Thursday , August 6 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Resiko Covid Dengan Komorbid

Resiko Covid Dengan Komorbid

Disclaimer: Tulisan ini tidak untuk semua orang.Harap bijak memilih bacaan. Harap lebih bijak lagi dalam menyikapinya.

Beberapa waktu lalu saya menyampaikan bahwa; kemungkinan besar, kita akan hidup bersama covid-19 selamanya. Lumayan, dapat beberapa cibiran. “Emangnya elo siapa Dang? Elo sekolah dimana?!”

Saya bersyukur menjadi bukan siapa-siapa. Dan saya bersyukur, tidak mewakili sekolah manapun. Sehingga apa yang saya tulis sepenuhnya menjadi tanggungjawab pribadi. Saya bersyukur juga karena sekarang, para pakar dunia memperkirakan bahwa; covid-19, tidak akan hilang dari muka bumi ini.

Bersyukur karena omongan saya benar? Bukan. Saya bersyukur, karena akhirnya; kita menyadari hal itu. Jika sudah sadar, maka perang terhadap covid ini lebih berpeluang menang. Kita tidak berdamai sebelum virus itu menjadi jinak, atau berhasil dijinakkan, atau; sistem kekebalan tubuh kita cukup kuat untuk melindungi diri dari infeksi.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Langkah berikutnya apa? Soal teori pembentukan antibody sudah kita bahas. Intinya, kalau sudah punya antibody; Anda, aman. Insya Allah. Sekarang, kita bicarakan tentang orang-orang yang tidak punya antibodi. Konsep ini mestinya dipahami oleh pemerintah. Tapi kayaknya pemerintahnya sudah menyerah kan ya? Mau damai ajah katanyah. Ya sudah, kita saja yang berjuang dengan kapasitas masing-masing.

Begini. Penelitian menunjukkan bahwa korban meninggal kena covid itu ternyata pada umumnya memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas. Jadi gampangnya gini; misalnya seseorang terinfeksi covid. Dan sebelum terinfeksi covid, orang ini sudah mengidap penyakit kronis, contohnya; jantung atau diabetes. Nah seperti itu yang namanya komorbid. Saya bikin simpel aja, biar gampang dipahami.

Di di negara-negara maju, sudah dilakukan analisis ante dan post mortem terhadap pasien-pasien covid. Ternyata, mereka yang meninggal itu utamanya adalah yang memiliki comorbidity itu. Implikasi dari temuan itu antara lain adalah; Jika seseorang tidak punya penyakit komorbid, maka kemungkinan besar infeksi covid tidak akan sampai membunuhnya.

Jadi jika Anda tidak punya penyakit-penyakit itu, maka Anda tidak perlu takut secara berlebihan pada covid. Takut saja boleh, tapi tidak perlu ketakutan. Apalagi sampai paranoid. Sebab walaupun virus itu mungkin menginfeksi Anda, tapi dia; tidak bisa membunuh Anda. Hasil risetnya menunjukkan fenomena demikian.

Jadi, strategi perang berikutnya yang mesti kita terapkan adalah; mengevaluasi kondisi kesehatan kita. Apakah kita punya penyakit kronis atau tidak? Kalau ternyata tubuh kita tidak mengidap penyakit-penyakit itu, maka kita bisa beraktivitas di luar rumah dalam cakupan yang lebih luas. Berproduksi lagi. Dan memutar roda ekonomi lagi. Tentu dengan tetap menerapkan protokol standar pencegahan.

Bagaimana kalau ternyata kita punya potensi penyakit komorbid? Nah. Kalau Anda punya penyakit itu maka; belajarlah untuk betah tinggal di rumah. Dan berdisiplinlah. Sudahlah, WFH saja. Keluar rumahnya hanya untuk hal-hal yang benar-benar urgent saja. Dan memang kan sekali-sekali keluar rumah tetap diperlukan, dengan prosedur yang sudah saya ceritakan. Jangan kelewatan. Apalagi sampai secara sengaja ikut dalam kerumunan macam di gerai burger planet stupidity itu. Kenapa? Karena, kalau Anda punya penyakit comorbid kemudian terinfeksi; maka kemungkinan besar, Anda mati bersama covid.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Lantas, apa saja penyakit komorbid yang sudah diketahui menimbulkan resiko kematian pada infeksi covid itu? Bagusnya sih ada penelitian sendiri di Indonesia. Tapi karena data lokalnya belum ada atau mungkin saya yang belum tahu, maka untuk sementara; kita bisa menggunakan data dinegara lain sampai data lokal tersedia.

