Saturday , August 8 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / CEO Forum / Lika Liku Kolaborasi Bisnis

Lika Liku Kolaborasi Bisnis

Salah satu hikmah dari pandemi ini adalah; tumbuhnya jiwa kewirausahaan berbagai kalangan. Lihat saja sekitar Anda, bukankah bermunculan para pengusaha baru? Walapun kategorinnya masih micro-ukm. Nggak apa-apa. Setiap yang tumbuh menjadi besar, dimulai dari kecil dulu.

Lalu, apa kunci dari pertumbuhan usaha mikro-ukm? Yang paling utama adalah: sinergi alias kolaborasi a.k.a kemitraan. Bangunlah kemitraan. Insya Allah, bisnis Anda lebih berpeluang untuk berkembang.

Situs Manajemen Kewirausahaan Subscribe ke channel Youtube “INDONESIA SEHATI”. Channel Untuk Para Wirausahawan Berdaya Diri

Ada banyak bentuk kemitraan. Salah satu bentuk kemitraan formal yang dilindungi oleh undang-undang adalah koperasi. Anda bisa membangun kemitraan dengan koperasi yang aktif dan anggotanya banyak. Atau bisa bergabung didalamnya. Bahkan bisa saja mendirikan koperasi baru.

Hey, jangan menganggap sepele koperasi. Bisa jadi hari ini, Anda menggunakan banyak sekali produk terkenal didunia yang tanpa Anda sadari; sebenarnya produk milik koperasi. Tingkat akseptabilitas didunia bisnis koperasi tidak kalah dibanding perseroan terbatas. Bahkan dalam hal-hal tertentu, koperasi memiliki keunggulan. Makanya, di beberapa negara maju; koperasi sudah menjadi korporasi. Yang sangat canggih dalam berkompetisi.

Kedudukan setiap anggota koperasi setara; maka kadang ada anggota yang tidak setuju dengan pilihan bisnis pengurus koperasi. Kedengarannya agak aneh ya. Tapi ini beneran terjadi. Kalau ada anggota koperasi yang tidak setuju dengan arah kebijakan bisnisnya, apa yang harus dilakukan? Mari kita pahami dulu prinsip kerjanya. Begini.

Prinsip pengambilan keputusan di KOPERASI tidak jauh beda dengan PERSEROAN TERBATAS. Tidak sama persis, tapi banyak miripnya. Otoritas tertinggi dalam PT ada di Rapat Umum Pemegang Saham – RUPS. Dalam Koperasi, adanya di Rapat Anggota Tahunan – RAT. RUPS menetapkan Direksi dan Komisaris. RAT menetapkan Pengurus dan Pengawas.

Dalam PT: Direksi dan Komisaris menentukan Strategy Bisnis dan Operasional PT sebagai bagian dari aktualisasi mandat dari RUPS kepada mereka. Dalam Koperasi: Pengurus dan Pengawas menentukan Strategy Bisnis dan Operasional KOPERASI sebagai bagian dari aktualisasi mandat dari RAT kepada mereka.

Dalam PT yang dikelola secara profesional, pemegang saham tidak mengintervensi kebijakan dan keputusan direksi. Dalam PT amatiran, pemegang saham ngerecokin kerja direksi dan komisaris.

Dalam KOPERASI dengan tata kelola yang baik, anggota tidak mengintervensi kebijakan dan keputusan pengurus. Dalam koperasi amburadul, anggota yang dominan ngerecokin kerja pengurus dan pengawas.

Dalam PT. Penggantian direksi dan komisaris dilakukan pada RUPS atau RUPSLB. Selama belum diganti, maka hak dan kewajiban direksi tetap melekat. Dalam KOPERASI. Penggantian pengurus dan pengawas dilakukan pada RAT atau RATLB. Selama belum diganti, maka hak dan kewajiban pengurus tetap melekat.

Again. Tidak sama. Tapi prinsipnya plus minus mirip. Yang berbeda secara prinsipil cuma 1 hal ini:

Dalam PT ada pemegang saham mayoritas yang berkonsekuensi pada bobot pengambilan keputusan. Siapa simpan modal paling besar, dia bisa jadi penentu susunan direksi dan komisaris sesuka hatinya. Maka jadilah dia pengendali perusahaan dibalik layar. Gak suka strategi bisnis direksi, ya tinggal ganti saja direksinya.

Dalam KOPERASI? Nggak ada anggota yang dominan. Semua punya hak dan kewajiban yang sebanding dan setara. Kalau ada anggota yang tidak setuju pada kebijakan dan strategi bisnis pengurus; maka dia harus menggalang kekuatan dengan anggota-anggota lainnya sehingga bisa menang suara di RAT atau RATLB.

Situs Manajemen Kewirausahaan Subscribe ke channel Youtube “INDONESIA SEHATI”. Channel Untuk Para Wirausahawan Berdaya Diri

Begitu cara menyampaikan ketidaksetujuan yang sehat dan tepat sesuai mekanisme resminya. Kalau merecoki atau menggerutu dibelakang soal arah bisnis yang diambil oleh pengurus; itu bukan cara yang sehat dalam berorganisasi.

Saran saya jika ada anggota koperasi yang tidak setuju soal arah bisnis pengurus:

Saran#1. Kalau pengurus koperasi melakukan bisnis HARAM – TERLARANG – MUDHARAT BUAT UMAT: Maka galanglah kekuatan dengan anggota lain. Lobby mereka. Siapkan materinya dalam RAT. Bahkan kalau betul-betul darurat atau membahayakan umat; Bikin RATLB. Ganti pengurusnya.

Saran#2. Kalau pengurus koperasi melakukan bisnis yang sekedar KITA TIDAK SETUJU KARENA BEDA SUDUT PANDANG: Maka bersabarlah dan hargailah kesediaan mereka yang sudah mau meluangkan waktu dan tenaga buat organisasi yang berasaskan kekeluargaan itu. Atau majulah untuk menjadi pengurus koperasi, kalau ingin arah bisnisnya sesuai keinginan atau aspirasi sendiri.

Begitu kira-kira gambarannya. Semoga bisa jadi referensi. Sebagai bentuk antisipasi. Jika ada situasi seperti ini. Dikemudian hari.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

Subscribe Situs Kewirausahaan

Jika Anda ingin menambah referensi tentang Manajemen Kewirausahaan, Subscribe Channel “INDONESIA SEHATI” Via Tautan Berikut Ini: (Tinggal di klik saja logonya)

Channel Untuk Para Wirausahawan Berdaya Diri

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor: 0812-1989-9737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Situs Manajemen Kewirausahaan Subscribe ke channel Youtube “INDONESIA SEHATI”. Channel Untuk Para Wirausahawan Berdaya Diri

Gambar dari:digycomumunity

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.