Thursday , October 17 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Kenapa Harus Aku?

Kenapa Harus Aku?

Ada seseorang yang mengalami musibah. Lalu dia bertanya; kenapa harus aku? Ada orang yang menghadapi kesulitan hidup. Katanya; kenapa harus aku? Seorang pegawai terkena phk. Katanya; kenapa harus aku? Seorang istri dikhiananti suaminya. Seorang suami, dikhianati istrinya. Kenapa harus aku?

Pertanyaan itu, tanda bahwa tekanan yang ditimbulkan oleh peristiwa tak enak yang dialaminya sudah sangat memuncak. Hingga hampir tak kuat lagi menahannya. Sehingga, terucaplah kata-kata itu.

Anda, pernah mengalaminya? Kok tanya ke orang lain sih Dang! Kamu sendiri pernah berucap begitu nggak? Saya? Oh. Tentu saja. Saya pernah berucap; “Kenapa sih kok harus AKU yang mengalami kejadian ini ya Allah…?”. Bahkan, harus diakui bahwa; saya cukup sering mengajukan pertanyaan itu.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Berkeluh kesah aja bangga. Shame on you Dang! Harusnya kamu malu. Rahasia pribadi kok diobral begitu! Sah, jika Anda memvonis saya begitu.

Sekarang. Mari kita bicarakan 3 hal penting ini. Pertama, jika Anda belum pernah berada pada posisi yang sedemikian beratnya sehingga segala sesuatunya mentok dan tak tahu lagi harus berbuat apa. Maka Anda. Belum menggunakan seluruh daya diri yang Anda miliki. Maaih cetek ujian hidup Anda.

Bahkan boleh jadi, Anda belum dapat perhatian Allah dalam derajat yang paling tinggi. Coba pelajari dalam Al-Quran. Bahwa kesulitan hidup kita, merupakan salah satu tanda bahwa Allah teh lagi merhatiin kita banget. Allah pengen kita merintih dan memohon kepadanya. Sambil meneteskan air mata penuh harap. Keren nggak tuch?

Para sahabat hasil didikan Rasulullah bahkan memaknai musibah dan kesulitan hidup sebagai kenikmatan. Sehingga Ali Bin Abi Thalib mengatakan; Jika engkau tidak pernah mengalami kesulitan hidup, maka bagimu tidak ada kenikmatan sejati dimata Allah….

Berlebihankah kalimat itu? Sama sekali tidak. Innallaaha ma’ashshoobiriiin, kan gitu kata Allah dalam Al-Quran. Betapa Allah itu mendampingi orang-orang yang sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup. Dan ada banyak ayat lainnya yang menjelaskan tentang kedudukan orang yang hidupnya diuji dengan berbagai cobaan.

Cobaan apa? Macam-macam. Rasa takut, kekurangan, kehilangan harta, kehilangan orang terkasih, tidak punya makanan, Wabasysyirish shoobiriiin…. gitu.

Iya. Tapi mengatakan; ‘kenapa harus aku?’ juga nggak baik! Itu menunjukkan bahwa kita tidak mau bersabar dan tidak ikhlas menerima cobaan itu!

Baiklah. Mari kita lihat hal penting yang kedua. Yaitu, jika sesuatu menimpa diri Anda, maka hal itu pasti dengan ijin Allah. Betul demikian kan ya?

Jika memang demikian, maka kita tidak perlu menghakimi Allah kan? Toh Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Mengatakan ‘Kenapa harus aku?’ DENGAN MAKSUD MEMPERTANYAKAN keputusan Allah, itulah yang tidak pantas kita lakukan.

Memangnya ada mempertanyakan “Kenapa harus aku?” yang pantas dilakukan? Wooo.. ada. Bahkan harus. Yang seperti apa?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Yang dilakukan, dengan dasar seperti yang saya uraikan dalam hal penting ketiga berikut ini. Yaitu, Anda bertanya; kenapa harus aku ya Allah, DENGAN MENGHARAPKAN Allah mengilhamkan hikmah kedalam jiwa dan raga Anda.

Maka pertanyaan itu, sudah bukan lagi keluhan. Melainkan kepasrahan yang paling tinggi kepada Ilahi. Karena dengan pertanyaan itu, kita menyerahkan diri kepada Allah; agar solusi atas masalah dan ujian hidup itu hendaknya datang dari Allah saja. Kita? Tak punya daya…

Contoh. Ketika saya bertanya; Ya Allah, kenapa harus akoooh? Kemudian Allah ilhamkan kedalam hati saya; “Dadang. Kepedihan ini, akan menguatkan dirimu jika kelak menghadapai tantangan hidup yang lebih berat…” Oh, begitu ya Allah ya….

“Dadang, lewat ujian berat ini. Kamu sedang dibersihkan dari dosa dan kesalahanmu dimasa lalu…” Ooh, gitu ya Allah ya…

“Dadang, kamu yang mengalami kejadian itu. Karena seandainya itu menimpa orang lain, maka dia tidak akan kuat menanggungnya…” Ooh begitu ya Allah…

“Dadang. Kamu yang….” Ooh….
Anda. Boleh menambahkan lebih banyak lagi kemungkinan ilham yang Allah berikan kepada orang yang ketika mengucapkan;”Kenapa harus aku?” itu sambil mengharapkan pertolongan Allah. Bukan mempertanyakan keputusan Allah. Maka. Kedalam dirinya Allah akan berikan jawaban yang bisa membawanya kepada kenikmatan, menjalani ujian dan cobaan dalam kehidupan.

Alladziina idzaa Ashoobathum musiibah. Qooluuu, innaaa lillaahi. Wainnaa ilaihi roojiuun… Itu kalimat sakti yang Allah wahyukan kepada Rasulullah tentang orang yang mengharapkan pertolongan Allah seperti yang kita uraikan dalam point ketiga diatas.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jadi, kalimat ‘kenapa harus aku?’ itu bisa bernilai buruk memang. Kalau, ucapan itu didorong oleh keputusasaan dan ketidakrelaan menerima takdir Allah. Tapi… bisa jadi baik banget. Kalau diucapkan dengan penuh harap agar Allah memberi petunjuk supaya kita mampu menyikapi ujian, cobaan, dan kesulitan hidup itu; dengan cara yang Allah sukai.

Dengan begitu, kita bisa menjalaninya dengan lapang dada. Tenang hati. Tenteram jiwa. Lantas naik kelas. Karena setelah melewati semuanya itu, kita akan makin dewasa. Dan makin bijaksana.

Jika mnggunakan cara pandang dan sikap seperti ini, maka. Kita akan selalu menemukan hikmah dibalik setiap ujian dan cobaan hidup yang kita alami.

Dan kita. Akan bisa memahami. Kenapa orang sholeh meraskan bahwa; ujian, cobaan dan kesulitan hidup itu adalah; sebuah kenikmatan.

Jadi kenapa harus aku? Sudah ketemu jawabannya kan? Insya Allah.

Selamat hari Jumat sahabat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
www.dadangkadarusman.com

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Allah; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Mungkin perusahaan Anda akan cocok juga dengan materi dan metode pelatihan saya. Hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:pinterest

Training: “Business Sustainability & Disruptive Innovation”

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.