Saturday , April 20 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Mereka Melihat Cara Kerjamu

Mereka Melihat Cara Kerjamu

Ketika ada orang lain melihat Anda bekerja. Anda terdorong untuk melakukan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya nggak? Ini bukan pertanyaan jebakan loh. Jadi, silakan dijawab dengan sejujurnya ya.

Ada yang bilang bahwa; kalau Anda menjawab iya, artinya Anda kerja baik hanya karena diliatin orang lain. Jadi. Sebenarnya Anda bukan pekerja yang baik. Sebab Anda kerja baik lebih karena Anda tahu ada yang ngeliatin.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Saya kok punya sudut pandang berbeda ya. Saya, justru berpendapat bahwa orang yang terdorong untuk mengerjakannya dengan lebih baik ketika dia sadar ada yang melihat itu; bagus. Itu artinya dia memiliki kemauan untuk mengerjakannya dengan baik. Bahkan saya, menyarankan supaya kita bekerja sedemikian baiknya sehingga orang-orang pada tertarik untuk melihatnya. Hloh, kok gitu?

Kalau pas ngantor, saya biasanya makan siang di restoran AMIGOS. Anda tahu kan? Agak Minggir Got Sedikit. Tapi sebenarnya nggak got-got amat sih. Hanya keluar dari lobby belakang, ada sebuah jalan selebar sekitar 5 meteran. Di pinggiran jalan itu berderet food stalls beraneka macam.

Jumat kemarin, niatnya sih makan ikan nila goreng. Tapi sebelum sampai di kios ikan itu, mata saya terpukau oleh juru masak di kios nasi goreng. Saya nggak tertarik dengan nasi gorengnya. Tapi saya tertarik dengan atraksinya ketika menggoreng telur dadar.

Serius. Saya tidak pernah melihat orang menggoreng telur dadar semenarik itu. Dia tidak memutar telurnya. Yang dia putar adalah wajannya. Anda pernah lihat chef Gordon Ramsay memutar wajan? Ya. Seperti itu. Tapi ini wajannya gede banget. Wajan nasi goreng, bo. Can you imagine that?

Saya. Menontonnya. Bersama beberapa orang lainnya yang belum pernah atau jarang melihatnya. Dan saya, mengaguminya. Demikian pula orang-orang yang rela melupakan gadgetnya, untuk memperhatikan dengan cermat cara kerjanya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Ketika kita sedang bekerja. Di kantor. Di tambang. Di kebun. Di jalan raya. Di sekolah. Di hotel. Dimana saja. Sebenarnya, selalu ada orang yang memperhatikan kita. Jadi ketika sedang bekerja, sebenarnya kita sedang mem-broadcast cara kerja kita.

Bukan broadcast lewat socmed. Melainkan fitrah manusia sebagai mahluk sosial, saling memperhatikan satu sama lain. Maka nanti yang menentukan seberapa banyak perhatian yang diterimanya adalah; seberapa menariknya cara kerjanya.

Orang yang kerjanya nggak asyik untuk dilihat, hanya mendapat perhatian seper sekian detik saja. Sekali seumur hidupnya. Orang yang cara kerjanya menarik, menyedot seluruh perhatian dan kekaguman. Sepanjang waktu, tak pernah bosan orang memperhatikan.

Jenis pekerjaan apa yang bisa begitu? Weee kan sudah dibahas didepan. Pekerjaan apapun. Dimanapun. Termasuk pekerjaan Anda. Dan pekerjaan saya juga. Ya. Itu nyata. Saya cukup sering mendapat orderan training dari orang yang memperhatikan cara kerja saya ‘dari jauh’.

Anda. Punya atasan. Kolega. Pelanggan. Dan orang-orang lainnya yang berpotensi untuk memperhatikan cara Anda bekerja. Maka bagi kita, saya dan Anda, penting banget untuk bekerja teh dengan seeeebaik-baiknya. Walaupun kita ini bukan manusia sempurna. Ya biarin ajalah. Kan orang lain juga sama-sama nggak sempurna.

Tapi kan kita tidak selalu tahu siapa yang memperhatikan? Loh. Itu malah bagus. Sehingga kita betul-betul tulus ikhlas melakukannya. Justru nggak elok kalau kita kerja bagus karena tahu ‘orang-orang tertentu’ memperhatikan kita. Itu artinya kita kerja cuma karena orang itu. Ingat loh; ‘orang-orang’, beda dengan ‘orang-orang tertentu’.

Kita, perlu bekerja bagus itu disetiap waktu. Entah ada yang memperhatikan atau tidak. Jadi baiknya cara kerja kita, bukan semata-mata karena mereka juga kan? Toh kita juga senang hati ketika mendapati bahwa diri kita bisa bekerja dengan baik kan?

