Tuesday , January 18 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Meraih Rezeki Yang Mulia

Meraih Rezeki Yang Mulia

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Anda tahu nggak, berapa harga sekilo gula pasir sekarang? Atau seikat bayam. Kalau tiga butir tomat? Jika Anda tidak tahu, coba saja tanyakan kepada istri Anda di rumah. Atau, boleh juga bertanya kepada pembantu rumah tangga Anda yang setiap pagi bertemu dengan tukang sayur keliling. Ini bukan untuk membuat Anda pusing. Tetapi, setidaknya kita bisa menyadari apa yang saat ini tengah terjadi. Sebab bagaimana pun juga, orang yang sadar bisanya lebih waspada daripada mereka yang tidak menyadari apa yang terjadi disekelilingnya, bukan?

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Pagi itu, saya sedang asyik didepan komputer. Ide-ide beterbangan mengitari kepala saya. Dan jemari tangan ini terus menari diantara toots-toots keyboard. Tiba-tiba terdengar istri saya berbicara dengan asisten rumah tangga kami di rumah. “Bu, harganya jadi 70 ribu…,” katanya.

“Emangnya apa saja yang dibeli Mbak?” balas istri saya.
“Sayur sama bumbu-bumbu, Bu….” Jawab si Mbak.
“Sekarang beli sayur dan bumbu saja sudah tujuh puluh ribu?” demikian terdengar suara istri saya lagi. “Baguuuuuuuussss…..” tambahnya.

Pas kata ‘bagus’ itu, saya seperti sedang mendengar sebuah nyanyian dari lagu melayu di tahun delapan puluhan. Mengalun merdu mendayu-dayu. Tapi seperti para suami lainnya dong; saya tidak mau terlampau ambil pusing dengan urusan harga sayuran.

“Coba kamu tanya Yono, ini harganya berapa aja…” terdengar lagi suara istri saya. “Ibu nggak akan nawar. Cuma pengen tahu aja harga masing-masingnya berapa.” Lanjutnya. Yono itu tukang sayur keliling langganan kami. Setelah terdengar suara ‘iya bu’ saya tidak mendengar apa-apa lagi.

Ketika ada kesempatan jeda, saya beranjak dari meja kerja. Sudah tidak ada pikiran apa-apa lagi soal harga sayur itu. Namun, maklum rumah kami ini ‘dekat kemana-mana’ gitu loh, sehingga akhirnya melintas juga ke dapur. Lalu secara reflex saya melirik kearah belanjaan si Mbak. Dan ketika melihat apa saja yang bisa dibeli dengan tujuh puluh ribu rupiah itu… saya jadi miris sendiri. ‘Gile, belanjaan seuprit begini menghabiskan uang sebanyak itu?’. Sungguh, itulah yang terbersit dibenak saya.

Alhamdulillah. Hingga hari ini, Allah membukakan pintu rejeki untuk kami agar bisa hidup dengan normal. Cukup saja untuk memenuhi kebutuhan hidup bergaya sederhana. Yaaa.. seperti masyarakat Indonesia pada umumnya lah. Alhamdulillah, pokoknya. Sekalipun begitu, tetap saja ada pertanyaan dalam hati; apakah sudah sedemikian tingginya biaya hidup kita dizaman ini? Bukan soal kebayar atau tidak sih. Tetapi, memikirkan betapa harga-harga bergembira ria dan berlompatan hingga berterbangan keangkasa raya begitu rasanya ada sesuatu yang tengah terjadi di dunia yang kita huni ini.

Kenyataannya, penghasilan kita rata-rata kan tidak bisa naik seperti terampilnya harga-harga itu menapaki tangga ke puncak julangnya kan? Hebat, jika pikiran Anda tidak terusik sama sekali. Itu tandanya pendapatan Anda sudah sangat tinggi sekali sehingga tidak terusik oleh berapapun harga daging sapi. Cabai merah. Garam. Sayur mayur. Dan bumbu-bumbu. Kalau Anda belum sampai ke level itu, mungkin Anda seperti saya. Kita memikirkan bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik. You are not alone my friend. Kita tingkatkan ikhtiarnya lagi yah.

Iyya sih. Ikhitiar mah kita kan nggak pernah putus. Tapi, wajar juga dong kalau kadang bertanya juga;”Kenapa sih orang lain kok kayaknya gampang banget dapat ini dan itu? Rumahnya megah. Mobilnya juga mewah. Tampaknya uang mereka nggak berseri gitu deh?”

