Saturday , April 20 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Dibalik Sukses Seseorang

Dibalik Sukses Seseorang

Teman-teman, kita tentu sepakat bahwa kesuksesan itu harus diperjuangkan. Kecuali orang tua Anda kaya raya kali yah. Nggak usah berjuang juga sudah beruang. Ah, nggak juga. Karena lestari atau terhentinya kesuksesan warisan itu tetep harus diperjuangkan. Jadi. Nggak ada deh yang sukses tanpa perjuangan.

Maka dibalik kesuksesan setiap orang, ada perih dan pedih yang harus dilaluinya kan. Jadi tidak elok kalau kita melihat sukses orang lain hanya di titik suksesnya saja. Bagusnya, lihat juga perjalanan dan perjuangannya kan.

Baik. Sekarang saya tanya Anda; Kalau ada seorang lelaki yang sukses dalam karir atau bisnis, apa yang Anda lihat dibalik suksesnya itu?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Apapun jawaban Anda, benar. Kan itu penglihatan Anda ya. Sah-sah saja jika Anda melihatnya demikian. Tapi, bolehkah jika kita bandingkan ‘penglihatan’ Anda dengan ‘penglihatan’ saya?

Begini. Setiap kali saya melihat teman yang sukses, yang paling kuat terlintas dalam pikiran saya adalah…..; kehebatan istrinya dalam mendukung perjuangan suaminya.

Bener nggak sih pikiran saya itu? Benerlah. Yakin banget saya. Bukankah kita suka menyebut dibelakang para suami yang sukses itu ada istri yang hebat? Jadi Anda pasti setuju dengan saya kan. Terus, ‘penglihatan’ Anda tadi sama nggak dengan penglihatan saya? Nah.

Saya pribadi. Semua pencapaian bagus dalam hidup saya, tidak lepas dari peran istri saya. Benar saya rasakan. Ketika hubungan saya dengan istri saya sedang ‘berantakan’, maka berantakan juga hidup dan karir saya. Disaat sedang indah, ih indah pula hidup dan karir saya.

Eh. Kok jadi bocorin rahasia rumah tangga sih. Ah, percuma juga ditutupi kan. Kehidupan pernikahan saya mah sama aja dengan pasangan suami-istri lainnya yang kadang mesra, kadang berantem, kadang tersenyum kadang cemberut. Kalau lagi ngambek, ya ngambek aja. Itulah pernikahan kami. Kadang diterpa berbagai masalah pula. Makanya, kalau ada yang nanya atau minta saran tentang rumah tangga; saya menolaknya.

Well, back to the laptop. Anda yang para pria. Bukankah kesuksesan Anda juga ditopang oleh istri Anda? Iyalah. Kecuali Anda…. jomblo. Ups. Maaph…

Kalau kita beneran menghargai pernikahan, maka dibalik setiap sukses suami; pasti ada peran istri. Tentu dalam kadar dan takaran yang berbeda-beda. Tapi intinya sama.

Makanya, sangat mengherankan jika ada suami setelah berhasil meraih kesuksesan malah mengabaikan istrinya. Dulu ketika hidupnya masih susah, istrinya menopangnya sekuat tenaga. Setelah sang suami sukses, keren, gagah, paycheck-nya gede; malah lupa sama jasa istrinya.

Maaf. Saya tidak sedang ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Saya sedang mengajak Anda untuk ingat bahwa; suatu saat nanti, Anda harus mengingatkan saya. Seandainya nanti Allah kasih saya kesuksesan dan kemasyhuran. Lalu saya mengabaikan istri saya; tegur saya. Atau timpuk aja kepala saya dengan telur ayam seperti senator di NZ yang dungdung itu.

Saya. Tidak kurang sifat manusianya seperti orang lain. Maka boleh jadi, sifat manusia yang suka mengikuti hawa nafsu dan gampang mengumbar syahwat itu muncul. Maka saya butuh seseorang yang mengingatkan. Dan boleh jadi orang itu adalah Anda kan?

Kenapa sih penting banget selalu mengingat peran istri dalam kesusesan seseorang? Weee penting banget. Karenanya bahkan Rasulullah menasihatkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim.

“Takutlah kepada Allah dalam memperlakukan perempuan. Karena kalian telah menjadikan mereka istri dengan perjanjian Allah. Dan menghalalkan hubungan suami istri atas nama Allah.” Keren nggak tuch Nabi gue?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Maka lelaki yang takut kepada Allah, pasti akan memuliakan istrinya. Sejauh apa? Sejauh kemampuan dirinya. Segigih kekuatan yang Allah berikan kepada dirinya untuk melayani istrinya. Kan gitu.

Masalahnya. Ketika kita para lelaki sudah dapat banyak duwit. Kita, suka lupa bahwa duweiet banyak dan jabatan tinggi itu didapat bersama jerih payah, doa dan perjuangan istri. Bahkan mungkin ada air matanya segala.

