Thursday , August 11 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Tak Perlu Takut Terinfeksi Covid

Tak Perlu Takut Terinfeksi Covid

Kenapa tak usah takut terinfeksi oleh covid? Karena, kemungkinan besar; mulai saat ini hingga akhir hayat nanti, kita akan hidup berbagi tempat dengan virus itu dimuka bumi ini. Jadi, tidak ada gunanya takut.

Atas dasar apa saya bilang bahwa sejak saat ini, kita akan berbagi ruang dengan virus itu? Begini. Covid itu, bukanlah virus pertama yang mewabah dan membunuh banyak manusia.

Sebelumnya, sudah banyak virus atau microba lainnya. Tapi sekarang. Kita nggak takut lagi terinfeksi oleh microba-microba legendaris itu. Sebut saja pest sebagai contohnya. Bukankah sejarah mencatat lebih dari 50 juta orang mati karenanya?

Tapi kenapa sekarang kita tidak takut? Karena, bakteri penyebabnya sudah nggak ada lagi dimuka bumi. Benar demikian? Tidak. Yersinia pestis masih hidup disekitar kita. Hewan-hewan carriernya juga. Kutu, misalnya. Mungkin malah tidur bareng dikasur kita. Tikus, jangan ditanya. Padahal mereka, menjadi perantara penyakit pes yang mematikan itu. Kita tidak takut.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Contoh lain? Banyak. Yang kita semua tahu, cacar misalnya. Siapa yang tidak pernah dengar cacar? Dulu sekali, virus variola penyebab cacar itu menakutkan sekali. Lebih dari setengah juta orang tewas dalam setahun karenanya. Sekarang, apakah Anda takut pada cacar? Sama sekali tidak.

Jadi. Apa inti tulisan ini? Teman-teman. Kita, akan sampai pada masa dimana kita tidak lagi takut pada covid. Kapan? Kata orang, nanti; kalau sudah ditemukan antivirusnya. Ya ‘nanti’ itu kapan? Mmbuh. Ora eruh wayahe.

Maksud saya adalah; bagaimana kalau tidak takutnya itu mulai sekarang saja? Walaupun vaksinnya belum ditemukan. Tapi, apakah itu mungkin?

Begini. Alasan kenapa kita tidak takut lagi dengan virus yang dizaman dulu sangat mematikan adalah; karena, kita sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap virus itu. Dan ketahuilah bahwa untuk memiliki kekebalan tubuh itu, tidak harus nunggu ditemukan vaksinnya.

Kok bisa? Ya bisalah. Karena tubuh kita ini, adalah pabrik vaksin yang paling efisien. Jika kita bisa memfungsikan pabrik itu, maka kita bisa mempunyai vaksin yang mencukupi kebutuhan diri kita sendiri.

Caranya gimana? Kalau saya boleh bilang vulgar, maka: biarkan covid menginfeksi dirimu. Nanti tubuhmu akan membuat vaksin yang canggih.

Tapi kalau saya langsung bilang begitu, maka boleh jadi; Anda bakal langsung pada nyinyir kan? Jadi. Saya jelaskan pelan-pelan. Mohon diperhatikan.

Jika kita sembunyi terus di rumah. Maka kita tidak akan pernah punya antibody penangkal virus itu. Sehingga kita bisa dengan mudah kena sewaktu-waktu. Padahal, ingat; tidak ada dalam sejarah kita, virus yang sudah datang dimasa lalu jadi hilang sama sekali dimasa kini. Jadi virus yang muncul saat ini, bakal ada terus sampai akhir nanti.

Sebaliknya, kalau kita pernah terinfeksi. Maka tubuh kita bakal punya Immunoglobulin G (Ig-G) yang jika kelak sampai terinfeksi lagi, bakal langsung mengaktifkan sistem pertahanan tubuh alaminya. Virus itu, bakal jadi kayak macan ompong saja. Cuman bisa ngemut dowang. Nggak berbahaya lagi buat kita.

Ig-G itu dihasilkan ketika tubuh kita pernah terinfeksi. Suntik vaksin yang dulu pernah kita takuti saat di SD itu adalah contoh dari proses ‘menginfeksi’ tubuh secara sengaja dan terkendali. Dan itu, adalah vaksinasi buatan.

