<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dadang Kadarusman (DEKA) &#187; Miscellaneous</title>
	<atom:link href="http://www.dadangkadarusman.com/category/miscellaneous/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dadangkadarusman.com</link>
	<description>NatIn™ People Development Training &#38; Consulting</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 23:41:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>I am Back&#8230;.</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/12/01/i-am-back/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/12/01/i-am-back/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 07:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2386</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. Saya sudah kembali. Sehat wal afiat. Dalam beberapa hari kedepan Insya Allah sudah bisa beraktivitas normal seperti biasanya. Ternyata sehat itu indah, dan sangat berharga. Kita sering tidak menyadari semuanya. Melihat teman di RS yang di &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/12/01/i-am-back/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/12/sehat-lagi-davidkleinphdwp.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/12/sehat-lagi-davidkleinphdwp-300x198.jpg" alt="" title="sehat lagi-davidkleinphdwp" width="300" height="198" class="alignleft size-medium wp-image-2388" /></a>Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p>Saya sudah kembali. Sehat wal afiat. Dalam beberapa hari kedepan Insya Allah sudah bisa beraktivitas normal seperti biasanya. Ternyata sehat itu indah, dan sangat berharga. Kita sering tidak menyadari semuanya. Melihat teman di RS yang di bor kepalanya, yang tidak sadarkan diri, yang merintih sepanjang malam, yang makanannya dimasukkan via selang lewat hidung &#8230;.. Oh, betapa semua yang kita dapatkan ini sedemikian bernilainya.</p>
<p>Selama beberapa hari dirawat di rumah sakit itu, saya seperti sedang mengikuti sebuah program pelatihan, untuk lebih mensyukuri lagi betapa nikmatnya sehat. Terimakasih Tuhan. Terimakasih teman-teman.</p>
<p>salam,<br />
dadang</p>
<p>gambar: www.davidkelinphd.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/12/01/i-am-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semuanya Akan Baik-Baik Saja&#8230;</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/11/28/semuanya-akan-baik-baik-saja/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/11/28/semuanya-akan-baik-baik-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 06:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=2378</guid>
		<description><![CDATA[Doa ini tidak pernah mengecewakan saya: &#8220;Ya Allah, kutitipkan diriku, istriku dan anak-anakku hanya kepada-Mu&#8221; Pisau bedah, obat bius, jarum suntik, tabung oksigen, tetes darah, sarung tangan karet, orang-orang bermasker, kekasih bermata indah. Bismillah. gambar: cs.brown.edu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/11/surgeryCartoon-csbrownedu.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/11/surgeryCartoon-csbrownedu-227x300.jpg" alt="" title="surgeryCartoon-csbrownedu" width="227" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-2379" /></a>Doa ini tidak pernah mengecewakan saya: &#8220;Ya Allah, kutitipkan diriku, istriku dan anak-anakku hanya kepada-Mu&#8221;</p>
<p>Pisau bedah, obat bius, jarum suntik, tabung oksigen, tetes darah, sarung tangan karet, orang-orang bermasker, kekasih bermata indah. Bismillah.</p>
<p>gambar: cs.brown.edu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/11/28/semuanya-akan-baik-baik-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wajah Baru Web Site Saya</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/22/wajah-baru-web-site-saya/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/22/wajah-baru-web-site-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 04:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=1520</guid>
		<description><![CDATA[Ingin mengundang DEKA sharing tapi takut budgetnya tidak cukup? Tidak perlu takut. Cek di bagian &#8220;TARIP KHUSUS&#8221; Hore, Hari Baru! Teman-teman. Hari ini, saya tidak memposting artikel baru seperti biasanya. Izinkan saya untuk&#8217;merayakan&#8217; wajah baru website ini ya. Saya menghabiskan &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/22/wajah-baru-web-site-saya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Ingin mengundang DEKA sharing tapi takut budgetnya tidak cukup? Tidak perlu takut. Cek di bagian &#8220;TARIP KHUSUS&#8221; </font></marquee>	<a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/fresh-reixnotewp1.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/fresh-reixnotewp1-300x191.jpg" alt="" title="fresh-reixnotewp" width="300" height="191" class="alignleft size-medium wp-image-1524" /></a> Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p>Hari ini, saya tidak memposting artikel baru seperti biasanya. Izinkan saya untuk&#8217;merayakan&#8217; wajah baru website ini ya. Saya menghabiskan waktu sekitar seminggu untuk mengotak-atiknya, sambil berdebar-debar jantung karena sebenarnya tidak mengerti disain web. Alhamdulillah, ternyata bisa juga. Semoga penampilannya lebih baik dari sebelumnya yang tidak berubah lebih dari 3 tahun ya. Mohon doa teman-teman agar saya diberi kekuatan untuk terus berkarya ya.</p>
<p>Oh, ya. Bagi teman-teman yang perusahaannya ingin &#8216;nanggap&#8217; saya untuk training 2 jam, jangan takut soal budget ya. Lets go deh, kita cari cara supaya bisa saling sharing disana. Info lebih lanjut <a href="http://www.dadangkadarusman.com/tarip-training-dadang/" title="Tarip Khusus" target="_blank">program khusus 2 jam</a>.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
DEKA &#8211; Dadang Kadarusman &#8211; 22 Agustus 2011<br />
2 HOURS AT YOUR BUDGET™  Since 17 August 2011<br />
Penulis buku ”Tuhan Terimalah Taubatku”<br />
Website: http://www.dadangkadarusman.com </p>
<p>Catatan kaki:<br />
Kalau ada masukan atau kritikan untuk perbaikan lebih lanjut dipersilakan.<br />
<marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Jangan ragu kalau mau mengundang DEKA bicara. Keterbatasan budget Anda bukan halangan lagi kok. Cek di bagian &#8220;TARIP KHUSUS&#8221; </font></marquee><br />
Gambar: reixnote.wp.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/22/wajah-baru-web-site-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyambut Kedatangan Si Kembar</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/16/menyambut-kedatangan-si-kembar/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/16/menyambut-kedatangan-si-kembar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 01:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=1352</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. Saya tidak tahu apa yang dirasakan oleh orang tua yang mempunyai anak kembar. Tapi setiap kali melihat anak kembar, saya selalu tekagum-kagum. Ada ‘nilai lebih’ pada segala sesuatu yang kembar. Makanya si kembar selalu mampu menarik &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/16/menyambut-kedatangan-si-kembar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/bendera-indonesia-udenhanscm.png"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/bendera-indonesia-udenhanscm.png" alt="" title="bendera-indonesia-udenhanscm" width="256" height="256" class="alignleft size-full wp-image-1353" /></a>Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p>Saya tidak tahu apa yang dirasakan oleh orang tua yang mempunyai anak kembar. Tapi setiap kali melihat anak kembar, saya selalu tekagum-kagum. Ada ‘nilai lebih’ pada segala sesuatu yang kembar. Makanya si kembar selalu mampu menarik perhatian. Pada 17 Agustus 2011 kita kedatangan si kembar. Satunya adalah peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, dan satu lagi adalah peringatan turunnya kitab suci Al-Qur’an yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1432H. Jika bukan pemeluk Islam, mungkin Anda tidak merasa berkepentingan. Tetapi, mengapa tidak kita gunakan momentum ini untuk sama-sama menilai kembali pemahaman kita terhadap kitab suci masing-masing?  <span id="more-1352"></span></p>
