Saturday , December 5 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Juara Yang Menghamba

Juara Yang Menghamba

Jika Anda penggemar olah raganya kaum pria, Anda bakal suka nonton UFC juga. Dan tadi malam, menjadi momen yang istimewa. Ketika Khabib Nurmagomedov berhadapan dengan Justine Gaethje. Istimewanya luar biasa. Dan banyak pula ragam keistimewaannya.

Lihat bagaimana Khabib begitu respek kepada lawan-lawannya. Setelah pertandingan usai. Khabib memuji Gaethje yang telah dikalahkannya. Juga Poirier dan lawan-lawan lain sebelumnya, dihormatinya pula. Kecuali connor mcgregor yang rasialis dan gemar merendahkan orang lain itu. Seperti dikatakannya; “Orang lain tidak melihat Al-Quran. Tapi mereka melihat nilai-nilai Qurani dalam perilaku kita.” Dan Khabib, telah menjadi model kekiniannya.

Adakah istimewa lainnya? Sujud. Perhatikan dalam rekornya yang 29 kali menang tanpa kalah itu. Khabib, selalu merayakannya dengan sujud. Tidak pernah dengan sesumbar menepuk dadanya. Khabib, bersujud.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Mari kita lihat lagi, seperti apa sujud itu. Kita berlutut. Lalu meletakkan kepala diatas tanah dengan dahi dan wajah kita menyentuh tempat terendah yang biasanya menjadi pijakan telapak kaki kita. Sujud. Tanda bahwa seseorang rela menjadi hamba. Maka juara yang bersujud, adalah juara yang menghamba.

Dalam Islam, demikianlah Rasulullah mengajarkan. Bahwa setiap pencapaian yang kita raih, hakikatnya diberikan oleh Allah. Maka merayakan kemenangan dengan sujud, adalah tanda seseorang mengikuti Rasulullah sebagai uswatun hasanah.

Kita, bukan petarung. Maka dalam konteks kita, kemenangan bisa bermakna banyak hal. Nafkah yang kita dapatkan misalnya. Pada hakekatnya, nafkah itu bukan semata hasil cucuran keringat kita. Melainkan pemberian dari Allah yang maha kaya. Maka, apa yang pantas menjadikan kita jumawa? Tidak ada.

Bersujud. Itulah yang Allah perintahkan via Rasulnya kepada kita, atas setiap pencapaian yang kita dapatkan. Dapat berita baik, sujud. Dapat kabar menyenangkan sujud. Dapat orderan pun bersujud. Karena sujud, adalah kebiasaan para hamba yang sadar bahwa dirinya tidak berdaya. Hanya Allah yang punya kuasa.

Maka sujud menjadi tanda penyerahan diri kita kepada Allah ta’ala. Sekaligus harapan atas pertolongannya selama kita di dunia. Dan permohonan agar Allah, berkenan memberikan tempat paling indah di akhirat kelak. Sujud, adalah jalannya.

Khalifah Umar Bin Khattab. Juara gulat pada masanya. Pembawa syiar syahadat ke berbagai penjuru dunia. Penakluk kekaisaran Romawi yang dominan dizamannya. Tak diragukan keperkasaannya. Tapi dia sering kedapatan menangis sendirian. Sampai akhirnya seseorang bertanya;”Wahai amirul mukminin, apakah gerangan yang membuat engkau menangis?”

Rupanya, Umar menangis bukan karena sedih atau kecewa. Bukan. “Kalau aku mati,” katanya. “Aku akan berpisah dengan hal yang paling aku cintai.” Lalu, apakah gerangan yang paling dicintai itu? Sujud. Umar, sangat mencintai sujud. Saking cintanya Umar pada sujud, hanya satu hal yang dia tangisi dari mati. Yaitu. Tidak akan bisa bersujud lagi. Demikian akhlak seorang hamba dikisahkan oleh para ulama kita.

Sujud. Adalah amalan para kekasih Allah. Para wali Allah. Bahkan dengan segala pencapaian dan ketinggian derajatnya, para wali itu mengembalikan segala kemuliaan dan kemasyhuran kepada pemilik sejatinya, sebab tidak ada ilah yang mutlak kuasanya selain Allah. Dan pada saat itulah seorang juara yang menghamba tidak lagi terikat oleh dunianya.

“This was my last fight…” demikian lirih sang Khabib. “Saya tidak bertarung lagi”. Tidak ada hal lain yang perlu dibuktikannya kepada manusia. Karena semua pencapainnya. Dan pencapaian kita. Pada hakekatnya adalah pemberian Allah semata. Makanya, Rasulullah mengajari kita tentang makna sujud syukur. Yaitu sujudnya para juara, yang menghamba kepada ilahnya.

NB: Selamat berakhir pekan sahabat. Jangan biarkan momen bahagiamu terganggu oleh rasa perih karena sariawan. Ada PROMOUTH sebagai solusinya. Kalau kulit yang gatal, ada PROBISKIN untuk mengatasinya. wa.me/6281219899737

Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
Jika Kantor Anda Membutuhkan Offline Atau Online Training. Hubungi Kami.

Artikel sebelumnya:

Mestinya Dia Melayani Kita

NB. Dimasa pandemi ini, bagaimana cara Anda memperkuat imunitas tubuh? Kalau dengan probiotik, ada 2 opsi solusi: 1). Sarbu-SB19 (BPOM RI MD 266611004201) berisi probiotik dalam saribuah. Dan 2). INNERIMMUNE (Premium) berisi Probiotik Murni Diperkaya Dengan Propolis. Saya pribadi menggunakan INNERIMMUNE. Jika Anda mau coba ke-2 opsi itu; wa.me/62812-1989-9737

Untuk bergabung dengan WAG Inspirasi kami, silakan ketik: Nama Lengkap # Dekadarus&Friends. Kirim ke 0812-1989-9737

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:UKM LDK MPM UNHAS

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.