Thursday , October 1 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Author Archives: Dadang Kadarusman (page 124)

Author Archives: Dadang Kadarusman

Feed Subscription
Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Apakah Kesuksesan Selalu Berkorelasi Dengan Uang?

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Anda orang yang sukses? Jika ya. Berarti anda banyak uang. Setidaknya, begitulah yang ada dalam benak begitu banyak orang. Seseorang layak disebut sebagai orang sukses jika memiliki banyak uang. Jika uang yang dimilikinya tidak banyak, rasanya janggal mengait-ngaitkan orang itu dengan sebuah kesuksesan. Sewaktu saya masih kecil, guru ngaji saya mengatakan bahwa; ”orang kaya itu sungguh ... Read More »

Duduk Dimeja Makan Atau Menjadi Menunya?

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Mungkin anda pernah mendengar ungkapan berikut ini: ”If you are not in the table, you will be in the menu.” Jika anda tidak duduk dimeja makan, maka anda akan menjadi menunya. Tentu kita sepakat bahwa lebih baik duduk dimeja makan daripada menjadi menunya, bukan? Namun, namanya juga ungkapan; tentu bukan pesan harfiahnya yang perlu kita perhatikan. ... Read More »

Membesarkan Ukuran Hati

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Kepada orang yang kalah kita sering menyebutnya pecundang. Tetapi, tahukah anda siapa sesungguhnya yang benar-benar pecundang? Sungguh, bukan mereka yang kalah. Melainkan mereka yang tidak bersedia menerima kekalahan itu. Mereka yang menyalahkan orang lain untuk kekalahannya sendiri. Dan mereka yang menanam kebencian atas kekalahan yang dialaminya. Pendek kata, mereka yang tidak memiliki kebesaran hati, untuk menerima ... Read More »

Andakah Sang Talenta Langka Itu?

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Hari ini, frase ‘talent war’ sudah menjadi wabah dikalangan industri apapun, dan dimanapun. Gagasan dasarnya sangat sederhana; kelestarian perusahaan sangat bergantung kepada para talenta itu. Permasalahannya adalah; jumlah talenta itu sangat terbatas. Sehingga kalangan industri tidak bisa begitu saja mendapatkan talenta sebanyak mereka mau. Oleh karenanya, para atasan hebat tidak henti-hentinya melakukan talent reengineering. Dan organisasi ... Read More »

Perlukah Kita Membawa-bawa Dendam Ini?

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan. Bahkan, tidak jarang kita memberikan ‘bonus’ nya sekalian. Jika anda menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari saya ... Read More »

Ngomong-Ngomong: Mau Kemana Sih, Loe?

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Suatu hari ada orang aneh mendatangi anda. Lalu berucap: “Fa-ainaa tadzhabuun…?”. Maksud orang itu; Mau kemana sih, loe?, Gampang. Anda jawab saja: “Gue mau kekantor!”. Atau, “Gue mau kekampus.” Bilang “kerumah pacar” juga boleh. Pertanyaannya hanya satu; “Mau kemana sih, loe?” Tetapi, jawabannya bisa banyak sekali. Sekarang, jawaban mana yang benar? Tidak seperti soal ebtanas yang ... Read More »

Kalau Hanya Ada Satu Pemenang – Mengapa Kita Ikut Bertanding?

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Salah satu alasan mengapa kita memiliki frase ‘kalah sebelum bertanding’ adalah karena pada kenyataannya begitu banyak orang yang enggan untuk ikut dalam pertandingan menyusuri hidup. Hanya karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan pernah menjadi pemenang. Jika hidup kita adalah soal kalah dan menang, mungkin cara berpikir itu bisa diterapkan. Namun, pada kenyataannya hidup kita tidak ... Read More »

Masuk Telinga Kiri, Keluar Telinga Kanan

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Dalam hal mendengar, Anda pasti masih ingat ungkapan itu. “Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan”. Dari segi tata bahasa, mungkin kalimat itu agak janggal. Namun, sangat ampuh untuk menggambarkan orang-orang yang ‘ndableg!’, alias tidak mau mendengar nasihat orang lain. Memang ada begitu banyak orang yang tidak membuka diri terhadap nasihat. Namun, ada saatnya dimana kita perlu ... Read More »

Bekerjalah Sesuai Dengan Kemampuan

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Kedengarannya begitu sederhana; “Bekerjalah sesuai dengan kemampuan”. Namun, dibalik kesederhanaannya, kalimat itu mengandung makna yang sangat dalam. Bagaimanapun juga, itu bukanlah cara lain untuk mengatakan; ”Bekerja secara alakadarnya.” Sama sekali bukan. Sebab, bekerja sesuai dengan kemampuan menyiratkan kesediaan untuk mencurahkan segenap kemampuan yang kita miliki dalam menjalani pekerjaan yang kita geluti. Begitu banyak orang yang berpotensi ... Read More »

Yang Menjadikan Kita Manusia Seutuhnya

Hore, Hari Baru! Teman-teman. Klaim paling mutakhir yang selalu kita dengungkan adalah; ”Kita para manusia adalah mahluk yang paling sempurna.” Kita mengklaim diri lebih cerdas dari keledai. Lebih beradab dari kadal. Dan lebih berbudaya daripada buaya atau mahluk manapun sesama penghuni dunia. Tetapi, apa sih yang sebenarnya menjadikan kita melampaui mahluk-mahluk lain itu? Secara fisik, kita tidak lebih kuat dari ... Read More »