<p>Saya bertanya kepada teman-teman di facebook; apa hikmah kembaran hari kemerdekaan dengan hari turunnya Al-Quran? Teman saya menjawab begini; kalau ingin merdeka, maka bacalah kitab sucimu. Sungguh, hal itu merupakan sebuah jawaban yang memiliki begitu banyak makna. Bagi Anda yang tertarik untuk menemani saya belajar menemukan makna apa saja yang bisa kita dapatkan dari fenomena kembaran itu, saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intellligence berikut ini:</p>
<p><strong>1. Bacalah kitab sucimu</strong>. Sudah bukan rahasia lagi jika kitab suci dirumah-rumah sering menjadi mahluk yang kesepian. Karena jarang disentuh oleh pemiliknya, kitab suci juga menderita penyakit jablay. The Book of Eli adalah sebuah film futuristik yang menceritakan tentang zaman dimana manusia kehilangan pegangan. Perang nuklir menyebabkan segala sesuatu di muka bumi musnah kecuali sedikit orang yang sempat bersembunyi di bunker perlindungan. Setelah itu, manusia harus berjuang untuk mengumpulkan sisa-sisa peradaban. Hampir semua faktor penting berhasil ditemukan. Namun ada satu buku yang masih hilang. Buku apakah itu? Holy book alias kitab suci. Tanpa kitab suci, ternyata manusia tidak bisa merekonstruksi kehidupannya. Mengapa? Karena hanya kitab suci yang bisa membimbing kita menuju peradaban yang sebenarnya. Film itu mengingatkan kita; jangan menunggu bumi hancur dulu baru mau membaca kitab suci. Bacalah sekarang, karena hanya kitab suci yang bisa menjadikan hidupmu bermakna. Maka, bacalah kitab sucimu.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>2. Berdayakanlah dirimu</strong>. Apalah artinya kemerdekaan jika kita masih terbelenggu dalam ketidakberdayaan. Jika segala sesuatunya masih bergantung kepada orang lain, kita belum benar-benar merdeka. Lho, bukankah sebagai mahluk sosial kita ini saling membutuhkan? Iya, tapi derajatnya setara. Kita membutuhkan orang lain, dan orang lain membutuhkan kita juga. Artinya, ada sesuatu yang bisa kita lakukan sehingga bisa memberi nilai tambah bagi kehidupan orang lain. Jangan pernah mau menjadi benalu yang hanya bisa menerima tetapi tidak bisa memberi. Mengapa? Karena ketika kita tidak bisa memberi, maka itu berarti kita menyerahkan nasib kepada orang lain. Ketika orang lain menilai tidak ada lagi gunanya kita, maka pasti kita akan dicampakkan juga. Orang lain hanya akan mau menerima kita, jika dan hanya jika kita cukup berharga. Jadi, berdayakanlah dirimu. Karena harga diri kita, ditentukan oleh daya diri kita. </p>
<p><strong>3. Berikanlah kontribusimu</strong>. Salah satu ciri manusia merdeka adalah; bersedia melakukan sesuatu bagi orang lain tanpa takut akan menjadi miskin. Saat saya mencanangkan program 2 JAM SEIKLASNYA™ Since 17 August 2011, ada angin sepoi berkata;”Seperti pembicara murahan.” Kan hanya ’seperti’, bukan murahan beneran. Itulah respon saya. Profesi saya adalah penulis dan pembicara publik. Untuk ikut berkontribusi, saya baru bisa menggunakan lidah dan jari jemari. Belum bisa dengan uang atau pengaruh, apalagi kekuasaan. Kalau biasanya saya pasang tarip untuk bicara 2 jam, sekarang saya tidak mau begitu lagi. Harapannya, perusahaan atau lembaga yang ingin ‘nanggap’ saya tidak lagi terjajah oleh tarip yang belum tentu cocok dengan budget mereka. Sejak dulu pun saya bertekad untuk melakukan itu, tapi  ‘nanti’ kalau saya sudah kaya. Sekarang saya belum kaya, tapi sudah merdeka. Maka saya mempercepat keputusan untuk tidak menetapkan tarip bukan ‘nanti’, tapi sejak hari kemerdekaan ini. Saya menyediakan diri untuk berkontribusi. Sekarang, apa yang akan Anda kontribusikan bagi bangsa ini?  Devisa, hasil karya, lapangan kerja, pemikiran, gagasan, atau apa saja. Rakyat berterimakasih kepada Anda.</p>
<p><strong>4. Hargailah pendahulumu</strong>. Ini bukan soal senioritas. Tetapi soal fakta bahwa kemerdekaan ini tidak didapatkan dengan penjuangan kita. Sudah kesiangan untuk menjadi pahlawan. Lagipula, kita tidak bisa melepaskan diri dari masa lalu yang sudah susah payah dibangun oleh para pendahulu kita. Salah satu hal yang telah secara gamblang kita sepelekan adalah bagaimana para founding fathers kita meletakkan dasar-dasar kenegaraan. Bahkan kita masih sering mentertawakan Dasar Negara Pancasila. Kritik kita begitu pedasnya. Padahal kita pun belum tentu sanggup merancang pengganti yang sepadan apalagi lebih baik darinya. Sudah cukup mengobrak-abrik fondasi bangsa kita. Kalau mau berdebat, tidak perlu menjadikan Pancasila sebagai sasaran. Fokuslah kepada apa yang benar-benar bisa kita lakukan untuk bangsa ini. Berhentilah menggugat para pendahulu kita. Perjuangan mereka, sudah nyata hasilnya. Sekarang, giliran kita untuk meneruskan. Jika ada yang harus diperbaiki dari kiprah mereka, lakukan saja tanpa harus mencederai nama baik dan jasa-jasanya. </p>
<p><strong>5. Merdekakanlah dirimu dari sifat penjarah</strong>. Kita sudah lama tidak lagi berhadapan dengan penjajah. Sebagai gantinya, kita dipusingkan oleh para penjarah. Ironisnya, sang penjarah bisa jadi sebelumnya adalah orang yang paling lantang suaranya ketika berdiri diatas mimbar orasi demokrasi. Benar, kita memang punya sifat menghujat orang lain. Tetapi, begitu mencicipi nikmatnya keju yang dipercayakan untuk kita jaga, kita tergoda oleh aromanya yang menggiurkan. Setelah menduduki kursi empuk, janganlah sampai ikut-ikutan menjadi tikus yang sama rakusnya dengan tikus-tikus yang sebelumnya kita berangus. Hati-hati dengan tikus, karena wajahnya mirip kelelawar. Hati-hati dengan kelelawar, karena dia dia temannya vampire. Hati-hati dengan vampire karena gigitannya menyebabkan virus para tikus menular. Nah. Kalau sudah tertulas virus tikus itu, biasanya kita berubah dari pejuang demokrasi menjadi tikus yang lebih rakus lagi. Maka masa penjajahan yang sudah lewat, digantikan oleh masa penjarahan yang sulit dihentikan. Jadi, merdekakanlah dirimu dari sifat penjarah.</p>
<p>Merdeka! Itu tidak berarti hidup tanpa aturan hingga boleh melakukan apa saja sesuka hati kita. Merdeka! Itu adalah isyarat untuk secara leluasa mengekspresikan nilai tertinggi kita sebagai manusia. Peringatan hari kemerdekaan kita tahun ini diiringi oleh peringatan turunnya kitab suci. Bukankah ini isyarat dari langit agar kita bisa mau kembali membaca kitab suci? Jika mau menjadi pemimpin Negara yang baik, bacalah kitab suci. Jika ingin menjadi warga Negara yang baik, bacalah kitab suci.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
Dadang Kadarusman &#8211; 16 Agustus 2011<br />
Natural Intelligence Learning Facilitator<br />
<a href="http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/">http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/</a><br />
Seminar ”SEIKHLASNYA™”;  Since 17 August 2011<br />
Contact person in-house training: Ms. Vivi &#8211; 0812 1040 3327<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong>:<br />
Kemerdekaan paling tinggi adalah ketika kita tidak lagi membiarkan diri sendiri dijajah oleh hawa nafsu untuk melakukan tindakan yang tidak disukai oleh Tuhan.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain. Tapi tolong, jangan diperjualbelikan ya.<br />
<marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DK on Twitter @dangkadarusman</font></marquee></p>
