Wednesday , August 21 2019
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / Memberikan Yang Diingingkan Bawahan

Memberikan Yang Diingingkan Bawahan

Harusnya, punya anak buah itu membuat pekerjaan sang atasan jadi lebih ringan kan? Tapi begitu banyak atasan yang justru makin pusing gara-gara anak buahnya. Kenapa bisa begitu? Menurut hemat saya, karena atasan itu; tidak memberikan apa yang diinginkan oleh anak buahnya.

Seandainya atasan itu mau memberi apa yang diinginkan anak buahnya. Maka saya bisa pastikan bahwa dia tidak akan pusing tujuh keliling lagi memikirkan anak buahnya itu.

Anda setuju dengan saya? Kalau tidak, saya paham karena; ini merupakan ilmu memimpin yang jarang dibahas. Saya beberkan sekarang kepada Anda. Dan tarik pelajaran berharga untuk membekali cara memimpin Anda.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Faktanya, para anak buah itu banyak maunya. Dan banyak fakta bahwa buruknya kinerja karyawan berkaitan dengan ‘banyak maunya’ tapi ‘dikit dapatnya’. Iya kan ya.

Anak buah Anda, punya keinginan. Sama seperti Anda kan? Maka belajarlah untuk memahami keinginan mereka. Kemudian berusahalah untuk membantunya mendapatkan apa yang diinginkannya.

Anda ingin gaji besar? Anak buah Anda juga. Berikan kepadanya gaji besar. Agar Anda tidak pusing mikirin perilaku buruk mereka.

Anda ingin naik jabatan? Anak buah Anda juga. Maka. Berikan kenaikan jabatan kepada anak buah Anda. Agar Anda tidak pusing lagi mikirin sikap dan tingkah polah rebel mereka.

“Ngomong mah gampang Dang!” Silakan kalau Anda ingin mengumpat saya. Tapi saya sungguh-sungguh mengatakan itu kepada Anda. Ini bukan teori tanpa implementasi. Anda, bisa mempraktekkannya sendiri.

“Mana bisa kita mengikuti keinginan anak buah, bah!!!?” Bisa. Sangat bisa. Begini caranya.

Anda memberikan apa yang diinginkan anak buah dengan menggunakan 2 level tindakan. Level pertama. Anda, mengerahkan semua kemampuan Anda, untuk membantu anak buah Anda mencapai standar profesional yang menjadikannya layak untuk dibayar besar. Atau dipromosi pada jabatan yang lebih tinggi. Atau mencapai apapun impiannya. Dedicate yourself to your people.

Got it? Yeaaah. Itu kan sudah sering kita bahas dalam artikel-artikel sebelumnya selama bertahun-tahun kita berinteraksi. Mestinya you comprehend bahwa tugas Anda sebagai atasan itu ya begitu itu.

Kerahkan semua kemampuan Anda untuk membantu anak buah Anda meraih apa yang diinginkannya. Maka Anak buah Anda, akan mengerahkan semua daya dirinya untuk membantu Anda. Begitu simbiosos mutualisma terbentuk antara Anda dan anak buah Anda.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Saya tahu Anda sudah paham itu. Pertanyaannya adalah; sudah Anda praktekkan apa belum? Ilmu kepemimpinan itu, kalau cuman jadi sekedar pengetahuan; nggak bakalan ada manfaatnya. Implementasikan. Maka ilmu, akan menjadi amalan. Yang nilai manfaatnya kerasa selagi kita didunia. Dan nilai pahalanya bakal kita petik diakhirat kelak, insya Allah.

“Suuudah Dadaaang! Gue kurang apa lageeeee!!!!?” Bagus kalau begitu. Tapi harap diingat: Jangan cuman sekedar klaim sendiri saja. Banyak kok atasan yang merasa sudah melakukan ‘yang terbaik’ buat anak buahnya, tapi sebenarnya cuma omdo aja kan. Don’t do that.

Tapi baiklah. Saya asumsikan You DID Your best already. Sudah poll melakukan yang terbaik untuk anak buah Anda. Tapi anak buah Anda, masih bikin pusing juga. Kerjanya nggak bagus, tapi pengen digaji gede. Kualitas dirinya memble, tapi pengen dipromosi. Masuk ke level 2, kalau begitu.

Apa yang Anda harus lakukan di level 2? Anda duduk 4 mata dengan anak buah Anda. Kemudian, katakan dengan crystal clear alias jelas dan mantap kalimat ini:

“Mas. Sampeyan ingin blablabla. Saya hargai itu.” Begitu. “Saya sudah berusaha untuk menolong sampeyan ngebenerin kinerja sampeyan, biar bisa mendapatkan keinginanmu itu,” tahan. Tarik nafas. “Tapi kayaknya nggak ada perubahan kinerja yang signifikan kan ya?” Setop lagi. Nafas lagi.

Lanjutkan. “Sampeyan ingin blablabla kan?” Setop. “Karena itu, saya mau bantu sampeyan untuk terakhir kalinya. Yaitu; saya persilakan sampeyan untuk pindah ke perusahaan lain yang bisa memberikan apa yang sampeyan inginkan….” Dah. Gitu ajah.

Hloh. Kok jadi fragmatis begini? Ya. Memang ada kalanya kita mesti melakukan pendekatan fragmatis. Khususnya kepada anak buah yang ‘sulit’ diajak kembali ke jalan perjuangan yang tidak selalu gampang bersama Anda. Don’t keep those kinds of people too long with your team. Bakal jadi duri dalam daging buat Anda. Release saja.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

“Iya Dang. Tapi nggak semudah itu melepas orang.” Tentu tidak mudah. Jika Anda hanya sibuk dengan mengejar target dan angka-angka. Tapi jika Anda sibuk memimpin dan mengembangkan anak buah, nggak bakal sesulit itu.

Untuk membuatnya mudah dan menghindari kesulitan itu, mulailah dengan level pertama yang saya bahas diatas. Habis-habisanlah kalau perlu. Sambil menyeleksi anak buah Anda yang harus masuk ke level 2. Sambil menyiapkan strateginya. Insya Allah, bakal mulus prosesnya.

Happy leading teman-teman…

NB: Training “FUNDAMENTAL LEADERSHIP IN PRACTICE” saya dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan para Supervisor dan Manager. Hubungi 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
Change Matter Learning Partner
http://www.dadangkadarusman.com/2013/02/01/leadership-in-practice/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “L (=Leadership)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:elfinaciero

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.