Wednesday , August 4 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Kesehatan / Siklus Hidup Bakteria

Siklus Hidup Bakteria

Apa sih siklus hidup probiotik itu? Berapa lama? Dan bagaimana? Demikian pertanyaan yang akhir-akhir ini cukup sering mendatangi saya. Maka saya bikin tulisan ini supaya punya 1 jawaban untuk banyak orang yang mengajukan pertanyaan. Nggak sanggup kalau harus menjawabnya satu per satu.

Ketahuilah bahwa, proses yang dialami oleh mahluk super mungil bernama bakteri itu; tidak sesederhana yang kita kira. Bahkan dalam beberapa hal, belum bisa kita pahami secara sempurna. Maka saya buat tulisan ini sesimpel mungkin. Yang penting kita bisa paham prinsipnya ya. Supaya nggak bingung, dan nggak terus bertanya-tanya tanpa ada jawabannya.

Probiotics Life Cycle atau PLC, pada dasarnya adalah tentang bagaimana suatu microba mempunyai siklus kehidupan. Secara umum ada 4 fase siklus hidup koloni mikroba. 1). Lag phase 2). Log phase 3). Stationary phase dan 4). Death phase

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Lag itu, fase dimana bakteri menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup, atau bertahan dalam lingkungan yang kurang menguntungkan. Misalnya, dia berada dalam bentuk spora. Atau ambil posisi dorman.

Log itu, fase pembelahan diri yang produktif. Ini ibarat musim kawin, bulan madu, kelonan, dan beranak pinak. Pada stationary, terjadi kesetimbangan optimal antara jumlah populasi bakteri dengan daya dukung lingkungan. Death, fase dimana terjadi kematian signifikan sehingga populasinya berkurang secara drastis. Ini, teori life cycle secara macro.

Secara micro, siklus hidup bakteri bisa dipandang sebagai sebuah entitas atau individu mandiri, bukan sebagai makro koloni. Misalnya, bacillus. Siklus hidupnya terdiri dari bentuk spora dan sel vegetatif. Jadi bisa berubah dari bentuk spora menjadi sel yang aktif, terus menjadi spora lagi, kemudian menjadi sel aktif lagi… Begitu siklusnya.

Penjelasan tentang siklus ini, merupakan bentuk penyederhanaan dari sebuah mekanisme yang kompleks dan menakjubkan. Disupersederhanakan biar gampang dimengerti prinsipnya. Nah, soal apa itu life cycle of probiotics, sudah selesai. Kalau ingin paham detailnya, datang saja ke lab microbiologi, oke.

Berapa lama siklus probiotik terjadi? Gini. Orang Asia, umur harapan hidupnya sama nggak dengan orang eropa? Dengan orang timur tengah, hispanik, latinos, afrika, mediterania. Sama nggak? Enggak. Maka siklus hidup probiotik juga beda. Dah, gitu aja intinya. Nggak bisa kita menyamakan siklus hidup mereka. Tapi dalam penelitian, rentang waktu siklus hidup pada bacillus adalah antara 7 sampai 27 hari.

Cuman hitungan hari doang? Iya. ‘Cuman’ dalam standar manusia. Buat ukuran bakteri, itu setara dengan umur Nabi Nuh barangkali. Intinya Anda paham bahwa siklus hidup probiotik itu tidak bisa disamaratakan. Dah gitu aja.

Oke ya, apa dan berapa lama siklus hidup probiotik sudah terjawab. Pertanyaan berikutnya; bagaimana cara mengembalikan komposisi bakteri baik dalam tubuh kita? Jawabannya adalah; keseimbangan komposisi bakteri dalam tubuh kita dijaga dengan cara, memakan atau meminum bakteri baik. Ada cara lain? Mungkin ada. Tapi tidak ada yang lebih praktis dari ini; minum probiotik. Mi-num-pro-bi-o-tik. Titik.

Sekarang, kesadaran dan pengetahuan manusia tentang peran penting bakteri bagi tubuh kita semakin meningkat. Membantu metabolisme, memodulasi imunitas tubuh, dan masih banyak lagi fungsi penting lainnya. Dan kita sadar sekarang, bahwa tubuh kita butuh bakteri baik dalam jumlah yang terjaga. Tanpa bakteri baik itu, tubuh kita merana. Makanya, tubuh kita; butuh kita minum probiotik.

Dan minum probiotik esensial itu, jauh lebih urgent daripada minum suplemen yang berisi ‘zat-zat aneh’ yang diambil dari gunung atau lautan tertentu dibelahan dunia tertentu. Probiotik itu esensial banget. Kalau suplemen berisi zat yang aneh-aneh, nggak diminum juga nggak bakal jadi masalah. Anda, rajin minum macam-macam suplemen tapi nggak mau minum probiotik? Halah…. serah ludeh.

