Saturday , October 21 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Novel Natin

Category Archives: Novel Natin

Feed Subscription<

Pekan Demo Karyawan

“Hah? Dikantor elo bakal ada demo?” Begitu rata-rata orang merespon waktu pada makan siang di Amigos. “Elo nggak takut di pecat?!” kata mereka. Biasanya kan kalau demo dilakukan oleh pegawai di pabrik. Di gedung perkantoran mentereng kayak tempat kerja mereka, mana pernah ada demo. Jadinya ya wajar aja kalau mereka pada heran. Kok demo sih. Nekat amat. Read More »

Melihat Dari Posisi Yang Lebih Tinggi

Tidak ada yang melihat Opri. Tadi dia ada disini. Waktu orang-orang di kubikal mau pergi makan siang dia masih ada. Cuman nggak mau diajak makan bareng. Ya udah ditinggal aja kalau emang lagi nggak mood makan. Lagian juga badannya sudah mengkal gitu juga. Nggak usah khawatir bakal mengalami penyakit busung lapar deh. Read More »

Delegasi

Yang pasti. Banyak hal baru yang Jeanice alami. Atau sekedar jadi lebih tahu. Ketika masih menjadi staff, banyak hal yang tidak Jeanice ketahui. Banyak hal juga yang diajarkan oleh Natin namun masih belum kebayang. Selama ini dia hanya mengira kalau menjadi boss itu enak-enak saja. Ternyata, tidak selamanya enak. Malahan boleh dibilang lebih banyak tidak enaknya dibandingkan enaknya. Yaaa, terutama ... Read More »

Dedikasi

Gawat. Sama sekali nggak ada yang nyangka kalau urusannya bisa jadi ribet kayak gitu. Selama seminggu terakhir ini terjadi perdebatan yang seru banget. Mungkin lebih cocok kalau di bilang heboh banget. Atau, bisa juga dibilang rusuh banget. Nggak sampai terjadi kerusuhan sih emang. Tapi, kayaknya itu bisa jadi urusan yang serius banget. Soalnya, sekarang beberapa manager sudah ikut campur segala. Read More »

Loyalitas

Suasananya seru banget. Maklum. Itu adalah hari pertama buat Jeanice memimpin briefing. Sebenarnya bukan pertama kali dalam karirnya selama bekerja disitu. Karena selama ini juga dia sudah terbiasa sih sebenarnya. Gantian aja dengan teman-teman lainnya. Kalau ada briefing yang jadi PIC-nya giliran. Tapi briefing kali ini beda banget. Soalnya, yang pertama dilakukan dalam posisinya sebagai seorang supervisor. Read More »

Natin #51: Karir Yang Stagnan

Kegembiraan dipromosikannya Jeanice tidak serta merta menjadi kegembiraan semua orang. Seneng sih mereka. Siapa yang nggak seneng coba, kalau punya teman ketiban naik pangkat. Tapi kalau mikirin diri sendiri. Duh, kenapa karir ini kok nggak gerak-gerak ya? Jalan ditempat. Alias stagnan. Read More »

Kembalinya Orang Udik

Tepat sepuluh hari. Sama dengan sepertiga bulan lho. Mereka tidak bertemu satu sama lain. Rasanya memang nggak terlalu lama. Soalnya, setiap orang mempunyai kesibukannya masing-masing dengan keluarga di kampung halaman. Yang nggak mudik juga sibuk menikmati jalanan yang lengang di setiap pojok jalan-jalan ibu kota. Oooh… rasanya legaaa… sekali. Tapi, sepertiga bulan. Mestinya sih bukan waktu yang sebentar. Khususnya bagi ... Read More »

Kamera Pengawasan

Ini adalah hari ke-14 sejak orang-orang di kubikal pada mengirimkan CV untuk lowongan supervisor yang diumumkan oleh Admin HRD. Sampai detik ini, belum ada kabar apapun. Padahal selama 14 hari ini semua orang pada menunggu dengan gelisah. Menanti dengan harap-harap cemas keputusan managemen untuk memanggil mereka memasuki tahap seleksi berikutnya. Read More »

Curriculum Vitae Tak Tertulis

Setiap kali tanggal muda tiba, biasanya keadaan di kantor jadi lebih relax. Boleh dibilang relaxnya itu secara lahir dan batin deh. Dompet masih berisi beberapa lembar lima puluh ribuan sisa gajian minggu lalu. Setidaknya nggak langsung lepet setelah transfer sana-sini. Masih ada sisa-sisa sumeringah diwajah semua orang. Makanya, secara mental pun agak terasa ringan. Selain itu, pekerjaan di awal bulan ... Read More »

Natin #46: Jebakan Keberlimpahan

Hari itu keadaan di kantor berjalan normal-normal saja. Setidak-tidaknya dari pagi sampai jam sepuluh lewat lima belas menit. Semua orang masih pada sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mereka fokus, sehingga pekerjaannya bisa lebih cepat selesai dengan akurat. Kalau nggak fokus, pekerjaan malah jadi semakin lama menyelesaikannya. Bisa sih selesai cepat. Tapi sering ada kesalahan. Jadinya ya mesti diulang lagi. Nah. Urusan ... Read More »