Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Saya bertanya-tanya; ’apakah kita bisa menggunakan momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini untuk mulai sungguh-sungguh berkiblat kepada kompetensi’. Artikel saya sebelumnya yang berjudul ”Apakah Gelar Seseorang Menentukan Kualitas Dirinya?” mendapatkan tanggapan yang beragam. Baik melalui milis maupun email japri. Pada awalnya, saya mampu merespon tanggapan-tanggapan tersebut satu persatu. Namun, karena banyak diantaranya yang senada, maka saya memutuskan menulis artikel ini untuk merangkumnya, sekaligus merespon kepada semuanya. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Don’t judge the book from the cover.” Selain memiliki makna kiasan, pepatah itu juga memiliki makna sebenarnya. Kadang-kadang kita menyesal telah membeli buku namun ternyata isinya tidak sesuai dengan harapan semula. Bahkan nama besar seorang penulis pun tidak menjamin kita akan menyukai bukunya. Sekalipun demikian, kita tidak bisa menyalahkan penulisnya hanya karena isi buku tidak sesuai dengan harapan. Di sisi lain, saya juga yakin bahwa di dunia ini tidak ada satu pun penulis yang ingin pembeli atau pembaca bukunya kecewa dengan isi buku yang ditulisnya. Jadi, ini bukan soal salah dan benar. Curang atau jujur. Ini adalah soal bagaimana seorang penulis memposisikan buku untuk segmen pasar yang tepat. Juga, bagaimana seorang calon pembeli memilih buku yang paling tepat untuk dibelinya. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kelihatannya tantangan yang dihadapi Sumber Daya Manusia kita semakin mengkhawatirkan saja. Khususnya dalam konteks mempersiapkan generasi masa depan. Bukan saja karena sudah sejak lama kita menengarai kelemahan sekolah dan pemerintah untuk mempersiapkan SDM terampil yang siap bersaing di dunia kerja. Bahkan, akhir-akhir ini situasinya makin mengerikan saja karena entah disadari atau tidak; menorehkan warna buram potret masa depan generasi muda kita. Ironisnya, kedua instansi berwenang itu seolah tidak begitu memperdulikannya. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Dimana Anda memperingati kemerdekaan RI kali ini? Dilapangan upacara, atau didepan pesawat televisi? Sungguh, saya merindukan semangat semasa kecil dulu; ketika saya begitu antusiasnya menyambut peringatan kemerdekaan RI. Ketika bendera-bendera kecil berkibaran dimana-mana. Ketika penduduk dari berbagai kampung berangkat bersama-sama menuju lapangan luas di alun-alun kecamatan untuk bersama-sama melakukan upacara bendera, dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Ketika bunyi kedepruk sepatu pasukan pengibar bendera menghentak-hentak lantai semen. Ketika semuanya memberi warna tersendiri kepada rasa terimakasih kita atas pengorbanan para pejuang kemerdekaan. Apakah Anda merasakan semangat yang sama? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Mungkin anda pernah mendengar kisah tentang sebuah masyarakat tradisional yang beramai-ramai melakukan eksodus. Semua orang dikampung itu meninggalkan tanah kelahirannya begitu saja. Tahukah anda apa yang menyebabkan mereka melakukannya? Teka-teki itu mengarahkan dugaan para ahli arkeologi kepada kemungkinan adanya hewan buas yang mengancam keselamatan. Namun, ternyata bukan. Ada wabah penyakit yang mematikan? Bukan. Tahayul yang sangat menakutkan? Juga bukan. Lantas apa? Rupanya, mereka pergi karena sudah selama bertahun-tahun tidak turun hujan. Padahal, hujanlah satu-satunya sumber kehidupan yang menumbuhkan tetumbuhan, dan menghidupkan binatang-binatang buruan. Dengan ketiadaan hujan, tak ada lagi yang bisa menghidupi mereka. Maka, hengkanglah mereka dari tempat itu. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita mengklaim Indonesia sebagai negara yang sangat besar. Dengan jumlah pulau yang bisa mencapai 18,000 buah, dan populasi sekitar 226 juta jiwa; tidak ada yang meragukan kalau bangsa ini memang benar-benar bangsa yang besar. Tetapi sebagai individu, bisakah kita juga menjadi ‘besar’? Jika ada seloroh ‘how low can you go?’; maka sekarang pertanyaan itu menjadi ‘How big can we be?’ Kita ini bisa sebesar apa? Ironis juga jika kita tinggal disebuah negara yang begitu besar, tetapi sebagai penduduk dan warga negaranya kita hanya bisa menjadi pribadi-pribadi yang kerdil. Kerdil bukan dari perspektif postur tubuh; melainkan dari nilai dan kualitas kepribadian kita. Ironis bukan hanya karena kita seolah tidak bisa mewakili kebesaran bangsa ini; melainkan juga karena kita tidak berhasil mengoptimalkan seluruh potensi diri kita yang sudah pasti nilainya sangat tinggi itu. Tetapi, apakah memang seharusnya kita menjadi pribadi-pribadi yang besar? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Tuhanku.

Kiamat akan ditunda dulu, bukan, Tuhan?
Sebelum Indonesiaku makmur, kiamat tidak akan terjadi.
Saya tahu Tuhan, jika saya mengatakan hal ini kepada orang-orang salih. Maka saya akan dihujat habis-habisan. Sebab, mereka mengira bahwa saya sudah mendahului Engkau. Tuhan. Ini antara Engkau dan saya saja, ya.
(more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Sebagai bangsa, kita memang sudah merdeka. Tetapi, sebagai individu, apakah kemerdekaan itu sudah benar-benar menjadi milik kita? Jika kita hidup dijaman perbudakan; maka pertanyaan ini masih sangat relevan. Saat ini, kecil kemungkinan ada orang lain yang memperbudak kita. Karena itu dilarang. Tetapi, masalah manusia jaman sekarang adalah; memperbudak diri mereka sendiri. Kalau anda diperbudak oleh orang lain, maka Komnas HAM, Polisi, Mahasiswa, dan juga Pak RT akan berduyun-duyun membebaskan anda dari perbudakan itu. Tetapi, coba anda pikirkan; siapa yang akan membebaskan anda jika yang memperbudak anda itu adalah diri anda sendiri? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Apakah anda ikut terlibat langsung dalam perang kemerdekaan? Jika ya, maka usia anda saat ini sekurang-kurangnya sudah berkepala tujuh. Dan diusia itu selayaknya anda menikmati hari tua dengan damai dan bahagia. Tetapi, jika anda tidak ikut perang itu, maka seperti orang-orang muda lainnya; anda adalah pemegang estafeta kemerdekaan ini. Jika tugas orang-orang tua kita adalah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah; maka tugas kita adalah mengisi kemerdekaan yang mereka wariskan, dengan pertaruhan nyawa mereka sendiri. Lantas, bagaimana kita bisa ikut mengisi kemerdekaan ? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Pernahkah anda perhatikan; diantara sekelompok orang, selalu ada satu orang yang menarik perhatian. Orang ini, menarik bukan semata-mata karena kecantikan atau ketampanannya. Bahkan, kadang-kadang anda tidak bisa dengan mudah menemukan jawaban; mengapa orang ini begitu menarik. Dia tidak memaksa kita untuk tertarik kepadanya; tetapi, kita dengan sukarela memiliki perasaan dan penilaian itu kepadanya. Kita menyebut kualitas pribadi seperti ini sebagai daya tarik. Tetapi, sungguh; mengapa ada orang-orang yang memiliki daya tarik begitu kuat dibandingkan dengan kabanyakan orang lainnya? (more…)

keep looking »