Monday , May 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Peluang Anda Mati Karena Corona Berapa?

Peluang Anda Mati Karena Corona Berapa?

Kehadiran wabah ini seolah menggiring manusia menuju ke tiang gantungan. Efeknya, ada yang takut banget, takut biasa, semi takut, dan kalem saja. Tapi dari gelagat yang muncul dimasyarakat; banyak sekali yang takut banget mati karena corona. Tepatnya bukan corona, melainkan novel-corona alias corona baru. Kenapa dipakai kata ‘novel’, bukan ‘new’? Entahlah. Mungkin biar tidak tertukar dengan sedan new-corona buatan Toyota itu barangkali.

Pertanyaan seriusnya sih begini; memangnya seberapa besar sih kemungkinannya kita mati karena covid-19? Apa iya sebesar itu peluangnya sehingga kita mesti ketakutan begini? Takut itu, bagian dari fungsi fisiologis-sistemik tubuh kita. Bagus. Tapi ketakutan, merupakan salah satu gejala patologis. Seseorang merasa takut, wajar. Tapi kalau ketakutan, mungkin dia terkena ansietas.

Jadi untuk menentukan apakah Anda terpengaruh buruk secara mental oleh covid atau tidak, silakan renungkan; apakah Anda takut, atau ketakutan? Jika takut, itu manusiawi. Normal. Tapi jika Anda ketakutan, maka Anda mesti segera memulihkan diri. Sebab jika gejala ansietas itu dibiarkan berlarut-larut; tak tertutup kemungkinan berkembang kearah depresi.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Lantas, apakah kita akan mati karena covid? Mungkin saja. Tapi boleh jadi kita matinya karena penyebab lain yang lebih beragam lagi kan ya? Jadi, peluang mati karena covid sendiri tidaklah dominan. Sekalipun ditengah wabah begini? Iya. Biar Anda tenteram, saya ajak Anda melihatnya dalam angka-angka.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa kematian akibat terinfeksi covid ini sekitar 2-4 % dari total orang yang terinfeksi. Ingat: dari total orang yang terinfeksi, bukan dari populasi. Jadi, jika dari 1,000,000 penduduk di kota Anda; misalnya 1,000 diantaranya terinfeksi. Maka kemungkinan akan ada yang meninggal sebanyak 20, 30, atau 40 orang. Sedangkan 960-980 orang lainnya akan memiliki Ig-G yang membuat dirinya bakal bertahan dari infeksi berikutnya.

(Masih ingat saran saya kepada pemerintah untuk memeriksa Ig-G masyarakat kemudian mengijinkan ke-980 orang yang sudah punya Ig-G itu untuk leluasa beraktivitas lagi kan? Yang memberikan pelayanan, yang menjadi kurir, yang jadi penggerak mesin produksi lainnya untuk memenuhi kebutuhan 900,000 rakyat lainnya yang masih harus WFH. Tapi usul itu sudah ditolak, wakakak. Pemerintah lebih suka menempuh cara mudah dengan menggunakan usia dibawah 45 tahun sebagai patokan. Yo wis, karepmu wae). Nah sebesar itu peluangnya. Tentu angka dan hitungan itu tidak bersifat mutlak. Tapi bisa dijadikan salah satu dasar dalam proses pengambilan keputusan baik secara individu maupun kolektif kewilayahan atau kenegaraan.

Untuk menjadi salah satu dari orang-orang yang mati itu, peluang Anda berapa? Jika Anda termasuk yang terinfeksi, maka peluang Anda hanya 2% saja, maksimalnya 4%. Tapi jika Anda tidak termasuk yang terinfeksi, maka peluang Anda mati karena covid itu aseli 0%. Jadi apa yang membuat kita mesti takut secara berlebihan? Takut boleh, tapi pada level wajar saja. Cukup takut untuk mendorong kita menjaga jarak, mengenakan masker kalau berinteraksi dengan orang lain, tidak ikut masuk kedunia stupidity macam kerumunan penutupan gerai burger itu, dan sebagainya. Jadi orang waras nalar deh intinya.

