Saturday , December 5 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Go Generalis Atau Be Spesialis

Go Generalis Atau Be Spesialis

Salah satu hal yang sejak lama menggelitik para pemikir SDM adalah apakah sebaiknya profesional itu menjadi seorang generalis atau spesialis?

Seorang generalis, punya keuntungan antara lain memiliki kemampuan untuk mengerjakan banyak hal. Analoginya seperti antibiotik yang broad spectrum. Kena infeksi apapun, dia bisa mengobatinya.

Seorang spesialis, punya keuntungan antara lain memiliki kemampuan untuk menangani pekerjaan spesifik dengan tingkat keahlian yang sangat mengagumkan. Analoginya seperti antibiotik yang narrow spectrum. Efektif untuk mengobati infeksi akibat bakteri tertentu yang sangat membandel.

Itu pandangan para ahli yang saling berseberangan. Bagaimana dengan sikap orang awam? Tergantung bahan bacaan yang dilahapnya. Yang cenderung ke salah satu, jadi pengikutnya. Yang terpengaruh oleh keduanya bingung, lantas jadi terombang ambing dalam kegamangan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Dalam artikel saya pekan lalu, sudah dibahas tentang prinsip “Back To Your Core Competency”. Lalu disusul dengan “Learn New Things”. Yang pertama berorientasi kepada becoming a specialist. Dan yang kedua merupakan jalan menuju go generalist.

Lantas, sebaiknya kita menjadi spesialis atau generalis? Jika merujuk kepada kedua artikel itu, maka Anda akan paham bahwa hal yang memungkinkan Anda mengungguli lingkungan adalah ketika Anda menjadi seorang spesialis. Sulit dicari tandingan Anda dalam bidang itu. Makanya saya bilang; get back to your core competency.

Disisi yang lain. Ketika Anda sangat hebat dalam bidang Anda. Tapi lingkungan Anda menyediakan ruang yang sangat sempit untuk mendayagunakan spesialisasi itu, maka kemungkinan besar; kehebatan Anda, tidak banyak manfaatnya. Bahkan dalam situasi kritis, mungkin tidak bermanfaat sama sekali.

Maka disaat peluang di bidang Anda sangat sedikit. Ada tuntutan untuk bisa bertahan melalui kesediaan melakukan ‘apa saja’. Asal keluarga bisa selamat. Misalnya pada masa krisis akibat pandemi ini. Apakah Anda bersedia kerja apapun asal halal demi memenuhi kebutuhan keluarga? Pasti. Anda kan orang yang bertanggunggjawab.

Masalahnya, bersedia saja tidak cukup. Anda. Harus berkemampuan untuk mengerjakannya. Bagaimana mungkin seseorang memberi kita kesempatan itu, jika kita tak mampu menanganinya kan? Logis. Makanya saya bilang; learn new things.

Kesimpulannya, kita butuh menguasai suatu bidang tertentu yang akan menjadi faktor keunggulan pribadi kita. Dan pada saat yang sama, kita butuh untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan disekitar kita. So. First, get back to your core competency. And secondly, learn new things.

NB: Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development; hubungi kami.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

Artikel sebelumnya disini:

Mutasi Versus Adaptasi

Subscribe Channel INDONESIA SEHATI Tentang KESEHATAN – UKM – BISNIS – KARIR Via Tautan Berikut Ini:

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor: 0812-1989-9737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:medium

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.