Thursday , August 11 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Kapan Saatnya Berhenti Atau Terus Berjuang?

Kapan Saatnya Berhenti Atau Terus Berjuang?


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Tanggal 18 February 2014 kemarin saya menulis artikel tentang keberhasilan yang hanya bisa didapatkan oleh mereka yang terus berjuang. Artikel itu berjudul “Gagal Terjadi Karena Kita Berhenti” (Bisa dibaca dengan klik disini). Inti artikel itu adalah; jika kita terus berjuang, maka kita akan sampai pada keberhasilan. Pada tanggal 3 July 2013, saya menulis artikel lainnya tentang ”Jika Gagal – Berapa Kali Mesti Mencoba Lagi?”. (Bisa dibaca dengan klik disini). Dalam artikel itu, saya menyarankan bahwa kita hanya boleh mencoba sekali lagi saja. Jika masih gagal lagi, maka tidak perlu dicoba lagi.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Pembaca setia saya bertanya; “Mana yang benar, apakah kita harus terus berjuang sampai berhasil? Ataukah kita hanya perlu mencobanya sekali lagi saja?” Jika Anda mempunyai pertanyaan yang sama, mungkin artikel ini cocok juga buat Anda. Sehingga saya bagikan disini pula jawabannya. Siapa tahu ada manfaatnya kan?

Jawaban atas pertanyaan itu sangat kontekstual. Jika sesuatu yang kita usahakan itu berkaitan dengan suatu proses yang saling berkesinambungan, maka kita harus terus berjuang sampai berhasil. Mengapa? Karena dalam konteks perjuangan itu, setiap langkah kita memberikan ‘hasil yang tidak kelihatan’. Seperti para pemecah batu yang memukul batu berkali-kali. Meskipun batu itu belum pecah juga, namun setiap pukulannya menghasilkan ‘retakan dalam batu’. Sehingga berhenti memukul batu itu adalah keputusan keliru. Sebab, setiap pukulan kita tidak gagal. Melainkan, batu itu butuh berpuluh bahkan beratus kali pukulan hingga bisa dipecahkan.

Namun jika sesuatu yang kita perjuangkan itu ‘lazimnya’ memberikan dampak dalam ‘single strike’ alias sekali mencoba mestinya kelihatan hasilnya, maka mencoba sekali sudah cukup. Jika gagal, hanya sekali lagi saja kita boleh mencobanya. Setelah itu, don’t waste your time and energy untuk sesuatu yang secara realistis tidak bisa kita dapatkan. Seperti saya uraikan dalam artikel itu, ada 2 aspek menjadi pertimbangan. Yaitu aspek internal kita, dan aspek eksternalnya.

Contoh kongkritnya begini. Banyak orang yang sebenarnya lebih cocok untuk menjadi professional handal. Dalam karirnya mereka berhasil menjadi eksekutif kelas atas. Punya kedudukan tinggi, dan penghasilan yang memuaskan. Pertanyaan; apakah kesuksesannya dalam karir menjadi jaminan akan sukses juga sebagai pengusaha? Tidak selalu demikian. Faktanya, banyak professional yang karena terpengaruh ini itu; akhirnya tergoda untuk mencoba peruntungan menjadi ‘pengusaha’. Mereka berhenti bekerja, lalu beralih kuadran menjadi entrepreneur. Sudah dikerahkan semua kemampuannya 100%, tapi gagal juga. Bagaimana dong?

Kita, tentu tidak boleh membunuh keingintahuan atau rasa penasaran yang tumbuh didalam diri kita. Boleh mengikuti dorongan itu. Coba saja, jika memang Anda mau dan mampu menanggung resikonya. Namun, kaidah 1 x 100% x 1 berlaku disini. Lakukan 1 kali saja dengan mengerakan 100% sumber daya yang ada. Kalau gagal, HANYA boleh melakukannya 1 kali lagi saja. Dan jika gagal lagi, maka dalam konteks ini; kita mesti paham bahwa memaksakan diri dalam bidang yang bukan keahlian kita lebih dekat pada kegagalan daripada keberhasilan.

Kalau contoh faktor eksternalnya bagaimana? Begini contohnya. Anda berjuang untuk memasukkan penawaran kepada sebuah lembaga yang mempunyai kultur yang bertolak belakang dengan nurani dan etika bisnis yang Anda anut. Disana, seseorang hanya bisa menjadi pemasok jika melakukan ini dan itu yang bertolak belakang dengan etika. Misalnya, jiwa idealis Anda mendorong untuk ‘mengubah’ kondisi itu. Bagus? Bagus saja sih. Anda boleh mencobanya. Tapi hanya sekali. Mengapa? Karena Anda mesti sadar bahwa boleh jadi; Anda bukanlah orang yang tepat untuk bisa mengubah kultur disana.

Jangan terlampau banyak membuang waktu dan energy untuk memperjuangkan sesuatu yang secara internal bukanlah bidang keunggulan kita. Mending focus pada proses mendayagunakan bidang-bidang keunggulan kita. Kalau gagal pun, bangkit lagi aja. Gagal lagi, bangkit lagi saja. Karena, kegagalan yang kita alami dibidang yang secara internal merupakan area kekuatan kita itu justru akan membuat kita semakin kuat, semakin ahli, semakin terampil dan semakin dekat kepada keberhasilan.

Jangan pula terlampau banyak membuang waktu dan energy untuk memperjuangkan sesuatu yang secara eksternal memang tidak bisa kita ubah. Mending focus saja kepada orang-orang atau lingkungan yang memang sejalan dengan gagasan atau spirit perjuangan Anda. Minimal dengan mereka yang ‘mau berubah’. Pelanggan Anda mungkin menolak, misalnya. Tapi, masih bisa diubah. Itu yang perlu diperjuangkan sampai berhasil. Sedangkan mereka yang sudah ‘karatan’ dengan nilai-nilai yang tidak bisa Anda ubah itu? Sayang-sayang sumber daya Anda saja jika terus mati-matian melakukan pengejaran seperti itu.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Demikian contoh kongkritnya. Mudah-mudahan, sekarang bisa lebih jelas lagi dalam konteks apa kita mesti berjuang terus sampai berhasil, dan dalam konteks apa cukup mencoba hanya sekali. Jika masih kurang jelas, saya sarankan untuk membaca dua artikel saya ini. Pertama, “Gagal Terjadi Karena Kita Berhenti”. Dan kedua,”Jika Gagal – Berapa Kali Mesti Mencoba Lagi?”. Keduanya bisa dibaca dengan mengklik judul-judul artikel itu.

Kantor Anda akan mengadakan training ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA menjadi trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 19 February 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Tahu kapan saatnya untuk berhenti berjuang membuat kita menghemat waktu dan sumberdaya lainnya. Tahu kapan saatnya untuk terus berusaha membuat kita semakin dekat dengan keberhasilan. Tahu kapan saatnya untuk berhenti atau terus berjuang membuat kita semakin memahami dan menguasai hidup kita sendiri.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini:
http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Gambar:toonpool.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.