Friday , October 23 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Kesehatan / New Thinking Menghadapi Pandemi

New Thinking Menghadapi Pandemi

Hari rabu kemarin itu saya sudah mulai menulis ba’da solat subuh. Tapi tertunda, karena keburu tertawan urusan urgen. Baru sekitar jam 11an bisa melanjutkan. Rencananya, ba’da duhur mau diupload.

Sebelum itu terjadi, teman saya di kampus menghubungi. Tidak aneh sebenarnya, hanya soal pesan produk saya. Lalu saya tanya, mau dikirim kemana? Eh, dia kasih alamat temannya lagi. Alamat yang sama dengan pesanan pekan lalu.

“Kenapa dikirim kesitu lagi?” Tanya saya. Dia bilang “Yang kemaren itu buat suaminya, alhamdulillah sekarang sudah test negatif…” Dan sudah keluar dari ICU katanya. Saya bahagia mendengarnya. Kebahagiaan tertinggi dalam bisnis itu bukan saat dapat ordernya. Melainkan saat mengetahui bahwa customer kita mendapatkan manfaatnya. Anda juga punya prinsip yang sama kan? Alhamdulillah.

Infeksi virus bersifat SELF-LIMITING. Tubuh memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Dengan catatan, sistem pertahanan tubuh berfungsi dengan baik.

“Kalau yang sekarang buat istrinya,” katanya. Whats? “Iya, sekarang istrinya yang positif…”. Wah, tertular. Saya bilang aja; gue kirim pake instan courier ya.

Sebagian dari Anda mungkin tidak percaya bahwa virus itu ada. Sebagian dari Anda juga mungkin tidak percaya bahwa ada jalan keluarnya. Tapi sungguh, tidak ada ruginya jika percaya. Sebab, percaya virus itu ada bisa membuat kita waspada. Dan percaya bahwa ada jalan keluarnya membuat kita tenang karena jika sampai virus itu kurang ajar kepada kita; sembuh kita insya Allah. Tenang saja. Jadi tenteram hidup kan.

“Kalau ada anggota keluarga yang tinggal serumah, anjurkan untuk minum buat pencegahan ya. Mereka berada di zona beresiko tinggi tuch…” begitu saran saya.

Teman saya cerita bahwa pesanan kedua ini memang untuk anggota keluarga juga. Oke. Saya tenteram. Tapi kemudian teman saya tambahkan informasinya. Bahwa temannya itu adalah keluarga dokter. Ibunya dokter. Dan anaknya pun ada yang menjadi dokter pula. Oooh, profesinya memang beresiko. Dan katanya, order kedua ini; dipesan langsung oleh bu dokter.

Sebetulnya perasaan saya campur aduk. Sedih dengan keadaan tenaga medis yang saat ini seolah berjuang sendirian. Karena, saya tidak tahu persis; apakah menteri kesehatan memiliki empati dan program yang jelas untuk melindungi nakes secara adekwat. Saya juga tidak paham, apakah presiden punya visi dan strategi yang mumpuni untuk mengatasi pandemi. Yang saya lihat adalah, dokter dan tenaga kesehatan berada pada situasi yang paling riskan.

Disisi lain, saya juga merasa lega. Karena, semakin bertambah kalangan kedokteran yang menyadari bahwa obat sintetik yang selama ini diyakini sebagai pilihan terapi utama itu bukanlah segala-galanya. Apa lagi untuk pandemi yang relatif baru terjadi. Belum ada obat kimia definitif. Semua masih didasarkan pada hipotesis. Belum ada yang benar-benar rampung tahapan uji klinis.

Pencegahan dan pengobatan atas infeksi itu mesti berbasiskan penguatan imunitas tubuh. Itu point pentingnya. Mau tetap pakai obat-obatan kimia antivirus atau antimikroba atau kombinasi antibiotik juga tentu sah saja. Tapi aspek fundamentalnya jangan ditinggalkan. Perkuat imunitas tubuh pasien. Tidak ada jalan lain.

Kalangan medis, bahkan masyarakat awam pun sudah paham bahwa; infeksi virus itu self-limiting disease. Tapi ada syaratnya; sistem imunitas tubuh mesti kuat. Kalau imunitasnya lemah, mana bisa tubuh menyembuhkan diri sendiri? Sebaliknya, kalau imunitas tubuhnya kuat; infeksi itu bisa diatasi sendiri oleh tubuh. Walau tidak dibantu oleh obat-obatan sintetik apapun.

Infeksi virus bersifat SELF-LIMITING. Tubuh memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Dengan catatan, sistem pertahanan tubuh berfungsi dengan baik.

Thinking semacam ini yang belum memasyarakat. Baik dikalangan umum, bahkan dikalangan profesi kesehatan sekalipun. Wajar juga sih sebenarnya, karena; sebagai tenaga terdidik, nakes pasti akan selalu mengacu pada SOP. Dan orang awam, pasti akan merujuk kepada para ahli.

Tapi, saya bersyukur. Karena pemahaman terhadap pentingnya memperkuat imunitas tubuh dalam pencegahan dan pengobatan infeksi virus ini perlahan tapi pasti; semakin dipahami oleh berbagai kalangan. Insya Allah, ini akan menjadi New Thinking, dalam menghadapi pandemi.

So, apa poin pentingnya? Perkuat imunitas tubuh kita. Maka kita akan menang menghadapi pandemi ini. Perkuat imunitas tubuh Anda. Perkuat imunitas tubuh Anda. Perkuat. Imunitas. Tubuh. Anda.

NB. Sekarang mungkin Anda meragukannya. Tapi jika suatu saat nanti Anda membutuhkannya; Anda tahu caranya. Ada 2 opsi cara memperkuat imunitas tubuh dengan probiotik: 1). Sarbu-SB19 (BPOM RI MD 266611004201) berisi probiotik dalam saribuah. Dan 2). INNERIMMUNE (Premium) berisi Probiotik Murni Diperkaya Dengan Propolis. Saya pribadi menggunakan INNERIMMUNE. Jika Anda mau coba ke-2 opsi itu; hubungi 0812-1989-9737.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
Jika Kantor Anda Membutuhkan ONLINE TRAINING Hubungi Kami.

Saya Positif Covid

NB: Dulu saya sering sariawan. Perih. Lama sembuh. Kerap kambuh. Sekarang saya punya PROMOUTH yang diracik secara tradisional. Efektif, tidak perih, dan praktis cara pakainya. Dulu, anak saya gonta-ganti dokter karena kulitnya gatal akibat alergi dan dermatitis atopik. Sekarang kami punya PROBISKIN yang juga diracik secara tradisional. Problem solved. Saya tidak mengatakan bahwa racikan ini cocok buat semua orang. Tapi jika Anda punya masalah yang sama, mungkin racikan tradisional ini bisa menjadi solusinya. WA 0812-1989-9737. Kami buatkan racikannya untuk Anda.

Infeksi virus itu bersifat SELF-LIMITING. Tubuh memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Dengan catatan, sistem pertahanan tubuhnya berfungsi dengan baik.

Untuk bergabung dengan WAG Inspirasi kami, silakan ketik: Nama Lengkap # Dekadarus&Friends. Kirim ke 0812-1989-9737

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Infeksi virus bersifat SELF-LIMITING. Tubuh memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Dengan catatan, sistem pertahanan tubuh berfungsi dengan baik.

Gambar dari:ITIJ

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.