<p>Gambar :   udenhans.com </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/16/menyambut-kedatangan-si-kembar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayarlah Hutangmu, Atau Korbankanlah Akhiratmu</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/15/bayarlah-hutangmu-atau-korbankanlah-akhiratmu/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/15/bayarlah-hutangmu-atau-korbankanlah-akhiratmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 02:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=1335</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. Saya tidak akan bertanya apakah Anda mempunyai hutang atau tidak. Selain karena itu adalah hal yang sensitif, kita juga sudah sama-sama mafhum jika berhutang sudah menjadi bagian dari kisah hidup manusia modern. Rumah saya, juga dibeli &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/15/bayarlah-hutangmu-atau-korbankanlah-akhiratmu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/debt_jempolpendekarwpcm.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/debt_jempolpendekarwpcm-222x300.jpg" alt="" title="debt_jempolpendekarwpcm" width="222" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1338" /></a>Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p>Saya tidak akan bertanya apakah Anda mempunyai hutang atau tidak. Selain karena itu adalah hal yang sensitif, kita juga sudah sama-sama mafhum jika berhutang sudah menjadi bagian dari kisah hidup manusia modern. Rumah saya, juga dibeli dengan hutang ke bank. Belanja bulanan saya, dibayar dengan uang plastik alias kartu hutang. Begitulah fakta hidup kita. Tetapi, berhutang pun tidak masalah, selama kita bersedia dan mampu untuk membayarnya. Mengapa? Karena hutang yang tidak terbayarkan bukanlah sekedar urusan dunia, melainkan juga akan menjadi beban di akhirat. Jika kita tidak mau membayar hutang, maka akhirat kita yang dikorbankan. <span id="more-1335"></span></p>
<p>Sabtu tanggal 13 Agustus 2011 tukang pos datang membawa sepucuk surat. Amplopnya berlogo sebuah perusahaan yang cukup terkenal. “Wah, ada order training dari perusahaan besar nih,” saya langsung ke-GR-an. Bukan GR, tapi berbaik sangka saja. Ketika dibuka, ternyata surat itu dari Kantor Akuntan Publik atas nama perusahaan besar tersebut. Dalam suratnya, dituliskan bahwa auditor mereka menemukan catatan hutang saya kepada perusahaan itu sebesar Rp. 140,000,000.- (seratus empat puluh juta rupiah). Saya tersenyum membaca surat itu. Bagaimana sampai ada hutang itu tidak dijelaskan. Kalau mengutang barang membeli apa; kalau pinjam, ya pinjamnya kapan, kepada siapa, dan buktinya apa? Karena saya tidak pernah belanja atau meminjam uang ke perusahaan itu, maka saya menganggapnya sebagai intermezzo saja. Orang yang mengemplang hutang, pasti terkena laknat. Dan orang yang menuduh orang lain berhutang tanpa kebenaran pasti juga akan menanggung akibatnya. Bagi Anda yang tertarik untuk menemani saya belajar tata karma berhutang, saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intellligence berikut ini:</p>
<p><strong>1. Akuilah hutang-hutangmu.</strong> Zaman sekarang nyaris menjadi kelaziman untuk melakukan penyangkalan terhadap hutang. Bahkan ada orang yang balik marah hanya karena diingatkan tentang hutangnya. Padahal, ketika seseorang berhutang sesungguhnya dia berkomitmen untuk membayarnya. Kalau sewaktu meminjam itu tidak berniat untuk membayar ya sebaiknya ‘minta’ saja. Karena hukum meminta berbeda dengan berhutang.  Selain mengundang penyangkalan, hutang juga bisa menjadikan kita seorang pembohong. Hutang pun sering mendorong kita memberikan janji-janji palsu. Kapan akan dibayar? ‘Minggu depan,’ tapi dalam hati kita tidak sungguh-sungguh ingin membayarnya minggu depan. Seseorang yang menyangkal hutang tidak memiliki motivasi yang kuat untuk membayarnya. Makanya dia akan selalu menunda-nunda pembayarannya. Bahkan sekalipun sebenarnya dia memiliki cukup uang untuk mencicilnya. Maka mengakui hutang-hutang kita, adalah langkah paling penting yang harus kita lakukan.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>2. Bayarlah hutang-hutangmu</strong>. Ada sebuah kalimat yang selalu diucapkan seseorang dalam setiap upacara pemakaman. Kalimat itu berbunyi begini,”Kalau ada dosa almarhum mohon dimaafkan, dan kalau ada urusan hutang piutang dengan almarhum silakan menghubungi kami sebagai keluarga dan ahli warisnya.” Hal ini menunjukkan bahwa kita semua sadar jika hutang itu bukan urusan sepele. Maka membayar hutang semasa hidup menjadi penting artinya bagi siapapun yang berhutang. Jika keburu meninggal, akibatnya bisa sangat fatal. Guru kehidupan saya menceritakan betapa Rasulullah sangat memperhatikan urusan hutang. Sebagai seorang kepada Negara, beliau tidak hidup bermewah-mewah. Kemana harta beliau? Antara lain, digunakan untuk membayarkan hutang-hutang umatnya yang sudah wafat. Sekarang, kita tidak punya pemimpin mulai seperti Rasulullah. Maka bertekadlah untuk membayar sendiri hutang-hutang kita sebelum meninggal. Sekalipun kita baru bisa mencicilnya.</p>
<p><strong>3. Batasilah jumlah hutangmu.</strong> Zaman ini sudah sangat aneh. Nyaris setiap saat kita disodori oleh tawaran untuk berhutang. Lewat surat, telepon, ataupun SMS. Jerat hutang terpasang disetiap jalan yang hendak kita lalui. Tanpa saya ketahui, limit kartu kredit saya sudah menjadi 50 juta. Hah? Memangnya saya bisa belanja sebanyak itu setiap bulannya? Kalau pun bisa belanjanya, apakah saya mampu membayarnya? Kita sering terjebak untuk mengabaikan kemampuan membayar. Sedangkan para pemilik modal terus membombardir kita dengan rayuan berutang yang semakin menjadi-jadi. Disaat semakin banyaknya pihak yang membuka jurang hutang, maka satu-satunya yang bisa membatasi hutang adalah diri kita sendiri. Tak seorang pun peduli apakah kita bisa membayar hutang atau tidak. Tak seorang pun bersedia untuk menebus hutang-hutang kita. Dan tak seorang pun sanggup mendampingi kita menghadapi sidang Tuhan setelah kita mati kelak. Hanya kita sendiri yang bisa. Maka mari, batasilah jumlah hutang kita. Jangan sampai melampaui kemampuan kita sendiri.</p>
<p><strong>4. Terbukalah dengan keadaan keuanganmu</strong>. Ada kalanya keadaan kita memang sedang tidak memungkinkan untuk membayar hutang. Tapi kita sering gengsi mengakuinya. Meski begitu, mengelak dan menyangkal hutang bukanlah jalan keluar yang tepat. Penyangkalan hanya akan menimbulkan kemarahan pemilik piutang. Jauh lebih baik untuk mengakui saja jika kita memang sedang tidak mampu untuk membayar hutang. Terbukalah kepada pemilik piutang, dan mintalah penjadwalan ulang. Bagaimana jika mereka menyita barang-barang kita? Itu memang berat. Tetapi jika tidak memiliki solusi yang lebih baik dari itu, mengapa harus sembunyi dibalik gengsi? Percayalah, jikapun terjadi penyitaan, itu jauh lebih baik daripada berhadapan dengan penyiksaan. Banyak bukti kesadisan yang sudah kita saksikan. Bahkan ada yang tak segan sampai menghabisi nyawa seseorang. Itu didunia. Bagaimana dengan diakhirat? Jadi, tak ada gunanya menyangkal. Tak ada artinya melarikan diri. Dan tidak ada manfaatnya untuk berdiri diatas ego bernama gengsi. Terbukalah kepada pemilik piutang tentang kondisi keuangan kita. Lalu bicarakanlah jalan keluar yang terbaik bagi kedua belah pihak.</p>
<p><strong>5. Bersihkanlah harta kekayaanmu dari unsur hutang</strong>. Cicilan yang kita bayarkan untuk rumah, kendaraan, kartu kredit dan lain-lainnya adalah bukti komitmen kita untuk selalu membersihkan diri dari hutang. Kepatuhan kita dalam membayar hutang sesuai jadwal adalah sifat terpuji yang perlu kita rawat. Namun, kita kadang tergoda untuk mencicil hutang sesedikit mungkin hanya karena ingin melihat sejumlah dana dalam buku tabungan kita. Maka meski punya uang, kita cenderung untuk membayar tagihan kartu kredit seminimalnya saja. Percayalah, Anda rugi jika demikian. Uang yang kita simpan di bank hanya menghasilkan pemandangan indah sementara pada buku tabungan. Tidak lebih dari itu, karena bunganya tidak seberapa. Tetapi hutang yang ditunda-tunda pembayaranya menggerogoti harta kita dengan sedemikian rakusnya. Maka jika masih ada harta yang tersisa, dahulukan kewajiban membayar hutang. Dengan begitu, harta kita akan semakin bersih dari hutang. Kalau harta kita juga ikut ‘bersih’ hingga tidak bersisa? Maka kita punya jiwa yang bersih dari hutang. Dan kita bisa mulai dari awal lagi. Bukankah itu jauh lebih mulia? </p>
