Tuesday , January 18 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Leadership / What Makes You A Leader?

What Makes You A Leader?


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

“Apa sih yang membuat Anda pantas untuk memimpin saya?’ Semoga Anda tidak tersinggung jika ada anak buah Anda yang bertanya begitu. Memang ada kesan tidak sopan, khususnya jika kalimat itu secara terbuka diucapkan seseorang kepada atasannya. Makanya, mungkin Anda tidak pernah mendengar orang mempertanyakan itu. Tetapi, apakah Anda yakin jika anak buah Anda tidak pernah mempertanyakannya? Kalau saya yakin untuk kondisi sebaliknya. Yakin sekali saya, bahwa jauh dilubuk hati anak buah Anda; bersemayam pertanyaan itu. Anda pun, mungkin punya pertanyaan itu kepada atasan Anda. Khususnya ketika Anda meragukan kemampuan beliau. Tapi baiklah, kita fokus kepada diri kita dulu. Jika Anda mendapatkan pertanyaan seperti itu, lantas apa jawaban Anda? Apa sih yang membuat Anda pantas untuk menjadi atasan bagi anak buah Anda?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Meskipun sudah mendapatkan embel-embel sebagai ‘manager’, namun tantangan sesungguhnya bagi kualitas kepemimpinan saya baru muncul beberapa tahun kemudian. Ujian yang sebenarnya untuk menjadi seorang atasan baru datang ketika tanpa diduga seorang direktur yang merupakan atasan langsung saya mendapatkan tugas baru untuk memimpin divisi lain. Ada beberapa perubahan yang terjadi didalam organisasi. Dan saya, kebagian untuk memimpin orang-orang yang selama ini menjadi kolega saya didalam team yang sebelumnya dipimpin oleh atasan saya itu.

Anda gembira jika dipromosi? Tentu saja. Siapa yang tidak mau, kan. Namun setiap kali melewati malam-malam sunyi, saya senantiasa bertanya didalam hati; ‘What Makes You A Leader?” Apa sih yang membuat kamu itu layak menjadi pemimpin bagi anak buahmu, Dadang? Beberapa diantaranya bekerja lebih lama dari saya. Ada yang sudah menjadi manager sejak bertahun-tahun sebelumnya. Ada yang ahli computer. Ada yang ahli statistik. Ada yang ahli riset. Ada pakar marketing. Ada yang sekolahnya lebih tinggi. Dan ada lulusan perguruan tinggi luar negeri. Jadi apa yang membuat saya layak menjadi pemimpin buat mereka?

Saya tidak tahu dengan Anda, apakah pernah mengajukan pertanyaan itu kepada diri Anda sendiri atau tidak. Dan apakah Anda sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu atau belum. Yang jelas, pertanyaan itu sudah membantu saya untuk terus menjelajahi daya pikir ini untuk merenungkannya. Saya menyadari, bahwa amanah kepemimpinan ini bukanlah hal yang ringan. Kecuali jika kita memang hanya sekedar ingin menjadi atasan dan mendapatkan beragam manfaat yang terkait jabatan. Kalau hanya itu sih, tidak usah memikirkan sampai sejauh itu. Namun jika kita benar-benar ingin bertanggungjawab; maka setiap pemimpin selayaknya bisa menjawab pertanyaan pribadi itu dengan baik. Lagi pula, bukankah setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban?

Memang ada banyak jawaban yang tersedia sih. Kita tidak usah mencari-cari jawaban itu karena sudah sering beredar dikalangan anak buah kita. Andaikan saja pertanyaan itu dimodifikasi seperti ini; “Menurut pendapat Anda, apa sih yang membuat Mr. A menjadi atasan Anda?” Lalu ajukan kepada para anak buah. Mungkin ada anak buah yang menjawab ‘karena dia merupakan karyawan yang paling lama bekerja disitu’. Atau, ‘dia punya hubungan khusus dengan big boss’. Dan ada juga yang menjawab begini;”Gimana nggak jadi boss, orang Bapaknya sendiri yang punya perusahaan ini kok.” Kita masih punya koleksi jawaban lain atas pertanyaan itu. Tapi tidak usah diuraikan satu persatu disini, karena saya yakin; Anda pun punya penilaian sendiri untuk menjawab apakah seseorang layak menjadi atasan Anda atau tidak, kan?