Terus, berapa lama minumnya? Perlu siklus atau tidak? Idealnya, minum probiotik itu sesuai dengan siklus hidup bakterinya. Bener itu. Masalahnya, tadi sudah kita bahas bahwa siklus hidup bakteri itu tidak seragam. Padahal ditubuh kita ada ribuan bahkan jutaan milyaran bakteri. Jangankan beda jenis bakteri, satu jenis bakteri saja bisa bervariasi siklus hidupnya. Maka sistem intake probiotik berdasar siklus itu, secara teori bagus. Tapi tidak selalu praktis untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Theoritically correct, but practically; NO.

Tapi kalau Anda tetep mau menggunakan prinsip siklus, Anda bisa menerapkan kaidah 3 banding 1. Maksudnya, selama 3 minggu Anda minum rutin probiotik. Kemudian 1 minggu berhenti. Lalu, lanjut lagi minum rutin lagi selama 3 minggu. Berhenti lagi selama 1 minggu lagi. Tapi, again; itu kalau Anda berada pada situasi ideal. Yang aman. Yang tidak ada polusi. Yang tidak makan sembarangan. Lah, kalau dalam situasi pandemi seperti saat ini misalnya, cara itu tidak cocok dong. Paham ya?

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Pertanyaan terakhir deh. Apakah semua probiotik sama khasiatnya? Beda dong. Sebab kandungan dan komposisi masing-masing probiotik itu berbeda-beda. Maka Anda harus menggunakan probiotik yang sesuai formulasinya dengan kondisi kesehatan atau kebutuhan Anda. Anda kan nggak bisa menggunakan sepatu balet, buat main kriket atau basket?

Perlu contoh? Kalau mau sekedar menjaga kesehatan saluran pencernaan harian, Anda minum yoghurt aja yang rajin. Banyak banget bakteri baik dalam yoghurt. Tapi untuk mengatasi kondisi khusus lainnya, ya mesti pakai probiotik khusus dong. Apa bisa menggunakan sembarang probiotik untuk meningkatkan imunitas tubuh, misalnya? Saya harap, Anda sudah bisa menjawabnya sendiri.

Soal imunitas tubuh ini. Dimasa pandemi, apakah Anda kasih perhatian serius pada imunitas tubuh? Pakai probiotik. Saya nggak cuman omong doang soal ini. Saya menyarankan yang sudah saya lakukan. Setiap hari saya minum Innerimmune probiotik premium. Kenapa pilih Innerimmune, nggak perlu saya jelaskan supaya nggak jadi ajang dagang. Tapi saya punya cukup alasan untuk menceritakannya kepada Anda. Dah gitu aja.

Okelah. Intinya Anda sudah nambah pengetahuan tentang siklus hidup probiotik kan. Dari teori sampai aplikasinya. Sekarang, tinggal Anda tentukan saja. Apakah ini hanya akan menjadi sekedar pengetahuan. Atau dijadikan sebagai cara baru merawat dan menjaga diri Anda. Saran saya, jadikan ini sebagai budaya baru; ditahun yang baru.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
Jika Kantor Anda Membutuhkan Offline Atau Online Training. Hubungi Kami.

Artikel sebelumnya:

Cara Membuat Probiotik Sendiri

NB. Sekarang mungkin Anda belum merasa perlu. Tapi jika suatu saat nanti Anda membutuhkannya; Anda tahu caranya. Ada 2 opsi cara memperkuat imunitas tubuh dengan probiotik: 1). Sarbu-SB19 (BPOM RI MD 266611004201) berisi probiotik dalam saribuah. Dan 2). INNERIMMUNE (Premium) berisi Probiotik Murni. Saya pribadi menggunakan INNERIMMUNE. Jika Anda mau coba ke-2 opsi itu; wa.me/0812-1989-9737 aja..

Infeksi virus itu bersifat SELF-LIMITING. Tubuh memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Dengan catatan, sistem pertahanan atau imunitas tubuhnya berfungsi dengan baik.

Untuk bergabung dengan WAG Inspirasi kami, silakan ketik: Nama Lengkap # Dekadarus&Friends. Kirim ke wa.me/0812-1989-9737.

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

NB: Dulu kami sering sariawan. Perih. Lama sembuh. Kerap kambuh. Sekarang kami punya PROMOUTH yang diracik secara tradisional. Kami sih cocok. Dulu, anak saya gonta-ganti dokter karena kulitnya gatal akibat alergi dan dermatitis atopik. Sekarang kami punya PROBISKIN yang juga diracik secara tradisional. Ini juga cocok buat kami. Kami pernah juga mengalami batuk kering yang susah diobati, sampai sakitnya tembus keubun-ubun. Sekarang kami punya racikan RED-A-COUGH. Alhamdulillah, kami tak batuk-batuk lagi. Saya tidak mengatakan bahwa racikan ini cocok buat semua orang. Tapi jika Anda ingin tahu soal itu wa.me/0812-1989-9737 aja.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:medium

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.