<p>Dizaman modern seperti saat ini, sungguh tidak mudah untuk bisa membebaskan diri dari hutang. Sekalipun begitu, mari kita saling mendoakan agar kita semua diberi kekuatan untuk mengelola hutang dengan sebaik-baiknya, tanpa harus mengorbankan harga diri kita. Ada sebuah doa yang diajarkan oleh guru kehidupan saya. Doa itu berbunyi seperti ini; “<em><strong>Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan yang halal dari-Mu. Cukupkanlah aku dengan karunia-Mu. Hingga aku tidak butuh lagi kepada siapapun selain Engkau….”  </strong></em>Kata beliau, ini adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah kepada seseorang yang mengadukan tentang beban hutang yang sedang menderanya. Semoga, doa ini menjadi kekuatan bagi kita semua untuk menghadapi zaman yang penuh dengan godaan untuk berhutang. Beruntung, jika kita bisa terlepas dari hutang.  </p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
Dadang Kadarusman &#8211;<br />
Natural Intelligence Learning Facilitator<br />
<a href="http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/">http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/</a><br />
2 JAM SEIKLASNYA™  Since 17 August 2011<br />
Contact person in-house training: Ms. Vivi &#8211; 0812 1040 3327<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a><br />
<a href="http://www.facebook.com/notes/dadang-kadarusman/bayarlah-hutangmu-atau-korbankanlah-akhiratmu/10150280476794044">FACEBOOK</a></p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong>:<br />
Hutang sudah mulai bergeser dari sekedar sebuah kebutuhan menjadi gaya hidup. Maka berhati-hatilah dengan gaya hidup. Karena gaya hidup, menentukan gaya mati kita.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain. Tapi tolong, jangan diperjualbelikan ya.</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DK on Twitter @dangkadarusman</font></marquee></p>
<p>Gambar :    jempolpendekar.wp.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/15/bayarlah-hutangmu-atau-korbankanlah-akhiratmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersaing Dengan Teman Secara Sportif</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/10/bersaing-dengan-teman-secara-sportif/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/10/bersaing-dengan-teman-secara-sportif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 03:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=1256</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. &#8220;Sesama bis kota dilarang saling mendahului,” dulu dikaca belakang bis umum selalu ada tulisan seperti itu. Saya selalu tergelitik setiap kali ingat kalimat itu. Mengapa ‘sesama bis kota’, ya? Tapi benar juga, soalnya bis kota kan &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/10/bersaing-dengan-teman-secara-sportif/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/Sportif-outsiderjapan-pworkscm.gif"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/Sportif-outsiderjapan-pworkscm-300x187.gif" alt="" title="Sportif-outsiderjapan-pworkscm" width="300" height="187" class="alignleft size-medium wp-image-1258" /></a>Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p>&#8220;Sesama bis kota dilarang saling mendahului,” dulu dikaca belakang bis umum selalu ada tulisan seperti itu. Saya selalu tergelitik setiap kali ingat kalimat itu. Mengapa ‘sesama bis kota’, ya? Tapi benar juga, soalnya bis kota kan tidak mungkin saling mendahului dengan kereta api. Apalagi dengan pesawat terbang. Meski sekarang sudah tidak ada lagi tulisan seperti itu, tetapi tidak berarti kalimat itu tidak relevan lagi. Khususnya bagi kita yang bukan pengemudi bis kota. Lho, kok kita? Iya, karena perilaku ‘mengemudi’ ugal-ugalan yang kita lakukan dalam mengarungi roda kehidupan sering jauh lebih parah dari persaingan antar bis kota. Persis seperti bis kota yang bersaing dengan sesama bis kota, kita hanya bersaing dengan sesama kita juga. Dan, persaingan kita sering dikasih bonus berupa rasa iri didalam hati. <span id="more-1256"></span></p>
<p>Persaingan terjadi dimana-mana. Di panggung politik. Di lingkungan tempat tinggal. Di kantor. Dimana saja. Zaman sekarang, kita sudah jarang melihat persaingan yang sportif. Contoh tidak sportif yang paling buruk ada di panggung politik yang penuh dengan intrik. Disusul oleh persaingan dikantor yang sering dicederai oleh manuver-manuver kotor. Di lapangan olah raga, sesekali kita juga melihat ada noda. Mungkin sudah saatnya kita galakan lagi semangat bersaing secara sportif. Bagi kebanyakan orang sportivitas itu bukan dalam konteks panggung politik atau lapangan olah raga, melainkan dalam persaingan dengan teman di kantor. Bagi Anda yang tertarik untuk menemani saya belajar bersaing dengan teman di kantor secara sportif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 prinsip Natural Intellligence berikut ini:</p>
<p><strong>1. Mencari kelebihan sang pesaing</strong>. Dalam bersaing, kebanyakan orang gemar mencari-cari kesalahan orang lain. Padahal, kesalahan orang lain sama sekali tidak memberi energy positif bagi diri kita. Belajarlah untuk mencari kelebihan dan keunggulan orang lain. Dengan begitu kita akan semakin termotivasi untuk terus meningkatkan diri. Inti dari sebuah persaingan bukan sekedar bisa ‘meraih’ sesuatu yang diperebutkan, melainkan ‘bisa melakukan apa’ dengan sesuatu yang kita raih itu. Setelah meraihnya, kita bisa apa. Salah satu sumber kekecewaan kita kepada para ‘juara’ adalah ketika kita tahu bahwa setelah memenangkan persaingan itu, ternyata sang juara tidak bisa melakukan sesuatu yang kita harapkan. Maka ketika kita yang menjadi juaranya, orang lain juga memiliki tuntutan yang sama kepada kita. Hanya jika kita benar-benar ‘mampu’ saja orang lain akan menghargai ‘kemenangan’ kita. Jika tidak? Mereka akan berpaling kepada orang lain sekalian berharap kita segera tergantikan. Maka carilah kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Dan jadikan hal itu motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>2. Menggandeng tangan sang pesaing</strong>. Dijalan-jalan, sekarang kita sudah mulai melihat banyak bis gandengan. Ada 2 bis yang berjalan bersama-sama. Dengan bis gandeng itu, lebih banyak penumpang yang bisa diangkut dalam satu waktu. Lebih sedikit bahan bakar yang dihabiskan. Dan lebih efisien tenaga sopir yang dikeluarkan. Ini adalah symbol indahnya sinergi yang bisa kita bangun dengan sesama pesaing kita. Mari kita tengok teman-teman yang menjadi pesaing terkuat di kantor. Bagaimana kalau kita konversi saja energy untuk saling menyalip itu dengan kesediaan untuk berkolaborasi. Dijamin, manfaat yang bisa kita kontribusikan kepada perusahaan akan jauh lebih baik dibandingkan dengan ketika kita sama-sama ngotot untuk saling sikut. Tapi kan jabatan yang diperebutkan hanya ada satu. Yang diperlukan oleh perusahaan bukanlah sekedar kemampuan untuk mengalahkan pesaing. Tetapi ada soft skill yang jarang dimiliki orang namun sangat penting, yaitu; ‘mengelola kekuatan orang lain’. Ketika Anda mendemonstrasikan kemauan dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan pesaing terkuat Anda; maka Anda sudah menunjukkan kemampuan langka itu.</p>
<p><strong>3. Berikan pujian yang tulus kepada pesaing</strong>. Saat bersaing, kita sering enggan untuk memberi pujian kepada lawan. Padahal, pujian memberikan efek energy positif bagi kedua belah pihak. Lebih dari itu, pujian tulus yang kita lontarkan bagi orang lain mengundang simpati pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan secara langsung. Jika saya memuji Anda dengan tulus hati, maka bukan hanya Anda yang bisa merasakan ketulusan saya. Orang-orang lain yang melihat saya memuji Anda pun merasakan hal yang sama. Sebagai bonusnya, orang lain itu mempunyai kesan yang positif terhadap saya. Sama halnya jika pujian atau kredit poin tulus itu Anda yang memberikan kepada pesaing Anda. Dan biarkan orang lain mengetahui Anda melakukan itu. Maka selain Anda bisa membangun hubungan emosi positif dengan pesaing Anda, maka orang-orang lain yang ‘berada di luar arena’ akan memberikan simpatinya kepada Anda. Bagaimana jika pujian itu malah membuat pesaing Anda semakin besar kepala? Bagus. Karena semua orang akan semakin tahu kualitas yang sesungguhnya. Bukankah orang menyukai sifat sportif dan ketulusan?</p>
