Saturday , February 16 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Kita Tidak Harus Berhenti

Kita Tidak Harus Berhenti

Di sebuah rumah sakit terkenal ada seorang dokter bedah senior. Sudah ribuan pasien ditanganinya selama 40 tahun karir beliau sebagai dokter bedah paling populer disana.

Suatu ketika, di ruang bedah. Mengenakan pakaian lengkap siap untuk melakukan pembedahan pasiennya. Dokter itu tiba-tiba merasakan tangannya bergetar. Walau berusaha untuk mengontrolnya, tapi dia tidak kuasa. Hingga botol obat yang dipegangnya terjatuh….

Sejak saat itu. Sang dokter bedah legendaris tidak lagi dapat menjalankan pekerjaannya. Usia, menggerogoti kemampuannya. Sehingga pengalamannya selama hampir setengah abad itu menguap begitu saja.

Pertanyaan; seandainya, ini seandainya ya. Seandainya peristiwa itu menimpa Anda; bagaimana perasaan Anda?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Mungkin Anda tidak punya jawabannya, karena situasi yang Anda hadapi berbeda. Tapi ada satu hal yang sama yaitu; kita terikat secara emosi terhadap profesi yang sudah selama bertahun-tahun kita jalani. Maka ketika tidak bisa lagi menjalaninya, kita rentan terkena depresi.

“Kita? Elo aja kali Dang. Gue mah nggak gitu-gitu amat!” Bagus, jika Anda berpikiran demikian. Namun. Ada baiknya memperhatikan sikap mental orang-orang yang menjelang pensiun disekitar kita.

Kenapa perlu? Karena sekitar 10 atau 20 tahun lalu, mereka itu derajat percaya dirinya sama seperti kita sekarang. Tapi begitu masa pensiun itu datang, tidak semudah kata-kata untuk menghadapinya ternyata.

Dokter itu, sedemikian ‘into’-nya terhadap pekerjaannya. Sehingga ingin ‘mengabdikan diri’ hingga akhir hayatnya. Tapi apa daya. Nggak bisa begitu kan faktanya.

Anda. Kelak ketika usianya masuk 55. Masihkah akan ‘dipakai’ untuk menangani pekerjaan itu? Saya kenal orang yang bisa begitu. Perusahaan tetap mempekerjakannya. Tapi itu juga hanya beberapa tahun saja. Setelah itu….

Kita bisa membayangkan. Keseharian yang dikelilingi oleh orang-orang yang bekerja bersamanya. Bahkan menghormati dan melayaninya. Disibukkan dengan berbagai meeting, telekonfrens, proyek, laporan, dan sebangsanya. Barubah drastis pada suatu pagi. Dimana dia, tak lagi punya akses ke kantor yang sudah selama 40 tahun mengisi hari-harinya. Dan orang-orang yang selama ini selalu tunduk dan patuh terhadap perintahnya, tidak ada lagi disekitarnya. Can you. Imagine. How. Is it. Feeling?

Cukup sampai disini ya ngebayanginnya. Now. Bagaimana caranya supaya kita tidak mengalami sindrom seperti itu. Walaupun kebanyakan pensiunan mengalami hal itu. How?

Pertama dan paling utama. Mari menyadari betapa agungnya anugerah Allah ini. Tubuh kita. Diciptakan sempurna hingga memiliki mekanisme yang dapat mengatur ritme dan proses fisik maupun fisiologis otomatis. Nafas Anda. Detak jantung Anda. Kontraksi otot Anda. Kedip mata Anda. Saringan ginjal Anda. Dan semua semuanya. Otomatis. Dan sistematis.

