Tuesday , January 18 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Mengembalikan Kenikmatan Yang Hilang

Mengembalikan Kenikmatan Yang Hilang

Menurut pendapat Anda, kapan kenikmatan diambil dari kita? Ketika benda atau sesuatu yang kita sukai itu tidak lagi menjadi milik kita ya. Misalnya, punya rumah indah. Nikmat banget kan. Lalu kita kehilangan rumah itu. Maka saat itulah kenikmatan diambil dari kita.

Kita jadi tidak bisa menikmatinya lagi karena benda berharganya tidak lagi menjadi milik kita. Betul begitu ya. Tak bakal ada yang bisa menyangkal.

Tapi. Bagaimana kalau kita renungkan ulang soal itu. Menurut hemat saya, kenikmatan hilang bukan ketika benda atau sesuatu yang berharganya sudah tidak menjadi milik kita lagi. Hilangnya kenikmatan justru lebih sering terjadi ketika kita masih memilikinya. Dan itu, lebih berbahaya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Perhatikan. Betapa banyak orang yang punya rumah tapi dihatinya sama sekali tidak merasa nikmat dengan rumahnya. Tidak merasa nikmat dengan mobilnya. Dengan hartanya. Dengan apa yang dimilikinya. Mereka punya semuanya. Tapi mereka tidak merasakan nikmatnya.

Apa dampaknya? Mereka mencari kenikmatan ditempat lain. Eh, kok mereka. Kita juga. Saya, jika Anda keberatan.

Perhatikan ketika kita punya barang baru yang kita idamkan. Bahagiaaa banget rasanya. Tapi seiring berjalannya waktu. Kebahagiaan itu memudar perlahan. Bersamaan dengan memudarnya kilau barang baru yang kini tidak baru lagi itu.

Perhatikan betapa banyak hal yang kita punya. Jauh lebih baik dibanding apa yang dimiliki oleh kebanyakan orang lainnya. Tapi. Betapa mudahnya kita merasa kekurangan. Dan dari perasaan kurang itu, kita mengejar hal-hal yang belum kita miliki. Yang bahkan, tak segan melakukannya tanpa mengindahkan moral dan kepantasan.

Rusaknya negara. Bocornya anggaran. Disunatnya tunjangan buat rakyat. Pengkhianatan amanah dipundak pemegang kepercayaan. Bukan karena mereka kekurangan. Tapi karena kenikmatan dicerabut dari hati mereka hingga keakar-akarnya. Sehingga meski sudah kaya raya juga tetap saja tega mengambil yang bukan haknya.

Dalam tuntunan para guru ngaji kita, itu disebut istidraj. Punya segala sesuatu. Tapi tak punya rasa nikmat atas kecukupan hidup yang didapatnya. Sehingga selalu merasa kurang. Terlebih lagi ketika memandang orang lain yang punya lebih banyak kepemilikan. Manusia, punya kecenderungan demikian.

Perhatikanlah betapa tempat tinggal kita. Walau tidak megah. Bahkan mungkin hasil sewa saja, bukan milik sendiri. Tapi indah dan nyaman untuk ditempati. Maka bakal kerasa nikmatnya. Alhamdulillah. Teramat layak dia untuk kita rawat sebaik-baiknya.

Perhatikan kendaraan kita. Meski mungkin bukan dari model terkini. Atau sudah berganti STNK karena usianya. Tapi bisa mengantar kita kemana-mana dengan cepat nyaman dan aman. Nikmat rasanya ada dia. Alhamdulillah. Betapa layak dia untuk kita rawat sebaik-baiknya.

Perhatikan diri kita. Walau mungkin tidak seganteng atau secantik para artis rupawan. Tapi sempurna. Berakal sehat. Dan segar bugar. Terasa nikmatnya. Alhamdulillah. Maka layak tubuh ini untuk kita rawat sebaik-baiknya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Tolong jangan mengira bahwa selanjutnya saya akan mengatakan “Oya dalam pandemi ini Anda memperkuat imunitas tubuh dengan cara apa?.” Tak perlu saya sebutkan begitu kayaknya. Toh Anda sudah tahu kalau saya minum INNERIMMUNE setiap hari. Dan Anda sudah tahu dimana mendapatkannya kalau Anda mau mencobanya juga.

Poin terpenting kita adalah. Kenikmatan itu, direnggut dari kita bukan ketika benda atau seauatu atau seseorang yang berharganya sudah bukan lagi menjadi milik kita. Kenikmatan itu direnggut justru ketika kita masih punya segalanya. Tapi kita tidak merasakan betapa berharganya semua itu bagi hidup kita.

Maka. Mari hari ini kita memandang dan mengingat semua hal yang kita punya. Lalu pelan-pelan menumbuhkan lagi kegembiraan yang sama seperti detik-detik pertama kita memilikinya. Maka kenikmatan itu. Akan kembali, memenuhi hati kita.

Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
Jika Kantor Anda Membutuhkan Offline Atau Online Training. Hubungi Kami.

Artikel sebelumnya:

Menerima Dan Memberi

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:freepik

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.