<p><strong>4. Menyokong kemajuan pesaing</strong>. Menjegal langkah orang lain? Ah, itu sudah terlampau biasa kita temukan. Selain bukan perilaku bermartabat, itu juga tidak menunjukkan keunggulan apa-apa. Kualitas kepemimpinan seseorang justru terlihat dari kemampuannya untuk menyokong kemajuan orang lain. Mengapa harus begitu? Karena menjadi pemimpin adalah tentang bagaimana membantu orang-orang yang kita pimpin maju lebih pesat dan mengembangkan dirinya lebih cepat. Mengapa banyak pemimpin yang tidak mampu untuk mengembangkan bawahannya? Karena sebelum menjadi pemimpin mereka tidak belajar menyokong kemajuan orang lain. Maka jadikanlah pesaing terdekat Anda sebagai ‘murid’ yang bisa Anda gunakan untuk berlatih mengembangkan orang lain. Jika memang dia pesaing hebat, tentu dia punya bakat. Sehingga Anda dijamin akan berhasil mengembangkannya. Dan itu adalah prestasi kepemimpinan yang layak Anda rayakan. Lalu Anda pikirkan lagi, “aspek apa lagi yang bisa Anda kembangkan dari pesaing yang satu ini?” Secara tidak langsung, Anda telah menempa diri sendiri menjadi seorang pemimpin sejati. </p>
<p><strong>5. Adopsi kualitas yang mutlak harus dimiliki seorang pemimpin</strong>. Ada satu hal yang sulit untuk dipahami, namun harus kita terima dengan lapang dada. Apakah itu? Itu adalah fakta bahwa yang mendapatkan promosi di kantor, tidak selalu merupakan orang yang paling terampil. Tidak juga selalu orang yang pencapaian kerjanya paling tinggi. Misalnya, orang yang menjadi Sales Manager tidaklah selalu orang yang persentase pencapaian salesnya paling tinggi. Mungkin hanya 101% saja. Fakta ini sering membuat mereka yang meraih sales 110% uring-uringan. Mengapa? Karena mereka tidak faham bahwa untuk memimpin, dibutuhkan banyak aspek. Bukan sekedar angka-angka diatas kertas. Lihatlah point 1,2,3 dan 4 yang baru kita bahas. Itu adalah aspek-aspek lain yang mutlak dibutuhkan dari seorang pemimpin. Karena kepemimpinan bukanlah soal penguasaan aspek-aspek teknis belaka. Melainkan sebuah seni mengelola orang lain, mengenali potensi-potensi mereka, dan menggunakannya untuk mencapai tujuan perusahaan.</p>
<p>Tanpa disadari, kita sering menganggap teman sebagai ancaman. Ambisi-ambisi pribadi kita sering membisikan jika mereka bisa menjadi penghalang atas apa yang kita inginkan. Mulai sekarang, mari kita ubah cara pandang terhadap para pesaing. Bantulah mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tolonglah mereka untuk bisa menghasilkan kinerja yang lebih tinggi. Doronglah mereka untuk terus berprestasi. Kembangkanlah mereka, karena itulah hakekat kemimpinan yang harus Anda miliki didalam diri Anda.  </p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
Dadang Kadarusman &#8211; 10 Agustus 2011<br />
Natural Intelligence Learning Facilitator<br />
<a href="http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/">http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/</a><br />
Mulai 17 Agustus 2011 tarip seminar 2 Jam Dadang= SEIKHLASNYA<br />
Contact person in-house training: Ms. Vivi &#8211; 0812 1040 3327<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a><br />
<a href="http://www.facebook.com/note.php?created&#038;&#038;note_id=10150276499779044#!/notes/dadang-kadarusman/bersaing-dengan-teman-secara-sportif/10150276499779044"><strong>FACEBOOK</strong></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong>:<br />
Sangat mudah untuk menemukan orang-orang yang siap bersaing, namun sangat sedikit orang yang bisa bersaing secara sportif.  </p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain. Tapi tolong, jangan diperjualbelikan ya.<br />
<marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DK on Twitter @dangkadarusman</font></marquee></p>
<p>Gambar :    outsiderjapan.pbworks.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/10/bersaing-dengan-teman-secara-sportif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda Menyukai Tebu Atau Gulanya?</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/04/apakah-anda-menyukai-tebu-atau-gulanya/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/04/apakah-anda-menyukai-tebu-atau-gulanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 03:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=1220</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. “Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/04/apakah-anda-menyukai-tebu-atau-gulanya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/Sugar-galerikulinerblgsptcm.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/08/Sugar-galerikulinerblgsptcm-300x225.jpg" alt="" title="Sugar-galerikulinerblgsptcm" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1223" /></a>Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p>“Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi. Ngomong-ngomong, ‘sepah’ itu apa sih? <span id="more-1220"></span></p>
<p>Meski bukan daerah penghasil gula, namun di rumah masa kecil saya terdapat rumpun-rumpun pohon tebu. Kami menggunakan parang untuk memotong batangnya, lalu mengupas kulitnya. Kemudian memotong batang tebu itu menjadi seukuran jari-jari telunjuk. Setelah itu? Kami mengungahnya. Rasa manis memenuhi mulut kami. Lalu tiba saatnya dimana kunyahan itu hanya menyisakan rasa tawar saja. Di mulut kami sekarang hanya tertinggal ampas. Kami meludahkan ampas itu ke tanah. Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memperbaiki paradigma hidup itu; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:</p>
<p><strong>1. Jadilah pemanis kehidupan</strong>. Disekitar kita begitu banyak orang yang suka minum kopi. Tetapi, saya hampir tidak pernah mengenal orang yang minum kopi tanpa gula. Bahkan sekalipun kita menyebutnya ‘kopi pahit’, ternyata ya menggunakan gula juga. Mengapa gula selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang disajikan? Karena gula membuat rasa pahit pada kopi terasa menjadi manis. Anda yang mengetahui rasa asli kopi tentu tahu jika sebenarnya kopi itu mirip arang. Karbon yang tersisa dari benda hangus. Makanya rasanya tidak benar-benar enak. Tetapi, ketika kedalam seduhan kopi pahit itu kita bubuhkan gula; tiba-tiba saja kita menikmatinya. Bahkan menjadikannya sebagai minuman favorit. Bayangkan jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan. </p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti</strong>. Ditempat tidur saya tiba-tiba saja banyak sekali semut. Setelah diperiksa, ternyata ada sisa-sisa gula dari kue kering yang kami makan bersama anak-anak. Ternyata benar; ada gula, ada semut. Para semut tidak lagi memperdulikan lokasi dan situasi. Dimana ada gula, kesitulah mereka berbondong beriringan. Ini tidak hanya benar bagi para semut. Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan. Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya?  Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.  </p>
<p><strong>3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang</strong>. Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. Saya mengenal seorang eksekutif senior yang mumpuni. Setelah memasuki masa pensiun dari jabatanya yang tinggi, saya pikir beliau akan menjadi seperti ‘tebu-tebu’ yang lainnya. Ternyata saya keliru. Perusahaan kemudian memperpanjang masa kerjanya dengan system kontrak. Lalu beliau berpindah ke perusahaan lain. Lalu beliau ditarik lagi oleh perusahaan lainnya. Bagi saya, beliau inilah salah satu living legend mereka yang tidak pernah membiarkan dirinya ‘kehilangan rasa manis’. Meski usianya sudah jauh melampaui masa pensiun, beliau tetap manis. Rasa manis yang masih tetap lestari didalam dirinya itulah yang menjadikan beliau tetap menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar.  Jadi jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.</p>
