Tuesday , January 18 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Mereguk Nikmatnya Pekerjaan Rutin

Mereguk Nikmatnya Pekerjaan Rutin


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Pekerjaan kita sudah sedemikian banyaknya kan ya. Makanya seluruh pikiran, tenaga dan perhatian kita hanya difokuskan kepada urusan kita saja. Sampai-sampai kita sering merasa bahwa urusan pekerjaan ini sudah menyita kebahagiaan dalam hidup kita. Boro-boro bisa menikmati hidup. Pekerjaan yang begini-begini saja ini rasanya sudah menjadi penjara harian yang menjauhkan kita dari nikmatnya kehidupan. Coba saja Anda perhatikan bagaimana cara orang-orang menjalani rutinitas kerjanya. Jarang yang tampak bahagia kan? Iyya. Karena kebanyakan orang sekarang sudah merasa sangat bosan. Tapi, apa iyya kita tidak bisa menikmati pekerjaan yang rutin itu? Saya tidak percaya itu. Justru saya yakin bahwa pekerjaan harian yang kita lakukan bisa sangat mengasyikan. Anda percaya?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Sore itu, saya bersama istri dan dua anak kami membutuhkan tambahan keperluan untuk acara kecil di rumah. Tidak banyak sih. Hanya kurang sedikit saja. Balon dan beberapa pernak-pernik mungil. Maka kami pun memasuki sebuah supermarket dengan keranjang jinjing. Tak sampai 15 menit, keperluan kami pun terpenuhi. Cepat kan? Cepat sih, kalau soal mencari barangnya. Namun soal antri di kasirnya, ampun deh. Hari minggu kayak gini, antriannya sampai panjang sekali. Kalau bisa, inginnya sih batal saja nggak jadi beli benda-benda itu. Tapi karena perlu ya sudahlah, bersabar saja.

Kedua anak saya sudah gelisah. Lalu mereka meminta kunci mobil. “Aku nunggu dimobil aja ya….” Kata Kakak. Adiknya yang cemberut sedari tadi tinggal ngikut aja. Maka, saya pun mengantri berdua bersama istri. Sambil pegangan tangan, oh… rasanya seperti pacaran lagi. Tapi, nggak seru juga kan berduaan di keramaian seperti itu. Nggak bisa mencium kekasih hati. Maka kami hanya bisa ngobrol. Sambil sesekali manyun. Atau melirik rak-rak barang-barang yang dipajang. Bukan untuk membeli. Hanya membuang rasa bosan saja.

Ketika sedang bosan itu, tiba-tiba seseorang berseragam supermarket mendekati kami. “Pak, mari saya bantu…” katanya. Saya bengong. Soalnya, apa yang mesti dibantu ya? Keranjang ini ringan. Dan saya tidak merasa membutuhkan hal apapun kecuali kepengen cepet dapet giliran di kasir biar cepetan pulang. Nah. Itu dia yang dimaksudkan orang ini. “Saya bantu Bapak bayarnya di kasir elektronik aja,” katanya. Memang sih, biasanya kan kalau kasir elektronik tidak seramai kasir belanjaan perintilan barang kebutuhan harian. Tapi biasanya mereka hanya melayani transaksi elektronik saja. Nggak disangka, ada kemudahan yang datang begitu saja. Melalui seseorang yang berbaik hati kepada kami. Hanya menunggu sebentar didepan kasir itu. Semua urusan kami selesai sedemikian cepatnya.

Tidak tergambarkan rasa bahagia yang kami dapatkan dari ‘bantuan’ yang ditawarkan oleh petugas itu. Saya bisa pastikan bahwa dia bisa melihat rasa terimakasih terpancar dari wajah kami. Dan kami pun bisa melihat betapa bahagianya dia melihat kami dan beberapa orang lain yang ditolongnya berterimakasih kepadanya melalui tatap mata dan raut wajah kami yang cerah. Kami, melemparkan senyuman paling indah pada orang itu. Dan dia, tampak senang sekali sudah memberikan kemudahan kepada pelanggannya ini.

Setelah transaksi itu, saya tidak sempat mengucapkan terimakasih kepadanya. Karena, tanpa saya sadari orang itu sudah pergi. Namun dari cara berjalannya tadi, dia terlihat bahagia sekali. Kebahagiaan yang didapatkannya dari ‘memudahkan’ orang lain. Mungkin Anda merasa bahwa memang sudah kewajiban dia untuk melayani pelanggan dengan baik. Tapi coba perhatikan sekali lagi; bukankah tidak ada keharusan seseorang untuk membantu pelanggannya yang tengah antri di kasir kebutuhan harian lalu memberinya solusi membayar di kasir elektronik?

