Tuesday , January 18 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Menjadi Seorang Star Performer

Menjadi Seorang Star Performer

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Kita menggunakan sebutan ‘star performer’ untuk menggambarkan para professional yang cemerlang. Seperti zaman dulu kita menggelari ‘bintang kelas’ pada siswa-siswa yang pintar di sekolah. Kita dihadapkan kepada fakta bahwa siswa yang menjadi bintang pelajar itu jumlahnya hanya sedikit sekali. Sedangkan karyawan yang menjadi star performer mungkin jumlahnya lebih sedikit lagi. Padahal, kita percaya bahwa setiap manusia dianugerahi Tuhan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing agar bisa menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Jika setiap orang punya ‘modal’ untuk menciptakan kecemerlangan dirinya, lantas kenapa hanya sedikit yang menjadi sang bintang itu? Mengapa tidak semua orang menjadi bintang, jika benar bahwa Tuhan telah secara adil memberikan kemampuan untuk mewujudkannya? Kenapa ya?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Pagi ini sehabis sembahyang subuh. Entah mengapa perhatian saya terpaku kepada kulkas. Ada apa sih didalamnya? Nggak tahu kenapa. Penasaran saja rasanya. Padahal, pagi-pagi begini kan nggak terlalu cocok mengintip isi lemari pendingin. Waaaah….ada belimbing! Seketika itu pula, mata saya dibutakan dari obyek lain yang ada dalam kulkas itu. Sekarang semuanya hanya tentang belimbing. Dan setengah menit kemudian, belimbing itu sudah berada diatas piring.

Belimbing itu masih terbaring diatas piring. Pasrah saja menunggu perlakuan dari penggemar fanatiknya ini. Namun sebelum menikmati kesegarannya, tiba-tiba saja muncul sebuah pertanyaan didalam batin; kenapa, belimbing disebut sebagai ‘star fruit’? Kalau pertanyaan itu diajukan kepada Anda, apakah Anda bisa memberikan jawaban yang tepat? “Ya iyyalah, kan bentuk buah belimbing itu seperti bintang…” Begitu kan jawaban Anda. Jika Anda menyebut itu sebagai jawaban yang umum, Anda mungkin benar. Tapi apakah itu jawaban yang tepat? Belum tentu. Coba sekali lagi perhatikan buah belimbing. Apakah benar dia mirip bintang? Silakan pergi ke kebun belimbing. Biar Anda tahu kebenarannya. Apakah buah belimbing itu bergelantungan di pohonnya seperti bintang-bintang yang berkilauan di langit tinggi? Maaf ya. Tidak.

Jadi kenapa belimbing disebut ‘star fruit’? Pertanyaan iseng itu tidak begitu penting. Maka saya pun beranjak mengambil pisau didapur. Lalu srek, srek, srek ketajamannya memotong buah belimbing itu menjadi beberapa bagian. Sekarang. Saya tertegun. Menyaksikan diatas piring sudah bertaburan bintang gemintang….

Bentuk belimbing itu akan mirip dengan bintang, setelah dipotong melintang. Jika tidak dipotong melintang, maka bentuknya sama sekali tidak seperti bintang. Lihatlah lagi bentuk asli buah belimbing. Agak seperti kepalan tangan manusia yang melonjong dengan lekuk-lekuknya yang unik. Sulit membayangkannya untuk menjadi seperti bintang. Tapi ketika dipotong, maka tidak usah dibayangkan lagi. Toh bentuknya sekarang sudah benar-benar seperti bintang.

Sepertinya saya tengah disadarkan bahwa; untuk benar-benar menjadi bintang, maka manusia pun mesti bersedia menjalani suatu proses ‘pemotongan’ itu. Seperti sulitnya melihat bintang pada belimbing dalam bentuk aslinya, sulit pula mengenali kualitas seorang bintang didalam diri kita. Diri kita ini yang begini inilah adanya. Dan kita suka mengatakan ‘terimalah saya apa adanya’. Orang lain juga sama kok, suka meminta dirinya diterima apa adanya. Sehingga kita pun bersedia untuk saling menerima satu sama lain dengan ‘apa adanya’..…

Begitulah cara kita menerima diri sendiri dan orang lain selama ini. Maka tidak terlalu mengherankan sih, jika kita bekerja dan berperilaku apa adanya juga. Bekerja alakadarnya. Dan berkarya seadanya saja. Keadaan yang pas-pasan sekalipun kita terima. Karena premis yang kita pegang teguh selama ini adalah;’menerima diri kita apa adanya’ sambil mengharapkan orang lain melihat diri kita sebagai seorang bintang.

