Semua orang terdiam.
Setidaknya untuk beberapa waktu. Nggak ada lagi yang membicarakan soal tidak masuknya Natin hari itu. Sejak Pak Mergy memerintahkan orang-orang untuk fokus kepada pekerjaan masing-masing. Bukan merecoki urusan orang lain.
Tapi semua itu hanya bisa bertahan untuk beberapa menit saja. Gejolak hati mereka nggak bisa ditahan-tahan seperti itu. Cepat atau lambat, desakan dari dalam diri itu akan berhasil menemukan jalan untuk menyalurkan aspirasinya.
Meskipun raga kasar mereka bisa diperintah-perintah untuk melakukan sesuatu atau justru tidak melakukannya. Namun jiwa setiap manusia tidak bisa dikekang oleh siapapun. Continue reading