<p><strong>4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan</strong>. Sekarang, cobalah ambil sesendok gula terbaik yang Anda miliki. Lalu suapkan sesendok gula itu kedalam mulut Anda, dan kunyahlah. Apakah Anda masih menikmati rasa manisnya? Pada dasarnya, semua orang menyukai rasa manis. Namun, tak seorang pun bisa melahapnya terlalu banyak. Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian. Bahkan gula pun mengajari kita bahwa terlalu banyak rasa manis membuat kepala kita pusing, bahkan kita bisa mengalami sindrom toleransi insulin. Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah Anda. Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang saya maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri Anda sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.</p>
<p><strong>5. Semanis apapun kita, tidak bisa lepas dari fitrah</strong>. Sepah di kebun tebu kami jumlahnya tidak terlalu melimpah. Namun jika dibiarkan tetap saja menjadi sampah. Kami punya banyak pilihan untuk memperlakukannya. Jika kami membuangnya ke kolong kandang domba, maka sepah itu akan menambah nutrisi pada pupuk kandang yang kami dapatkan. Jika kami membuangnya ke kolam ikan, maka dia akan menjadi tempat tumbuhnya plankton dan jentik-jentik makanan penggemuk ikan. Jadi, apanya yang terbuang dari seonggok sepah? Tidak ada. Sepah benar-benar menyadari bahwa dia tidak bisa melawan fitrah. Semua orang yang pernah muda akan menjadi tua. Semua yang gagah perkasa akan menjadi tak berdaya. Semua yang kuat menjadi lemah. Itulah fitrah. Tetapi mari sekali lagi kita lihat sang sepah. Bahkan setelah masuk tempat sampah, dia tetap saja menjadi anugerah. Jika kita ikut mengimani konsepsi hidup setelah mati, maka kita lebih beruntung lagi. Karena dengan keyakinan itu kita kita bisa berharap memetik buah manis tabungan kebaikan yang pernah kita lakukan semasa hidup. Kita boleh berharap itu, karena iman kita mengajarkan bahwa setiap amal baik yang pernah kita lakukan atas nama Tuhan, akan membuahkan imbalan yang sepadan. Beruntunglah kita yang percaya, karena setidak-tidaknya kita memiliki harapan; bahwa fitrah kita adalah untuk mempersiapkan tempat pulang alam keabadian. </p>
<p>Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang Anda harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Insya Allah, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
Dadang Kadarusman &#8211; 4 Agustus 2011<br />
Master Trainer &#038; Natural Intelligence Inventor<br />
<a href="http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/">http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/</a><br />
Contact person in-house training: Ms. Vivi &#8211; 0812 1040 3327<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a><br />
<a href="http://www.facebook.com/notes/dadang-kadarusman/apakah-anda-menyukai-tebu-atau-gulanya/10150271506284044"><strong>FACEBOOK</strong></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong>:<br />
Jika kita merasa dibuang dari lingkungan yang kita inginkan, mungkin itu karena kita sudah tidak memiliki rasa manis yang bisa kita berikan. Atau, rasa manis kita lebih dibutuhkan ditempat yang lain.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain. Tapi tolong, jangan diperjualbelikan ya.</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DK on Twitter @dangkadarusman</font></marquee></p>
<p>Gambar :    galerikuliner.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/08/04/apakah-anda-menyukai-tebu-atau-gulanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mohon Ijin ’Menghilang’ Selama Beberapa Hari</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/07/03/mohon-ijin-%e2%80%99menghilang%e2%80%99-selama-beberapa-hari/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/07/03/mohon-ijin-%e2%80%99menghilang%e2%80%99-selama-beberapa-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 23:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=1067</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. Mulai hari ini sampai tanggal 10 Juli 2011 mohon ijin untuk keluar dari dunia maya sehubungan dengan panggilan tugas di suatu tempat. Saya tidak tahu apakah selama rentang waktu itu ada fasilitas dan kesempatan untuk online &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/07/03/mohon-ijin-%e2%80%99menghilang%e2%80%99-selama-beberapa-hari/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/07/miss_you-ambelogwp.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/07/miss_you-ambelogwp.jpg" alt="" title="miss_you-ambelogwp" width="300" height="206" class="alignleft size-full wp-image-1068" /></a>Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p>Mulai hari ini sampai tanggal 10 Juli 2011 mohon ijin untuk keluar dari dunia maya sehubungan dengan panggilan tugas di suatu tempat. Saya tidak tahu apakah selama rentang waktu itu ada fasilitas dan kesempatan untuk online atau tidak. Namun untuk sementara waktu kemungkinan besar saya ‘unconnected’ sehingga tidak akan dapat merespon email atau melakukan aktivitas online lainnya. </p>
<p>Semoga di lain kesempatan kita masih diberi ruang dan kemampuan untuk saling sharing lagi dengan teman-teman sekalian. Love you all.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
Dadang Kadarusman  &#8211; 3 Juli 2011<br />
Master Trainer &#038; Natural Intelligence Inventor<br />
Website: http://www.dadangkadarusman.com </p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong>:<br />
Ciri persahabatan yang murni adalah ketika hati kita merasa terhubung bahkan meski tidak saling mengenal satu sama lain. </p>
<p>Gambar: ambelo.files.wp.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/07/03/mohon-ijin-%e2%80%99menghilang%e2%80%99-selama-beberapa-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketing Quiz – Analisis Jawaban dan Pemenangnya</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/07/02/marketing-quiz-%e2%80%93-analisis-jawaban-dan-pemenangnya/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/07/02/marketing-quiz-%e2%80%93-analisis-jawaban-dan-pemenangnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 03:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Natural Intelligence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=1061</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. Tanggal 10 Juni yang lalu saya memposting artikel dengan judul “Cara Membuat Pelanggan Membeli Atau Menolak Produk Kita.” Artikel itu ditulis atas pengalaman aktual saya sendiri. Untuk menyegarkan kembali ingatan, ada 2 kategori yang dibahas yaitu &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/07/02/marketing-quiz-%e2%80%93-analisis-jawaban-dan-pemenangnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/07/Winner_Image-4dtbpdtbsdtcm.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/07/Winner_Image-4dtbpdtbsdtcm-225x300.jpg" alt="" title="Winner_Image-4dtbpdtbsdtcm" width="225" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1065" /></a>Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p>Tanggal 10 Juni yang lalu saya memposting artikel dengan judul “<a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/06/10/cara-membuat-pelanggan-membeli-atau-menolak-produk-kita/">Cara Membuat Pelanggan Membeli Atau Menolak Produk Kita</a>.” Artikel itu ditulis atas pengalaman aktual saya sendiri. Untuk menyegarkan kembali ingatan, ada 2 kategori yang dibahas yaitu (1) Cara beriklan yang buruk &#8211; menjadikan pelanggan tidak membeli dan (2) Cara yang baik &#8211; membuat pelanggan membeli produk kita. Diakhir artikel itu saya ‘menyelipkan’ point #6 berisi iklan ‘tebengan’. Lalu dilanjutkan dengan sebuah quiz: apakah iklan saya itu termasuk kategori (1) atau kategori (2) lengkap dengan alasannya. Ada beberapa pelajaran berharga dari respon yang kami dapatkan. Mohon ijin untuk share di forum ini, siapa tahu juga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang lain. Minimal, bisa dijadikan sekedar intermezzo di akhir pekan saja juga boleh ya. <span id="more-1061"></span></p>
