Saturday , August 8 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Orang Terhormat, Si Bodoh, Dan Seekor Gnijna

Orang Terhormat, Si Bodoh, Dan Seekor Gnijna

Alkisah. Ada seorang arif yang tengah melakukan persiapan untuk menjalani prosesi pengembaraan tahunannya. Seperti pengembaraan sebelumnya, ia ditemani oleh murid setianya.

Setiap kali mengembara, sang arif tidak pernah memberitahukan kemana arah dan tujuan mereka. Sedang sang murid, hanya mengikuti saja. Tanpa bertanya apapun tentangnya.

Ketika hendak memasuki gerbang sebuah perkampungan, tiba-tiba saja seorang lelaki menghadangnya. Dengan perangainya yang kasar, dia memaki-maki sang arif. Entah apa penyebabnya.

Sang murid hendak memukul lelaki itu dengan tongkatnya. Namun sang arif mencegahnya. Lalu mereka terus berjalan. Lelaki bengal itu terus saja menguntitnya. Sambil tak henti melontarkan makian tak beradabnya. Sang arif tetap tak menghiraukannya. Terus saja dia berjalan sambil dihujani umpatan dan cacian si degil.

Jika kantor Anda ingin melakukan in-house training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Di sepertiga jalan kampung itu, seorang lelaki lainnya menghentikannya. Lalu, “Ngapain kamu ada dikampung kami?” Hardiknya. “Kami sudah bosan dengan kaum pendatang yang menipu dan mencuri dari kami…” lanjutnya.

Sang arif berhenti. Lalu berkata. “Ketahuilah wahai fulan, kami hanyalah musafir yang melintas. Kami masuk dari pintu timur, dan hendak keluar dari pintu barat.” Matanya menatap tegas namun tetap hangat. “Kamu tidak perlu takut kehilangan apapun karenanya,” lanjutnya.

“Baiklah.” Jawab lelaki itu. “Kalau begitu, bergegaslah,” katanya.

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Sedangkan lelaki tengil yang sedari tadi membuntuti itu kembali melontarkan kata-kata kotornya. Setiap kali ketidaksenonohan itu terdengar, setiap kali pula sang murid hendak membantahnya. Namun sang arif selalu melarangnya. “Biarkanlah dia dengan urusannya,” katanya.

Di dua pertiga jalan kampung, seorang lelaki lainnya menghentikannya. “Siapakah gerangan tuan yang lewat ini?” Sapanya.

Sang arif berhenti. Lalu menganggukkan kepalanya dengan penuh hormat. “Terimakasih tuan telah bertanya,” katanya. “Kami ini musafir dalam perjalanan yang panjang. Hendak melintas diperkampungan tuan,” lanjutnya. “Kami masuk dari pintu timur, dan hendak keluar dari pintu barat.”

“O.. baiklah tuan jika demikian,” kata lelaki itu. “Maafkan kami tanyakan demi keamanan. Silakan tuan melanjutkan….”

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Sedangkan lelaki tengik yang sedari tadi membuntuti itu, kembali melontarkan kata-kata kotornya. Setiap kali ketidaksenonohan itu terdengar, setiap kali pula sang murid hendak membantahnya. Namun sang arif selalu melarangnya. “Biarkanlah dia dengan urusannya,” katanya.

Hingga akhirnya mereka tiba dipintu barat perkampungan itu. Lalu mereka melangkah untuk melanjutkan pengembaraan ke kampung-kampung lainnya.

Bahkan setelah mereka melangkah keluar dari gerbang kampung, lelaki dekil yang membuntuti itu masih memaki. Bau busuk makian mulutnya tak lagi tercium tengiknya ketika suaranya tak kuasa melawan angin yang menihilkannya.

Sang murid lantas bertanya; “Tuan,” katanya. “Mengapa tuan memperlakukan ketiga orang itu dengan cara yang berbeda?”

“Hmmmh…” terdengar desah sang arif. Dia menghirup udara segar hingga memenuhi paru-parunya. Dihentikannya kudanya. Lalu berteduh dibawah pohon rindang dipinggir jalan yang dilaluinya.

“Lelaki ketiga itu adalah orang yang terhormat,” demikian katanya. “Maka dia layak untuk mendapatkan penghormatan kita.”.

“Bagaimana tuan tahu jika dia terhormat?” Tanya sang murid.

“Bagaimana dia memperlakukan orang lain???” Bukannya menjawab. Sang arif malah balik bertanya.

“Dia… dia juga menghormati orang lain…” jawab sang murid. Sekarang dia paham, bahwa hanya orang-orang yang terhormat, yang mampu menghormati orang lain. Orang-orang yang hina, tak akan pernah bisa.

Jika kantor Anda ingin melakukan in-house training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

“Bagaimana dengan orang kedua, tuan?” Dia kembali bertanya. “Bukankah dia tidak menghormati tuan dengan tuduhannya yang sembarangan itu? Mengapa tuan menjawab pertanyaannya?” Cecarnya.

“Dia itu orang bodoh yang ketakutan,” jawab sang ‘arif. “Tahukah engkau mengapa?” Tanyanya.

“Karena dia punya pengalaman buruk dimasa lalu, tuan…” Jawab sang murid. “Tapi, bukankah seharusnya tuan mengabaikan orang itu karena tuduhannya kepada tuan?”

“Jelaskanlah sesuatu kepada orang yang tidak tahu,” jawab sang arif. “Maka dia akan berhenti berprasangka buruk kepadamu…” lanjutnya.

Sang arif bangkit dari tempat berteduhnya. Menaiki kudanya. Lalu menarik tali kekangnya. Namun sebelum itu terjadi, sang murid kembali bertanya lagi. “Tuan,” katanya. “Bagaimana dengan si jahil yang membuntuti dan memaki tuan dengan keji tanpa henti itu?”

Sang arif dengan anggunnya melenggang dalam tarikan tali kekang yang lembut. Sang murid mengejarnya. Lalu; “tuan, tuan, tuan…” katanya. “Hilangkanlah dahaga pengetahuanku,” pintanya.

“Apa yang ingin engkau ketahui?” Tanya sang arif.
“Mengapa tuan tak hiraukan lelaki berperangai buruk itu? Mengapa tak sepatah katapun tuan ucapkan kepadanya?” Katanya.

“Hmmmh..,” sang arif berguman. “Jika ada seekor anjing yang menggonggong,” katanya. “Apakah engkau akan berdebat dengannya?”

Sang murid terdiam. Sekarang dia paham bahwa;

“Betapapun kebenaran yang engkau katakan. Dimata seekor anjing, engkau tetaplah orang asing. Dan sang anjing, akan tetap menggonggong….”

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
http://www.dadangkadarusman.com/2020/05/06/kita-sudah-kebal-terhadap-covid-19/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Allah; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Mungkin perusahaan Anda akan cocok juga dengan materi dan metode pelatihan saya. Hubungi DeKa di 0812-19899-737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-19899-737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan in-house training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.