Ketika sel muda berkembang. Terus sampai sel itu mati. Kemudian digantikan oleh sel yang lainnya. Ketika setiap persendian kita dilumasi dengan cairan sinovial. Ketika mata kita dibasahi oleh cairan fisiologis, ketika semuanya. Dalam Al-Quran, detail diceritakan bagaimana sejak sel telur bertemu dengan sel sperma. Kemudian tahapan-demi tahapannya dipaparkan. Detaiiiiil sekali sampai sang jabang bayi siap menyapa dunia.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Sedemikian indahnya Al-Quran menjelaskan hingga kemudian dibuktikan dengan sains kedokteran bahwa memanglah demikian prosesnya. Lantas dokter-dokter yang berhati bersih merenungkan menyimpulkan bahwa Al-Quran, tidak mungkin naskahnya berdasarkan karangan manusia. Karena akal, tidak sanggup menjangkau saat ayat demi ayatnya diwahyukan kepada Sang Nabi. Lalu dokter-dokter itu bersaksi. Atas kebenaran kalam Ilahi.

Kedua. Mesti kita terima fakta bahwa tubuh fisik kita, menurun kemampuannya. Maka siapa saja yang bekerjanya mengandalkan kekuatan fisik. Bakal cepat atau lambat kehilangan kemampuan kerjanya.

Al-Quran juga menggambarkan bagaimana Allah menciptakan manusia dari keadaan fisik yang sangat lemah sekali. Lalu berangsur-angsur menjadi kuat. Dan semakin kuat. Hingga kekuatan itu mencapai puncaknya. Kemudian Allah ambil kembali kekuatan fisik itu sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya kita. Kembali menjadi lemah lagi.

Bagi orang yang merenungkannya. Jelas sekali pesannya. Bahwa kekuatan kita ini hanyalah milik Allah. Diberikan kepada kita sebagai tanda cinta. Sekaligus amanah. Agar dengan kekuatan itu kita memenuhi perintahnya sebagaimana Rasulullah menjabarkannya: “Sebaik-baik manusia dihadapan Allah adalah yang paling banyak manfaatnya…”

Maka kekuatan yang Allah pinjamkan itu digunakan untuk apa? Memberi manfaat kepada orang lain? Atau memperdayai orang lain? Sungguh beruntung. Kalau kita menggunakannya untuk hal-hal yang Allah rido. Bekerja dengan sebaik-baiknya, adalah salah satunya. Karena pekerjaan itu, amanah.

Maka betapa ruginya orang yang menggunakan kekuatan dan amanah titipan itu untuk mencurangi orang lain. Mendzolimi pihak lain. Menipu atau membohongi dan mendustai manusia lainnya. Celakah dia yang berbuat demikian. Karena Allah, akan meminta pertanggungjawaban kepada orang itu.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Ketiga. Mengenali hal-hal yang pasti melemah, dan yang mungkin semakin menguat. Dalam Al-Quran, Allah menjelaskan bahwa kekuatan fisik kita. Pasti. Pasti menurun. Dan itu berlaku kepada semua orang. Semuuuua orang.

Tapi. Ada ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan bahwa ada komponen tubuh kita yang pada sebagian orang akan melemah kembali seiring bertambahnya usia. Dan pada orang-orang tertentu, Allah ijinkan untuk tetap kuat hingga akhir hayat. Tahukah Anda, apakah gerangan itu?

Akal. Demikian Allah mengisyaratkan. Kemampuan kita dalam berpikir, mungkin masih diijinkan Allah untuk menemani hidup kita sampai akhir. Walaupun banyak yang pikirannya Allah ambil kembali sehingga daya pikirnya seperti anak-anak lagi.

Tapi beda dengan kekuatan fisik. Kekuatan akal ini, Allah kasih kepada beberapa orang yang dikehendakinya untuk terus memilikinya. Dan kalau kita perhatikan. Betapa akal ini menjadi bekal yang sangat berharga dalam hidup kita.

Orang yang punya keterbatasan fisik sekalipun. Dengan kekuatan akal yang baik. Masih bisa menjalani hidup dengan baik. Tapi orang yang fisiknya lengkap. Tanpa daya pikir akal yang sehat, tidak mampu menjadi manusia yang layak.