<p>Dari total 17 respon yang masuk 65% menilai bahwa iklan saya itu bagus atau termasuk kategori (2), 24% menilai buruk atau kategori (1) sedangkan 12% jawaban tidak relevan dengan pertanyaan Quiz. Saya berupaya untuk memisahkan antara kepentingan pribadi saya dengan obyektivitas dari penilaian responden karena tujuan utama quiz itu adalah untuk menggunakan nalar dan perasaan dalam menyikapi cara beriklan. Oleh sebab itu saya tidak ragu untuk menyampaikan bahwa kunci jawaban yang benar adalah; Iklan yang saya lakukan itu adalah contoh yang masuk kedalam kategori (1) alias cara yang membuat pelanggan menolak produk kita. Boleh juga disebut sebagai cara beriklan yang buruk. Maka kandidat pemenang adalah mereka yang berani mengatakan bahwa cara saya itu salah. Bagi Anda yang tertarik menemani saya mengambil pelajaran dari respon yang masuk, saya ajak untuk menggunakan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:  </p>
<p><strong>1. Memahami bahwa tujuan iklan bukanlah untuk menyenangkan diri kita sendiri</strong>. Betapa banyak orang yang beriklan hanya untuk memuaskan keinginan diri mereka sendiri? Tidak aneh jika sekalipun pelanggannya sudah beteriak-teriak namun mereka terus saja jalan dengan apa yang dilakukannya. Zaman dahulu, iklan hanya ditempatkan diruang-ruang publik sehingga orang punya kemerdekaan untuk  memilih sikap pribadinya. Bahkan mereka memaklumi jika terpaksa harus mendapatkan iklan itu. Di zaman ini, iklan dibuat untuk memasuki ruang-ruang pribadi tanpa ada pilihan bagi setiap individu untuk mengelak. Semakin canggih system yang dibangun, semakin kuasa sang pemasang iklan untuk merenggut privasi sasaran yang ditagetkannya. Kegigihan sudah kehilangan makna. Dulu, kegigihan meluluhkan hati seseorang untuk akhirnya membeli apa yang ditawarkan. Sekarang, kegigihan lebih berpeluang untuk menumbuhkan kekesalan hati seseorang. Mengapa? Karena banyak pemasang iklan yang hanya bernafsu untuk menyenangkan dirinya sendiri. Beriklanlah untuk menyenangkan pelanggan, maka Anda akan mendapatkan respon positif dari mereka.</p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p><strong>2.  Menyediakan kelapangan hati untuk mengindahkan respon pelanggan</strong>. Tahun 2009 saya melakukan riset kecil tentang kepuasan pelanggan. Dan saya terus memcermati betapa banyak pelanggan yang malah dimaki-maki oleh penyedia jasa ketika menyampaikan keluhan. Benar bahwa prinsip ‘pelanggan adalah raja’ sudah tidak berlaku lagi. Tetapi, menistakan mereka sungguh diluar batas nalar dan nurani kita. Mari kita simak komentar Pak Yan Damanik; “Kategori 1. Karena jelas sekali disatu sisi tidak pada tempatnya Anda berpromosi….” Bahkan dalam simulasi untuk quiz itu pun pelanggan bisa mendefinisikan secara jelas apakah suatu iklan promosi itu dilakukan pada tempatnya atau tidak. Pak Yan benar. Lebih dari itu, bahkan kita perlu belajar memahami respon pelanggan yang tidak diutarakan. Jika pelanggan Anda diam pun belum tentu mereka senang, bukan? Iklan simulasi saya itu PASTI menimbulkan penolakan prospek. Mengapa? Karena sebelumnya saya mengkritik mereka. Meskipun pada saat mengkrisi saya memposisikan diri sebagai pelanggan bagi mereka, namun pada saat beriklan di #6 saya mengubah posisi sebagai penyedia jasa. Mengharapkan T*******L menyambut positif iklan saya adalah sebuah kemustahilan. So, mari kita belajar membuka kelapangan hati untuk mengindahkan respon pelanggan.</p>
<p><strong>3. Memahami bahwa pelanggan dapat merasakan iklan terselubung</strong>. Berapa kali Anda kedatangan sahabat lama yang akrab, ramah dan hangat namun ujung-ujungnya teman Anda itu ternyata hendak menjual sesuatu? Kehangatan Anda tiba-tiba menghilang karenanya. Kita sering mengira bahwa pelanggan tidak akan merasakan maksud-maksud terselubung dari promosi yang kita lakukan. Mari kita simak tanggapan Ibu Giacinta Hanna berikut ini;”Menurut saya point #6 termasuk bentuk promosi Kategori-1. Jika saya ditawarkan secara terselubung untuk mengikuti program yang ditawarkan, saya akan langsung menolak. Pada awalnya, ketika membaca judul diatas, saya ingin mencari tahu informasi apa yang akan disampaikan. Syukur-syukur bisa diterapkan dalam berbisnis. Namun setelah membaca point #6, saya merasa terjebak dan berpikir ‘wah artikel ini hanya untuk mempromosikan diri, bukan murni berbagi ilmu berbisnis’.” Saya berharap kita bisa mulai memahami bahwa pelanggan dapat merasakan promosi terselubung yang kita lakukan. Menurut pendapat Anda, apakah Ibu Giacinta akan membeli produk saya? Hmmh, kira-kira hal itu pulalah yang akan kita dapatkan dari pelanggan lain yang kita bombardir dengan iklan-iklan terselubung.</p>
<p><strong>4. Menyadari bahkan dalam respon irelevan pun ada informasi penting</strong>. Seorang pemasar yang cerdas tidak akan pernah menyia-nyiakan informasi yang diperolehnya dari pelanggan. Mengapa? Karena informasi itu bisa bernilai tinggi jika kita mampu memberinya sebuah makna. Contoh respon irrelevan dalam quiz ini datang dari Kang Artha. Begini katanya;” Bentar kang…. orang T*******L saya tanya, ‘emang iya tho ngirim SMS promo banyak?’ Dia malah balik nanya ‘nomormu kan T*******L kan?’ Saya mengiyakan. Kemudian dia nanya lagi ‘apa yang dibilang si dadang kamu alami ndak?’ saya menggeleng karena memang jarang saya dikirimi SMS bombardir.” Pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari respon irelevan itu? Begini;  coba tempatkan diri Anda pada posisi sebagai pelanggan yang keluhannya disia-siakan seperti diatas. Jika Anda tidak menyukainya, maka Anda tidak akan memperlakukan pelanggan Anda seperti itu. Makanya tidak heran jika hal-hal serupa itu terus berlangsung tanpa ada  tindakan kongkrit untuk memperbaikinya. Bahkan sekalipun pelanggan Anda mengada-ada atau berbohong. Anda bisa menggunakannya untuk meningkatkan citra perusahaan ke level yang lebih tinggi lagi. Sekalipun tidak memiliki spesialis Markting Communication, Anda masih bisa menghandlenya dengan baik untuk meningkatkan nilai perusahaan Anda.</p>
<p><strong>5. Imbangi konsistensi dengan muatan postif.</strong> Semua pemasar handal percaya bahwa konsistensi adalah kunci penting dalam keberhasilan suatu promosi. Ini terlihat dari respon yang saya dapat. Setelah posting itu saya sama sekali tidak melakukan apapun. Benar-benar ‘one time ad’. Hasilnya? Sekitar 60% respon datang di hari pertama, lalu turun terus. Bahkan sempat vakum beberapa hari. Lalu muncul lagi satu respon satu hari menjelang tanggal penutupan. Promosi tidak akan efektif jika tidak dilakukan secara konsisten. Case yang saya angkat dalam artikel itu memang tentang konsitensi, bahkan ‘overloaded promotion’. Namun coba perhatikan lagi, bahkan terhadap simulasi promosi #6 yang jelas-jelas tidak bagus itupun masih ada 65% responden yang menilainya sebagai promosi yang bagus, cerdas, dan terobosan. Mengapa demikian? Karena dalam promosi itu ada muatan positif atau ilmu yang bisa menginspirasi. Inilah inti sebenarnya dalam promosi. Jika Anda mampu memberikan nilai manfaat pada ‘materi promosi Anda’, bahkan mereka yang tidak berniat membeli produk Anda pun akan bersedia menyimaknya. Jadi, mulai sekarang, Ayo imbangi konsistensi Anda dalam melakukan promosi dengan memberikan muatan positif dalam setiap materi promosi Anda.  Karena muatan positif itu akan menjadi ‘sales lead’ bagi Anda – dalam pengertian yang luas, tentunya.</p>
<p>Well, saatnya bagi saya untuk mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah berkenan membaca artikel itu. Terlebih kepada para sahabat yang telah berkenan meluangkan waktu memberikan respon terhadap quiz yang saya ajukan. Semua respon memberi pelajaran berharga bagi saya. Andalah para guru marketing bagi saya. Dan semoga juga bagi teman-teman lainnya. Sesuai janji saya, seseorang dengan respon terbaik akan mendapatkan buku “<strong>Ketika Kuda, Semut, dan Gajah Bekerja</strong>,” yang saya tulis. Pemenangnya adalah orang yang komentanya saya kutip dalam point #3 diatas dengan inisial GH. Itulah komentar terfavorit saya untuk Quiz kali ini. Silakan kirimkan data diri dan alamat pengiriman buku melalui ruang “Hubungi Kami” di www.dadangkadarusman.com. Ongkos kirim ke seluruh Indonesia kami tanggung. Kepada semua sahabat, terimakasih banyak; Let’s keep learning, keep growing.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
