Tuesday , September 29 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Dirimu Dan Bajumu Ukuran 1441

Dirimu Dan Bajumu Ukuran 1441

Kisah kali ini bukan original bikinan saya. Melainkan sebuah kisah sufi yang diceritakan kembali oleh Aci, dalam giliran kultum tarawehnya di Ramadhan tahun ini. Begitulah, hikmah covid bagi kami antara lain; sholat 5 waktu berjamaah, dan taraweh di rumah. Momentum bagi anak-anak kami untuk belajar berbagi cerita tentang kisah-kisah hikmah. Dan Aci, memilih kisah tentang Nasrudin Hoja.

Sebagai orang yang terkenal bijak, Nasrudin mendapatkan kehormatan untuk menghadiri sebuah pesta makan-makan. Untuk menghormatinya, Nasrudin pun datang ke pesta itu. Ketika sampai di pintu gerbang, para pengawal menghentikannya.

“Kamu tidak boleh masuk!” Hardiknya.
“Aku diundang untuk datang ke pesta ini,” jawab Nasrudin. “Kenapa kalian melarangku masuk?”

“Dengar Nasrudin,” ketus pengawal itu. “Pesta ini hanya untuk orang-orang terpandang.” Pongahnya. “Lihatlah pakaianmu yang lusuh itu. Kamu tidak layak masuk ke pesta ini….”

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Nasrudin pun pergi. Lalu dia mengganti pakaiannya. Kali ini, dia mengenakan pakaian terbaiknya berupa jubah yang sangat indah. Dan jubah itu, banyak sekali kantongnya. Terlihat sekali jika dia seorang lelaki yang terpandang. Lalu datanglah dia ke pesta itu lagi. Kali ini, dia diterima dengan penuh hormat.

Nasrudin langsung menuju ke meja tempat beraneka makanan dan minuman disajikan. Diambilnya makanan-makanan itu. Lalu dibungkusnya, kemudian dimasukkannya kedalam kantong-kantong bajunya. Wajahnya ceria sekali. Kemudian diulanginya perbuatannya berkali-kali. Sampai orang-orang pada heran karenanya.

“Nasrudin!” pengawal menegurnya. “Apa yang kamu lakukan?” Hardiknya.

“Aku sedang memberi makan kepada bajuku,” jawab Nasrudin dengan santainya.

“Kamu sudah gila, ya?” Bentak pengawal. “Makanan itu buat manusia, bukan buat bajunya!”.

“Seharusnya sih begitu,” jawab Nasrudin. “Tapi kalian membuat pesta ini untuk menghormati baju-baju yang dikenakan. Bukan menghormati orangnya…..” balasnya.

Cerita ini konyol sekali. Tapi. Begitulah tabiat kebanyakan manusia. Mereka menghormati bajunya, bukan orangnya. Memuliakan jabatannya, bukan pribadinya. Mengagumi titelnya, bukan kemampuannya. Menghargai gelarnya, bukan ilmunya.

Sehingga, ketika seseorang tidak mengenakan pakaian mewah. Menanggalkan jabatannya. Tak menempelkan embel-embel gelar akademisnya. Maka. Ada saja orang yang memandang rendah kepadanya.

Lihatlah betapa banyaknya manusia yang membangga-banggakan penampilannya. Mengagung-agungkan almamaternya. Membusungkan dada dengan titel dan jabatannya. Tapi jiwa mereka kopong. Nurani mereka keropos. Dan akhlak mereka buruk. Sehingga gemar merendahkan orang lain. Mirip Iblis, yang merasa diri lebih mulia dari yang lain.

Padahal nilai sesungguhnya dari seorang manusia, tidaklah terletak pada pakaian, jabatan, atau gelar akademiknya. Melainkan pada kualitas pribadinya. Kualitas pribadi dengan standar apa?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Allah berfirman dalam surah Al-‘A`r?f ayat 26; “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu, dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik…”

Jadi. Seindah apapun pakaian, itu adalah sarana yang fungsi utamanya adalah untuk menutup aurat. Sedangkan untuk keindahan pribadi kita, Allah menyebutnya sebagai pakaian taqwa. Yaitu pakaian yang terpancar dari ketundukan dan ketaatan kita dihadapan Allah ta’ala, serta sifat tawadu kita dihadapan sesama manusia.

Tidak disebut berpakaian indah seseorang, jika tidak taat kepada Allah. Dan tidak termasuk berpakain paling baik jika seseorang meremehkan orang lain. Itulah yang disebut sebagai pakaian taqwa, atau libaasuttaqwa. Dan itulah, standar kualitas pribadinya.

Ingatkah Anda, apa sebenarnya tujuan shaum di bulan Ramadhan itu? La’allakum tattaquun… agar kalian bertaqwa, kata Allah. Jadi orang yang shaum Ramadhannya berhasil, pasti menjadi orang yang bertakqwa. Apakah ciri orang yang bertaqwa? Dia pasti, mengenakan baju taqwa.

Apa tanda yang terlihat dari seseorang yang mengenakan baju taqwa? Dia tunduk dan ta’at kepada Allah, dan bersikap baik kepada orang lain. Jadi jika setelah menjalani 30 hari saum Ramadhan ini kita semakin ta’at kepada Allah, dan semakin baik perilaku kita kepada orang lain. Maka, insya Allah; kita sudah memenuhi ayat “Yaaaa ayyuhalladziina aamanuu, kutiba ‘alaikumussiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina mingqobliikum la’allakum tattaquun…. “

Selamat Iedul Fitri 1441H sahabatku. Selamat kembali menjadi manusia yang bertaqwa. Taqobbalallaahu Minnaa, Waminkum.

NB: Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development; hubungi kami.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

Baca Artikel Sebelumnya Disini:

Resiko Covid Dengan Komorbid

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor: 0812-1989-9737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:Alif.id

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.