Jadi kata kuncinya adalah; jangan sampai terinfeksi. Maka peluang Anda mati karena covid tetap diangka NOL persen. Caranya gimana? Ya dengan berbagai cara yang sebagiannya sudah kita bahas dalam tulisan sebelumnya. Memang tidak dijamin lolos, tapi ikhtiar mah kan perlu.

Oke, kalau begitu sekarang kita hitung berapa peluang kita terinfeksi? Data di Indonesia, kayaknya belom ada. Tapi bolehlah kita berkaca pada negara lain. Di US pernah dilakukan riset opini public tentang kemungkinan mereka terinfeksi covid dalam 3 bulan kedepan. Berdasarkan kelompok umur, bervariasi. Sekitar 1%-27%. Dan ada 25% yang percaya bahwa peluangnya adalah 0%.

Di wilayah Uni Eropa dan EEA, ada laporan risk assesement cdc-eropa per tanggal 22 April. Intinya menyimpulkan bahwa di 20 negara angka kejadian infeksi dalam 14 hari terakhir sudah menjadi kurang dari 50 kasus dari 100,000 penduduk. Berarti berapa persen? Hanya 0,05% kan ya. Tapi memang di 5 negara lainnya katanya masih 100 kasus dari 100,000 penduduk. Sekitar 0,1% berarti. Sekali lagi, angka-angka itu memang tidak mutlak. Tapi bisa menjadi landasan ilmiah kita dalam bersikap.

Didalam laporan risk assessment ECDC itu ada catatan bahwa perbedaan angka-angka kasus infeksi itu berkorelasi dengan tata kelola wabah yang dilakukan oleh pemerintah di setiap wilayah. Jadi, tepat atau tidaknya intervensi yang dilakukan oleh pemerintah bakal menentukan dampaknya kepada masyarakat.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Perlu dipahami bahwa setiap angka kejadian kasus infeksi itu secara langsung maupun tidak langsung menggambarkan ‘tata kelola wabah yang dilakukan pemerintahnya. Satu hal yang disepakati bersama yaitu; pemerintahan yang sigap, menyelamatkan banyak rakyat. Disisi lain, sikap masyarakat ikut menentukan dampak dari kebijakan pemerintahnya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jadi peluang Anda mati karena covid itu berapa persen? Jika boleh, mari kita asumsikan penerapan kebijakan pemerintah dalam penanganan wabah menghasilkan peluang terinfeksi warga, misalnya sebesar 25% – jangan marah, ini asumsi saja). Artinya peluang Anda terinfeksi 25%. Lalu peluang matinya berapa? Kalikan 25% dengan 2% tadi. Dapat 0,5%. Nah, itulah peluang seseorang yang sehat dan segar bugar terkena infeksi covid lalu mati karenanya. (Catatan: Kalau yang 25% tadi naik maka peluangnya mungkin naik, kalau 25% tadi turun maka peluangnya mungkin lebih kecil lagi. Kalau Anda punya penyakit lain atau comorbid; mungkin peluangnya bertambah). Nol koma lima persen, oke.

Lantas, kesimpulannya apa? Pertama, resiko mati karena covid itu memang ada; tapi tidak cukup dijadikan alasan untuk membuat kita ketakutan secara berlebihan. Kedua, sebagian dari kita sudah punya antibody sehingga bisa beraktivitas diluar rumah tanpa merasa waswas. Ketiga, pemerintah mesti punya program kerja penanganan wabah yang bener, terintegrasi, terkoordinasi, tidak simpang siur, dan tidak tambal sulam macam sekarang. Keempat, masyarakatnya juga mesti disiplin.

Jadi jika Anda masih ingin hidup lebih lama, Insya Allah; peluangnya masih besar. Hayu kita laa haula walaa quwwata illa billah saja. Tawakkal kepada Allah nya ditambah lagih. Ok?.

NB: Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development; hubungi kami.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

Baca juga artikel sebelumnya disini:

Bukan Mahluk Yang Hina

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor: 0812-1989-9737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:The Patriot Post

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.