Saturday , October 31 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Yang Mendorong Tindakan Kita

Yang Mendorong Tindakan Kita

Jika dan Maka laksana 2 kosa kata yang seiring sejalan. Coba saja perhatikan. Setiap kalimat yang dimulai dengan ‘Jika’, hampir selalu diikuti oleh ‘Maka’. Saya seneng dengan perpaduan keduanya. Walaupun kalau merujuk pada kaidah EYD; perpaduan itu keliru. Biarin deh. Nilai pelajaran bahasa saya memang jeblok. Tapi ini bukan pelajaran berbahasa. Ini. Tentang bagaimana kita terdorong untuk melakukan suatu tindakan. Dalam kehidupan kita.

Misalnya. “Jika kamu rajin belajar, maka kamu akan menjadi anak pintar.” Dengan pernyataan itu kemudian seorang anak yang ingin menjadi pintar terdorong untuk belajar.

Kedengarannya memang transaksional. Tapi. Memang begitulah system tubuh kita merespon. Kita, bersedia melakukan sesuatu; ketika paham bahwa ada konsekuensi yang menyenangkan bila melakukannya.

Itu juga yang membuat kita membeli 2 unit barang ditoko. Padahal niat awalnya cuma mau beli 1. Kenapa? Karena jika membeli 2, maka kita mendapatkan tambahan bonus 1. Yaudah, beli 2 saja. Jadi bisa membawa pulang 3. Begitu pikir kita.

Situs Manajemen Kewirausahaan Subscribe ke channel Youtube “INDONESIA SEHATI”. Channel Untuk Para Wirausahawan Berdaya Diri

Besarnya dorongan hati kita untuk bertindak, dipengaruhi oleh bobot kenikmatan setelah kata ‘maka’ itu. Jika setelah kata ‘maka’ tadi ada imbalan yang saaaangat menarik bagi kita, maka semakin terdoronglah kita untuk bertindak.

Dan. Ada ‘dan’-nya. Dan seberapa kasat matanya kenikmatan itu. Semakin kasat mata, atau kelihatan fisik imbalannya. Semakin bisa diraba. Semakin bisa dirasa. Maka semakin besarlah efek daya dorongannya terhadap tindakan kita. Beda dengan kenikmatan yang abstrak. Walaupun tetap menarik, tapi daya tariknya kalah kuat dibanding yang kasat mata itu. Padahal. Boleh jadi ‘nilai’ dari yang abstrak itu justru lebih tinggi dari yang kasat mata.

Contoh. Kita cenderung lebih tertarik pada pernyataan ini: “Jika kamu bekerja sungguh-sungguh, maka diakhir tahun bisa dapat bonus 5 juta…” Daripada kalimat ini; “Jika kamu bekerja sungguh-sungguh, maka karir kamu akan semakin membaik…”

Frase ‘5 Juta’ itu kasat mata banget. Makanya, mata kita langsung hijau. Sedangkan frase ‘karir semakin membaik’ itu abstrak. Padahal, nilai karir membaik itu jauh lebih tinggi dan lebih lestari daripada angka 5 juta. Dan dampaknya, bisa bertahan hingga pensiun nanti.

Konsekuensinya apa? Banyak banget. Bukan sekedar soal belajar, belanja atau bekerja. Melainkan juga soal seluruh aspek kehidupan kita. Misalnya. Pebisnis, ada orang yang berbisnis dengan melakukan cara apapun asal dapat untung karena kalimat setelah ‘maka’ tadi berbunyi; “…profit Anda bakal berlipat-lipat.” Tapi ada juga pebisnis yang jujur sekali karena setelah kata ‘maka’ berbunyi; “…bisnis Anda akan diberkahi dan diridoi oleh Allah….”

Pejabat publik. Ada yang amanah. Dan ada juga yang berkhianat. Level khianatnya beragram. Khianat kepada rakyat. Khianat kepada bangsa. Khianat kepada negara. Kenapa? Karena mungkin, tindakan mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat publik didorong oleh kenikmatan yang dirangkum dalam frase dibelakang kata ‘maka’ yang berbunyi; “… keruklah sebanyak-banyaknya keuntungan dari jabatan ini…” Atau yang sejenis dari itu lainnya.

Bagaimana dengan kita? Tentu kita bisa menjadi orang yang berperilaku baik atau buruk sesuai dengan jenis kenikmatan yang kita kejar. Bila seseorang hanya mengejar kenikmatan dunia belaka, dijamin deh bakal melakukan apapun asal keinginannya terpenuhi. Perbuatan buruk, maksiat atau khianat apapun dilakukannya. Tapi jika kita lebih mengutamakan kenikmatan akhirat, maka tindakan dan perbuatan kita; pasti bakal merujuk kepada tuntunan Allah dan Rasulnya.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

SPBU Tidak Selalu Butuh Uang

NB: Untuk bergabung dengan WAG Inspirasi kami, silakan ketik: Nama Lengkap # Dekadarus&Friends. Kirim ke 0812-1989-9737

Jika Anda ingin menambah referensi tentang Manajemen Kewirausahaan, Subscribe Channel “INDONESIA SEHATI” Via Tautan Berikut Ini: (Tinggal di klik saja logonya)

Channel Untuk Para Wirausahawan Berdaya Diri

Jika Anda ingin menambah referensi tentang Manajemen Kewirausahaan, Subscribe Channel “INDONESIA SEHATI” Via Tautan Berikut Ini:

Subscribe Situs Kewirausahaan


Channel Untuk Para Wirausahawan Berdaya Diri

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor: 0812-1989-9737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Situs Manajemen Kewirausahaan Subscribe ke channel Youtube “INDONESIA SEHATI”. Channel Untuk Para Wirausahawan Berdaya Diri

Gambar dari:Tom

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.