Belimbing itu memang punya bentuk menyerupai bintang. Namun, keserupaan bintang itu disamarkan oleh bentuk lekuk gelondongannya yang yaaa…antara mirip dan tidak sih dengan sang bintang. Sama loh, seperti diri kita sendiri. Memang benar kok, kita ini mempunyai sifat-sifat bintang. Mempunyai karakter dan kemampuan sang bintang. Namun, semua itu sering disamarkan oleh perlikau gelondongan diri kita yang bercampur baur antara sifat karakter dan perilaku bintang itu dengan temperamen tingkah polah dan mentalitas yang bukan bintang. Maka, untuk menjadi seorang bintang itu; kita tidak boleh lagi menuntut orang lain untuk menerima adanya kita. Kita, mesti melakukan sesuatu agar yang muncul dan terlihat dari diri kita itu adalah sifat-sifat seorang bintang, bukan malah sebaliknya. Atau percampur baurannya.

Contoh sederhananya begini. Kita ingin dinilai tinggi oleh orang lain. Wajar dong. Bintang kan tinggi. Maka wajar, jika dihargai tinggi. Anehnya, kita tidak mau ‘memotong dan membentuk’ diri kita untuk bisa memancarkan cahaya kebintangan yang masih disembunyikan oleh sikap dan perilaku kita yang sebaliknya. Mana ada sih seorang bintang yang nyolong-nyolong waktu kerja, misalnya. Mana ada juga bintang yang menggerutu melulu. Mana ada pula bintang yang ogah-ogahan mempelajari hal baru.

Seperti belimbing. Sikap dan sifat baik kita itu masih tersembunyi. Sehingga kita mesti mau menempuh jalan dan kegiatan yang mungkin tidak selamanya menyenangkan. Belimbing itu mungkin merintih ketika mata pisau mengirisnya. Tapi dari irisan itu dihasilkan bintang-bintang yang memancar dari dalam dirinya. Kita juga mungkin mesti menjalani hal-hal yang menyakitkan. Namun setelah itu, kita benar-benar bisa menunjukkan bahwa diri kita ini memang benar-benar seorang bintang.

Sahabatku, bahkan bintang yang sebenarnya pun tidak berbentuk seperti bintang layaknya yang kita bayangkan. Bintang itu pun, hanya bisa kelihatan sebagai sebuah bintang ketika dia bersida memancarkan cahaya kebintangannya. Jika dia memadamkan dirinya, maka tak seorang pun bisa melihat binarnya. Kita ini memang punya segala hal untuk menjadi bintang. Namun, hanya akan benar-benar mewujud jika kita bersedia untuk terus bersinar ditempat kerja. Oleh karenanya sahabatku, janganlah lagi membiarkan kekesalan. Kekecewaan. Ketidakpuasan. Membuat wajahmu muram. Menyebabkan kinerjamu menurun. Mengakibatkan reputasi profesionalmu memburuk.

Sinar kebintanganmu, hanya bisa muncul ketika berhasil melalui saat-saat yang mungkin menyakitkan itu. Tidak mudah memang. Tapi, hasilnya sungguh sepadan. Seperti firman Allah dalam surah 88 (Al-Gosyiyah) Ayat 8 – 10: “Pada hari ini banyak wajah yang berseri-seri. Merasa senang karena hasil dari apa yang diusahakannya. Mereka berada dalam sorga yang tinggi.” Tidak usah menunggu kiamat dulu untuk menikmati sorga. Karena sejak didunia pun sudah tersedia sorga yang disediakan untuk orang-orang yang berbuat baik dengan sebaik-baiknya melalui kerja dan karya yang mereka lakukan setiap hari. Itulah sebabnya mengapa para star performer itu mendapatkan kesenangan di sorga dunia yang dihuni oleh para professional handal. Yaitu mereka yang senantiasa konsisten dengan kinerja dan dedikasinya, kepada profesi yang mereka tekuni.

Apakah Anda sudah menjadi seorang star perfomer, sahabatku? Kita usahakan mulai sekarang yuk. Supaya kita bisa berada di sorga dunia itu. Dan kelak kalau sudah waktunya, kita boleh bilang;”Tuhanku, sudah kunikmati sorga duniaMu. Bolehkah aku menikmati sorga abadiMu kini….?” Insya Allah.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 14 Mei 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Enak banget kalau saat bekerja, mendapatkan pengakuan atas kualitas profesionalisme kita. Jadi hepi dan makin bersemangat menjalani hari-hari kerja itu. Namun, pengakuan seperti itu hanya layak diberikan kepada orang-orang yang mau memancarkan cahaya kebintangan didalam dirinya. Mereka yang bekerja alakadarnya saja? Nggak banget deh.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:hdpic.org

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*