Monday , September 27 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Kesehatan / Vaksin : Cara Memaksimalkan Efikasi dan Meminimalkan Kipi

Vaksin : Cara Memaksimalkan Efikasi dan Meminimalkan Kipi

Ada 2 persoalan penting dalam penggunaan vaksin covid-19. Pertama, efikasi yang bervariasi. Baik variasi yang ditimbulkan oleh merk vaksin yang beragam mulai dari hanya 50% saja hingga yang mencapai 90%, maupun variasi respon individu yang bersangkutan.

Kedua, adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) alias efek samping setelah disuntik vaksin yang cukup mengganggu bagi sebagian penerimanya.

Pertanyaannya adalah: Adakah cara untuk mengatasi kedua hal tersebut sehingga kita bisa mendapatkan efikasi yang maksimal dan kipi yang minimal? Jawabannya: ADA. Tapi banyak pihak yang belum memahaminya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Pertama, cara memaksimalkan potensi efikasi vaksin. Mekanisme kerja vaksin adalah “merangsang respon imun tubuh untuk menghasilkan antibodi”. Gampangnya begitu. Proses biomolekular yang terjadi sesungguhnya sangatlah kompleks. Kalau Anda mau penjelasan versi njelimet, silakan telusuri lebih lanjut. Tapi intinya vaksin itu merangsang respon imun tubuh untuk menghasilkan antibodi. Bila tubuh mampu menghasilkan antibodi dalam jumlah yang memadai, maka vaksinasi berhasil. Manfaatnya, tubuh akan bisa menghalau virus yang menginvasi.

Dengan pemahaman itu, maka sekarang kita mengerti bahwa; manfaat vaksinasi tidak semata-mata didapat dari kehebatan vaksin itu sendiri, melainkan juga dari kemampuan tubuh kita dalam memproduksi antibodi. Saya ulang: dari kemampuan tubuh kita dalam memproduksi antibodi. Bila tubuh gagal membentuk antibodi, maka vaksin apapun tidak akan berguna. Sampai disini jelas ya.

Lalu, bagaimana cara tubuh membentuk antibodi? Tentu melalui serangkaian proses yang dilakukan oleh sistem imun tubuh itu sendiri. Ingatlah bahwa mekanisme kerja vaksin adalah; “merangsang respon imun tubuh untuk menghasilkan antibodi”. Oleh karena itu, sebelum divaksin harus kita upayakan bahwa tubuh kita memiliki sistem imun yang benar-benar baik.

Pertanyaan selanjutnya; bagaimana cara kita memiliki sistem imun yang baik itu? Yang wajib adalah adanya asupan nutrisi bergizi, cukup tidur dan hindari stress. Dalam kondisi normal, tiga hal itu saja insya Allah memadai. Tapi akan jauh lebih baik lagi kalau kita menambahkan immune-booster. Contohnya apa immune-booster itu? Innerimmune.

Punten saya pakai contohnya Innerimmune. Karena saya tahunya ya Innerimmune itu, dan saya meminum Innerimmune setiap hari. Kan nggak fair kalau saya merekomendasikan Anda sesuatu yang saya sendiri tidak mau memakainya. Saya dan keluarga termasuk ayah bunda saya, minum Innerimmune setiap hari.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kedua, cara meminimalkan kipi. Dalam proses vaksinasi lazim terjadi nyeri pada area suntikan dan demam. Namun biasanya ringan dan tidak sampai membutuhkan penanganan khusus. Tapi memang setiap individu bisa bereaksi secara berbeda terhadap vaksin. Makanya kipi pun bisa berbeda secara individual pula. Lalu, bagaimana cara meminimalkan kipi?

Hal paling utama adalah memastikan bahwa kita tidak sedang sakit atau punya penyakit maupun kondisi yang diduga atau berpotensi terhubung dengan kipi. Bila ada kondisi tertentu yang beresiko tinggi, sebaiknya jangan ikut divaksin. Udah, tawakkaltu ‘alallaah saja.

Selain itu, kita juga perlu mengerti tentang kipi apa saja yang mungkin terjadi. Sehingga tidak kaget kalau mengalaminya dan sudah menyiapkan penangkalnya serta paham, mesti bagaimana atau kemana mencari pertolongan; bila mengalami situasi emergensi. Insya Allah bakal aman.

Kipi lazim seperti nyeri suntik, demam dan meriang bisa diatasi dengan cara sederhana. Misalnya; dikompress atau cukup dengan parasetamol saja. Tapi untuk kondisi emergensi, jangan terlalu pede dengan cara sendiri; kecuali jika Anda memang ahli.

Dan, satu hal lagi. Secara saintifik, sudah diketahui bahwa probiotik yang bagus itu memiliki efek anti inflamasi yang baik. Dan sudah ada study juga yang menunjukkan bahwa probiotik yang bagus bisa menurunkan deman hingga 74%. Jadi saya meyakini benar bahwa minum Innerimmune beberapa hari menjelang, hingga sepekan setelah vaksinasi; bisa memaksimalkan potensi efikasi sekaligus meminimalkan kipi.

Semoga tulisan kecil ini bisa menjadi hadiah bagi kemerdekaan Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
Jika Kantor Anda Membutuhkan Offline Atau Online Training. Hubungi Kami.

Artikel sebelumnya:

5 Pilar Penanganan Infeksi Covid

NB: Kalau Anda punya waktu luang, lakukan 2 hal ini. Pertama, tanyakan kepada dokter Anda; “Adakah cara yang lebih rasional untuk menghadapi pandemi ini selain meningkatkan imunitas tubuh?”. Kedua, Cari info di google dengan menggunakan key word “The role of probiotics in immune system”. Sekarang Anda paham, mengapa saya pribadi minum INNERIMMUNE setiap hari. Jika Anda mau; wa.me/+6281219899737.

Jika Anda suka minum suplemen, prioritaskan yang kandungannya paling diperlukan dalam situasi ini. Misalnya, Zinc, Vit C, Vit E, Vit D dan bakteri baik. Saya setiap hari minum Innerimmune probiotik murni untuk intake bakteri baiknya. Kalau Anda mau, wa.me/+6281219899737

Untuk bergabung dengan WAG Inspirasi kami, silakan ketik: Nama Lengkap # Dekadarus&Friends. Kirim ke wa.me/+6281219899737.

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari: Vecteezy

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.