Saturday , April 20 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Kemiskinan Atau Kekayaan?

Kemiskinan Atau Kekayaan?

Beberapa hari lalu saya menyimak sebuah video singkat tentang perbedaan antara orang kaya dan orang miskin. Pembicaranya tampil dengan pakaian perlente. Dengan gaya bicara yang berapi-api. Tak heran jika videonya banyak yang suka.

Salah satu perberdaan yang disampaikan oleh sang pembicara adalah: “Orang miskin,” demikian katanya. “Menganggap uang sebagai sumber kejahatan.” Lalu katanya “Orang kaya, memandang bahwa tidak punya uanglah yang menjadi sumber kejahatan”.

Untuk meyakinkan pendengar, dipaparkannya contoh kira-kira seperti ini; didaerah kumuh, terjadi perampokan, pencurian, prostitusi, penyelundupan, minuman keras dan obat-obatan terlarang. Orang kaya, tidak demikian. Jadi, tidak punya uang, itulah yang bakal mendorong seseorang melakukan kejahatan. Bukan karena punya banyak uang.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Anda. Sependapat dengan itu? Iyalah ya. Makanya kita harus bekerja keras supaya jadi orang kaya. Supaya. Tidak melakukan kejahatan.

Sekarang, coba direnungkan lagi. Dalam-dalam. Pelan-pelan. Apakah memang benar demikian?

Mari saya bantu Anda merenungkan dengan beberapa kenyataan hidup disekitar kita. Benar, didaerah kumuh yang miskin sering terjadi tindak kriminal seperti pencurian, dan perampokkan. Mereka mencuri karena miskin. Mereka merampok karena miskin. Tidak punya uang, membuat mereka melakukan kejahatan.

Mari saya bantu Anda lagi dengan fakta berikut ini. Di daerah yang TIDAK kumuh. Di negara ini. Sering terjadi pencurian uang negara, dan manipulasi bisnis besar-besaran. Pelakunya, adalah mereka yang tinggal di rumah-rumah kumuh. Eh. Maaf, para pelakunya tinggal di rumah-rumah mewah. Bahkan super megah.

Pencuri duit kondensat 38 triliun yang lenggang kangkung sambil bebas kongkow ngopi-ngopi di cafe di singapur yang kabarnya ‘sulit ditangkap’ polisi itu, tinggalnya tidak daerah kumuh. Dia yang mencuri uang negara itu, bukan dalam kategori orang miskin.

Maling BLBI yang kabur ke ostrali itu. Biasa tinggal di daerah elit dengan berbagai merk mobil mewah yang dikendarainya silih berganti. Dia yang merampok uang rakyat itu, bukan golongan orang miskin. Dia. Dan orang-orang yang satu gerbong dengannya, mencuri dan merampok bukan karena miskin. Melainkan karena keserakahan terhadap uang.

Masihkah Anda percaya bahwa tidak punya uang merupakan sumber utama kejahatan?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Ah. Ya. Orang miskin terpaksa melakukan protitusi karena miskin, katanya. Kita tidak menyangkal ada beberapa fakta itu. Kemiskinan membuat mereka melakukan prostitusi. Mungkin faktanya demikian.

Yang pembicara perlente itu tidak sebutkan adalah; pelanggan prostitusi itu. Yang tentunya bukan orang miskin. Dia lupa, bahwa yang sanggup membayarnya adalah orang kaya. Tidak disebutkannya kenyataan hidup itu.

Dan tahukah Anda bagaimana kalau yang menjadi prostitute-nya adalah orang kaya sendiri; berapa taripnya? Saya tidak tahu. Tapi konon katanya sedang ada ramai diperbincangkan di media tentang urusan 80juta atau apa begitu.

Mereka yang miskin, melakukan prostitusi karena tidak punya uang. Mereka yang kaya, melakukan prostitusi bukan karena miskin, tapi karena ingin mendapatkan lebih banyak uang.

Daaaan, mereka yang menjadi konsumen utama bisnis prostitusi; ehm, apakah orang miskin? Emh, bisnis prostitusi itu. Kalau dalam film-film, paling dahsyatnya dilakukan dikalangan yang bergelimang uang. Itu di film loh. Didunia nyata? Ehm. Pembicara uang itu … ah sudahlah.

Anda. Masihkah Anda percaya bahwa tidak punya uang merupakan sumber utama kejahatan?

Kecanduan alkohol dan narkoba. Di daerah kumuh pula katanya. Tak usah membantah karena faktanya ada yang demikian juga. Tapi benarkah kemiskinan yang membuat orang menjadi junkies?

Di film-film yang diputar di bioskop kehidupan, kita bisa menonton begitu banyak adegan. Yang memperlihatkan bahwa. Pecandu alkohol paling kronis. Yang juga sekaligus pebisnisnya. Dan pecandu narkoba paling rakus. Dan pengedarnya sekalian. Bukan. Orang. Miskin.

Maka kalau soal uang. Saya jarang merujuk kepada kehebohan para pengumpul uang yang memotivasi berapi-api. Saya. Lebih tertarik menyimak perilaku para sahabat Nabi, yang sami’na wa-atho’na terhadap tuntunan Rasulullah.

Umar bin Khattab misalnya. Khalifah. Kepala negara. Presiden. Bisa punya banyak uang berlimpah? Bisa. Tapi kisah sejarahnya, mencatatkan dirinya sebagai orang sederhana. Beneran sederhananya. Bukan sederhana dalam kata-kata didepan kameran atau dalam pose foto bersepeda tapi pakai sepatu belasan juta dengan cara pesta berupa kenduri berhari-hari. Menjadi orang kaya, bukan tujuan utama hidup Sang Khalifah.

Demikian pula para saudagar besar yang berdiri di barisan Rasulullah. Para pemulia kitab suci penjujung tinggi kitabullah. Bisnis mereka, bukan untuk mengumpulkan uang. Sehingga dinnar kelebihan nafkah keluarganya tak betah tinggal di rumah. Melainkan mengembara mengetuk pintu-pintu kaum miskin. Dengan diantar sendiri. Tanpa perantara.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Maka apakah kemiskinan ataukah kekayaan yang menjadi sumber kejahatan? Bukan kedua-duanya. Orang miskin bisa menjadi jahat. Orang kaya, bisa menjadi jahat pula dalam skala yang lebih dahsyat jahatnya.

Jadi apa yang membuat orang jadi jahat? Satu hal yang mutlak. Dia yang menistakan kitab suci, bagaimana bisa tidak menjadi orang yang jahat? Mereka yang mengabaikan firman Allah. Bagaimana bisa tidak tergoda untuk berbuat maksiat.

Bukan. Bukan kemiskinan atau kekayaan yang membuat orang jadi jahat atau jadi baik. Melainkan seberapa derajat kepatuhan orang itu. Kepada firman Allah. Dan tuntunan Rasul-rasulnya.

Selamat hari Jumat sahabat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
www.dadangkadarusman.com

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Allah; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Mungkin perusahaan Anda akan cocok juga dengan materi dan metode pelatihan saya. Hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:gerhardhaderer

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.