Jika pun kami yang lelah mengantri ini dibiarkan menunggu, kami tidak akan komplain. Apalagi sampai marah-marah. Nggak banget deh. Karena kami sadar, ya begini inilah kalau nekat membeli sesuatu di supermarket dikala hari libur yang ramai. Kami tidak akan protes kalau dibiarkan apa adanya. Namun dengan kemudahan yang diberikan oleh orang itu – hanya oleh orang yang satu itu loh – kami mendapatkan pengalaman yang sedemikian menyenangkannya disana. Dan sebagai ‘imbalannya’, kami memperlihatkan wajah terindah kami kepadanya. Dan bisa kami lihat betapa bahagianya orang itu setelah memudahkan kami.

Saya bisa memperkirakan jika usia beliau itu sudah diatas 40 tahun. Kemungkinan, beliau sudah bertahun-tahun menjalani pekerjaannya yang begitu-begitu saja. Sama dari hari ke hari sejak tahunan lamanya. Pantas bosan beliau itu. Pantas kehilangan nikmatnya hidup. Karena selain monoton, pekerjaan itu menuntut dirinya untuk tetap bekerja bahkan dihari ketika kebanyakan pekerja profesional yang lain sedang berlibur bersama keluarganya. Orang itu punya seribu satu alasan untuk kehilangan rasa nikmat dalam hidupnya. Namun, beliau tidak membiarkan itu terjadi. Dipilihnya untuk membuat pekerjaan dalam hidupnya tetap nikmat. Dengan cara sederhana. Yaitu, memudahkan urusan orang lain.

Bukankah tidak ada orang yang keberatan jika urusannya dimudahkan? Pastinya. Bisa dipastikan jika orang akan sangat berterimakasih atau minimal senang hati jika urusannya dimudahkan. Dan dari orang yang sedang senang hati, kita bisa mendapatkan wajah yang indah. Senyum yang menawan. Dan jika beruntung ‘ucapan terimakasih’. Bukankah hal-hal seperti itu yang membuat hidup kita serasa memiliki makna? Bukankah hal seperti itu pula yang membuat kita merasa dihargai. Diakui. Dan dihormati sebagai seorang manusia? Ajaibnya, justru pada saat seperti itulah kita meraih nikmatnya hidup ini.

Sahabatku, jika Anda bekerja sudah sedemikian lama. Dan Anda merasa seolah-orang rutinitas kerja itu telah merenggut kenikmatan hidup Anda. Maka belajarlah untuk memudahkan urusan orang lain. Buat mereka puas dengan pelayanan Anda. Bikin mereka senang berada bersama Anda. Jadikan mereka orang yang merasa beruntung berinteraksi dengan Anda. Sehingga Anda bisa melihat indahnya senyum bahagia mereka. Dan itulah saat terbaik bagi Anda untuk memetik kenikmatan didalam rutinitas kerja yang Anda jalani sehari-hari.

Ohya. Ada satu hal lagi.
Saya harus membayar dua kali di kasir itu. Pertama untuk semua barang yang sudah ada dalam keranjang. Dan kedua, untuk alat-alat listrik yang diambil oleh istri saya belakangan. Rupanya, ketika saya asyik membayar di kasir itu. Istri saya asyik memanjakan matanya dengan pajangan barang-barang lainnya. Dan setelah transaksi saya selesai. Dia menyodorkan 2 item barang tambahan. Saya tidak bisa menolak, karena wajahnya begitu indah dalam senyum yang menggemaskan.

Jelas sekali ya. Bahwa kesungguhan dan ketulusan kita dalam mengerjakan tugas-tugas rutin harian itu memberikan rasa nikmat kepada kita yang memilih profesi ini. Dan tidak itu saja. Sikap positif dalam bekerja itu juga ternyata meningkatkan produktivitas kita. Manambah pemasukan pada perusahaan. Dan menumbuhkan loyalitas serta penghargaan dari pelanggan. Anda ingin bisa menikmati hidup ketika menjalani tugas-tugas rutin harian? Sederhana saja kok caranya. Mudahkan urusan orang lain dengan sepenuh ketulusan. Maka Anda akan mendapatkan hadiah berupa kenikmatan yang menelusup kedalam batin. Dan kenikmatan itu; melampaui rupiah yang Anda bawa pulang setiap bulan. Begitu loh, cara sederhana untuk mereguk nikmatnya pekerjaan rutin harian kita. Sehingga setiap hari, kita bisa berkerja. Dengan. Senang. Hati.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 27 Mei 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Rutinitas ini kan konsekuensi dari pilihan profesi kita. Kalau merasa bosan, maka kita tidak akan bisa menikmatinya. Namun jika melakukannya dengan tulus dan senang hati, maka kita akan merasakan kelezatan tak terkira dalam setiap detik yang kita jalani dalam pekerjaan itu.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:gulfnews.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*