Wednesday , July 8 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Mati Karena Corona Atau Hidup Sengsara

Mati Karena Corona Atau Hidup Sengsara

Bagi orang yang berkecukupan, tinggal di rumah itu mudah. Tapi. Bagi mereka yang tidak punya beras di rumahnya, mengambil resiko merupakan sebuah kehormatan. Atau…, keharusan. Tepatnya, keterpaksaan.

Maka walau pun ada kemungkinan terpapar corona, mereka tetap tegar menjemput rezekinya. Why? Pilihan mereka ya satu dari dua opsi dalam judul tulisan ini.

Kita, menyimak bahwa di kelompok masyarakat tertentu; hal inilah yang menghambat usaha kita mencegah penyebaran wabah corona. Sebagian besar masyarakat kita, masih belum terpenuhi kebutuhan dasar keluarganya. Sehingga memilih untuk terus mencari sesuap nasi dari pada di rumah ber-‘hibernasi’.

Secara konstistusional, sebetulnya itu jadi kewajiban negara. Bahkan dalam UU No 6 2018, negara berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya jika dilakukan karantina wilayah atau lockdown. Tapi, yah begitulah. Jangan terlalu banyak berharap.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Namun, kita juga bisa mengambil inisiatif individu. Antara lain, dengan belajar lapar bareng-bareng. Nggak perlu lapar beneran, cukup dengan menyisihkan sebagian isi periuk kita kepada ‘orang-orang tertentu alias oot’.

Kenapa hanya kepada oot? Karena, kita targetkan orangnya secara spesifik. Dan, karena; kemampuan kita mungkin sangat terbatas. Nggak akan kuat kalau kepada semua orang.

Targetkan ke satu atau dua orang juga sudah bagus. Minimal, do what you can do. Kalau bisa lebih, ya bagus. Jika bisanya sedikit, yaudah lakukan saja.

Apa contoh pelaksanaannya? Ada beberapa orang yang order go-food atau grab-food. Diminta beli makanan. Terus, setelah itu dibilang; “Pak nanti makanannya jangan dianter ke tempat saya. Bapak bawa pulang aja untuk keluarga bapak. Hari ini, bapak istirahat. Tinggal di rumah.”

Kecil? Nilai uangnya mungkin kecil bagi orang kaya. Tapi besar banget dampaknya bagi yang menerima. Bahkan bisa jadi menghindari bencana buat sejumlah masyarakat.

Ada juga yang membeli beras lebih banyak dari biasanya. Tapi bukan untuk ditimbun. Melainkan untuk diberikan sebagian kepada para pedagang keliling yang datang door to door demi nafkah keluarganya. Cara BERAS ini paling RELEVAN saya rasa. Kalau mereka punya beras 5 kilo di rumah plus 1 bungkus garam, kita bisa berharap perut mereka tak memaksanya berkeliaran, minimal untuk beberapa hari kedapan.

Anda punya ide apa lagi? Apapun itu. Jika bisa menjadi sumber kebahagian seseorang disekitar Anda. Why not?

Let’s start dengan orang terdekat kita saja. Yang jauh-jauh, prioritas kesekian dulu deh. Mudah-mudahan tercover oleh orang-orang baik didekatnya. Apakah ide sederhana ini bisa kita coba? Kuy!

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
http://www.dadangkadarusman.com

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor: 0812-1989-9737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:rumah zakat

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.