Pada kasus-kasus kematian di Italia sebagaimana dipublikasikan dalam Statista, temuan komorbid utamanya adalah sebagai berikut; hipertensi 68%, diabetes 31%, jantung iskemik 28%, fibrilasi atrial 23%, ginjal kronis 21%, paru 16%, kanker aktif 16%, demensia 16%, obesitas 11%, dan stroke 11%.

Kalau data di Amerika sesuai laporan NYDOH komorbid utamanya adalah; diabetes 37%, hiperlipidemia 19%, jantung koroner 12%, ginjal 11%, demensia 9%, paru kronis 8%, kanker 8%, fibrilasi atrial 7%, dan gagal jantung 7%.

Setiap negara mungkin bakal punya ciri khas penyakit komorbid masing-masing. Makanya Indonesia harus melakukan riset sendiri. Jadi kita punya data yang bener-bener Indonesia banget gituloh. Cocok 100% untuk menggambarkan kondisi kesehatan populasi rakyatnya. Hallow gugus tugas covid, masih pada eksis? Atau keukeuh ngajak berdamai dengan virus yang nyata-nyata masih menginfeksi rakyatmu?

Tapi kalau melihat data di kedua negara itu, ada kemiripan cukup signifikan. Jadi, kalau terpaksa banget ya kita bisa menggunakannya sebagai referensi awal untuk memetakan profil resiko masyarakat.

Nah dari cara berpikir ini nantinya kita punya 2 kelompok besar populasi. Pertama, kelompok orang yang sehat alias tidak punya penyakit komorbid. Tugaskan orang-orang ini untuk berjuang di luar rumah seperti berbisnis dan beraktivitas ekonomi produktif lainnya.

Jangan lockdown orang-orang ini. Covidnya nggak ganas-ganas amat kok pada mereka. Kecuali mereka sendiri yang memilih melokdon diri sendiri. Ya jangan dipaksa. Toh masih banyak pekerja produktif lain yang sudah kepengen banget masuk kerja kan? Nggak kerja, nggak ngebul dapur mereka. Nah, kelompok populasi ini cocok untuk diajak menggerakkan roda ekonomi negara.

Kedua, kelompok orang yang punya penyakit komorbid. Tugaskan mereka untuk WFH sampai ada cara lain memproteksinya. Saat vaksin sudah ditemukan, misalnya. Lokdonlah orang-orang ini buat kebaikan dirinya sendiri dan lingkungannya.

Menghentikan PSBB tanpa strategy perang yang mumpuni, adalah sebuah kekonyolan. Berpotensi bakal banyak orang mati karena terinfeksi. Eh lupa saya, nggak ada lagi strategy perang ya. Kan komandannya udah bilang; “damai aja yuuuk….”

Sedangkan melockdown semua orang tanpa kecuali adalah sebuah kehati-hatian yang berlebihan. Bakal banyak orang menderita karena kelaparan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Walau sudah menyerukan untuk berdamai, tapi kita tetap berharap semoga para pengurus rakyat itu nantinya agak-agak cerdas dikitlah. Jangan macam begitu terus gayanya. Tapi, sambil menunggu hal itu menjadi kenyataan; masyarakat duluanlah yang mengatur diri sendiri. Gimana caranya?

Anda boleh setuju atau tidak pemikiran saya ya. Kita mah bebas. Begini. Anda, cek. Apakah Anda punya potensi berpenyakit komorbid atau tidak? Gitu aja simpelnya. Kalau ada, stay at home! Tapi kalau nggak ada komorbid, maka; be brave untuk berjuang mencari nafkah lagi, sambil tetap waspada.

Tapi kan tetap ada resikonya? Emangnya ada tindakan yang tidak beresiko? Diam terus dirumah pun tetap beresiko kan? Tinggal berhitung saja, resiko mana yang sanggup kita pikul. Begitu kan ya? Intinya, kita bisa terus berikhtiar dengan ilmu; lalu bertawakkal kepada Allah. Kan gitu.

Atau Anda punya solusi lain? Boleh. Mari bagikan kepada yang lain.

NB: Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development; hubungi kami.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

Baca artikel sebelumnya disini:

Berbagi Cara Menyelamatkan Diri

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor: 0812-1989-9737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:Freepik

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.