Bingung? Begini. Bekerja dengan cara kerja yang baik itu minimal punya 2 dampak. Pertama, menentukan apakah orang lain bersedia memberi perhatian lebih atau tidak. Kita kerja bagus, orang lain seneng pada kita. Wajar. Pantas. Layak. Kita kerja nggak bagus, minta 2 periode. Misalnya. Ngimpi.

Bagusin cara kerja Anda. Maka atasan Anda. Kolega Anda. Orang-orang disekitar Anda. Bakal suka kepada Anda. Berlaku juga pada saya, jika saya kerjanya bagus kan? Iyain dong. Jangan pelit gitu sama saya….

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Yang ke-2. Cara kerja yang bagus itu sebetulnya adalah gambaran betapa kita menghargai diri kita sendiri dan menghargai pula pekerjaan kita. Hanya orang yang menghargai dirinya yang mau menjaga nama baik dirinya kan? Buruk dalam bekerja? Merusak reputasi diri sendiri saja itu mah.

Daan… hanya orang yang menghargai pekerjaannya yang mau agar pekerjaannya tetep baik kan? Bekerja dengan cara yang kurang baik? Sama artinya dengan menyia-nyiakan pekerjaan yang menjadi sumber nafkahnya.

Maka penting bagi kita untuk bener-beneeeer baik dalam cara kita bekerja. Lalu biarkan orang-orang disekitar kita melihat baiknya. Dan biarkan mereka memberikan penilaian indipendennya. Penilaian yang jujur. Tulus. Dan apa adanya.

Atuh kalau begitu mah sama dengan orang yang demen pencitraan itu dong Dang. Nggak mau ah. Nanti malah rusak citra diri kita karena terlalu bernafsu melakukan pencitraan.

Anda benar. Bahwa jika kita terlalu bernafsu mengekspose cara kerja kita, maka citra diri kita bukan semakin baik. Malah jadi buruk. Jika kita terlampau maniak memamerkan cara kerja kita, maka pandangan orang malah jadi jelek. Bukan membaik. Akal sehat orang tidak bisa disetir kan?

Tapi coba Anda perhatikan. Apakah dalam diskusi kita ada berbicara soal selfie atau mengundang orang-orang untuk melihat pekerjaan kita? Tidak. Bukan cara instan kerja kawe seperti itu yang kita bicarakan.

Kita. Sedang berbicara tentang menjalani pekerjaan dengan cara yang sebaik-baiknya. Dari situ kemudian kita mendapat manfaat yang tidak kita cari namun juga tidak bisa kita halangi, yaitu; orang lain memperhatikan dan menyukai cara kerja kita. Bisakah Anda menemukan perbedaannya?

Sama seperti halnya Anda menyukai seseorang yang bekerja sungguh-sungguh yang tercermin dalam cara bekerjanya yang menyenangkan. Orang lain juga senang melihat Anda, ketika Anda bekerja dengan cara yang menyenangkan.

Siang itu. Saya membeli nasi gorengnya nggak? Tidak sih. Soalnya, bagi saya nasi goreng tidak cocok untuk lunch. Saya tetap maka ikan nila goreng.

Jadi nggak ngaruh dong kekaguman saya pada cara kerja juru masak itu? Wooo… ngaruh banget. Saya bilang;”Bang, tolong buatkan telur dadar ya. Nanti dikirim ke tempat ikan goreng itu”. Dia bilang;”telur dadarnya saja pak?”. Ya. Tentu saja.

Kekaguman orang terhadap cara kerja kita, bisa beragam dampaknya. Bisa orderan yang awalnya mereka tidak rencanakan. Bisa penawaran pekerjaan di departemen lain. Bisa juga promosi jabatan kan?

Well, bisa saja Anda tidak mendapatkan semua hal materialistik itu. Namun Anda. Mendapatkam respek dari mereka. Bukankah itu juga indah rasanya? Dapat dipahami ya teman-teman?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Ohya. Tahukah Anda, apa landasan ilmiah yang saya gunakan hingga tiba pada pemikiran ini? Al-Qur’an. Mereka yang rajin membaca dan menelaah Al-Qur’an, paham soal ini.

Salah satu firman Allah yang layak dijadikan sebagai pegangan oleh para pekerja ini misalnya bermakna demikian; “Bekerjalah engkau. Maka Allah, dan Rasulullah, serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan yang engkau lakukan…

NB: Untuk membangun Team yang berkinerja tinggi itu membutuhkan seni kepemimpinan yang mumpuni. Saya punya Training “BUILDING HIGH PERFORMING TEAM” terkait subyek itu. Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Change Matter Learning Partner
http://www.dadangkadarusman.com

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama Lengkap dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar:vectorstock

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.