Semua jawaban yang saya contohkan diatas merupakan jawaban minor yang tidak menyenangkan. Anda kan tidak ingin dianggap bisa menjadi atasan hanya karena Anda punya hubungan family dengan pengambil keputusan? Anda ingin orang menghargai Anda bukan karena hubungan itu. Melainkan karena Anda memang pantas untuk memimpin mereka. Saya tidak percaya jika ada orang yang rela diremehkan oleh anak buahnya asal dia tetap mendapatkan jabatan yang tinggi. Setiap orang yang memiliki harga diri, pasti tidak mau dilecehkan. Oleh orang yang posisinya lebih tinggi pun tidak mau. Apalagi oleh anak buahnya. Jadi apa dong yang membuat Anda layak menjadi pemimpin bagi anak buah Anda?

Kita mesti punya jawaban yang tepat atas pertanyaan itu. Dan kita, perlu memastikan jika jawaban itu bukan dari jenis yang bernada minor seperti contoh diatas. Jadi apa dong jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu? Kalau untuk diri sendiri, saya sudah tahu. Tapi untuk Anda? Saya tidak bisa menjawabnya. Sebab jawaban itu mesti datang dari lubuk hati Anda sendiri. Saya hanya bisa membantu Anda mengenali beberapa isyaratnya. Misalnya begini; Jika kita sering terlambat masuk ke kantor, maka kita belum layak memimpin mereka. Jika kita masih sering menjadi titik lemah bagi atasan kita, maka kita belum layak memimpin anak buah kita. Jika kita belum mencurahkan waktu dan tenaga untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan anak buah kita, maka kita belum layak menjadi pemimpin mereka.

Juga seandainya kita masih sering mengeluhkan betapa beratnya tanggungjawab yang kita pikul ini, berarti kita belum layak memimpin mereka. Bila kita masih rewel dengan gaji dan benefit yang kita dapatkan, kita juga masih belum patut memimpin mereka. Jika orientasi kita masih kepada manfaat-manfaat jangka pendek, berarti kita belum layak memimpin anak buah. Jika kita hanya mementingkan diri sendiri? Sama belum layaknya untuk memimpin mereka. Masihkah saya perlu membeberkan isyarat-isyarat lainnya?

Bagaimana dengan yang ini. Jika kita bersedia menguras seluruh daya pikir untuk membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak buah kita, maka kita layak menjadi pemimpin mereka. Jika kita sudah menjadi model yang bisa memberi contoh dalam bersikap dan berperilaku baik, maka kita pantas memimpin mereka. Jika kita bisa mendorong mereka untuk terus gigih mencurahkan dedikasinya yang tinggi kita juga layak memimpin mereka. Jika kita bisa secara konsisten menemani mereka untuk mengeksplorasi seluruh kemampuan dan merefleksikannya dalam pekerjaan sehari-hari; maka kita memang layak menjadi pemimpin bagi mereka.

Sahabatku, ternyata; ada dua aspek yang sangat menentukan apakah kita layak memimpin orang lain atau tidak. Dan dengan kedua aspek itu, kita bisa memperbaiki kualitas kepemimpinan kita. Anda ingin mengetahuinya? Baiklah, mari kita simak. Pertama, bagaimana cara kita memimpin diri sendiri. Jika untuk mendisiplinkan diri sendiri saja masih balum mampu; bagaimana mungkin kita bisa memimpin orang lain? Kedua, bagaimana kita mencurahkan segenap kemampuan yang kita miliki untuk mengembangkan orang lain. Jika kita tidak peduli pada pertumbuhan dan perkembangan orang lain, bagaimana mungkin kita bisa memberi manfaat kepada mereka, dan kepada perusahaan yang telah memberikan kepercayaan ini?

Apakah Anda sudah menemukan jawaban atas pertanyaan kita itu? Alhamdulillah, saya turut bersyukur jika sudah. Namun jika belum, silakan mulai dengan kedua aspek yang baru saja kita bahas itu. Insya Allah, Anda bisa menjadi pemimpin yang sesungguhnya. Yaitu pemimpin yang menjadikan dirinya sebagai teladan bagi pembentukan kualitas pribadi yang tinggi. Dan pemimpin yang mengabdikan diri bagi orang-orang yang dipimpinnya. Kedua aspek itulah yang bisa mendekatkan diri kita kedalam kualitas kepemimpinan yang disabdakan Rasulullah Muhammad SAW berikut ini: “Sebaik-baiknya pemimpin adalah; yang kamu cintai dan cinta kepadamu. Dan kamu doakan dan mendoakanmu….” Sudahkah Anda menjadi sebaik-baiknya pemimpin itu, sahabatku?

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 21 Maret 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Seorang pemimpin tidak akan dicintai umatnya sebelum memberi manfaat bagi mereka. Dan seorang pemimpin tidak akan didoakan untuk kebaikan oleh umatnya, sebelum bersikap dan berperilaku baik kepada mereka.

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training leadership kepada para leader di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737. Saya punya banyak topik Leadership dan pengembangan diri lainnya yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:blog.lib.umn.edu

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.