Thursday , May 23 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Hutang Kepada Perusahaan

Hutang Kepada Perusahaan

Tidak banyak perusahaan yang memberikan pinjaman kepada karyawannya memang. Namun, hampir bisa dipastikan jika setiap karyawan mempunyai hutang kepada perusahaan. Oh, ya? Tentu. Karena, hutang itu tidak terbatas hanya berupa uang. Ada hutang selain uang, lho. Coba renungkan kembali, bukankah sebagai karyawan Anda berhutang kepada perusahaan? Coba renungkan sebentaaar saja.

Sudah menyadari apa hutang Anda kepada perusahaan? Jika belum, silakan merenungkannya kembali. Sampai Anda temukan jawabannya. Dan ingatlah, bahwa setiap hutang harus dibayar lunas. Jika tidak, maka hutang itu akan kita bawa pulang, hingga ke rumah akhirat kelak. Jadi, silakan temukan apa hutang Anda kepada perusahaan. Lalu kunci jawabannya. Males kan melakukan apa yang saya sarakan?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kebanyakan orang menemukan bahwa hutangnya kepada perusahaan adalah berupa; jasa baik perusahaan dengan mau menerimanya menjadi karyawan disana. Hutang budi. Hmmmh… mungkin benar juga. Bagaimana pun juga, perusahaan telah berjasa memberi kita kesempatan untuk bekerja. Kesempatan untuk mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan yang kita punya. Juga, tentunya kesempatan untuk mendapatkan nafkah yang berkah.

Tapi. Ada tapinya. Hutang itu tidak mutlak. Buktinya, diantara Anda kemungkinan ada orang yang tidak merasa itu sebagai hutang. Karena. Anda bisa mendapatkan pekerjaan lain di perusahaan lain dengan sama mudahnya. Jadi, mengapa harus merasa berhutang budi? Soal hutang budi itu, relative jadinya kan?

Tapi, ada lho jenis hutang yang mutlak dimiliki oleh setiap karyawan terhadap perusahaan. Mutlak? Ya. Mutlak. Artinya, setiap karyawan punya hutang itu. Tanpa kecuali. Jabatan tertinggi maupun terendah. Orang yang kepengen banget kerja disitu atau orang yang punya pilihan lain. Pokoknya setiap orang yang menjadi karyawan, punya hutang itu. Sudah tahukah Anda hutang apa yang saya maksudkan?

Hutang perjanjian kerja. Itu adalah kunci jawabannya. Apakah hasil perenungan Anda tadi sama dengan kunci jawaban ini? Jika belum, ingatlah kembali bahwa hubungan kerja kita dengan perusahaan diikat dengan dokumen bernama perjanjian kerja. Atau surat pengangkatan yang berisi uraian penugasan dan imbalan yang akan kita terima serta kesediaan kita untuk menerima kesepakatan itu. Itulah yang kita sebut sebagai perjanjian atau kesepakatan kerja.

Lah, itu kan bukan hutang? Heeey, ingatlah kembali definisi awal kita. Bahwa hutang, tidak selalu berupa uang. Pernahkah Anda mendengar kalimat ini: “Janji Adalah Hutang.” ? Tentulah ya. Oleh karenanya, mulai sekarang; kita perlu menyadari sepenuhnya bahwa perjanjian kerja kita dengan perusahaan itu merupakan hutang yang mesti kita tunaikan seluruhnya.

Ketika kita sepakat untuk bekerja di suatu perusahaan, maka pada saat itu kita berakad untuk menunaikan segala kewajiban kepada perusahaan. Maka jika. Ini jika lho. Jika dalam keseharian kerja kita ternyata tidak berperilaku, tidak bertindak, dan tidak melakukan sesuatu sesuai dengan harapan perusahaan; maka boleh jadi, kita tidak memenuhi akad atau janji yang kita berikan itu.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Contoh sederhana. Perusahaan menuntut perilaku positif kita. Namun, jika kita justru malah bikin ulah yang aneh-aneh, itu artinya janji kita diabaikan. Perusahaan menginginkan kejujuran. Maka jika kita tidak jujur disana. Artinya kita mencedrai janji. Perusahaan ingin kita memberikan keuntungan. Tapi jika kita malah meminta vendor memberikan imbalan dibawah meja atau mark-up dari budget yang dikeluarkan perusahaan, maka itu artinya kita berperilaku secara bertolak belakang dengan janji yang kita berikan kepada perusahaan.