Bahkan akhir-akhir ini, kita melihat begitu baaaanyak orang yang terkena penyakit DARURAT AKAL SEHAT: gara-gara kebablasan mengidolakan orang tertentu. Dan tentu Anda paham, betapa sulitnya menyembuhkan orang yang akalnya sudah terkena sindrom darurat seperti itu.

Dokter itu. Sedang mengemas barang-barangnya di ruang kerjanya. Ini hari dimana dia harus say goodbye kepada pekerjaan yang sangat dicintainya. Pekerjaan yang membuatnya dihormati sehingga dia merasakan seperti apa nikmatnya menjalani hidup sebagai manusia yang bermartabat itu.

Tapi hari ini, perasaan itu akan berakhir. Dia akan menjadi orang tua rongsokan yang hanya akan duduk sendirian. Diruang gelap rumahnya yang megah. Sambil mengenang kejayaan masa silam. Yang sudah pudar membuntuti jalur berlalunya sang waktu.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Saat itulah direktur rumah sakit yang mem-PHKnya datang. “Dokter,” katanya. “Tangan Anda bisa digantikan oleh dokter bedah lain yang masih muda…”

Kata-kata itu semakin menambah rasa sakit dihatinya. Tapi dia tidak lagi kuasa untuk membantahnya. Dia sudah lelah adu argumen dengan menejemen.

“Namun pengalaman Anda, dokter.” Sang direktur meneruskan. “Dan pemahaman Anda selama 40 tahun telah melegenda. Dan itu,” tambahnya. “Tidak bisa tergantikan.”

“M-maksudmu…?” Dokter sepuh itu tercekat.

“Bila Anda tertarik,” kata direktur itu. “Kami menawari Anda tugas sebagai kepala Telemedicine…..”

“A-apa yang harus kulakukan?” Jawabnya.
“Dengan mempertimbangkan pengetahuan dan pengalaman Anda, kami membuka jenis pelayanan baru. Untuk melayani pasien dari seluruh dunia. Dimana operasinya dilakukan oleh dokter muda, atas saran dan bimbingan jarak jauh dari Anda…..”

Tiba-tiba saja wajah dokter tua itu kembali berbinar. Karena sekarang, harga dirinya telah kembali pulih. Sebab ternyata, masih ada dalam dirinya hal yang berharga. Yang bisa menjadikan dirinya manfaat bagi orang lain. Bukankah itu makna hidup kita, teman?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jadi apa yang bisa melanggengkan makna hidup kita sesungguhnya? Ya. Memohon pada Allah, agar Dia memberi kira instrumen yang bisa memberi manfaat hingga akhir hayat. Kekuatan fisik, tidak mungkin. Karena ketentuan Allah berlaku kepada semua orang.

Tapi kekuatan akal pikiran, mungkin. Karena Allah telah berjanji untuk meminjamkannya kepada orang-orang tertentu sampai akhir hayatnya. Sehingga dengan akal sehat itu, dia masih bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat. Hingga akhir hayat.

Semoga. Kita diijinkan Allah untuk menjadi ‘orang-orang tertentu’ itu. Sehingga kita tidak harus berhenti berkarya. Meski fisik kita tak kuat lagi. Tapi akan kita, masih tetap sehat untuk berbuat.

Kemudian kita, bisa menjadi sebaik-baik manusia dihadapan Allah sebagaimana nasihat Rasulullah. Yaitu orang, yang banyak memberi manfaat kepada mahluk-mahluk Allah lainnya.

NB: Corporate Alignment atau SINERGI merupakan salah satu tantangan terbesar bagi semua perusahaan. Walaupun punya SDM yang bagus, tapi jika tidak “SINERGI” satu sama lain; maka kinerja perusahaan tidak akan optimal. Terkait hal itu, kami merancang “S-TED Simulation: Strengthening Corporate & Organizational Alignment”. Durasi 1 hari. Jumlah peserta 25-40 orang per batch. Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner

S-TED Training

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:helathlive

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.