Ingat nggak, dulu waktu gaji Anda masih UMR? Udah mah uang belanja pas-pasan. Eh bukan pas-pasan tapi dipas-paskan. Tinggal di rumah petak kontrakan. Kemana-mana naek angkot. Atau paling keren boncengan dengan motor butut yang lebih sering mogoknya daripada jalannya? Dia tetep setia sama kita kan ya?

Naik level sampai bisa nyicil motor baru. Uang belanja belum nambah tuch. Tapi nyicil motor jadi prioritas kita. Alesannya biar irit di ongkos dan cepet kalau pergi ke mana-mana. Naik KRL mah cape mesti bediri desek-desekan. Banyak waktu terbuang pula.

Itu wajah istrinya tetep sumeringah. Bahagia dengan sukses suaminya nyicil motor. Padahal pada saat itu, istri Anda belom bisa naik motor loh. Jadi dia nggak kebagian pakenya. Dia tetep seneng tuch. Tambah mesra malah pegangan tangan ketika Anda memboncengnya kan?

Naik level lagi. Jadi suprvisor. Sudah lumayanlah gajinya. Beda jutaan. Terus, semua kenaikan gaji Anda diserahkan sama istri? Taruhan deh. Kagak! Eh. Dia tetep hepi tuch. Makin mesra lagi dia sama kita. Dan makin kenceng aja doanya.

Naik level lagi jadi menejer. Udah belasan bahkan puluhan juta kita terima setiap bulannya. Dikasih mobil pula sama kantor. Penampilan Anda yang dulu culun, sekarang mah sudah berubah jadi kelimis. Istri Anda hepi? Hmmmh,… maybe… yeaa… or maybe non-yyeaaa..

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Pelukan istri Anda makin erat. Tapi. Anda tahu nggak bahwa pelukan erat itu bukan karena mesra loh? Hwhaaat?! Yes. I can tell you bahwa saat itu istri Anda memeluk erat karena naluri kewanitaannya mengatakan bahwa Anda sudah kurang perhatian lagi pada dirinya.

“Jadi si Akang merhatiin siapa sich…” makanya, makin kuat tuch tangannya melingkar dipundak Anda. Mesra? Ahahaha… you must be better than that deh.

Naik lagi jadi VP. Anda udah jadi boss yang fasilitasnya serba fantastis. Dan gaji yang Anda terima jauuuh melampaui kebutuhan rumah tangga. Masih banyak sisanya. Terus apa yang…. eh. Udah ah ya. Kita akhiri saja sampai disini. Khawatir nanti ada istri yang baca ini terus menginterogasi suaminya. No. That is not my intention.

Jadi apa dong maksud saya? Maksud saya adalah, untuk mengingatkan diri sendiri bahwa sebagai manusia biasa, saya punya ‘potensi’ untuk melakukan semua yang saya ceritakan itu. Maka ini jadi pengingat diri. Barangkali Allah masih kasih saya kesempatan untuk membenahi cara saya menperlakukan istri saya. Jauh dari sempurna. Tapi at least i try to.

Anda yang para suami seperti saya. Anda dan saya. Kita. Mungkin perlu belajar lagi menyadari bahwa dibalik pencapain kita hari ini, ada peran yang saaaangat penting dari istri-istri kita. Sejak janji suci diucapkan dihadapan penghulu lebih dari 20 tahun lalu.

Saya sedih. Ketika kemarin mendapatkan video tentang insiden seorang istri terguling dipanggung sementara suaminya asyik aja selfie sendiri. Saya sedih bukan untuk pasangan itu. Mungkin itu hanya syuting film lagi aja kan?. I donno…

Saya sedih karena, kejadian itu mungkin sebenarnya isyarat dari Allah untuk saya. Bahwa saya, cuma sibuk dengan kegemaran dan hobby saya. Saya hanya memperhatikan pekerjaan saya. Gadget dan permainan saya. Teman dan komunitas saya. Keinginan dan kepentingan saya. Padahal istri saya hatinya, sedang terguling dalam kegalauan ‘tertentu’ diusianya….

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Buat saya. Video yang viral itu bukan tentang bintang film yang memerankan adegan itu. Melainkan tentang teguran terhadap syaraf-syaraf kesadaran saya. Bahwa saya. Belum benar-benar menjalankan perintah Allah. Untuk memuliakan perempuan yang telah Allah jadikan dirinya. Sebagai istri. Bagi saya.

Do you feel the same way, husbands….? Or am i the only man? I believe I. Am. Not. Alone.

N.B: Untuk membekali talenta muda, saya punya Training “TURNING POTENTIAL POWER INTO PROFESSIONALISM“. Untuk membekali leadernya, saya punya training “HOW TO BECOME A PEOPLE BUILDER“. Hubungi 0812-1989-9737 atau email dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner.
http://www.dadangkadarusman.com

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama Lengkap dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:Pinterest

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.