Tapi, boss di kantor Anda juga nggak perlu nanya; “Yang gaji kamu siapa?” Nggak pantes banget pertanyaan macam itu! Semua orang juga tahu kalau yang menggaji sang penanya itu adalah rakyat lewat pajak yang dibayarkannya. Mestinya dia itu insyaf, bahwa; dia dan teman-temannya yang harusnya kerja bener buat rakyat. Bukan buat segelintir orang! Eh, maaf. Ngelantur banget nih. Dunia kang-ouw sedang kehilangan akal sehat soalnya. Kembali ke lapptop.

Ingatkah Anda, bahwa setiap hutang itu mesti dilunasi didunia? Jika tidak. Di akhirat kita mesti menghadapi pertanggungjawaban yang berat. Terlebih lagi jika cedranya janji kita itu dibarengi dengan kecurangan atau menyalahgunakan kewenangan demi memperkaya diri sendiri secara tidak sah. Sudah jelas tuch, kelak kita akan dikenakan pasal berlapis. Pertama karena kita tidak memenuhi janji kepada perusahaan yang sudah kita sepakati lewat perjanjian kerja. Lapis kedua, karena kita mengambil uang secara bertentangan dengan hukum Allah. Ingat lho, auditor perusahaan bisa saja kelolosan. Tapi auditor di sebelah kiri dan kanan kita yang patroli selama 24 jam itu, kan nggak pernah lengah.

“Nyuri dan korupsi sih emang wajar dihukum berat. Tapi, kalau soal perjanjian kerja itu, masa sih kok sampai segitunya?” mungkin Anda punya ganjalan seperti itu didalam hati. Bagus jika Anda bertanya begitu. Karena, mungkin Anda bersih dari tindakan tidak halal. Namun, itu menandakan masih adanya keraguan bahwa perjanjian kerja itu mempunyai konsekuensi sampai sejauh itu.

Saya tidak akan menjawab argument Anda dengan berargumen. Karena argumen bisa melahirkan perdebatan. Saya hanya akan mengajak Anda untuk merenungkan firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 1 yang bunyinya begini:”Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janjimu…..” Jelas sekali kan? Dalam ayat ini Allah mewanti wanti kita supaya memenuhi setiap janji.

Lah, itu mah kan hanya himbauan saja. Bukan keharusan. Emang bagus sih. Kalau janji, ya ditepati. Tapi nggak segitunya kaleeee…..

Kalau masih mempunyai pikiran seperti itu, maka Anda pun layak menyimak firman lainnya dalam surah Al-Isra ayat 34. Disana Allah menegaskan; “…..Dan penuhilah janji. Karena setiap janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya……”

Allah memerintahkan kita untuk ‘memenuhi’ janji. Tidak boleh kurang. Karena janji yang kurang dalam pemenuhannya, akan sangat berat sekali pertanggungjawabannya. Janji kita melalui kesepakatan kerja dengan perusahaan adalah salah satu janji yang sering sekali terlupakan. Bahkan mungkin kita tidak menganggapnya sebagai janji. Kita hanya ingat di 3 bulan pertama saja ketika menjalani masa percobaan. Itu pun karena takut tidak lulus masa percobaan. Setelah semuanya berjalan bertahun-tahun, kemudian kita lupa dengan janji itu. Lalu ikut berleha-leha dan santai saja seperti kebanyakan orang yang lainnya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Mulai sekarang, mari lebih berhati-hati lagi dengan janji terhadap perusahaan tempat kita bekerja. Mari lakukan itu untuk tiga alasan. Pertama, harga diri kita kurang lebih terletak pada sikap kita dalam memenuhi janji. Dua, pemenuhan yang tulus dan bagus atas janji kita kepada perusahaan memungkinkan kita menjadi karyawan yang bernilai tinggi dimata perusahaan. Dan ketiga, memenuhi janji itu adalah perintah Allah kepada orang yang beriman.

Dengan demikian, walau sesederhana memenuhi janji kepada perusahaan – namun banyak hasilnya, yang bahkan bisa kita rasakan sejak di dunia ini. Dan di akhirat kelak, kita boleh bilang kepada Allah; “Lihatlah ya Allah, semua janji sudah saya tunaikan, kan?” Lalu kita boleh berharap Allah menitahkan;”Benar wahai hambaku. Sesuai dengan catatan malaikat yang senantiasa mendampingimu disepanjang hidupmu….” Bukankah keramahan sambutan seperti itu yang kita harapkan ketika bertandang kerumah Tuhan? Insya Allah.

NB: Saya punya program “CONNECTING & COLLABORATING (THE POWER OF SYNERGY)” lho. Cocok untuk sisipan acara RAKER di kantor Anda. Hubungi 0812-1989-9737 atau email: dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner.

Training – DeKa

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:asashukumagraria

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.