Vaksinasi alami, terjadi ketika seseorang terinfeksi oleh mikrobanya. Misalnya karena tertular orang lain. Ketika tertular infeksi itu, orang bisa sakit (Tuan A). Bisa juga tetap sehat walafiat (Tuan B). Tapi keduanya sama-sama punya Ig-G didalam tubuhnya.

Prinsip ini bisa dipakai dalam menghadapi covid. Tak usah takut terinfeksi hingga kita sembunyi dengan hati waswas kayak begini. Mau sampai kapan?

So. Biarkan si covid itu menginfeksi kita. Tapi, jadilah seperti Tuan B. Yaitu orang yang terinfeksi tapi tidak sakit alias tetap sehat. Bagaimana caranya? Ini hal penting yang mesti kita pahami.

Untuk tetap sehat saat terinfeksi, kita wajib memperhatikan beberapa aspek krusial berikut ini:

Pertama, kondisi tubuh kita mesti benar-benar fit. Ini didapat dari nutrisi, olah raga, tidur cukup, serta jiwa dan pikiran yang terbebas dari setress. Jika kita betul-betul fit, kita siap menahan serangan virus.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kedua. Jumlah virus yang menginfeksinya sedikit saja. Jangan banyak-banyak. Ingat, sedikit saja. Jangan banyak-banyak. Caranya gimana?

Jangan ngeluyur ke pusat wabah. Contoh, Rumah Sakit. Disitu sudah terlalu banyak virusnya. Kalau Anda bukan NAKES yang sedang bertugas dan bukan pasien dengan kondisi darurat; jangan ke RS. Nggak bakal kuat. Karena gerombolan virusnya ‘mengeroyok’ Anda. Bakal tumbang Anda.

Daerah yang sudah dinyatakan sebagai episentrum wabah juga mesti dihindari sebisa mungkin. Karena, kondisi fit tubuh Anda mungkin gak cukup tangguh untuk menghindarinya. Ojo songong deh.

Yang ideal adalah, dalam masa lockdown ini; sekali-kali keluarlah dari rumah. Lalu pergilah ke tempat-tempat ‘tertentu’. Berinteraksi dengan orang lain. Tapi tetap pakai masker. Saya, 1 kali dalam sepekan pergi ke pasar. Beneran pasar. Bukan warung. Kenapa? Karena saya yakin benar bahwa ditempat seperti itu bisa mendapat ‘infeksi’ dengan kadar yang masih sanggup dihandel oleh tubuh saya.

Kalau beneran terinfeksi, maka dalam waktu sekitar 2 minggu saya bakal punya Ig-G. Memang sih ada resiko. Tapi disuntik vaksin juga kan beresiko. Cara mengontrolnya ya dengan 2 hal itu. Beneran fit dan virusnya sedikit. Insya Allah, pada pekan ke 5, kita sudah punya antibody yang bisa diandalkan.

Cukup dengan 2 hal diatas? Cukup insya Allah. Dengan dukungan doa dong tentu saja. Tapi kalau Anda mau menambahkan hal ketiga berikut ini, bagus. Hal ketiga apa?

Ketiga (optional). Anda bantu kesiapan tubuh dengan suatu regimen atau formulasi sediaan yang bisa jadi ‘beking’ Anda. Analoginya begini; Kalau Anda bawa preman ketika ngelayap di tempat yang banyak premannya, kan jadi lebih tenteram hati ya? Covid juga sama.

Covid itu microba nakalan. Maka, saat bertemu dengan dia, Anda bawa juga didalam tubuh Anda microba lain yang bisa jadi beking Anda. Preman dilawan dengan teman kita yang juga preman. Microba dilawan dengan teman kita yang juga microba. Masuk akal? Iya.

Anda tahu caranya? Saya, tahu. Dan sudah saya lakukan bersama keluarga dan orang-orang terdekat saya.

Kalau Anda sudah tahu, jangan menghubungi saya. Lakukan saja.
Kalau Anda belum tahu, dan ingin tahu; silakan hubungi saya. Tapi japri saja ya.

Jadi, masih takut terinfeksi oleh covid? Don’t. Not anymore. No more. Bilang aja sama dia; Hey covid. You are weak. And i am stronger than you!

Semoga kegiatan ekonomi dan sosial kita segera kembali pulih ya. Dengan ikhtiar yang smart dan ijin Allah ta’ala, insya Allah.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

Kuy Kita Move-on Lagi

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor: 0812-1989-9737. Sebutkan Nama dan tulis “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait topik ini, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:bioworldmedtech

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.