu, Nobita seolah menjadi bintang di sekolah. Orang-orang pada menyalaminya. Memberinya selamat. Bahkan ada yang meminta nasihat serta kiat-kiat untuk menjadi anak hebat. Diam-diam, Nobita pun menikmati semua sanjungan dan pujian itu.

Esok harinya, Nobita berangkat ke sekolah. Kali ini, semangat sekali. Nggak ada malas-malasan lagi seperti biasanya. Bahkan dia ingin segera tiba disekolahnya. Sekarang, sekolah menjadi tempat yang paling menyenangkan baginya.

Mendengar cerita itu, saya jadi ingat kehidupan orang dewasa di kantor. Kita juga jadi makin semangat untuk ngantor ketika berhasil melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Lalu dipuji atasan dan teman. Sejak saat itu, kantor menjadi tempat yang paling menyenangkan.

Refleksi untuk pribadi; banyak-banyaklah bikin prestasi tinggi. Sehingga kita bisa semakin dihargai dalam profesi yang kita tekuni. Kita juga bakal makin merasa asyik.

Refleksi untuk atasan; banyak-banyaklah menghargai kinerja anak buahnya. Sehingga mereka semakin terdorong untuk bekerja lebih baik lagi.

Refleksi untuk kolega; lebih sering lagi mengapresiasi teman kerja. Sehingga lingkungan kerja kita jadi makin kondusif. Seiring meningkatnya kualitas interaksi diantara kita.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Nobita sampai di sekolah pagi sekali. Tidak seperti biasanya. Kita tentu tahu alasannya. Pujian dan sanjungan semua orang di sekolah terlalu indah untuk dilewatkan.

Tapi. Nobita harus menelan kekecewaan. Karena hari ini, tidak ada lagi orang yang memberinya selamat lagi. Seolah gegap gempita nilai 100 kemarin itu tiba-tiba sirna begitu saja. Keadaan kembali normal seperti hari-hari lainnya sebelum-sebelum itu.

Nobita tentu tidak rela dengan keadaan itu. Ide cemerlang pun muncul dikepalanya. Dia meminta Doraemon untuk menyediakan alat yang bisa mengumumkan nilai 100nya ke seluruh pelosok Jepang!

“Kamu yakin, Nobita?” Begitu respon Doraemon dengan suara seraknya.
“Aaah, sudahlah Doraemon. Jangan banyak tanya. Lakukan saja apa yang aku minta.” Jawab Nobita dengan sikap keras kepalanya.

Akhirnya, Doraemon pun memenuhi permintaannya. Seluruh penduduk Jepang pun mendengar pengumuman istimewa. Bunyinya; “Hebat! Untuk Pertama Kalinya, Nobita dapat nilai 100!”

Nobita pun senyum-senyum sambil membayangkan betapa banyak pujian dan ucapan selamat yang bakal diterimanya dari semua orang Jepang. Terbayang pula betapa akan menjadi populernya dirinya diseluruh antero Jepang.

Orang-orang pun mulai berdatangan. Sementara Nobita bersiap menerima pujian. Tapi. Kali ini dia kecewa berat. Karena ternyata mereka datang bukan untuk memujinya. Tapi justru heran aja. Masa sih sudah segede gitu baru sekali dapat nilai 100!

Belum lagi ada yang bilang gini; “Emangnya cuma Nobita yang bisa dapat nilai 100!”

“Nobita bangga dengan nilain100nya, karena nggak ada nilai 100 lain yang bisa diraihnya”

“Nobita bangga, karena dia miskin dengan prestasi!”

Ada banyak komentar negatif lainnya yang diterima Nobita. Sehingga dia bukannya menjadi senang sekarang. Malah malu karenanya. Kalau tahu bakal begini jadinya, dia nggak akan maksa Doraemon untuk mengumumkan nilai 100nya!

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Tingkah Nobita dalam Doraemon itu memang lucu. Namun kelucuan itu yang membuat kita suka menontonnya. Lebih lucu lagi orang dewasa seperti kita. Yang masih suka mabuk pujian dan sanjungan juga. Ngarepnya, bahkan melampaui hayalan kanak-kanak yang diwakili Nobita.