Wajar kok bertanya begitu. Tetapi, kita juga mesti realistis kan? Misalnya saja. Di zaman ini memang banyak orang yang hartanya melimpah ruah. Namun tengok itu di televisi. Baca di koran. Simak berita di media masa. Tidak semua orang yang tajir itu mendapatkan harta mereka dengan cara yang terpuji loh. Selama kita masih punya iman. Kita tentu tidak tertarik untuk menghalalkan segala cara, bukan?

Bukannya kita tidak tertarik untuk menjadi orang kaya. Saya ingin menjadi orang kaya. Sedang berusaha terus agar bisa mewujudkan cita-cita itu. Tetapi, saya ingin mendapatkan kekayaan itu dengan cara-cara yang Tuhan suka. Anda juga begitu kan sahabat? Nggak gampang banget deh. Itulah yang kita rasakan. Tetapi sahabat, hal-hal yang bernilai tinggi biasanya kan tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mendapatkannya bukan?

Saya paham benar, bahwa memang ada jalan pintas untuk menuju kepada kekayaan. Ada cara gampang untuk memperoleh keberlimpahan. Di level pegawai yang menduduki posisi basah, kita sudah pada tahu rahasia umum yang biasa ditempuh sekelompok orang. Cepat bertambah pundi-pundinya. Tapi saya dan Anda, tentu tidak menginginkan yang seperti itu. Karena cara seperti itu, jelas sekali buruknya dihadapan Tuhan. Bahkan dihadapan sesama manusia juga sangat rendah.

Saya memilih berbisnis kecil-kecilan saja. Meski hasilnya tidak seukuran paus, tetapi masih cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Kenapa tidak berbisnis besar biar hasilnya besar? Saya bilang; belum. Mulai dari kecil juga tidak keberatan. Insya Allah kelak akan perlahan-lahan menjadi besar juga.

Jika Anda bisa berbisnis besar saya seneng sekali mendengarnya. Namun, jika Anda juga memulainya sama seperti saya, marilah sahabat; kita saling memberi semangat. Agar tetap gigih berjuang. Dan tetap istikomah dijalan yang baik. Setidaknya, minim dari perilaku dan praktek-praktek berbisnis yang tidak patut. Mari mulai sekarang juga. Karena akan sangat berat jika dimulai pada usia kita yang sudah terlampau tua.

Melihat orang lain yang kaya raya, memang sering membuat hati kita tergoda untuk mengambil jalan pintas. Toh semuanya terpampang dihadapan kita. Tetapi sahabatku, contohlah perilaku mereka yang kaya raya melalui usaha yang baik. Dengan cara berusaha yang bermartabat. Mari menghindarkan diri dari mencontoh mereka yang kaya raya dari menghalalkan segala cara.

Novel Remaja ”DING and HER GOKIL PAPA! ” Sudah terbit. Cocok Untuk Remaja di Rumah Anda. Bisa Anda beli disini.

Tidak usah terlampau silau dengan kekayaan orang lain yang melimpah ruah, sahabat. Karena dengan ikhtiar yang pantang menyerah pun, mungkin kita bisa mendapatkan keberlimpahan yang sama. Jika kita gigih memperjuangkannya. Namun, jangan lupa juga untuk terus berdoa. Agar Tuhan menunjukkan jalan yang disukaiNya. Sehingga kita bisa terhindar dari cara-cara nista. Mengapa demikian sahabat? Karena untuk setiap harta yang kita miliki akan ada 2 jenis pertanyaan. “Pertama, bagaimana kamu mendapatkan harta itu? Dan kedua, bagaimana cara kamu membelanjakannya.”

Oleh karenanya sahabatku, mari terus berjuang untuk mendapatkan nafkah dengan cara yang baik. Dan mari kita gunakan apa yang sudah kita miliki ini untuk hal-hal yang juga baik. Agar mudah kita menjawab kedua pertanyaan itu. Sehingga kelak, kita mendapatkan hadiah seperti yang Tuhan janjikan dalam surah 8 (Al-Anfal) ayat 4: “ …Mereka akan mendapatkan derajat yang tinggi disisi Tuhannya. Dan ampunan. Serta rezeki yang mulia.” Maukah Anda meraih rezeki yang mulia seperti itu sahabatku? Saya, mau.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 12 Juli 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Rezeki kita sudah ditentukan ukurannya. Yaitu sesuai dengan ukuran ikhtiar yang kita lakukan. Dan sudah ditentukan baik buruknya. Yaitu, sesuai dengan baik atau buruk cara mendapatkan dan membelanjakannya.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:Paman Gober si bebek kaya raya

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.