Sunday , November 28 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Kesaksian Kecil Natin / Mencari Penghasilan Lebih

Mencari Penghasilan Lebih

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Ayah langsung membuka smartphone-nya begitu ada pesan pendek dari Mama. “Ayah beli cabe ya.” Begitu tulis Mama. Ayah hampir mengirim balasan ‘oke’. Tapi nggak jadi karena pesan dari Mama datang lagi. “Susu cair juga buat bikin risoles.” Katanya. Wajah Ayah langsung berubah. Entah apa yang dipikirkannya.

Belebub. Begitu gadget Ayah memberitahu ada pesan lainnya masuk lagi. Daging asap, macaroni, mayonais, dan entah apa lagi. Dari kerut di dahi Ayah bisa dipastikan kalau kali ini Mama memberikan daftar belanjaan yang cukup panjang. Padahal Ayah, tidak punya kesempatan untuk mengatakan ‘tidak’. Daripada tidak boleh pulang sama Mama?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

“Sudahlah Ayah, ikuti saja. Ayah kan sayang sama Mama,” begitu pesan Adik Z kepada Ayah. Dan Ayah pun menurut saja. Seraya mengambil keranjang kecil yang bisa ditentengnya. Lalu Ayah masuk ke supermarket itu. Terus keluar lagi. “Kenapa Yah?” tanya adik Z.

“Bawa keranjang dorong aja…” Jawab Ayah. “Biar nggak berat bawanya…”
“Emangnya belanjaannya banyak, Yah?” Adik Z makin penasaran.
“Emmh… nggak juga sih,” jawab Ayah. “Hanya untuk bikin risoles saja kok….”
Keranjang jinjing itu pun kemudian berganti menjadi kereta belanjaan yang bisa didorong.

Tidak lama. Karena memang belanjaannya hanya sedikit saja. Lagi pula, kata Ayah ini bukan hari belanja. Mestinya kita tunggu saja sampai bulan muda tiba. Untungnya, Ayah masih punya saldo dalam kartu kreditnya. Jadi, bayarnya bisa menggunakan kartu kredit dulu. Ayah sudah memegang kartu itu ketika petugas kasir mendata belanjaannya satu demi satu. Asyik juga yah jadi Ayah-Ayah. Mereka pada punya kartu kredit yang bisa dipakai belanja tanpa uang. Makanya Ayah masih bisa siul-siul meskipun sekarang sedang ditengah bulan.

Tapi siulan Ayah terhenti. Tepat ketika kasir itu menyebutkan total harga belanjaan. Dari wajah Ayah bisa terbaca rasa tidak percaya. Masak sih belanja cuman segini tapi bayarnya kok bisa sampai segitu. Tapi. Kayaknya Ayah gengsi sekali kalau suara hatinya sampai terdengar oleh orang lain. Makanya pipi Ayah kelihatan agak menggembung. Mungkin sedang menahan agar lidahnya tidak jadi berkicau.

Setelah tidak ada orang lain lagi. Barulah Ayah bicara… “Kok bisa sampai segitu ya harganya?”

“Ya iyya dong Ayaaaah…” balas Adik Z. “Ayah kan ngambil barangnya seharga itu…”
“I-iyya tapi.” Ayah tercekat. “Maaasak sih kok…” Kalimat itu tidak ada kelanjutannya. Mungkin karena waktu itu ada orang yang melintas lewat didekat Ayah.

“Mahal banget bayarnya maksud Ayah…..?” Haddduh… dasar anak kecil. Kok tidak mengerti jika hal itu tabu untuk diucapkan. Orang yang lewat sampai melirik wajah Ayah yang pucat pasi.

“Itu tandanya Ayah membutuhkan penghasilan yang lebih tinggi, Ayah….” Adik Z terus saja berceramah. Sampai-sampai orang yang melintas tadi tersenyum kearahnya. Entah senyum karena kagum. Atau tersenyum karena merasa dirinya juga sama seperti Ayah.

Orang dewasa pasti tahu persis betapa tidak mudahnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sedangkan di tivi, begitu seringnya kita melihat orang-orang yang royal. Bahkan sampai melampaui nilai-nilai kewajaran.

Tidak sedikit yang akhirnya terbukti mendapatkan penghasilan fantastisnya itu melalui jalan ‘apa saja’. Kita. Tentu ingin bertambah kaya. Namun, kita tidak ingin kan kalau sampai dipermalukan seperti mereka. Dipermalukan oleh ulah sendiri.

Makanya Ayah. Ayah itu harus terus gigih berusaha untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Melalui cara yang Ayah tidak akan malu loh, kalau sampai orang lain mengetahui apa yang Ayah lakukan untuk mendapatkannya. Lagi pula Ayah…., meski orang lain tidak tahu. Tuhan mengetahui yang sebenarnya. Malu kepada Tuhan itu Ayah, sudah semestinya.

“Ayah. Ayah.“ Adik Z mengguncang-guncang tubuh Ayah hingga membuatnya sedikit terperanjat. Mungkin Ayah sedang merenung. Atau melamun. Lalu Adik Z membantu Ayah memasukkan belanjaan itu kedalam bagasi. Dengan tangan kecil mungilnya.

Ayah menatap Adik Z lekat-lekat. Lalu dipeluknya. Dan katanya; “Baiklah sayangku. Ayah akan berusaha lebih giat lagi agar tubuhmu tumbuh dengan rezeki yang benar-benar bersih……” Digendongnya sang mungil suci itu. Lalu beranjak pergi untuk menyerahkan pesanan Mama. Dengan hati yang lapang. Dan jiwa yang tenang, lagi tenteram.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 16 Mei 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Mencari nafkah itu wajib. Dan melakukannya dengan cara yang disukai Ilahi, juga wajib. Maka berbahagialah orang yang mendapatkan nafkahnya sambil terus berdzikir. Mengingat bahwa dalam usahanya itu, Allah senantiasa mengawasi. Dan mengiringi.

Ingin mendapatkan kiriman “KKN (= Kesaksian Kecil Natin)” – kisah pendek tentang kejadian nyata yang Natin saksikan yang layak dijadikan teladan – secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:cartoonresource.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.