Makanya kita suka pamer-pamer prestasi dan pencapaian kita kepada dunia. Apa lagi sekarang medianya serba ada. Mau beli slot iklan juga bisa. Bahkan kabarnya, media ternama pun bersedia mengeksposenya; asal cocok harganya saja.

Segala hal ‘baik’ tentang kita, diperlihatkan kepada dunia. Berharap adanya pengakuan, pujian, dan sanjungan. Mendapat tanda ‘jempol’ deh minimal. Dan di zaman kita, orang berlomba-lomba melakukannya.

Lucunya lagi. Seperti dicontohkan leh Nobita tadi, kita tidak menyangka jika sebetulnya orang lain tidak memandang hal yang kita bangga-banggakan itu dengan cara yang sama. Bahkan bisa saja sebenarnya mereka nggak suka. Tapi karena kita minta mereka ‘like dong!’, maka mereka nge-like juga pada akhirnya.

Untuk hal-hal kecil, barangkali tak masalah ya. Karena dunianya emang lagi musim begitu. Ramai orang melakukannya. Tapi. Untuk hal-hal besar, sebaiknya kita pikir-pikir lagi. Apa lagi jika itu berkaitan dengan urusan ibadah.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Misalnya. Sholat itu kan ibadah yang saaangat penting ya. Tapi Allah mengatakan dalam Al-Qur’an; “Fawailul lil musholliiiin…” Maka Neraka yang menyala-nyala akan menjadi tempatnya orang yang sholat!

Ya Allah. Kok bisa orang yang sholat malah dibalas dengan nyala api neraka? Tidak semua orang yang sholat tentu saja. Jadi siapa yang Allah maksudkan itu? “…orang yang sholatnya demi mengharapkan pujian orang lain!” Demikian ayat lainnya berbunyi.

Maka sungguh celaka. Sungguh Celaka. Sungguh Celaka. Orang yang sholatnya di depan kamera. Demi pose yang disebar-sebarkan ke jagat raya, demi mengharapkan pujian dari manusia. Sungguh celaka. Neraka menyala-nyala tempat kembalinya!

Celaka. Orang yang sholat, agar disebut rajin ibadah oleh orang lain. Celaka orang yang sholat agar dikira sholeh oleh orang lain. Celaka. Orang yang sholat, tapi diperlihatkan adegan sholatnya kepada khalayak supaya dirinya dipuji sebagai orang yang taat sholat. Celaka. Demikian kata Allah dalam Al-Qur’an.

Neraka yang menyala-nyala sudah menunggunya di akhirat kelak. Maka jika menemukan ada orang yang riya dalam sholatnya. Jangan menirunya. Jangan mengikutinya. Walau pun dia menjadi imamnya. Karena Allah dengan jelas dan tegas murka. Dan kemurkaan Allah, akan terwujud pada saatnya kelak.

Sebaliknya dalam ibadah. Allah menyukai orang-orang yang menyembunyikannya. Semakin tersembunyi, semakin baik. Kenapa? Karena setiap tindakan baik yang hanya dia sendiri dan Allah saja yang tahu; akan menjauhkan dirinya dari sifat riya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Dan ketika seseorang terlepas dari sifat riya, maka niat ibadahnya murni. Hanya karena Allah saja. Tanpa sedikit pun ternoda oleh keinginan untuk dipuja puji oleh manusia. Tanpa terselip sedikitpun, tiada terkotori pula oleh harapan dalam bentuk apapun; selain hanya Allah saja harapan tertingginya. Dan satu-satunya. Didalam hatinya.

Semoga. Kita dijadikan Allah orang yang tulus ikhlas dalam berkarya dan beribadah. Sehingga Allah ridho kepada kita. Dan semoga, Allah menjauhkan kita dari murkanya. Dan dijauhkan pula kita, dari orang-orang yang dimurkainya. Sehingga Insya Allah, nilai kita utuh 100. Hanya dihadapan Allah saja.

Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
www.dadangkadarusman.com

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Allah; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Mungkin perusahaan Anda akan cocok juga dengan materi dan metode pelatihan saya. Hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar: Nobita & Doraemon

Training: “Business Sustainability & Disruptive Innovation”

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.