Dadang Kadarusman &#8211; 2 Juli 2011<br />
Master Trainer &#038; Natural Intelligence Inventor<br />
<a href="http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/">http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/</a><br />
Contact person in-house training: Ms. Vivi &#8211; 0812 1040 3327<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong>:<br />
Marketing adalah tentang mengambil hati pelanggan untuk membeli produk kita dengan parasaan senang, sukarela, dan bahagia.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain.</p>
<p>Follow DK twitter@dangkadarusman</p>
<p><marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DK on Twitter @dangkadarusman</font></marquee></p>
<p>Gambar :  4bp.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/07/02/marketing-quiz-%e2%80%93-analisis-jawaban-dan-pemenangnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Pelanggan Membeli Atau Menolak Produk Kita</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2011/06/10/cara-membuat-pelanggan-membeli-atau-menolak-produk-kita/</link>
		<comments>http://www.dadangkadarusman.com/2011/06/10/cara-membuat-pelanggan-membeli-atau-menolak-produk-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 04:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/?p=920</guid>
		<description><![CDATA[Hore, Hari Baru! Teman-teman. Kategori-1: Salah satu cara paling ampuh untuk membuat pelanggan tidak membeli produk yang kita tawarkan adalah dengan melakukan promosi produk sambil mengganggu privasi mereka. Untuk memahami hal ini ijinkan saya mengambil contoh dengan real case salah &#8230; <a href="http://www.dadangkadarusman.com/2011/06/10/cara-membuat-pelanggan-membeli-atau-menolak-produk-kita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/06/logo-telkomsel.jpg"><img src="http://www.dadangkadarusman.com/apps/wp-content/uploads/2011/06/logo-telkomsel.jpg" alt="" title="logo-telkomsel" width="240" height="164" class="alignleft size-full wp-image-923" /></a>Hore,<br />
Hari Baru!<br />
Teman-teman.</p>
<p><strong>Kategori-1:</strong> Salah satu cara paling ampuh untuk membuat pelanggan tidak membeli produk yang kita tawarkan adalah dengan melakukan promosi produk sambil mengganggu privasi mereka. Untuk memahami hal ini ijinkan saya mengambil contoh dengan real case salah satu provider telepon seluler, yaitu Telkomsel. <span id="more-920"></span></p>
<p>Telkomsel membombardir pelanggannya dengan kiriman SMS yang banyak. Bahkan dalam waktu kurang dari 30 menit Telkomsel mengirim 2 SMS promosi produk. Pada jam kerja, para eksekutif sangat sibuk dan butuh fokus kepada pekerjaannya. Mengirimkan SMS pada jam-jam sibuk akan menimbulkan sikap antipati pelanggannya sehingga bukannya membeli, mereka malah bisa kehilangan simpati. (Simpati yang saya maksud disini adalah ‘perasaan sayang’ dalam hati pelanggan, bukan merujuk kepada nama kartu GSM)</p>
<p>Kekeliruan melakukan promosi seperti diatas bukan hanya menyebabkan pelanggannya antipati terhadap produk yang ditawarkan, melainkan bisa berpikir untuk mengganti SIM CARD yang digunakannya.</p>
<p><strong>Kategori-2:</strong> Selain cara yang paling ampuh untuk membuat pelanggan tidak membeli produk kita, ada cara lain yang justru bisa membuat pelanggan membeli produk kita. Dalam case Telkomsel ini, bisa dijelaskan sebagai berikut:  </p>
<p><strong>1.</strong> Telkomsel mengirimkan hanya 1 kali SMS promosi produk dalam 1 minggu. Mengirim pesan terlalu sering tidak menimbulkan kesan positif kepada pelanggan malah bisa sebaliknya.</p>
<p><strong>2. </strong>Telkomsel memahami kelas dan tipe konsumennya sehingga bisa menyesuaikan jenis produk yang tepat untuk ditawarkan melalui SMS promosinya. Tidak semua produk cocok untuk semua orang, sehingga menentukan produk yang tepat untuk orang yang tepat membutuhkan keahlian orang marketing.</p>
<p><strong>3.</strong> Telkomsel mengetahui <strong>the best time to send the SMS </strong>sehingga informasi produk yang disampaikannya dibaca pelanggan dalam suasana yang kondusif. Mengirim SMS promosi produk pada saat yang tidak tepat sama saja dengan menumbuhkan kekesalan dihati pelanggan.</p>
<p><strong>4.</strong> Telkomsel secara sensitif memahami respon pelanggannya sehingga bisa mengetahui tingkat efektivitas aktivitas promosinya. Segala aktivitas marketing harus terukur baik investasinya, waktu maupun sumberdaya lain yang digunakannya serta revenue yang dihasilkannya.</p>
<p><strong>5.</strong> Telkomsel tidak perlu mengikuti gaya promosi provider seluler lain yang kurang simpatik. Mengikuti trend pasar bukanlah strategy marketing, melainkan hanya mengeruhkan lautan persaingan yang sudah terlanjur berwarna merah. Bagi Telkomsel cukuplah merah itu logonya saja. Namun team marketingnya perlu segera berhijrah ke Blue ocean.</p>
<p><strong>6.</strong> Telkomsel bisa menugaskan saya untuk turut berkontribusi dalam program pengembangan SDM-nya melalui beragam pilihan program pelatihan yang saya fasilitasi. Saya bukan ahli marketing, namun bisa membantu mengembangkan SDM dari apek Natural Intelligence yang menjadi bidang spesialisasi saya. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di <a href="http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/">sini</a>. </p>
<p><strong>Quiz Berhadiah:</strong><br />
Apakah point #6 yang saya sebutkan diatas termasuk bentuk promosi Kategori-1 atau Kategori-2? Mohon dijelaskan alasan Anda.</p>
<p>Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar dibagian bawah artikel ini. Saya menyediakan hadiah 1 buah buku yang saya tulis berjudul;”<strong>Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja</strong>” bagi seorang pemberi  komentar yang beruntung. Jawaban ditunggu hingga tanggal 30 Juni 2011. Pemenang hadiah buku saya diumumkan pada minggu pertama bulan Juli 2011</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
Dadang Kadarusman &#8211; 10 Juni 2011<br />
Natural Intelligence Inventor<br />
<a href="http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/">http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/</a><br />
Contact person in-house training: Ms. Vivi &#8211; 0812 1040 3327<br />
<a href="http://www.twitter.com/dangkadarusman"><img src="http://twitter-badges.s3.amazonaws.com/follow_me-a.png" alt="Follow dangkadarusman on Twitter"/></a></p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong>:<br />
Marketing itu seni. Tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik, meskipun semuanya mengaku sebagai seniman marketing.</p>
<p>Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain.<br />
<marquee scrollamount="5" bgcolor="#e2e2e2"><font size="+1">Follow DK on Twitter @dangkadarusman</font></marquee></p>
<p style="visibility: visible"><object width="426" height="320" data="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" style="width: 426px; height: 320px"><param value="http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf" name="movie"></param><param value="high" name="quality"></param><param value="noscale" name="scale"></param><param value="l" name="salign"></param><param value="transparent" name="wmode"></param><param value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3530822107904199294&amp;site=widget-7e.slide.com" name="flashvars"></param></object></p>
<p>Gambar: milik Telkomsel</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dadangkadarusman.com/2011/06/10/cara-membuat-pelanggan-membeli-atau-menolak-produk-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

